
Hari ini Danu sudah menerima surat pengunduran diri dari Vallen, Danu tersenyum karena sudah berhasil membuat Vallen keluar dari perusahaannya. Bagai senjata makan tuan, itulah keadaan yang Vallen rasakan saat ini. niat ingin mendapat dukungan agar bisa kembali bersama Danu justru malah dirinya yang harus keluar dari hidup Danu.
"Assalamu'alaikum" ucap Danu dari sebrang tersenyum
"Walaikumsalam mas" jawab Aisyah yang masih berada dikampus
"Sayang aku cuma mau ngabarin kalau Vallen sudah mengakui semua apa yang dia lakukan. jadi sekarang sudah tidak ada lagi yang menyalahkan kamu dan menuduh kamu merebut aku dari Vallen" ucap Danu
"Iya mas, aku juga tidak mempermasalahkan kalau ada yang masih menuduh aku kok mas, karena Alloh tau, Aisyah bukan orang seperti itu"
"Tentu saja sayang, tapi kan dia tetep harus mempertanggung jawabkan apa yang dia lakukan. dan sekarang dia juga sudah tidak bekerja disini lagi"
"Danu apa maksud Vallen mengundurkan diri?" ucap pak burhan menerobos masuk ruangan Danu
"Sayang aku matikan dulu, nanti aku telpon lagi ya. Assalamu'alaikum" ucap Danu mematikan telpon
"Lain kali tolong ketuk pintu dulu sebelum masuk ya Om" ucap Danu berdiri dari kursinya
"Kenapa Vallen mengundurkan diri? perusahaan ini membutuhkan seorang disainer seperti Vallen. kenapa kamu menyuruhnya pergi dari perusahaan ini"
"Perusahaan tidak membutuhkan seorang disainer seperti Vallen. Om tidak usah mengkhawatirkan masalah itu, Danu akan mencari Disainer yang terbaik."
"Apa kamu lupa jasa-jasanya Vallen. kalau bukan karena Vallen saat ini kamu tidak akan bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan fashion dari Taiwan itu"
"Danu tidak lupa Om, Danu sudah memberikan kompensasi untuk semua itu. Danu sudah memberikan pesangon yang cukup untuk dia."
"Kamu itu keras kepala Danu" ucap pak Burhan berlalu
***
"Assalamu'alaikum Aisyah"
"Walaikumsalam Wisnu, ada apa?" tanya Aisyah
"Em.. Aisyah maafkan aku soal proposal itu ya, sebenarnya sudah dari kemarin aku ingin meminta maaf tapi aku, aku masih tidak menyangka kalau ternyata kamu sudah menikah."
"Iya tidak apa-apa, kamu tidak salah karena memang kamu tidak tau kalau aku sudah menikah"
"Terimakasih Aisyah" ucap Wisnu berlalu
"Kenapa Wisnu disini Syah? tanya Fitri
"Cuma mau minta maaf karena proposalnya dulu itu"
"Humbb.. " Fitri menggigit bibir bawahnya menahan tawa
"Kenapa kamu?"
"Lucu aja, kamu itu membuat heboh seantero jagat raya. nikah pakek dirahasiakan-rahasiakan segala"
"Bukan dirahasiakan Fit, hanya mencari waktu yang tepat.
Dret.. dret..
Panggilan dari Danu
"Assalamu'alaikum sayang"
"Walaikumsalam salam mas, ada apa?"
"Aku udah ada didepan"
__ADS_1
"Aku masih ada kuliah mas. kenapa kesini"
"Ya gimana? aku udah kangen sama istriku yang cantik"
"Mas Danu, serius coba" ucap Aisyah
"Serius, aku udah ada didepan dan aku benar-benar merindukan kamu sayang"
"Tapi gimana dengan kuliah aku mas? apa aku harus ijin dulu?" tanya Aisyah
"Tidak perlu sayang, aku akan tungguin kamu disini" jawab Danu
"I-iya tapi masih lama mas. aku masih dua jam lagi baru selesai. mas Danu tidak kerja kok malah disini?"
