Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
LAGI-LAGI KAGUM


__ADS_3

Sesungguhnya perkataan Ais sungguh mampu mengusik hati Danu, hingga saat meeting dengan klien pun pikiran menerawang jauh. sungguh kali ini Danu tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya.


"Apa bapak sakit?" tanya Roni


"Tidak, kenapa memangnya?"


"Saya perhatian dari tadi pagi, bahkan saat meeting pun bapak sepertinya tidak fokus" ucap Roni lagi


"Terlihat begitu jelas ya?" ucap Danu menyeringai


"Iya Pak, seperti sedang memikirkan sesuatu. apa belakang ini ada yang menggagu pemikiran bapak?" tanya Roni penasaran dengan sikap bosnya yang tidak seperti biasanya


Danu tidak menjawab tapi hanya tersenyum. dirinya sendiri pun heran. bagaimana perempuan seperti Aisyah mampu mengusik pikirannya. Aisyah yang jelas-jelas bukan termasuk wanita seperti kriteria nya. bagi Danu yang sudah bertahun-tahun hidup diluar negeri dan kesehariannya melihat wanita luar negeri yang hampir semuanya menggunakan baju-baju terbuka. tentu saja perempuan berhijab syar'i seperti Aisyah tidak masuk dalam kriteria wanita idamannya. kalau bukan karena perjodohan dan penghianat yang dilakukan Valen tentu saja dirinya tidak akan pernah mau menikah dengan perempuan seperti Aisyah.


Aisyah memang cantik tapi dia bukan kriteria wanita idaman Danu.


Tapi anehnya entah kenapa semakin lama mengenal Aisyah dirinya semakin mengaguminya. bahkan Danu selalu teringat kata-kata Aisyah yang selalu melibatkan Alloh.


"MasyaAlloh, apa karena aku sering lalai dalam menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim dan sering meninggalkan sholatku. hingga Alloh mendatangkan Aisyah dalam hidupku" gumam Danu. dan segera menggelengkan kepalanya


"Tidak, aku tidak mencintai Aisyah" ucap Danu berusaha mengelak dan tidak mau mengakui pada dirinya sendiri


****


Din.. din..


Danu membunyikan klakson tepat saat Aisyah keluar dari gerbang kampusnya


Aisyah menoleh mencari asal sumber klakson dan Aisyah tercengang melihat Danu ada didalam mobil tersebut


"Mas Danu" ucap Aisyah lirih


"Ayo masuk" ucap Danu membuka kaca mobil


Aisyah menoleh ke kanan dan kiri melihat sekitar memastikan tidak ada yang melihatnya masuk kedalam mobil tersebut.


"Kenapa mas Danu bisa ada disini? tidak mungkin mas Danu menunggu Ais kan?" tanya Aisyah yang heran tidak seperti biasanya Danu mau menjemputnya


"Tentu saja tidak, untuk apa aku menunggumu. kebetulan saja aku melewati kampusmu jadi sekalian saja aku beri kamu tumpangan" ucapnya bohong karena sebenarnya Danu sengaja menunggu Ais selesai kuliah. bahkan Danu sudah disana selama hampir dua jam lamanya.

__ADS_1


"Oow, tapi lain kali sebaiknya mas Danu tidak usah memberi Ais tumpangan. Ais lebih nyaman pulang sendiri naik kendaraan umum" ucap Ais


"Sialan, bukannya berterimakasih malah menyuruh untuk tidak melakukannya lagi" batin Danu melirik Aisyah


Dret.. dret...


Aisyah melihat panggilan masuk diponsel nya dari kak Ulya


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam dek. apa kakak mengganggumu?" tanya Ulya


"Tidak kak, ada apa kak?" tanya Aisyah


"Bagaimana dengan pernikahanmu?"


"Alhamdulillah baik pernikahan Ais baik-baik saja kak, suami dan mertua Ais memperlakukan Ais dengan baik. kakak sendiri bagaimana? apa kak Ulya baik-baik saja?" tanya Aisyah sesekali menoleh kearah Danu yang sedang menyetir


"Syukurlah kalau pernikahan kalian baik. kalau ada waktu kakak ingin bisa berbagi cerita sama kamu dek"


"Iya kak, katakan saja. Ais ada waktu kok kak. apa kakak mau kita ketemu?"


