
Pagi-pagi sekali Aisyah sudah terjaga dan segera masak sesudah sholat subuh.
"Wah..kelihatnya enak sekali sarapan kita pagi ini pah, ini kan hari minggu Ais kok sudah masak sepagi ini?" ucap bu Retno melihat makanan yang ada dimeja makan
"Iya mah, pah. Rencananya habis sarapan Ais sama mas Danu mau kerumah Abah, membahas acara pernikahan kak Ulya" jelas Aisyah sambil menuangkan minum digelas
"Ulya mau nikah? sama siapa? kok mama belum dikasih tau?" bu Retno terkejut mendengar Ulya sudah mau menikah
"Sama mas Niko mah" jawab Aisyah tersenyum seraya mengambilkan nasi untuk mertuanya
"Niko? ini yang dimaksud Niko teman Danu bukan?" sahut pak Herman yang tidak mengira Niko teman Danu yang dulunya seperti itu akan menikah dengan Ulya wanita yang lembut dan penyayang
"Iya pah, mas Niko teman mas Danu" jawab Aisyah
"Alhamdulillah, papa senang dengarnya meskipun awalnya papa terkejut. Semoga saja Niko nanti bisa seperti Danu kembali kejalan yang benar dengan menikah dengan wanita yang sholihah seperti Ulya" ucap pak Herman yang mengetahui dulu Niko dan Danu seperti apa. jauh dari ajaran agama yang benar
"Aamiin, iya pah. Kita do'akan semoga pernikahan mereka lancar dan langgeng. Menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan Warrohmah. keluarga yang qurrotaayun yang menunjukkan hati" sahut bu Retno
"Aamiin" semua mengaminkan doa tulus bu Retno
"Pagi, ma pah" ucap Danu yang baru menuruni anak tangga seraya menara rambutnya dengan jari terlihat sangat tampan dan seger
"Wah sudah ganteng anak mama, ayo sini kita sarapan. Nanti sampaikan salam mama dan papa buat Abah ya" ucap bu Retno menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya
"Iya ma, InsyaAlloh kami sampaikan" jawab Aisyah duduk disamping Danu
Setelah makan selesai Aisyah menyampaikan kalau kemungkinan bulan depan Khadijah akan berkunjung ke Indonesia untuk melihat secara langsung rancangan Aisyah yang baru, cuma kali ini Aisyah sudah memutuskan akan membatasi jumlah pesanan." ucap Aisyah
"Khadijah ini orang Madinah yang memesan baju dibutik kamu bukan?" sahut bu Retno
"Iya ma, kemarin mbak Khadijah kirim email dan mengatakan bulan depan mau ke Indonesia, dan mau memesan lagi dalam jumlah banyak. Tapi Aisyah batasi" jawab Aisyah
"Kenapa dibatasi? bukannya bagus ya kalau banyak orderan masuk?" timpal pak Herman setelah meneguk minuman
"Iya bagus sih pah, tapi Aisyah tidak mau terlalu sibuk dengan pekerjaan. Aisyah takut kalau terlalu sibuk, justru membuat Aisyah lalai akan tugas dan tanggungjawab Aisyah sebagai seorang istri. Karena dari awal tujuan Aisyah hanya menyalurkan hobby. tapi yang utama buat Aisyah menguras mas Danu" jelas Aisyah
__ADS_1
"Betul itu, kamu memang menantu kesayangan mama" cicit bu Retno tersendiri bahagia dengan keputusan menantunya.
***
Dirumah Abah
"Assalamu'alaikum umi" ucap Aisyah dan Danu yang baru datang. Aisyah segera berlari kecil memeluk uminya
"Walaikumsalam" Jawab umi membalas pelukan Aisyah
"Kok umi sendiri? Abah sama kak Ulya dimana?" Tanya Aisyah melihat sekeliling
"Ulya ada dikamar, kalau Abah sepertinya ada dibelakang lagi ngasih makan ikan, katanya nanti mau dipanen ikannya. Mau bakar ikan sama kalian" jawab umi tersenyum
"Udah besar ya mi ikannya? Aisyah mau nyusul Abah kebelakang dulu kalau gitu mi, ayo mas" ucap Aisyah menggandeng suaminya
"Danu kebelakang dulu mi" ucap Danu menoleh kebelakang karena tangannya sudah ditarik Aisyah
Umi tertawa melihat tingkah Aisyah yang terkadang masih seperti anak kecil. Tapi Alhamdulillah suaminya begitu telaten dan sangat sabar dengan Aisyah.
