
Pagi ini dikampus Amel yang biasanya mengganggu Aisyah, kembali mendatangi Aisyah, tapi kali ini bukan untuk menggangunya melainkan untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan menggangu Aisyah kembali. Amel juga memohon agar Danu tidak menarik saham dihotel ayahnya.
"Kak Amel, Aisyah sudah memaafkan kak Amel. Aisyah tidak marah ataupun dendam sama kak Amel. dan mas Danu juga tidak akan mencampur adukan masalah kerja dan masalah pribadi. kak Amel tidak perlu khawatir" ucap Aisyah
"Tapi kemarin pak Danu mengancam_"
"Kakak tamang saja, mas Danu bukan orang seperti itu" ucap Aisyah menyakinkan
"Terimakasih ya Aisyah, kamu sudah mau memaafkan aku. sebenarnya q membenci kamu memang karena sakit hati. pak Danu menolak perjodohan dengan kakak aku, padahal kakak ku begitu mencintai pak Danu" ucap Amel
"Kakak kamu mencintai mas Danu? apa mereka saling kenal sebelumnya?" tanya Aisyah
"Iya, sebenarnya kakak mencintai pak Danu sejak mereka sama-sama kuliah di Paris. namun pak Danu memang tidak pernah melihat kakak, karena pak Danu sudah mempunyai pacar. jadi kakakku itu mencintai pak Danu diam-diam. hingga papaku tau kalau Om Herman sedang mencarikan jodoh untuk pak Danu karena pacarnya belum mau diajak menikah. papaku mengajukan perjodohan itu, dan pak Danu langsung menolak tanpa mau memberi kesempatan pada kakak. dan itu sangat melukai hati kakak. bahkan sampai sekarang kakak tidak mau menikah dengan siapapun karena masih mencintai pak Danu. dan hatinya sangat terpukul karena berita pernikahan pak Danu dengan kamu"
"Namanya jodoh memang tidak bisa ditebak. aku dan mas Danu pun hanya menjalani takdir kami. Alloh mentakdirkan kami berjodoh dan menumbuhkan rasa cinta diantara kami. kami hanya berusaha menjalani takdir dari Alloh sebaik mungkin" jawab Aisyah
"Tidak salah pak Danu memilih kamu sebagai istri, kamu memang wanita yang baik Aisyah. aku menyesal sudah menggangu kamu selama ini"
"Tidak apa-apa kak Amel" ucap Aisyah tersenyum
Aisyah masuk kedalam kelasnya dan mengikuti pelajaran.
Aisyah tampak sangat serius dalam mengikuti pelajaran.
Selesai kuliah, Aisyah dan Fitri memutuskan untuk pulang karena sudah tidak ada kuliah lagi.
"Huh.. akhirnya kelar juga kelas pak Riza, sekarang jadi killer banget ya ni dosen. padahal dulu kalem banget awal-awal" gerutu Fitri
"Yang penting kitanya siap, kalau kita gak bikin ulah mau sekiller apapun Dosennya tidak masalah kan" Aisyah tersenyum
"Eh.. tapi pak Riza jadi galak gitu, perasaan saat tau kamu udah nikah deh Syah"
"Apa hubungannya, aku nikah sama pak Riza yang berubah galak"
"Igh.. kamu ya, masih juga gak nyadar. pak Riza itu kan sebenarnya ada hati sama kamu" ucap Fitri
"Ehmmm... " Danu berdendam
Sontak membuat Aisyah dan Fitri menoleh kearah sumber suara
"Mas Danu, sejak kapan disini?" ucap Aisyah melihat suaminya berjalan dibelakangnya.
"Sudah cukup lama untuk mendengar kalau ada yang mengagumi istriku" ucap Danu
"Gak ada mas, itu bisa-bisa aja si Fitri, mana ada yang suka sama Aisyah" ucap Aisyah menatap Danu
"Hehehe.. cuma bercanda kok mas" ucap Fitri Canggung dan tertawa
"Tapi sepertinya serius" ucap Danu
"Tidak mas, itu Fitri aja yang ngarang cerita. udah gak usah didengarin. kita pulang" ucap Aisyah menarik tangan Danu. sekarang Aisyah dan Danu sudah tidak lagi canggung untuk berjalan berdua memperlihatkan kemesraan diantara mereka.
