
Selesai kuliah Aisyah yang kini sudah menjadi seorang istri segera pulang. sekarang Aisyah harus bisa membagi waktu antara kuliah dan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Assalamu'alaikum "
"Walaikumsalam" jawab pak Herman dan Bu Retno
"Sudah pulang sayang, bagaimana kuliahnya?" tanya Bu Retno
"Alhamdulillah lancar ma, Ais ke kamar dulu ya ma." ucap Aisyah
"Iya sayang, istirahat saja dulu. kamu pasti capek" ucap Bu Retno
"Iya ma" Jawab Aisyah melangkah ke kamar
Dikamar Aisyah segera membersihkan diri dan segera kembali turun kebawah untuk memasak
"Lho sayang kenapa malah turun lagi? bukannya mau istirahat?" tanya Bu Retno
"Ais mau masak ma" jawab Aisyah
"Sayang kamu istrahat saja. biar bik siti yang masak. kamu kan capek baru pulang kuliah" ucap Bu Retno
"Tidak kok ma, Aisyah harus membiasakan diri. karena sekarang Aisyah seorang istri. yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban Ais sebagai seorang istri" ucap Aisyah
"Iya sayang, tapi kamu gak perlu repot-repot seperti ini"
"Gak papa ma, Ais sudah biasa masak kok" jawabanya
"Ya sudah, mau mama bantu?".
"Tidak usah ma, biar Ais saja"
"Ya sudah mama temani papa dulu ya" Bu Retno meninggalkan Ais di dapur
Tak lama Makanan sudah tersaji dimeja, tidak perlu diragukan lagi keahlian Aisyah dalam memasak.
Aisyah memang pandai dalam hal memasak.
Waktu makam malam pun tiba, namun Danu belum pulang juga.
"Danu belum pulang is? tanya pak Herman
"Belum pa" jawab Ais mengambilkan nasi untuk kedua mertuanya
"Kamu yang sabar ya Ais, mungkin saat ini Danu belum menyadari betapa beruntungnya dia mempunyai istri seperti kamu. tapi mama yakin suatu saat Danu akan mencintai kamu" ucap Bu Retno
__ADS_1
"Iya ma" ucap Ais senyum
Selesai makan malam, Ais belajar dikamar nya. hari ini Dosen memberikan nya banyak tugas sehingga dia harus belajar sampai larut malam.
Klek
Danu membuka pintu kamar
"Sudah pulang mas" tanya Aisyah
"Kamu nungguin aku?" tanya Danu
"Tidak mas, aku masih mengerjakan tugas kuliah?"jawab Aisyah
"Oow" Danu segera berganti pakaian dikamar mandi
Tanpa memperdulikan lagi Aisyah, Danu langsung tidur dikasur nya.
Aisyah yang sudah selesai belajar mulai mengantuk. dan saat akan tidur, Aisyah bingung harus tidur dimana sementara Danu sudah lebih dulu tidur dikasur
Akirnya Ais memutuskan tidur disofa yang biasanya digunakan Danu.
Keesokan harinya seperti biasa Aisyah bangun lebih dulu dan segala sholat subuh. kali ini Aisyah kembali mencoba membangunkan Danu untuk sholat subuh
"Mas, mas Danu waktunya sholat subuh." Ucap Aisyah mencoba membangunkan Danu
"Em..apa sih Ais? pagi-pagi udah ribut aja" ucap Danu masih ngantuk. ya Danu memang sering melewatkan waktu sholat subuhnya
"Waktunya sholat subuh mas. kita sholat berjamaah ya" ucap Ais
"Aku masih ngantuk, kamu sholat saja dulu" ucap Danu kembali tidur
Ais hanya Menggeleng-gelengkan kepala melihat Danu yang sepertinya jauh dari kata bisa menjadi imam yang baik.
"Apa yang membuat Abah menikahkanku dengan pemuda yang sering melewatkan waktu sholatnya" gumam Ais lirih tapi Danu masih bisa mendengar nya
"Apa maksud kamu bilang seperti itu? kamu pikir aku mau menikah sama kamu?" ucap Danu
"Mas, sebagai seorang muslim sholat itu kewajiban yang tidak boleh dilewatkan. maaf jika kata-kata ku menyinggung mas Danu" Ucap Ais segera menggelar sajadah dan saat akan memulai sholat dihentikan oleh Danu
"Tunggu sebentar, aku ambil air wudhu" ucapnya dan Aisyah tersenyum
Untuk pertama kalinya setelah menikah mereka sholat subuh berjamaah.