"Aku bisa lakukan apa saja untuk kamu sayang. jangankan dua jam, selamanya juga aku akan nungguin kamu sayang" Danu tersenyum
"Apaan sih mas, masih siang udah gombal mulu"
"Aku ada kejutan buat kamu" ucap Danu
"Kejutan apa mas?"
"Kalau aku kasih tau sekarang namanya bukan kejutan lagi dong"
"Em.. iya deh. eh mas aku tutup dulu telponnya ya. sepertinya sudah ada dosen yang datang. Assalamu'alaikum" Aisyah menutup telpon
"Walaikumsalam" Danu melihat ponselnya dan tersenyum
"Aisyah, Aisyah. kenapa aku merasa gak bisa jauh dari kamu ya. sepertinya aku benar-benar jatuh cinta sama kamu Aisyah. dan kamu itu seperti candu untukku. sebentar gak ketemu sudah kangen" gumam Danu tersenyum
***
Aisyah mengetuk kaca mobil, reflek Danu segera membuka kaca
"Kamu ketiduran mas?" ucap Aisyah dan mencium tangan Danu
"Iya sayang" ucap Danu mengusap wajahnya
"Maaf ya sayang, sudah membuat menunggu lama"
"Apa tadi? kamu panggil aku apa?" Danu menatap Aisyah
"Memang aku panggil apa?" Aisyah pura-pura tidak mengerti
"Coba ulangi lagi, aku pengen dengar. tadi kamu panggil aku sayang kan?"
"Sayang" ucap Aisyah
"Masyalloh senang banget rasanya mendengar kamu memanggil aku dengan sebutan sayang" ucap Danu menggenggam tangan Aisyah.
Danu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan sesekali tersenyum melihat Aisyah disampingnya.
"Kita mau kemana mas? ini kan bukan jalan pulang kerumah?" tanya Aisyah
"Kan tadi aku sudah bilang, kalau aku punya kejutan untuk kamu sayang"
"Aisyah jadi penasaran. kejutan apa yang sudah mas Danu siapkan sebenarnya?"
"Nanti juga kamu akan tau" jawab Danu tersenyum
Tak lama setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh Danu memarkirkan mobilnya di depan sebuah butik yang masih tampak kosong.
__ADS_1
Danu mempersilahkan Aisyah masuk kedalam butik tersebut.
"Bagaimana apa kamu suka?" tanya Danu
"I-ini butik siap mas? kenapa mas Danu ajak Ais datang kebutik yang masih kosong begini?" tanya Aisyah tak mengerti
"Ini butik kamu, dan ini akan terisi oleh pakaian hasil disain kamu sendiri. bagaimana? kamu suka?" Danu tersenyum menatap Aisyah
"Ini mas Danu serius? ini buat Aisyah?" tanya Aisyah masih belum percaya
"Iya ini buat kamu sayang. sebenarnya aku sudah tau dari kak Ulya kalau kamu itu sebenarnya dari dulu suka mendisain baju-baju muslimah. hanya saja. kamu tidak berani mengatakan itu semua
dan memilih jurusan sesuai dengan perintah Abah. iya kan?"
"Iya mas, Aisyah memang tidak mengutarakan keinginan Aisyah pada Abah. karena Aisyah yakin Abah mempunyai pertimbangan tersendiri untuk masa depan Aisyah kenapa menginginkan Aisyah kuliah disana. yang jelas pasti yang terbaik untuk dunia dan akhirat Aisyah.
"Sekarang, kamu bisa mewujudkan mimpi kamu untuk memiliki disain dan brand kamu sendiri.
"Khadijah mengirim e-mail, kalau dia masih mengharapkan kerjasamanya dengan kamu. bagaimana apa kamu mau mencoba?"
