Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
GELISAH


__ADS_3

"Iya ini aku Aisyah"


"Alhamdulillah, akhirnya kamu menghubungiku Ais, aku tau kamu pasti akan menghubungiku" ucap Ilham senang dibalik telponnya


"Kenapa kamu seperti ini Ilham? kenapa kamu menyakiti diri kamu sendiri tidak makan dan minum dengan baik itu sama halnya kamu mendzolimi diri kamu sendiri. dan Alloh membenci perbuatan itu Ilham. kamu tau itu kan?" Aisyah terisak


"Maafkan aku Ais, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya terlalu banyak pikiran hingga tidak bisa makan dan minum dengan baik. tapi sekarang aku lega kamu menghubungiku" Ilham bahagia


Mendengar Ilham begitu bahagia, Aisyah tidak tega untuk menyakiti hatinya dengan mengatakan yang sebenarnya.


"Ilham jaga diri kamu dengan baik, ingat lah perjuangan kamu hingga bisa menimba ilmu disana. jangan kamu sia-siakan semua itu. dan sebaiknya kita jangan terlalu sering komunikasi Ilham." Ucapan Aisyah terputus


"Kenapa? ada apa Aisyah? kenapa kita tidak boleh sering komunikasi?"


"Bukankah kita harus fokus dengan pendidikan kita? kamu harus kuliah dengan benar, aku pun sama. ingan segera menyelesaikan kuliahku"


"Jika memang itu yang menjadi alasan buat kamu menghindari aku, baiklah aku bisa mengerti . tapi aku harap kamu tidak melupakan janjimu untuk menungguku Aisyah" ucap Ilham penuh harap


"Ilha, aku tutup telponnya ya. aku ada kuliah. Asalamualaikum" Aisyah menutup panggilan telepon dan menangis


dadanya terasah sesak seperti terhimpit sesuatu yang berat.


"Maaf, maafkan aku Ilham." gumam Aisyah lirih


"Aisyah" Fitri memegang bahu Aisyah


Fitri tau saat ini hati sahabatnya itu sedang terpuruk.


"Kamu yang sabar ya, serahkan semua pada Alloh. jangan menyesalinya" ucap Fitri mengingatkan


"Astaghfirullah... ampuni hamba ya Alloh" gumam Aisyah


Tak lama terdengar suara adzan dzuhur berkumandang.


"Sebaiknya kamu ambil air wudhu, kita sholat" ajak Fitri


"Iya Fit, terimakasih ya" Aisyah senyum


Aisyah berwudhu dan melaksanakan sholat dzuhur di musola kampusnya.


selepas sholat Aisyah berdoa memohon untuk menguatkan Ilham.


"Ya Alloh, kuatkan lah hati Ilham. pertemukan lah Ilham dengan wanita yang sholihah yang bisa membuatnya melupakanku. dan bimbinglah aku agar bisa menjadi istri yang baik untuk mas Danu. tumbuhkan rasa cinta dihati kami."


***


Danu yang dari tadi tidak tenang karena mengijinkan Aisyah menghubungi Ilham mencoba menghubungi Aisyah. namun Aisyah yang sedang sholat tentu saja tidak menjawab panggilan dari Danu

__ADS_1


"Kenapa tidak diangkat, apa yang sebenarnya dia lakukan sampai tidak menjawab panggilanku" gerutu Danu


Tok.. tok..


"Masuk"


"Pak, hari ini bapak ada jadwal bertemu klien dihotel Cempaka" ucap Romi


"Jam berapa acaranya?"


"Satu jam lagi pak. tapi sebaiknya kita berangkat sekarang untuk antisipasi kemacetan" ucap Romi


"Okay, kita berangkat" jawab Danu segera berdiri


"Siang Pak" Sapa salah seorang karyawan


Danu adalah atasan dengan wajah dingin, jarang membalas sapaan dari para karyawan. walaupun seperti itu nyatanya masih saja tetap banyak kaum hawa yang mengidolakan. setiap Danu lewat hampir semua mata kaum hawa melihatnya


"Ganteng banget ya bos kita ini, andai saja bos mau menjadikan aku pacarnya pasti aku sangat bahagia" ucap salah satu karyawan


"Jangan mimpi kamu, yang aku dengar bos kita ini sudah memiliki pacar yang sangat cantik dan tentunya bukan orang sembarangan."