Selesai sholat Aisyah mencium tangan Danu
__ADS_1
"Mas Danu, Ais tau kita menikah tanpa cinta. Ais pun sebenarnya sampai saat ini masih terasa sulit untuk bisa menerima kenyataan ini. tapi ini takdir dari Alloh yang harus Ais jalani. ijinkan Ais belajar menjadi istri yang baik untuk mas Danu! kita memang tidak saling mencintai tapi bukan berarti lampu merah kan?" ucap Ais
"Apa maksud kamu?"
"Tak cinta bukan berarti lampu merah, untuk berhenti dan menyerah dengan pernikahan kita" ucap Ais.
"Maksud kamu, kamu mau terus menjalani pernikahan ini?"
"Mas Danu, Ais akan menjalani takdir Ais. apapun yang Alloh kasih buat Ais pasti yang terbaik Buat Ais."
"Kamu masih sangat muda kenapa mau menikah?"
"Apa Ais punya kesempatan untuk menolak? dirumah keputusan Abah itu mutlak. bagaimana mungkin menolak saat Abah sudah memutuskan. bahkan kalian sudah menentukan harinya tanpa ada yang menanyakan kesanggupannya Ais" jawab Aisyah
"Jadi kamu tidak tau tentang pernikahan kita?"
Ais hanya Menggeleng kepalanya.
"Tapi sepertinya sejak kita menikah aku tidak melihatmu keberatan dengan pernikahan kita? kamu menjalankan tugas seorang istri dengan cukup baik" ucap Danu
Lagi-lagi Aisyah tersenyum
"Mas Danu suami Ais, suka tidak suka, cinta atau tidak mas Danu sekarang sudah menjadi suami Ais. akan sangat berdosa jika Ais tidak menjalankan tugas Ais sebagai seorang istri."
"Kamu bisa menjalankan semua ini tanpa cinta? "
"Mungkin akan sulit, tapi sesulit apa Ais harus berusaha. pernikahan bukan lah sesuatu yang bisa kita jadikan mainan. menikah itu ibadah terlama. Ais harus berdamai dengan keadaan"
"Maksudnya?"Danu tidak mengerti
"Menikah itu ibadah terlama mas. jika aku tidak bisa berdamai dengan keadaan. bagaimana caraku melakukan ibadah ini? disetiap apa yang kita lakukan untuk pasangan kita itu dinilai ibadah. karena menikah itu menyempurnakan separuh agama kita"
"Lalu kamu akan melakukan semua yang aku minta?" Danu dengan pikiran liciknya
"Sudah semestinya seorang istri melakukan apapun yang diminta suami selama bukan maksiat" Jawab Ais
"Termasuk melakukan" Danu perlahan mendekatkan wajahnya, dekat dan semakin dekat Ais terlihat ketakutan dan memejamkan matanya
"Aauww" teriak Ais
"Bodoh kamu" ucap Danu menyentil kening Ais
"Apa yang kamu pikirkan? kita tidak saling mencintai bagaimana bisa melakukannya. dan kenapa kamu juga tidak berusaha menolak padahal kamu terlihat ketakutan" senyum Danu menyeringai
"Jika suamiku menginginkan nya, bagaimana aku bisa menolaknya. akan berdosa bagi seorang istri menolak suami saat menginginkannya. jika seorang istri menolak keinginan suami akan dianggap nusyuz atau kedurhakaan dan akan dilaknat malaikat sampai pagi.
__ADS_1
Dari Abu Hurairah r. a. berkata, Rasullulah SAW bersabda"Jika laki-laki mengajak istrinya ketempat tidur, kemudian dia (istri )menolaknya. dan suami karena itu menjadi marah, maka dia(istri) akan dilaknat (dikutuk) oleh para malaikat sampai pagi."(HR Bukhari 4697)
"Itu alasan kenapa aku tidak mungkin menolak mu mas" ucapnya lagi