Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 95


__ADS_3

"Ulya" panggil Firdaus yang melihat Ulya baru selesai mengisi kelas


"Mas Firdaus, apa kabar?" tanya Ulya


"Alhamdulillah baik, kamu dari mana?" kembali Firdaus bertanya


"Ulya tadi habis mengisi kelas mas, sekarang kan Ulya jadi guru disekolah yang Abah dirikan" jawab Ulya senyuman


"Kamu benaran tidak ingin mencoba memasukkan lamaran dikampus yang sama denganku bekerja?" Firdaus mencoba membujuk karena didalam hatinya, Firdaus berharap Ulya bekerja ditempat yang sama dengan dirinya


"Tidak sekarang mungkin mas, untuk sekarang ini Ulya ingin membantu Abah mengelola sekolah yang Abah dirikan ini dulu" jawab Ulya


"Ulya aku sudah mendengar tentang rumah tangga kamu dengan mantan suami kamu, dan jujur aku sangat perihatin dengan apa yang kamu alami. Aku tidak menyangka kamu mengalami semua itu. Aku akui kamu wanita yang kuat Ulya" ada rasa kagum yang menyelimuti hati Firdaus


Dari kejauhan ternyata Niko yang siang itu hendak menemui Abah mengurungkan niatnya karena melihat Ulya yang sedang berbincang-bincang dengan laki-laki yang wajahnya cukup tampan, dan terlihat sholih dialah Firdaus


Entah kenapa hati Niko merasa bergemuruh ada perasaan tidak rela melihat Ulya didekati laki-laki lain. Niko memutar balik mobilnya dan memutuskan kembali ke kantornya. setidaknya dikantor Niko bisa menyibukkan diri dengan pekerjaan agar bayang-bayang Ulya tidak terus ada dibenaknya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya seperti biasa setiap akhir pekan Ulya akan datang ke rumah Niko untuk mengajar bu Nisa dan pak Bima belajar Al-Quran.


Setelah selesai mengajar, bu Nisa menahan Ulya yang ingin pulang alih-alih mengajaknya berbincang mengenai ilmu agama bu Nisa bertanya seputar rumah tangga dan tugas apa saja yang harus dilakukan seorang istri.


"Maaf ya Ulya, tante tau rumah tangga kamu tidak berjalan dengan baik. tapi tetap saja tante ingin belajar tentang rumah tangga pada kamu" ucap bu Nisa mencoba melihat pola pikir Ulya tentang rumah tangga


"Tidak apa-apa tante, rumah tangga saya memang tidak berjalan dengan baik, tapi saya akan mencoba menjawab semua pertanyaan tante Nisa sesuai dengan apa yang Ulya ketahui" jawab Ulya


"Poligami?" Ulya tampak tercengang dengan pertanyaan yang diajukan bu Nisa "Pada dasarnya poligami tidak dilarang, dan laki-laki diperbolehkan untuk berpoligami asalkan mampu berbuat adil dan tidak menyakiti satu sama lain" jawab Ulya dengan tenang dan seperti tidak ada ketraumaan tentang poligami


"Tante dengar kamu bercerai karena kamu dipoligami? apa kamu tidak membenci poligami?" kembali bu Nisa memberi pertanyaan.


Mendengar pertanyaan bu Nisa Ulya tersenyum dan menggelengkan kepala "Kita tidak boleh membenci syariat poligami karena itu ada didalam tuntunan islam, dan islam memperbolehkan laki-laki memiliki istri lebih dari satu asalkan dia mampu bersikap adil. Tapi jika tidak mampu untuk bersikap adil lebih baik jangan pernah mencoba untuk berpoligami. karena pernikahan itu ibadah dan sudah seharusnya didalam suatu pernikahan itu mestinya menjadikan ladang pahala bagi keduanya. Tapi jika dengan berpoligami tidak mendatangkan pahala dan hanya mendatangkan dosa karena tidak mampu bersikap adil, alangkah baiknya jika tidak usah berpoligami. Tugas seorang suami itu tidak hanya sampai didunia tapi seorang suami juga akan dimintai pertanggungjawaban sampai akhirat." terang Ulya


