
"Tidurlah, sini" Danu merebahkan tubuh Aisyah dan menarik selimut. menutup tubuh Aisyah dengan selimut. kemudian Danu merebahkan tubuhnya disampaing Aisyah dan memejamkan matanya.
Aisyah menatap wajah suaminya yang kini sudah tertidur disampingnya. sementara Aisyah justru tidak bisa tidur lantaran merasa aneh untuk pertama kalinya tidur berbagi selimut dengan seorang laki-laki.
***
Pagi ini saat terdengar suara adzan berkumandang Danu lebih dulu terbangun dan betapa bahagia hatinya saat membuka mata ada Aisyah disampingnya.
Dilihatnya lekat wajah Aisyah yang tampak begitu cantik bahkan saat tertidur seperti ini tidak mengurangi kecantikannya sedikitpun.
"Ternyata kamu memang benar-benar cantik Aisyah, aku sangat beruntung bisa menikah dengan wanita sholihah dan secantik kamu" gumam Danu merapikan rambut Aisyah yang menutupi sebagian wajahnya.
Merasa ada yang menyentuh wajahnya Aisyah membuka matanya dan melihat Danu disampingnya
"Mas Danu, sejak kapan mas Danu bangun?" Ucap Aisyah masih setengah mengantuk karena semalaman tidak bisa memejamkan matanya
"Sejak tadi, lumayan lama untuk mengagumi kecantikan istriku" ucap Danu senyum
"Mas Danu ini apa-apaan sih, bikin Aisyah malu. mana ada bangun tidur cantik" ucap Aisyah menarik selimut dan menutupi wajahnya
"Kenapa malu, beneran aku tidak bohong kamu benar-benar cantik walaupun bangun tidur" ucap Danu kembali menarik selimut Aisyah
"Aisyah" Danu menatap mata Aisyah
"Kenapa mas?"
"Sepertinya aku sudah jatuh cinta padamu Aisyah" ucap Danu dan Aisyah tersenyum, Tiba-tiba saja jantung berdetak sangat kencang.
Bahkan Aisyah sendiri tidak tau, apakah saat ini dirinya juga sudah mencintai Danu. tapi yang jelas sekarang ada perasaan nyaman setiap berada didekat Danu dan ada perasaan senang setiap mendapat perhatian dari suaminya.
Danu mendekatkan wajahnya pada Aisyah
"Mas, Aisyah mau ambil air wudhu dulu" ucap Aisyah turun dari ranjang dan berlari kekamar mandi
"Aisyah, Aisyah" Danu tersenyum dan mengacak-acak rambutnya.
Selesai sholat subuh Aisyah sudah sibuk dengan dunia perdapurannya
"Pagi bik Siti" sapa Danu
"Den Danu, tumben jam segini sudah turun. biasanya habis subuh tidur lagi" Bik Siti merasa heran karena tidak biasanya Danu turun kebawah sepagi ini
"Iya Bik, maunya gitu. tapi dapat ceramah terus kalau habis subuh tidur lagi" ucap Danu
__ADS_1
"Ceramah? dari siapa Den?" bik Siti belum faham
"Siapa lagi bik, kalau bukan Bu ustadzah" Danu tersenyum melirik Aisyah
"Oow" bik Siti baru mengerti dan tertawa
"Kok malah tertawa bik?" Danu mengerutkan dahinya
"Ini pertama kalinya lho Non, sejak saya kenal Den Danu nurut sama orang lain" ucap Bik Siti
"Bibik ini jangan buka kartu dong" gerutu Danu
"Saya bukan ceramah bik, tapi menyampaikan kebenaran, Nabi Muhammad SAW bersabda. Seusai sholat fajar (subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari Rizki. (HR.Tabrani)."
