Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 61


__ADS_3

Di Madinah


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Danu akhirnya sampai ketempat tujuannya. dimana dia sudah sangat merindukan Aisyah istrinya. antara rindu dan ketakutan akan perasaan Aisyah yang akan berubah setelah melihat Ilham lebih tepatnya.


Bagaimana tidak, demi mengejar cinta Aisyah Danu sampai rela mengabaikan semua urusannya diindonesia, bahkan Danu tidak memikirkan masalah apa yang akan menyambutnya ketika dirinya nanti kembali keindonesiaan.


Tok.. tok.. tok..


Aisyah yang sudah tertidur dikamar hotel perlahan membuka matanya karena mendengar suara ketukan pintu.


Ya hari sudah sangat larut, dan setelah pertemuannya dengan Ilham ini, Khadijah mengantarkan Aisyah ke hotel yang sudah disiapkan.


Aisyah turun dari ranjangnya dengan gontai berjalan mengganti pakaian dan memakai jilbabnya untuk membuka pintu.


Klek..


Suara pintu dibuka


Dengan mata masih mengantuk dan malas Aisyah membuka pintu, betapa terkejutnya Aisyah saat melihat sosok tinggi, putih, tampan dan laki-laki yang kini berhasil mengisi seluruh ruang di hatinya berdiri dihadapannya.


Seketika mata yang awalnya sudah sangat berat itu terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Mas Danu, i-ini benar mas Danu?" gumam Aisyah membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Kamu pikir siapa? ya akulah. siapa lagi laki-laki yang akan datang mengunjungi kamar kamu tengah malam begini kalau bukan aku" ucap Danu menyentil kening Aisyah


"Aaww.. sakit tau" gerutu Aisyah memegang keningnya kesakitan


"Sekarang percaya kan kalau memang aku suami kamu, dan saat ini suami kamu yang ganteng ini berdiri di hadapanmu" ucap Danu dan tanpa disuruh masuk, langsung menerobos masuk kekamar


"Tolong bawakan koperku masuk, aku capek sekali. mau istirahat" ucap Danu berlalu melihat sekeliling kamar dan menjatuhkan tubuhnya dikasur


"Huft.. iya, iya" Aisyah menghela nafas berat tapi bibirnya juga tersenyum melihat kedatangan suaminya.


Aisyah tau pasti suaminya saat ini sedang begitu mengkhawatirkan dirinya, hingga rela jauh-jauh menyusul dirinya.


"Mas, kamu kok bisa ada disini?" tanya Aisyah sambil membereskan baju di koper Danu dan dimasukkan kedalam lemari yang tersedia dihotel


"Ya bisa lah, istriku kan ada disini kenapa aku tidak bisa ada disini? kenapa kamu tidak suka aku ada disini" jawab Danu sambil rebahan dikasur menatap langit-langit kamarnya


"Kok bicaranya seperti itu mas? bukan Aisyah tidak suka mas Danu disini. tapi bagaimana dengan pekerjaan mas Danu?"


Tidak apa-apa, kalau aku tidak disini pun juga percuma, aku tidak bisa fokus sama pekerjaan " ucap Danu


"Kenapa?" tanya Aisyah


"Pakek nanya lagi, ya bagaimana aku bisa fokus dengan pekerjaan kalau istriku disini menemui laki-laki lain" jawab Danu


"Hehehe. kamu cemburu ya mas" ucap Aisyah tersenyum

__ADS_1


"Biasa aja" jawab Danu


"Yakin biasa aja? ya sudah kalau biasa aja berarti gak cemburu beneran ya" ucap Aisyah menaikan alisnya


"Iya biasa aja" jawab Danu


Setelah membereskan baju-baju Danu dan memasukkan semua kedalam lemari, Aisyah duduk disisi ranjang dekat dengan Danu.


Tentu saja Danu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dan segera memeluk pinggang istrinya. merebahkan kepalanya dipangkuan Aisyah.


Aisyah mengusap kepala Danu dengan lembut


"Apa kamu juga merindukan aku?" tanya Danu menatap Aisyah


"Iya, aku juga merindukan kamu mas" jawab Aisyah


"Apa kamu sudah bertemu dengan Ilham?" tanya Danu


"Em.. aku sudah bertemu" jawab Aisyah menganggu


"Lalu bagaimana keadaannya?"


"Keadaannya tidak baik, saat ini masih butuh perawatan. tapi aku sudah mengatakan semua yang seharusnya aku katakan" ucap Aisyah


"Lalu bagaimana? apa dia bisa menerimanya?"