"Oya.. kenapa aku tidak pernah dengar ya?"


"Kamu saja yang ketinggalan informasi, aku juga sudah dengar masalah itu, dan dari yang aku dengar, pacar bos kita ini seorang disainer yang sangat sukses di Paris."


***


Danu yang sedang meeting dengan klien, terus-terusan melihat ponselnya. memastikan tidak ada panggilan atau pesan dari Aisyah.


"Bagaimana Pak Danu? apa bapak setuju dengan proposal yang saya ajukan? pak Danu, maaf Pak bagaimana?" ucap Klien setelah menjelaskan proposal yang diajukan


"Eh iya, maaf bagaimana?" Danu kaget


"Bagaimana pendapat pak Danu tentang proposal yang saya ajukan ini?"


"Em.. begini Saja, biar proposal ini saya bawa dulu dan saya pelajari kembali. nanti setelah saya selesai mempelajarinya saya akan menghubungi anda kembali" ucap Danu yang sedang tidak fokus bekerja


Didalam mobil


"Maaf Pak, kalau boleh saya tau. kenapa saya perhatiankan belakangan ini sepertinya bapak tidak fokus dalam bekerja dan sering tidak konsentrasi" ucap Roni


"Benar juga apa yang kamu katakan. saya memang sepertinya akhir-akhir ini banyak melakukan kesalahan" Danu memijat pelipisnya


Ini semua karena Aisyah yang tidak berusaha membalas panggilan dari dirinya.


"Kita langsung pulang saja" perintah Danu

__ADS_1


"Baik Pak" Roni mengarahkan mobilnya melaju menuju kediaman bosnya tersebut.


***


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab bu Retno


"Kok jam segini sudah pulang? kamu tidak sedang sakit kan?" tanya bu Retno karena putra yang biasanya pulang larut malam terus sekarang masih siang sudah pulang


"Tidak ma, hanya sedikit pusing. mau istirahat dulu" jawab Danu berjalan menuju kamar


"Ma, Aisyah belum pulang?"


"Belum, tadi nelpon mama katanya dari kampus mau langsung kerumah Abahnya. tadi Aisyah bilang sudah dapat ijin dari kamu"


"Em.. iya Danu lupa. semalam memang Aisyah sudah ijin mau kerumah orang tuanya" jawab Danu


"Harusnya kamu ikut istrimu kerumah mertuamu Dan! jangan membiarkan istrimu pergi sendiri" ucap bu Retno


"Aisyah diam saja, tidak minta diantar" jawab


Danu singkat


"Kamu inisiatif dong harusnya" ucap bu Ratno geleng-geleng kepala


Dikamar Danu terus saja menatap ponselnya. berharap Aisyah menghubunginya


Danu mencoba memejamkan matanya, namun tidak bisa. dirinya gelisah berbolak balik kekanan dan kekiri. berusaha memejamkan matanya namun lagi-lagi Aisyah mengganggu pikirannya.


Dret.. dret...


panggilan masuk diponsel Danu. dengan cepat Danu segera melihatnya berharap itu panggilan dari Aisyah.


"Ada apa lagi" jawab Danu ketus


"Honey, kamu tidak benar-benar mencintai istrimu kan? aku yakin kamu masih mencintaiku" Terdengar suara Valen tidak percaya


"Harus dengan cara apa aku memberitau kamu? jangan pernah hubungi aku lagi! hubungan diantara kita sudah berakhir. aku tidak ingin kamu mengganggu aku lagi" ucap Danu


"Mengganggu kamu bilang? tidak Danu. aku tidak pernah menganggap hubungan kita berakhir. setelah kontrakku dengan perusahaan yang sekarang ini selesai aku akan segera kembali ke Indonesia dan kita akan bersama kembali. jadi kamu sabar dan tunggu aku" ucap Valen memutuskan sambungan teleponnya


Valen yang sedang berada di apartemennya merasa kesal dengan sikap Danu. Valen tidak menyangka Danu akan memperlakukannya sepeti itu, pasalnya selama ini Danu selalu menurut dengan semua kata-katanya.


Pyar....


Valen membanting gelas yang ada ditangannya.

__ADS_1


"Kamu milikku Danu, kamu hanya boleh jadi milikku" teriak Valen mengacak-acak rambutnya


__ADS_2