Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 58


__ADS_3

Pagi ini Danu mengantarkan Aisyah berangkat ke bandara untuk pergi ke Madinah, Didalam hati Danu sangat ingin mencegah kepergian istrinya, tapi Danu menyadari kalau kalau Aisyah memang harus bertemu dengan Ilham untuk menyelesaikan kisah masa lalu yang belum pernah mereka mulai. Danu tidak ingin menjadi orang yang egois dan membiarkan istrinya hidup dalam penyesalan dan perasaan berdosa.


"Mas, Aisyah berangkat ya" ucap Aisyah dibandara


"Aisyah sebenarnya berat hatiku melepaskan kamu pergi menemuinya. tapi aku ingin kamu menyelesaikan kisah itu tanpa ada lagi perasaan bersalah dan penyesalan. dan aku ingin saat nanti kamu kembali ke sisiku, kamu seutuhnya milikku tanpa menyisihkan ruang dihati kamu untuk laki-laki lain" ucap Danu menempelkan keningnya di kening Aisyah dan tangannya memegang pipi Aisyah


"InsyaAlloh mas, Aisyah janji. terimakasih mas Danu sudah percaya dan memberikan ijin untuk Aisyah pergi" ucap Aisyah meneteskan air mata


Danu memeluk erat Aisyah, pelukan takut kehilangan


"Hati-hati ya, sampai disana segera hubungi aku" ucap Danu melonggarkan pelukannya


Aisyah berjalan masuk dan melambaikan tangan.


***


Di perjalanan pulang Danu meneteskan air mata dan segera menyekanya. perasaan takut itu kembali hadir, namun Danu segera beristighfar. menyakinkan hatinya. istrinya pasti akan kembali. bukan Danu tidak ingin ikut dengan istrinya namun Danu ingin memberi ruang untuk istrinya.


Sementara didalam pesawat, Aisyah juga meneteskan air mata. dirinya tau kalau sebenarnya Danu berat untuk melepaskan kepergiannya menemui Ilham, Aisyah juga sebenarnya berat untuk pergi, namun perasaan bersalahnya pada Ilham mengharuskan dirinya untuk kesana. dan berharap dengan berbicara secara langsung dengan Ilham akan membuat Ilham mengerti akan takdir yang harus mereka jalani.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari sepuluh jam didalam pesawat, kini Aisyah untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya dikota Madinah. Dan sesampainya dibandar udara internasional king abdulaziz(BUIKA). Khadijah sudah berdiri membawa papan nama yang bertuliskan "Aisyah from Indonesia"


Sehingga Aisyah bisa langsung tau kalau yang dimaksud wanita bercadar dan membawa tulisan itu adalah Khadijah. dialah wanita yang sudah mengubungi dirinya dan dia juga wanita yang mungkin mengagumi Ilham.


"Assalamu'alaikum, Hal ant Khadijah (apakah kamu Khadijah)?" ucap Aisyah


"Walaikumsalam, na'am ana Khadijah (iya aku adalah Khadijah?)" jawab Khadijah mengulurkan tangan dan memeluk Aisyah


"Aku senang akhirnya kamu mau datang kemari, aku kira kamu tidak akan pernah datang. kini aku percaya dan yakin suamimu pasti orang yang baik dan sangat berbesar hati" ucap Khadijah dalam bahasa Arab


"Aku pun tidak menyangka kalau aku akan datang kesini" jawab Aisyah dalam bahasa Arab.

__ADS_1


Dari bandara Khadijah langsung membawa Aisyah kerumah sakit yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus tempat Ilham menimba Ilmu.


Setelah menempuh hampir setengah jam perjalanan darat kini keduanya samapai dirumah sakit tempat dimana Ilham dirawat.


Dengan langkah gontai, Aisyah melangkah masuk menyusuri lorong rumah sakit. hingga terhenti di depan ruangan dimana Ilham dirawat.


Aisyah melihat Ilham dari kaca yang ada pintu. belum melangkah masuk tapi hatinya sudah terasa pilu, menyaksikan Ilham tidur dengan mata terbuka dan tatapan kosong.


