Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 59


__ADS_3

Pergi dengan sejuta harapan, ingin memantaskan diri sebelum kembali ke Indonesia untuk Mengkhidbah Aisyah, tapi takdir berkata lain. dirinya harus menelan pil pahit dengan kenyataan Aisyah sudah dipinang laki-laki lain. melupakan janji yang pernah diucapkan sebelum keberangkatan Ilham ke Madinah tiga tahun yang lalu.


Dan kini bayangan tiga tahun yang lalu kembali muncul dalam ingatan Ilham. kenangan saat dirinya meminta Aisyah berjanji untuk menunggunya hingga kembali ke Indonesia.


"Kenapa kamu tidak menepati janji itu Aisyah?" ucap Ilham dengan mata menerawang


"Maafkan aku Ilham" jawab Aisyah


"Aku tidak tau alasan apa hingga membuat kamu tidak menepati janji yang sudah kita ucapkan sebelum keberangkatanku ke sini, tapi aku merasa duniaku sekarang runtuh sekarang. aku menari hari ini, hari aku bisa melihatmu. tapi kenapa saat hari ini tiba, kamu sudah bersama dengannya? apa kesalahan yang aku lakukan sampai kamu tega menyakiti aku? kenapa Aisyah, kenapa kamu tega?" bulir-bulir air mata Ilham menetes dari sudut matanya, menyiratkan kesakitan hatinya yang selama beberapa minggu ini di pendamnya.


Aisyah terisak mendengar perkataan Ilham yang terasa menyanyat hatinya. karena sungguh ini juga bukan keinginannya. namun takdirlah yang membuat Aisyah tidak bisa menepati janji yang telah diucapkan pada Ilham


"Maafkan Aku Ilham, tapi ini takdir yang Alloh gariskan untuk kita. aku hanya menjalani takdirku Ilham. beberapa bulan yang lalu, Abah menjodohkan aku dengan laki-laki yang tidak pernah aku kenal sebelumnya. tanpa menanyakan pendapatku, Abah sudah memutuskan untuk menerima khitbah dari laki-laki itu, dan semuanya terjadi begitu mendadak. aku bahkan tidak tau bagaimana caraku untuk memberitahu kamu tentang semua ini" ucap Aisyah dengan air mata terus membasahi pipinya


"Harusnya dari awal kamu memberitahu aku Aisyah, aku selalu berharap dan selalu menyebutmu di dalam setiap doa dan sujudku. apa kamu tau sesakit apa hatiku"


"Maafkan aku Ilham, aku salah. aku berdosa. tolong maafkan aku. aku akan selalu berdoa untuk kamu, semoga kamu medapatkan wanita sholihah yang jauh lebih baik dari aku" ucap Aisyah


"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu? kamu tau pasti, bagaimana perasaanku selama ini, tidak akan mudah bagiku untuk bisa melepaskan impianku tentangmu Aisyah" ucap Ilham dengan mata menerawang menatap langit-langit rumah sakit.


"Tapi ini semua sudah menjadi takdir kita Ilham, kita ditakdirkan untuk tidak berjodoh. dan kamu pasti tau kan ketetapan Alloh pasti yang terbaik. mungkin aku memang bukan jodoh kamu, tapi percayalah Alloh sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk kamu" ucap Aisyah


"Tapi aku tidak bisa Aisyah, aku mencintai kamu" ucap Ilham mengiba


"Mungkin kamu lupa Ilham, sesungguhnya kita tidak bisa menentukan dengan siapa kita berjodoh. karena jodoh adalah takdir yang sudah tertulis di lauhul mahfudz.


Ayat Alquran tentang jodoh yang pertama adalah surat Ar-Rum Ayat 21. Dalam surat Ar-Rum Ayat 21 diterangkan bahwa Alloh telah mengatur jodoh bagi setiap manusia. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan ketentraman dan ketenangan dalam hidup.