"Walaikumsalam, kalian sudah datang rupanya" ucap Abah terlihat bahagia
"Wah ikannya sudah besar-besar ya bah" Aisyah terpukau dengan ikan nila merah yang sudah besar dan siap dipanen
"Iya, rencananya nanti mau Abah panen. Terus nanti kita bikin ikan bakar disini" ucap Abah menunjuk lokasi buat bikin ikan bakar
"Setuju bah, nanti Umi dan kak Ulya yang bersihin dan bikin bumbunya, Abah dan mas Danu yang bakar ikannya" ucap Aisyah tersenyum
"Terus kamu ngapain?" sahut Ulya yang baru datang
"Aisyah? tentu saja Aisyah yang bagian mencicipi hahaha" Aisyah tertawa
"Enak dikamu dong dek, itu namanya curang" timpal Ulya membuat gelak tawa menghiasi halaman belakang
"Ayo diminum dulu" ucap umi yang datang membawa beberapa gelas minuman dingin
__ADS_1
"Aku mau mi" ucap Aisyah segera mengambil gelas dan meminumnya
Danu tersenyum melihat istrinya yang tampak bahagia, karena kebahagiaan Danu adalah di saat melihat istrinya bahagia. Danu selalu berdoa semoga bisa selalu membahagiakan istrinya.
**
"Jadi gimana bah pernikahan kak Ulya dan Niko apa sudah ditentukan harinya?" Tanya Danu sambil mengipasi ikan bakar
"Sudah, acaranya akan digelar dua minggu lagi. Keluarga nak Niko juga sudah setuju. sebenarnya kami ingin acara sederhana saja, tapi karena Niko anak tunggal dan orang tuanya menginginkan pesta. Kami dari pihak wanita ikut saja" jawab Abah yang juga mengipas-ngipas ikan bakar
"Iya bah, Niko memang anak tunggal.
Rekanan bisnis kedua orang tuanya sangat banyak. Wajar jika kedua orang tuanya menginginkan pesta yang meriah bah, soalnya pasti akan banyak tamu penting yang datang." ucap Niko kini berubah menjadi muram mengingat dulu pernikahannya diadakan secara sederhana dan tanpa pesta. Karena dulu dirinya tidak begitu menginginkan pernikahannya bahkan tidak ingin ada yang tau tentang pernikahannya
Danu menatap Aisyah yang sedang bercanda dengan kakaknya, melihat dari kejauhan betapa cantiknya istrinya. Dan mulai terbesit pertanyaan di benaknya "Apakah Aisyah sebenarnya juga menginginkan pesta pernikahan kami digelar? bukankah setiap wanita mendambakan pernikahan yang mewah dan sempurna? " batin Danu
"Mas ikannya kenapa tidak dibalik udah gosong itu ikannya mas?" ucap Aisyah membuyarkan lamunan Danu
"Eh iya, maaf-maaf jadi gosong ikannya" ucap Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Em.. kan pasti lagi ngalamun ya? sampai gak sadar ikannya gosong" tanya Aisyah menatap wajah suaminya
"Kamu ini, siapa juga yang ngalamun. Ini tadi aku terpesona mandangi kamu yang lagi ketawa-katawa samapai mengalihkan duniaku. Benar-benar meresahkan senyuman kamu sayang" goda Danu mengusap kepala Aisyah yang tertutup jilbab
"Ehem.. " Abah berdeham
"Anak muda jaman sekarang, kalau lagi kasmaran lupa ada orang tua disini" goda Abah membuat mereka semua tertawa
"Harap maklum bah, namanya juga pasangan yang lagi hangat-hangatnya" sahut Umi tertawa
"Kita kan juga selalu hangat mi, bukan hanya mereka. Jangan jadikan usia dan lamanya pernikahan menjadi sebab hubungan suami istri menjadi dingin. usia boleh tambah tua tapi rasa cinta dan sayang untuk pasangan juga harus sama dan selalu dijaga." ucap Abah yang memang selalu mesra dengan umi walaupun sudah berumur, Abah sangat mencintai Umi, begitu juga sebaliknya.
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment, vote dan kasih poin ya🙏 karena ada Thor ada giveaway bagi lima pemenang dengan pemberi dukungan terbanyak. terimakasih🙏
__ADS_1