"Aisyah masih takut mas, Aisyah takut kalau Aisyah nantinya malah akan mengecewakan Mbak Khadijah"
"Tidak ada salahnya dicoba. aku sudah memperhatikan disain kamu, semuanya bagus. kamu cukup berbakat. Khadijah sepertinya tau, bekerjasama dengan kamu akan sangat menguntungkan. sebenarnya aku juga mau bekerjasama dengan kamu. tapi dengan kepribadian kamu, aku yakin pasti kamu akan menolak kalau aku meminta kamu bekerja sama dengan perusahaanku. aku tau kamu tidak ingin dikira numpang nama sama aku."
"Terimakasih ya mas, kamu sangat pengertian" ucap Aisyah memeluk Danu.
Danu membalas pelukan Aisyah dan mengecup pucuk kepala Aisyah yang tertutup jilbabnya.
***
Setelah menunggu satu minggu, kini persidangan perceraian Ulya dan Zidan digelar kembali. kali ini Pengacara Ulya memberikan bukti dukung tentang laporan dari rumah sakit saat dirinya harus menjalani kuret sendiri saat tanpa didampingi Zidan suaminya. dan bahkan Zidan juga hampir jarang mengunjungi dirinya.
Setelah penyerahan semua bukti dukung, kini hakim memutuskan bahwa gugatan perceraian Ulya dikabulkan. karena diantara mereka belum ada anak. maka terkait masalah harta Gono gini akan dibicarakan diluar persidangan sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Ulya menangis dipelukan uminya, pernikahan yang dibangun dan dipertahankan selama hampir tiga tahun kini harus Kandas lantaran dirinya yang sudah tidak sanggup lagi untuk dimadu.
"Jangan menyalahkan diri kamu sendiri Ulya. Umi dan Abah tau bagaimana usaha kamu untuk mempertahankan rumah tangga kalian." ucap Umi Darah
"Percayalah kak, akan ada pelangi setelah badai. Terkadang Alloh menguji kita dengan badai agar kita bisa melihat pelangi. kebahagiaan itu pasti akan datang kak" ucap Aisyah memeluk Ulya
"Ada Abah dan umi yang akan selalu menyayangi kamu Ulya. Abah harap kamu jangan larut dalam kesedihan. benar apa yang Aisyah katakan. ini ujian karena Alloh sangat menyayangi kamu" ucap Abah
"Kamu pasti akan menyesal karena meminta bercerai dariku Ulya" sahut Zidan dengan nada tinggi saat melintasi Ulya dan keluarganya
"Aku kecewa dengan kamu, bagaimana caramu mendidik anak perempuan sampai jadi istri pembangkang seperti ini" ucap Abinya Zidan pada Abah.
Abah dan umi hanya tersenyum tidak menanggapi.
Para wartawan yang mendengar berita perceraian pendakwah Zidan yang cukup terkenal, berkerumun didepan pengadilan dan ingin mewawancarai tentang kebenaran berita tersebut. namun Zidan terlihat tidak menanggapi para wartawan. bahkan Zidan yang menghadiri perceraian dengan ditemani Sela istri keduanya. menyakinkan para pencari berita. bahwa penyebab perceraian mereka adalah karena adanya hubungan ketiga dalam rumah tangga mereka.
"Mbak, apa benar mbak Ulya bercerai dari ustadz Zidan karena ustadz Zidan berpoligami dan tidak bisa berbuat adil dengan istri-istrinya?" wartawan berusaha mewawancarai Ulya.
Namun Ulya yang tidak ingin berurusan dengan para wartawan hanya diam dan tersenyum.
***
Zidan terlihat frustasi saat melihat berita tentang dirinya tersebar di berbagai media online. berita perceraian lantaran tidak bisa adil terhadap kedua istrinya menjadi perbincangan hangat didunia maya. karena itu juga, banyak job dakwah yang seharusnya dirinya isi. Tiba-tiba mengcancel begitu saja. bahkan jadwal job yang awalnya sudah penuh untuk dua bulan kedepan, kini menjadi kosong dan tak satupun ada job untuk dirinya. berita perceraian lantaran isu poligami sangat berpengaruh dengan karirnya.
^Happy Reading^
jangan lupa, like, coment dan vote ya. terimakasih 🥰😘🙏
__ADS_1