"Sebentar ya kak, Ais tanya sama suami Ais dulu. kalau mas Danu mengijinkan Ais akan kesana."


"Baiklah segera kabari kakak ya. assalamu'alaikum" Ulya menutup telpon nya. "Walaikumsalam"


"Mas Danu, tadi itu kak Ulya kakaknya Ais, dia bilang ingin bertemu dengan Ais untuk sekedar berbagi cerita. kalau diijinkan Ais ingin menemui kak Ulya"


"Kenapa harus minta ijin, kalau mau ketemu kakak kamu, ya pergi saja tidak ada yang melarang" ucap Danu


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Mas, seorang istri tidak akan bisa pergi tanpa ijin suami"ucap Aisyah


"Benarkah?" Danu melihat Aisyah


"Iya mas, Jika ada perempuan atau seorang istri yang pergi atau keluar rumah tanpa ijin dari suaminya. maka setiap langkahnya akan dilaknat oleh Alloh sampai dia kembali pada suaminya atau sampai suaminya ridho. bahkan termasuk pergi mengunjungi orang tuanya. jika suaminya tidak mengijinkan maka seorang istri pun tidak boleh mengunjungi orang tuanya tanpa ijin suami." jelas Aisyah.


"Apa benar kamu akan tetap dirumah kalau aku melarang mu?"

__ADS_1


"Sebagai seorang istri Aisyah akan melakukan tugas dan kewajiban Aisyah. jika suami Ais melarang pasti itu ada alasannya dan Ais akan menghargai itu sebagai wujud bakti Ais pada suami Ais" jawab Ais


"Bagaimana Alloh bisa mengirimkan wanita seperti ini untuk laki-laki yang jauh dari kata sempurna ini. Ais benar-benar wanita sholihah yang tidak pantas bersanding dengan laki-laki yang tidak faham agama sepertiku" batin Danu merasa malu pada dirinya sendiri


"Mas, jadi bagaimana apa Ais diijinkan bertemu kak Ulya atau tidak?" tanya Ais membuyarkan lamunan Danu


"Boleh, tapi aku antar kesana ya" ucap Danu


"Baik, asal tidak membuat mas Danu kerepotan" jawab Ais


"Tidak. kebetulan aku juga tidak ada kerjaan lagi. diamana alamatnya"


Aisyah memberikan alamatnya dan tidak butuh waktu lama mereka sampai di sebuah apartemen tempat Ulya tinggal.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Ulya membukakan pintu rumahanya


"Kak, maaf ya Aisyah kesini dengan suami Ais" ucap Ais pada Ulya dan mencium tangan Ulya


"Tidak apa-apa, justru kakak senang melihat kalian berdua seperti ini. itu berarti kekhawatiran kakak tidak terjadi. jujur kakak kawatir kalian tidak bisa menyesuaikan diri" ucap Ulya dan mempersilahkan keduanya masuk


"Bagaimana keadaan kakak?" tanya Aisyah kawatir


"Kakak.. ya seperti ini dek. oya kalian mau minum apa? kakak buatin minum ya" ucap Ulya


"Tidak usah repot-repot kak, nanti Aisyah akan buat sendiri jika haus. sekarang kakak katakan apa yang ingin kakak katakan" ucap Aisyah melihat suaminya


"Em.. kalau kalian mau bicara berdua biar aku pergi dulu. nanti telpon aku jika sudah selesai bicara" ucap Danu. dirinya lupa bahkan mereka tidak saling memiliki nomor hape masing-masing


"Tidak usah kemana-mana, disini saja tidak apa-apa. sekarang kamu juga bagian dari keluarga kami. tidak masalah jika kamu tau masalahku." ucap Ulya yang tidak seperti biasanya selalu tertutup dan tidak pernah membagi cerita hidupnya pada siapapun termasuk adiknya.


"Dek, sebenarnya kakak ingin menyerah dengan pernikahan kakak. tapi kakak takut" ucap Ulya


"Takut apa kak?"


"Bukankah Alloh membenci perceraian?" ucap Ulya


"Kak, Alloh memang membenci perceraian tapi Alloh juga tidak melarang perceraian jika di dalam pernikahan tidak ada kebaikan. dan hanya saling menyakiti" ucap Ulya

__ADS_1


Haiii sayang, terimakasih yang sudah mendukung author, jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, coment dan vote ya😘🥰


__ADS_2