Diperjalanan
Dret.. dret..
__ADS_1
Panggilan dari Roni
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
"Ada apa?" tanya Danu
"Saya sudah berhasil menemukan penyebar berita itu siapa?" ucap Roni
"Katakan siapa dalangnya?"
"Bu Vellen pak, bu Vallen sendiri yang menyerahkan foto-foto itu, pada salah satu media online dan meminta untuk menyebarkannya" terang Roni
"Sudah aku duga sebelumnya, jadi aku sebenarnya sudah tidak terlalu kaget. aku tau siapa dia. dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau. lakukan konferensi pers sekarang. kita akan mengklarifikasi berita ini" perintah Danu menutup telpon
"Mas ada apa? mas sudah tau yang menyebarkan berita palsu itu? " tanya Aisyah
"Iya sayang, aku sudah menduganya dari awal. kalau yang menyebarkan berita tersebut adalah Vallen. dan ternyata benar dugaanku" ucap Danu tersenyum menyeringai
"Aku akan mengklarifikasi berita itu, aku tidak ingin orang berpandangan buruk tentang kamu, karena tidak ada yang merebut aku dari dia. tapi dia sendiri yang membawa aku ke kamu secara tidak langsung"
"Apa itu perlu mas? Aisyah tidak apa-apa kok dengan berita itu."
"Aku tidak mau ada yang merendahkan dan menyalahkan kamu untuk sesuatu yang tidak kamu lakukan sayang"
Setelah mengantarkan Aisyah pulang ke rumah. Danu kembali kekantor untuk mengklarifikasi semua berita yang beredar tentang dirinya dan Vallen.
"Panggil Vallen kesini" perintah Danu dan Roni segera memanggil Vallen untuk menghadap. Danu. dan tak lama kemudian Vallen datang keruangan Danu.
"Ka-kamu menuduh aku yang menyabarkan berita itu? bagaimana bisa kamu menuduh aku seperti itu" ucap Vallen memasang
"Danu, kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan. apa kamu tau kenapa aku melakukan semua ini? itu karena aku sayang sama kamu" ucap Vallen dengan mata berkaca-kaca
"Lima tahun, lima tahun kita bersama. apa benar sudah tidak ada aku dihatimu?"
"Dan berapa kali, kamu tolak lamaranku selama lima tahun kita bersama?"
"Papi akan menjodohkan aku dengan laki-laki yang tidak aku cintai jika kita tidak bisa bersama. aku tidak mau Dan, aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai."
"Tidak ada hubungannya dengan diriku. dan mungkin lebih baik kamu menerima perjodohan itu. dengan kamu menerima perjodohan itu, kamu bisa berhenti menganggu hidupku"
"Sampai hati kamu bicara seperti itu Danu, seakan lima tahun kita bersama tidak ada artinya buat kamu" Vallen terisak
"Semua itu hanya masa lalu bagiku. dan aku tidak ingin lagi berurusan dengan masa laluku. aku punya masa depan yang jauh lebih baik, bersama dengan wanita yang aku cintai" jawab Danu
"Lalu aku? apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai aku?" tanya Vallen
"Tidak, sejak aku jatuh cinta dengan istriku. dialah satu-satunya wanita yang ada dihatiku.