__ADS_1


Karena itu Ilham, terimalah takdir ini dengan Iklas, Aisyah yakin Alloh sudah menyiapkan wanita yang terbaik yang akan menjadi penyejuk hatimu"


"Kenapa seperti ini Aisyah, kenapa harus seperti ini. sakit Aisyah, kenapa takdir kita seperti ini?" Ucap Ilham terisak


"Jangan pernah menyalahkan takdir Ilham, takdir Alloh pasti yang terbaik, dan tidak ada ketetapan yang lebih baik selain ketetapan yang datangnya dari Alloh" ucap Aisyah


"Astaghfirullah" gumam Ilham memejamkan matanya


"Terimalah takdir kita, ikhlaskan aku dan cobalah membuka hati kamu untuk wanita lain, lihatlah wanita yang benar-benar tulus mencintai kamu dan selalu ada untuk kamu. mungkin wanita itu adalah bidadari yang dikirim Alloh untukmu Ilham" ucap Aisyah tersenyum memandang Khadijah dan membuat Khadijah menundukkan wajahnya yang seketika memerah kerena malu.


Khadijah tau wanita yang dimaksud Aisyah adalah dirinya. iya karena Aisyah tau perhatian Khadijah untuk Ilham tidaklah biasa, Khadijah begitu mencemaskan keadaan Ilham hingga menyuruh dan memohon pada dirinya untuk datang ke Madinah demi kesembuhan Ilham.


***


Sedangkan Danu merasa tidak tenang dan takut perasaan Aisyah akan berubah setelah bertemu dengan Ilham, meskipun sudah berusaha untuk yakin namun perasaan takut itu masih saja menyelimuti.


"Roni masuk ke ruangan saya" ucap Danu menelpon Roni dan meminta ke ruangan kerjanya


Tok.. tok..


"Bapak ada yang perlu saya bantu?" tanya Roni menghadap Danu


"Tolong carikan saya tiket ke Madinah sekarang!" perintah Danu


"Bapak mau ke Madinah? tapi bagaimana dengan pertemuan kita dengan klian yang dari Taiwan?"


"Batalkan saja!" perintah Danu

__ADS_1


"Ta-tapi pak, ini tidak bisa dibatalkan. klien kita saat ini sudah sampai Indonesia. jika kita batalkan pasti mereka akan sangat kecewa dan bahkan membatalkan kerjasama yang sudah kita sepakati. ini bisa memicu kemarahan pemegang saham yang lain pak, karena ini sangat berpengaruh terhadap kelanjutan kerja sama kita berikut."


Danu menjadi sangat gelisah, bagaikan memilih antara pekerjaan atau Aisyah. sempat terlintas dibenak Danu, kejadian saat dirinya tidak datang ke Paris dan saat datang semua sudah terlambat. Vallen yang dulu cintai menghianati dirinya dengan David sahabatnya. kali ini Danu tidak ingin mengulangi penyesalan dalam hidupnya. Danu tidak ingin kehilangan wanita yang dicintai untuk kedua kalinya.


"Aku tidak perduli, carikan tiket pesawat sekarang" perintah Danu


"Bapak serius akan membatalkan pertemuan dengan klien dari Taiwan ini? lalu bagaimana dengan pemegang saham yang lain? mereka akan sangat marah" Roni mencoba mengingtkan


"Aku yang akan mengurus, kamu lakukan saja sesuai perintahku!" ucap Danu tak perduli dengan perusahaan. karena saat ini hanya Aisyah yang ada di benaknya. tidak ingin kehilangan wanita yang dicintainya, Danu sudah siap jika memang harus kehilangan jabatannya.


Dengan cepat Roni menyiapkan semua keperluan Danu untuk keberangkatannya ke Madinah, menyusul istrinya Aisyah.


Danu segera bertolak ke Bandara mengendarai mobil sendiri. sepanjang perjalanan, yang terlintas dipikirannya hanya Aisyah.


***


"Apa maksud kamu pak Danu tidak ada di tempat? lalu bagaimana dengan klien kita?" tanya pak Burhan panik


"Em.. itu, tapi saat ini pak Danu sedang pergi ke Madinah" jawab Roni menunduk


"Ke Madinah? apa dia sudah gila? apa dia tidak tau kalau ini klien yang sangat penting? ucap pak Burhan dengan nada tinggi.


Pak Burhan adalah salah satu pemegang saham dan sekaligus paman dari Danu


"Apa dia tidak tau, dampaknya jika sampai kita mengecewakan klien kita yang ini? agenda pertemuan ini sudah jauh hari dijadwalkan. bagaimana Danu bisa sampai mengabaikan pertemuan ini?" ucap pak Burhan emosi


^ Happy Reading ^

__ADS_1


Jangan lupa Like, coment dan Vote ya terimakasih🙏🥰😘


__ADS_2