Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
MENOLAK


__ADS_3

Kita do'akan ya semoga Ilham segera menemukan jodohnya" ucap Fitri


"Fit apa sebaiknya aku jujur saja ya, dengan begitu dia akan melupakan aku dan bisa membuka pintu hatinya untuk wanita lain. kalau aku tidak jujur aku juga takut kalau dia akan terlalu berharap dariku. tapi jika aku jujur aku pun takut dan tidak bisa membayangkan respon Ilham" Aisyah meneteskan air mata


"Jangan bersedih Aisyah, bukankah ada Alloh?" ucap Fitri


"Astaghfirullah. ampuni hamba mu ini ya Alloh" gumam Aisyah istighfar


"Fit, terimakasih kamu sudah mengingatkan aku, kalau tidak seharusnya aku seperti ini."


Aisyah hari ini pulang lebih cepat dan segera ke apartemen Ulya.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Ulya membuka pintu


"Masuk Ais, kakak sudah masak untukmu" ucap Ulya


"Kak, bagaimana proses perceraian kak Ulya dan kak Zidan sudah sejauh mana?" Tanya Aisyah


"Sini dek duduk dulu" ucap Ulya mengajak Aisyah duduk dan memegang tangan Aisyah


"Dek, jujur saja saat ini kakak bingung. akhir-akhir ini mas Zidan sepertinya sudah berubah. dia meminta kesempatan untuk kembali lagi sama kakak. dan berjanji kali ini mas Zidan akan berubah lebih adil" ucap Ulya


"Lalu kakak percaya?" Aisyah menatap Ulya


"Jujur sebenarnya berat untuk berpisah dari mas Zidan. kakak masih mencintai mas Zidan"


"Ya Alloh kak, kenapa kaka bisa mencintai laki-laki seperti itu? apa kakak mau disakiti lagi? Ais rasa kak Zidan pasti nanti akan kembali menyakiti hati kakak. Ais tidak percaya kak Zidan benar-benar akan berubah" Ais merasa kesal dengan keputusan kakaknya


"Dek, Alloh saja maha Pemaaf. kenapa kita tidak bisa memberikan kesempatan sekali lagi pada mas Zidan" ucap Ulya


"Iya Ais tau kak, tapi entah kenapa Ais tidak percaya kalau kali ini mas Zidan akan berubah. kak berbagi hati itu tidak mudah. jangan sampai nantinya malah akan menimbulkan dosa dengan saling berprasangka buruk"


"Dek, Kakak sudah memikirkan semua ini. kakak berpikir sepertinya kakak akan memberi satu kali lagi kesempatan untuk mas Zidan" ucap Ulya


"Jika itu keputusan yang sudah kakak ambil. Ais tidak bisa berbuat apa-apa. Ais hanya bisa mendoakan semoga kali ini kak Zidan benar-benar mampu berbuat adil pada istri-istrinya. dan semoga kak Ulya diberikan hati yang lapang untuk bisa berbagi suami" ucap Aisyah


"Amin" Ulya senyum dan memeluk adiknya

__ADS_1


"Kak, apa kakak sudah menyampaikan hal ini pada Abah dan Umi?"


"Belum dek" Ulya menggelengkan kepala


"Sebaiknya kakak segera memberitahu hal pada Abah dan umi"


"Iya Ais, kakak akan segera membicarakan masalah ini pada Abah dan Umi"


"Dek, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ulya melihat mata Aisyah yang sembab seperti habis menangis


"Iya kak, Ais baik-baik saja"


"Ais, jangan bohong sama kakak. kamu kenapa? apa ini karena Danu?" tanya Ulya


Aisyah menggelengkan kepala


"Terus kenapa? kakak tau kamu habis menangis kan? apa pernikahan mu tidak bahagia?" Ulya menatap mata Aisyah


"Pernikahan Aisyah baik-baik saja kak, mas Danu memperlakukan Ais dengan sangat baik."


"Lalu apa yang membuatmu menangis?"