"Roni" panggil Danu dan Roni masuk keruangan Danu
"Bawa semua bukti-bukti dan serahkan pada pihak yang berwajib"
"Baik Pak" jawab Roni mengambil bukti-bukti di meja
__ADS_1
"Tunggu dulu, baiklah aku akan mengundurkan diri dari perusahaan ini. dan aku akan mengakui di depan media kalau Aisyah tidak merebut kamu dari aku. tapi jangan bawa kasus ini ke jalur hukum" ucap Vallen mencegah Roni pergi
"Okay, aku tunggu berita klarifikasi dari kamu. sekali lagi kamu ganggu Aisyah aku tidak akan tinggal diam. dan aku pastikan kamu akan membayar semuanya" ucap Danu dengan sedikit mengancam
Vallen Keluar dengan perasaan marah dan tidak percaya, ini Danu laki-laki yang selama lima tahun bersama tapi begitu tega mau membawa dirinya berurusan dengan hukum.
"Aku tidak menyangka Danu benar-benar bisa berbuat seperti ini. apa arti kita bersama selama ini? hanya karena wanita seperti itu dia tega melakukan ini?" gumam Vallen didalam mobil.
Vallen melajukan mobilnya menuju kediaman Danu untuk bertemu dengan Aisyah
Ting.. tong.. ting tong..
Vallen memencet bel rumah Berkali-kali
"Kamu racuni apa pikiran Danu sampai dia bisa bersikap kasar sama aku" ucap Vallen menerobos rumah begitu Aisyah membukakan pintu
"Ini maksudnya apa ya mbak? datang kerumah orang tidak salam dan langsung menerobos masuk" ucap Aisyah
"Diam kamu, wanita sok Alim. aku tau kamu hanya ingin menutupi kebusukan kamu dengan kain yang kamu pakek ini kan" ucap Vallen menyambar jilbab Aisyah dan berusaha menarik untuk melepaskannya
"Astaghfirullah, lepaskan mbak Vallen. apa yang mau kamu lakukan mbak" Aisyah berusaha melepaskan diri dari Vallen
"Dengar ya Aisyah, aku mengklarifikasi berita itu, bukan berarti aku tidak menyalahkan kamu lagi. selama kamu masih bersama Danu.aku pastikan hidup kamu tidak akan tenang." ucap Vallen melepaskan cengkraman tangannya dan tersenyum menyeringai lalu pergi meninggalkan Aisyah
***
Dipesantren
Ulya begitu khusyuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, hingga tidak menyadari dari jauh ada sepasang mata yang memperhatikannya.
"Woi.. ngelihatin apa kamu" tanya Ray
"Sstt.. jangan berisik coba dengarin indah banget yaya. kayaknya hati ini adem gitu mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran" ucap Niko menyuruh Ray diam
"Tapi apa yang kamu katakan memang benar brow, aku pun merasakan hal yang sama. semenjak tinggal di pesantren. hati rasanya adem banget" ucap Ray
"MasyaAlloh kenapa tidak dari dulu saja ya kita belajar ilmu agama? kenapa baru sekarang kita menyadari tentang pentingnya ilmu agama. sumpah aku nyesel banget kenapa dulu tidak mau belajar ilmu agama yang benar" ucap Niko
"Karena sesungguhnya, Alloh memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki. dan kapan hidayah itu akan diberikan, hanya Alloh yang tau"
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk,” (QS. Al-Qasas: 56).
"Beruntunglah kalian termasuk orang yang mendapat hidayah dari Alloh. semoga kalian bisa selalu ber istiqomah dijalan Alloh" sahut Abah
Sontak membuat Niko dan Ray tercengang karena tidak menyadari kedatangan Abah.
"A-Abah, Assalamu'alaikum bah, maaf kami tidak tau" ucap Niko dan Ray menyalami Abah
"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh. Abah senang sepertinya kalian betah tinggal disini. Hendra juga sudah cerita kemajuan kalian dalam belajar. katanya kalian sudah bisa berwudhu dan sudah hafal beberapa bacaan sholat. benar itu?" tanya Abah
"I-iya bah Alhamdulillah Alloh memudahkan kami untuk bisa cepat menghafal bacaan sholat"Jawab Niko
"Abah seneng mendengarnya. ya Sudah Abah pergi dulu Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh"
__ADS_1
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya terimakasih🙏💕