Aisyah hampir terjatuh karena merasakan tubuhnya begitu lemah bagai tak bertulang. beruntung Khadijah dengan sigap menangkapnya


"Aisyah, apa kamu tidak apa-apa? bagaimana kalau kita duduk dulu" ucap Khadijah memapah Aisyah untuk duduk di bangku depan ruangan Ilham dirawat


"Apa dia selalu seperti itu?" tanya Aisyah dengan bulir-bulir air mata menggenangi sudut matanya


"Sepertinya sejak Ilham mengetahui berita pernikahan kamu, sejak saat itulah dia kehilangan semangat hidupnya. jika dia seperti ini terlalu lama, mungkin pihak kampus akan mengembalikan Ilham ke Indonesiaan"


"Astaghfirullah, apa tidak ada cara agar pihak kampus bisa memberi kelonggaran?" tanya Aisyah


"Ilham kuliah disini dengan beasiswa, dan aturan dikampus ini sangatlah ketat. karena itu aku sangat berharap dengan kedatangan kamu kesini bisa memberi saran


"Aku tidak tau, apakah kedatanganku kesini benar atau tidak, tapi aku pun berharap hal yang sama. aku ingin Ilham bisa kembali menjadi Ilham yang selalu ceria dan tidak pernah menyerah dalam kehidupan" ucap Aisyah dengan mata berkaca-kaca


"Aku tidak tau hubungan seperti apa yang kamu miliki dengan Ilham, aku juga tidak tau kenapa sekarang kamu menikah dengan orang lain, sehingga membuat Ilham begitu terpukul dengan pernikahan kamu, tapi aku percaya kamu pasti memiliki alasan yang seharusnya Ilham ketahui, agar jiwanya tidak terpukul seperti ini. aku tidak menyalahkan kamu untuk semua itu. tapi aku berharap kamu bisa memberikan alasan pada Ilham agar dia memahami tentang takdir cinta kalian" ucap Khadijah dan Aisyah kembali meneteskan air mata


Setelah Aisyah merasa keadaannya jauh lebih baik, Aisyah memantapkan hati untuk masuk dan berbicara dengan Ilham laki-laki yang selama bertahun-tahun selalu ada didalam doanya.


Klek..


Suara Aisyah pintu dibuka


Ditemani Khadijah, Aisyah melangkahkan kaki masuk ke dalam rungan tempat Ilham dirawat.

__ADS_1


Aisyah masih terdiam menatap kearah Ilham dengan bulir-bulir air mata yang menggenangi sudut matanya, dan Khadijah menggenggam tangan Aisyah menguatkan.


Tidak pernah terlintas di benaknya harus bertemu dengan Ilham dalam keadaan seperti ini.


Hatinya seperti tersayat pisau yang sangat tajam, begitu sakit harus melihat Ilham seperti ini. dan ini semua karena dirinya.


"Ilham" ucap Aisyah dengan suara bergetar


Mendengar suara wanita yang selama ini sangat ingin di dengarnya membuat Ilham menoleh kearah sumber suara.


Seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, bulir-bulir air mata nampak menetes dari sudut mata Ilham.


"A-Aisyah, apa itu kamu? apa benar kamu Aisyah? Aisyah yang sudah berjanji akan menungguku kembali?" ucap Ilham dengan mata berkaca-kaca ingin bangun namun tubuhnya terlalu lemah


Aisyah mengangguk, mengiyakan. tangan kanannya menutup mulut berusaha menahan tangis yang sejak tadi berusaha dibendung. namun kini air mata Aisyah pecah dadanya terasa sesak seperti terhimpit benda yang sangat berat


"Ilham" gumam Aisyah terisak


"Aisyah" kembali Ilham menatap Aisyah dengan senyuman namun bulir-bulir air mata menetes dari sudut matanya


Wanita yang selama ini selalu ada didalam do'anya, kini berdiri didepan matanya.


Seharusnya ini menjadi pertemuan yang sangat membahagiakan untuk Aisyah dan Ilham, setelah tiga tahun tidak bertemu kerena Ilham harus pergi menimba Ilmu di Madinah.


Pergi dengan sejuta harapan, ingin memantaskan diri sebelum kembali ke Indonesia untuk Mengkhidbah Aisyah, tapi takdir berkata lain. dirinya harus menelan pil pahit dengan kenyataan Aisyah sudah dipinang laki-laki lain. melupakan janji yang pernah diucapkan sebelum keberangkatan Ilham ke Madinah tiga tahun yang lalu.


Dan kini bayangan tiga tahun yang lalu kembali muncul dalam ingatan Ilham. kenangan saat dirinya meminta Aisyah berjanji untuk menunggunya hingga kembali ke Indonesia.


"Kenapa kamu tidak menepati janji itu Aisyah?" ucap Ilham dengan mata menerawang


"Maafkan aku Ilham" jawab Aisyah

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa Like, comment dan Vote ya. terimakasih sudah setiap menunggu Author update. dukungan kalian sangat berarti bagi Author. love u my readers 🙏🥰😘


__ADS_2