"MasyaAlloh.bibik ini senang setiap bersama dengan nonton Ais. selalu saja mendapatkan ilmu baru. ilmu tentang keagaaman" ucap Bik Siti
"Iya kan bik, saya pun merasakan hal yang sama" sahut Danu
"Den Danu ini beruntung sekali bisa menikah dengan wanita sholihah seperti non Aisyah ini"
"Jangan bicara seperti itu bik, saya juga masih banyak kurangnya. hanya saja sebagai seorang muslim kita wajib menyampaikan apa yang kita ketahui walaupun hanya satu ayat"
"Wah.. ini anak sama menantu kesayangan mama pagi-pagi sudah pada heboh sekali ketawanya. mama sampai penasaran dengan apa yang kalian bahas. ada apaan sih bik?" sahut Bu Retno yang baru keluar dari kamar
"Ini lho buk, Baru pertama kali saya melihat den Danu bisa menurut sama orang"
"Tidak boleh tidur lagi setelah sholat subuh buk"
"Em.. iya ya, ini tumben habis subuh sudah dibawah biasanya tidur lagi" Bu Retno menatap Danu
"Terus saja dibully" gerutu Danu
"Wkwkw.. tapi beneran. ini hal yang sangat langka lho. hebat kamu Ais" bu Retno tertawa dan mengacungkan jempolnya
"Masak sih ma?" Aisyah melihat mertuanya
"Beneran Ais, Danu ini paling susah dinasehati. selalu membangkang kalau sama mama dan papa. sepertinya kamu satu-satunya yang bisa memberikan Danu nasehat"
"Mama sudah deh, jangan ngeledek Danu terus"
"Eh.. tunggu, itu kamu ngapain?" tanya bu Retno melihat Danu mencuci sayur
"Ini lagi membantu Aisyah mencuci sayur, kan mama bisa lihat sendiri kenapa ditanyakan?" ucap Danu
__ADS_1
"Iya mama tau, kamu sedang mencuci sayur. tapi sejak kapan seorang Danu Dirgantara direkrut utama kedapur dan mencuci sayur?" goda Bu Retno
"Sejak hari ini" Jawab Danu senyum
Aisyah pun senyum melihat perubahan yang ada dalam diri Danu. beda sekali saat pertama kali mereka kenal. dulu Danu begitu cuek dan tidak perduli dengan Aisyah tapi sekarang Danu begitu perhatian dan penurut.
***
Dikantor
Klek..
"Hai brow" Sapa Niko dan Ray yang tiba-tiba saja nyelonong masuk ruangan Danu tanpa mengetuk. tapi itulah kebiasaan mereka yang selalu tiba-tiba masuk seperti dirumah sendiri.
"Ck.. Kalian ini selalu saja, tidak pernah mengetuk pintu" gerutu Danu
"Ya kan dari dulu juga gitu brow, sejak kapan kita harus formal" ucap Niko mendudukkan tubuhnya disofa
Danu berdiri dan duduk disamping mereka.
"Ada apa pagi-pagi sudah kesini? apa lagi tidak ada kerjaan?" tanya Danu senyum
"Mau minta dibeliin Kopi" canda Niko
"Kopi? oke" ucap Danu senyum dan menelpon Roni sekertarisnya agar membelikan dua kopi dan dua sandwich untuk kedua sahabatnya ini.
Tak lama setelahnya pesanan mereka sampai Dan Roni memberikan kopi dan sandwichnya pada Niko dan Ray.
"Kok cuma dua? kamu tidak mau juga?" tanya Ray
"Tidak aku sudah sarapan dari rumah" jawab Danu
"Sejak kapan kamu sarapan dirumah? biasanya tidak pernah" sahut Niko
"Sekarang sudah beda brow, kalau sekarang aku ada yang ngurus. mulai dari sarapan sampai makan malam jadi sekarang aku selalu makan dirumah"
"Itu dia yang membuat kita berdua pagi-pagi kesini. kita mau menanyakan, bagaimana ceritanya kamu bisa tiba-tiba menikah dengan gadis kecil semalam itu, dan kalau aku lihat dari penampilannya dia sama sekali bukan wanita tipe kamu" tanya Ray
"Sekitar dua bulan yang lalu" jawan Danu singkat
"Wah.. wah.. kebangeten ni anak, gak setia kawan kamu brow, bisa-bisanya menyembunyikan pernikahan selama itu" Ray menggelengkan kepala
"Tunggu-tunggu, bukankah dua bulan yang lalu kita ketemu ya? yang kamu nyusulin kita ke club malam? apa itu kamu sudah menikah?"
__ADS_1
"Iya itu hari dimana aku menikah" jawab Danu senyum
"Gila bener kamu Dan, kenapa saat itu kamu tidak mengatakan apa-apa, tapi justru hari itu aku ingat kamu sepertinya lagi sedih dan bingung sampai nyusul kita kesana. padahal kan itu hari pernikahan kamu? sepertinya kamu juga mencintai istri kamu?" Niko bertanya-tanya