"Jadi itu yang menjadikan dasar saat kamu mau dipoligami oleh mantan suami kamu?" sahut pak Bima yang sedari tadi hanya diam mendengarkan, kini tergelitik hatinya untuk mengetahui alasan yang mendasari Ulya bersedia dipoligami dan sampai akhirnya diceraikan, eitz.. bukan diceraikan tapi lebih tepatnya menggugat cerai

__ADS_1


"Jujur saat mantan suami saya meminta ijin untuk poligami awalnya saya juga merasa tidak terima dan sakit hati, sebagai wanita biasa saya juga merasa tidak rela jika harus berbagi suami. Tapi saya sadar sebagai seorang istri, saya hanya ingin menjadi istri yang berbakti pada suami saya, saya tidak ingin suami saya terjerumus kedalam dosa zina. Karena saya melihat kedekatan suami dan wanita itu yang seolah sudah tidak bisa dipisahkan. Saya hanya tidak ingin ikut andil dalam dosa yang mungkin saja akan terjadi jika saya tidak memberikan ijin untuk suami saya berpoligami. awalnya saya menyakinkan hati saya kalau saya pasti kuat. Tapi ternyata saya belum bisa menjadi wanita yang baik, terbukti saya tidak cukup baik untuk bisa tetap membuat suami saya berbuat adil pada kami istri-istrinya. karena itu saya lebih baik meminta pisah dari pada suami saya harus masuk kedalam lembah dosa teralu dalam karena berlaku tidak adil dan dzolim terhadap salah satu istrinya" Ulya menceritakan masa lalunya kembali


Dan dari jauh Niko yang tidak sengaja mendengar jawaban dari Ulya dibuatnya semakin kagum dengan kepribadian Ulya yang tidak pernah menyalahkan orang lain untuk kesedihan yang harus dilaluinya. tapi justru semua itu dijadikan pembelajaran untuk dirinya.


***


Sepulangnya Ulya, Niko kembali meminta restu pada kedua orang tuanya agar mengijinkan Niko untuk ta'aruf dengan Ulya. Niko tidak ingin kali ini dirinya menyesal karena terlambat. Niko tidak ingin keduluan Firdaus meskipun Niko tau yang namanya jodoh pasti akan bertemu jika sudah saatnya. tapi bukan berarti dirinya hanya diam dan berpangku tangan. Tentu saja dirinya harus berusaha agar jodoh itu bisa dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.


"Niko mohon maaf, tolong lamarkan Ulya untuk Niko. karena Ulya tidak akan mungkin mau pacaran, Niko tidak mau menyesal. untuk pertama kali Niko mohon sama mama dan papa tolong restui Niko, selama ini Niko selalu menurut dengan mama dan papa, apapun yang mama dan papa perintahkan Niko selalu menurut, Tapi tolong kali ini saja restui Niko untuk memilih calon pendamping Niko sendiri" rengek Niko pada kedua orang tuanya yang sampai saat ini belum mau memberikan restu hanya karena status Ulya seorang janda


"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu? pernikahan itu bukan main-main yang bisa selesai kapan saja saat kamu sudah tidak menginginkannya. mama dan papa berharap kamu mau memikirkan kembali keputusan kamu untuk menikah dengan Ulya" bu Nisa ingin Niko berpikir ulang agar tidak menyesal karena tau selama ini Niko sering berganti-ganti pacar.


"Tidak ma, pa. Kali ini Niko sudah yakin! Niko sudah tidak ingin main-main lagi, Niko ingin menikah dengan Ulya. hanya Ulya wanita yang bisa merubah Niko. Niko sudah capek bermain-main dengan wanita yang tidak jelas." Niko kekeh dengan keputusannya. Tidak ingin menyesal karena kehilangan Ulya. pak Bima dan bu Nisa terdiam saling pandang, pasalnya baru kali ini anak mereka terlihat sangat serius dengan keputusannya. meskipun mereka sendiri juga tidak yakin apakah Ulya mau menerima Niko yang latar belakangnya Playboy sedangkan Ulya wanita sholihah yang memiliki landasan ilmu agama cukup kuat berbanding terbalik dengan Niko yang tidak pernah belajar agama sebelumnya.


^Happy Reading ^


Jangan lupa berikan like, coment, vote dan poin kalian sebagai bentuk dukungan ya🙏 karena ada giveaway bagi pemberi dukungan terbanyak yang akan diumumkan pada tanggal 3 September terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2