"Aisyah" ucap Ulya memeluk adiknya


"Ais, ingat kamu sudah bersuami. akan berdosa jika kamu masih memikirkan laki-laki lain"


"Tidak kak, Aisyah sudah berusaha melupakan Ilham dan menerima takdir Ais. hanya saja sampai saat ini Ais belum berani jujur pada ilham tentang pernikahan Ais dan mas Danu. jujur Ais bingung kak, bagaimana caranya Ais jujur? ini akan sangat menyakitkan buat Ilham. tapi jika Ais tidak segera jujur Ais juga merasa ini tidak adil buat Ilham. sama halnya Ilham berharap dengan sesuatu yang tidak mungkin lagi untuk diharapkan." mata Aisyah berkaca-kaca


"Menurut kakak mungkin akan lebih baik jika kamu jujur"


"Tapi bagaimana jika itu akan mempengaruhi kuliah Ilham disana. di Madinah Ilham itu sendiri kak. Ais takut kalau Ilham akan kenapa-kenapa"


"Kakak mengerti apa yang menjadi keresahanmu, berdoalah! mintalah petunjuk dari Alloh dek. minta petunjuk yang terbaik" Ulya memeluk Aisyah dan mengusap punggungnya.


***


Di Madinah


Ilham yang sedang berada diasrama kampus merasa sikap Aisyah sekarang berubah.

__ADS_1


"Ilham kamu kenapa? apa ada masalah?" tanya Fuad teman satu kampus dan satu asrama. mereka juga sama-sama mahasiswa asal Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa di ISLAMIC UNIVERSITY OF MADINAH


"Tidak, aku hanya sedang memikirkan seseorang" ucap Ilham senyum


"Pasti wanita ya" goda Fuad


"Iya, dia adalah wanita yang ingin segera aku nikahi, setelah nanti aku kembali ke Indonesia" Ilham tersenyum mengingat Aisyah


"Wanita seperti apa dia? sampai bisa membuatmu menolak dijodohkan dengan anak rektor kita? padahal Khadijah adalah wanita yang sholihah dan banyak lelaki yang ingin bersanding dengannya. seandainya aku yang dijodohkan dengannya pasti aku tidak akan pernah menolaknya. laki-laki yang bisa menikah dengan Khadijah pasti akan menjadi laki-laki yang sangat beruntung" ucap Fuad


Khadijah adalah anak dari Prof. Dr. Muhammad Ali, rektor di kampusnya.


Karena kepribadian dan kepintaran Ilham membuat beliau ingin menjodohkan Ilham dengan putrinya. Khadijah sendiri adalah wanita yang sangat mandiri, cantik dan sholihah. diusianya yang masih sangat muda Khadijah juga berhasil mendirikan beberapa usaha dan mendirikan sebuah lembaga penghafal Alquran.


Namun semua itu tidak membuat Ilham jatuh hati padanya. dihati Ilham hanyalah ada Aisyah. Satu-satunya wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta.


"Apa kamu tidak menyesal menolak Khadijah?" tanya Fuad


"InsyaAlloh tidak. aku sudah mencintai satu wanita dan aku akan segera menyelesaikan kuliahku agar aku bisa segera pulang ke Indonesia dan menikah dengan wanita yang aku cintai" ucap Ilham yang sedang duduk dimeja belajar


"Percuma kamu bicara dengan orang yang sedang jatuh cinta Fuad" sahut Dahlan teman sekamar Ilham juga.


Karena tinggal diasrama sekolah. satu asrama di tempati empat orang yaitu Ilham, Fuad, Dahlan dan Asep.


"Coba aja kalau aku seganteng Ilham dan sepandai Ilham aku pasti akan dijodohkan dengan Khadijah, sayangnya aku tak seganteng dan sepandai Ilham" ucap Asep


"Hahaha.. mimpi kamu ketinggian Sep Asep" sahut Dahlan


"Ya kan aku juga bilang seandainya" jawab Asep


Ilham tersenyum melihat teman-temannya.


"Selesaikan dulu tugas kamu. kuliah saja masih belum benar mikirin jodoh" sahut Fuad


"Tapi Ham, apa kamu benar-benar yakin dengan keputusan kamu menolak Khadijah? apa kamu tidak ingin mempertimbangkan nya lagi?" tanya Dahlan


"Benar yang dikatakan Dahlan Ham, sebaiknya kamu pikirkan lagi, kesempatan tidak akan datang dua kali jangan sampai kamu menyesal" ucap Fuad


^ Happy Reading^

__ADS_1


Jangan Lupa Like, Coment dan Vote. dukungan kalian sangat berarti bagi Author 🙏😍😘


__ADS_2