"Apakah perasaan kamu berubah setelah bertemu dengan Ilham lagi?"


"Kenapa? mas Danu cemburu? tadi bilangnya gak cemburu?" goda Aisyah


"Aku bohong, mana mungkin aku tidak cemburu tentu saja aku sangat cemburu. kalau aku tidak cemburu dan khawatir kamu akan berubah pikiran setelah bertemu dengan Ilham. mana mungkin aku jauh-jauh datang kesini. ini semua aku lakukan, karena aku sangat cemburu. aku takut kehilangan kamu Aisyah " ucap Danu duduk memeluk erat tubuh Aisyah seolah takut kehilangan


"Aku tidak akan berubah mas, InsyaAlloh kita akan selalu bersama sehidup dan sesurga.kamu suamiku dan kamu satu-satunya laki-laki yang mengisi ruang di hatiku" jawab Aisyah


"Benarkah? aku satu-satunya laki-laki yang ada diruang hati kamu?" Danu duduk dan menatap mata Aisyah


Aisyah menundukkan kepala sebagai jawaban


"Dia sudah tidak ada dihati kamu?" tanya Danu menyakinkan


"Tidak mas, sudah tidak ada lagi nama laki-laki lain diruang hatiku. kamu satu-satunya laki yang ada disini" ucap Aisyah meletakkan tangan didadanya


Danu memeluk Aisyah dan mengecup keningnya


"Terimakasih Aisyah, terimakasih sudah menjadikan aku, satu-satunya laki-laki yang ada dihati kamu." ucap Danu


"Itu memang sudah seharusnya mas, karena kamu itu imamku, jembatan surgaku. akan berdosa bagiku untuk memikirkan laki-laki lain dan mulai sekarang aku ingin menjadi seorang istri dan makmum yang baik." ucap Aisyah


****

__ADS_1


Tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikum"


"Sayang, itu sepertinya ada yang mengetuk pintu" ucap Danu membangunkan Aisyah yang masih tertidur dalam pelukan suaminya


"Em.. siapa mas" jawab Aisyah masih berat membuka mata


"Entahlah sepertinya suara wanita" jawab Danu


Tok.. tok.. tok..


"Assalamu'alaikum" ucap Khadijah lagi


"Sepertinya suara Khadijah" ucap Aisyah membuka mata dan segera bangkit dari tidurnya mengganti pakaian dan memakai jilbabnya


"Walaikumsalam" jawab Aisyah membuka pintu


"Maaf Aisyah, kalau aku mengganggu tidur kamu sepagi ini" ucap Khadijah


"Iya tidak apa-apa" jawab Aisyah


"Apa kamu jadi kembali ke Indonesia pagi ini?" tanya Khadijah


"Rencana awalnya seperti itu, tapi sepertinya sekarang rencananya berubah. karena suamiku datang menyusulku kemari" jawab Aisyah


"Ini ada suami kamu didalam" tanya Khadijah


"Iya, suamiku ada disini" jawab Aisyah


"Sekali lagi maaf ya, aku merasa tidak enak mengganggu kalian pagi-pagi begini" ucap Khadijah


"Tidak apa-apa. oya sebenarnya ada apa sepagi ini mencariku?" jawab Aisyah tersenyum


"Begini Aisyah, sebenarnya tadi Ilham menghubungi aku, dan mengatakan kalau sebelum kamu kembali ke Indonesia. dia ingin bertemu dengan kamu sekali lagi" ucap Khadijah


"Untuk masalah itu, aku tanya dulu sama suamiku ya" jawab Aisyah


"Aku mengijinkan kamu tapi dengan syarat, perginya bersamaku!" sahut Danu dan Aisyah melihat kearah Khadijah


"Iya terserah kamu Aisyah, sepertinya itu lebih baik. mungkin dengan begitu, Ilham bisa merelakan semua masa lalu kalian" jawab Khadijah


"Baiklah, nanti aku dan mas Danu akan menemui Ilham. dan semoga setelah ini Ilham bisa melepaskan semua masa lalu dan kembali membuka hatinya untuk orang lain" ucap Aisyah tersenyum


^Happy Reading^


Terimakasih untuk semua readers, maaf ya jika mungkin ada banyak kesalahan yang Athor tulis, atau mungkin ceritanya tidak seperti yang kalian harapkan. maaf untuk semua keterbatasan yang author miliki πŸ™πŸ™


Jangan lupa like, coment dan Vote ya, dan kalau bisa tolong kasih juga rating bintang lima dan subscribe ya. hehe.. maaf malah author banyak maunya giniπŸ™πŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2