
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" ucap Danu
"Maaf pak, apa bapak sudah melihat berita pagi ini di internet?" tanya Roni
"Berita? berita apa?" Danu menghentikan kegiatannya dan melihat kearah Roni
"Ini pak, beredar foto dengan bapak di depan cafe A sedang bersama dengan bu Vallen." Roni memberikan ponselnya pada Danu
"Astaghfirullah hal adzim" Danu mengusap wajahnya kasar
"Tolong take down semua pemberitaan itu, dan cari tau siapa yang menyebabkan berita itu?" perintah Danu meremas jari-jarinya emosi
"Bagaimana bisa mentake down semua media online pak? beritanya sudah terlanjur menyebar" ucap Roni
Braakk
Danu menggebrak meja
"Sialan.aku tidak mau tau, segera temukan penyebar gambar itu dan proses secara hukum karena menyebarkan berita seperti itu"
"Baik Pak, saya akan upayakan untuk menarik semau pemberitaan di media yang ada di televisi dan media cetak. tapi untuk media online sepertinya akan sulit pak" ucap Roni
"Upayakan saja dulu. saya tidak ingin berita ini menganggu Aisyah. kamu faham?" ucap Danu
"Baik Pak, saya faham" jawab Roni
Danu sebenernya tidak ingin ambil pusing dengan pemberitaan tersebut. namun yang membuat dirinya harus segera bertindak, Danu tidak ingin pemberitaan ini mempengaruhi istrinya. Danu tidak ingin Aisyah salah faham dan jadi bahan pembicaraan orang-orang.
"Angkat Aisyah, angkat" gumam Danu mencoba menghubungi Aisyah namun tak ada jawaban
"Astaghfirullah, kamu kenapa tidak angkat telpon Aisyah" gumam Danu lagi yang semakin gelisah
Danu segera bergegas keluar kantor untuk menemui Aisyah dikampus lantaran tidak tenang.
__ADS_1
"Danu kamu mau kemana?" tanya pak Burhan
"Danu mau kekampus Aisyah Om" jawab Danu gelisah
"Jangan pergi dulu, jelaskan sama om. skandal apa lagi yang kali ini kamu buat? apa maksud dari semua berita ini?" Pak Burhan menyerahkan majalah yang berisi tentang skandal Direktur Utama Dirgantara grup yang dipaksa menikah dengan seorang mahasiswi dan terpaksa meninggalkan tunangannya walaupun keduanya masih saling mencintai.
"Jelaskan apa maksud semua ini? kamu bilang sama Om, kalau kamu sudah tidak mencintai Vallen. tapi coba lihat! apa ini? jelas terlihat kalau kamu diam-diam masih berhubungan dengan Vallen." ucap pak Burhan
"Om, sudah ya. Danu tidak ada waktu. Danu harus segera menemui Aisyah"
"Tidak bisa seperti itu Danu, skandal kamu ini mempengaruhi saham kita. karena kasus skandal kamu, harga saham kita anjlok pagi ini. apa kamu tau semua itu?"
"Iya saya tau itu Om, dan saya akan bertanggung jawab. tapi sekarang saya harus segera pergi" ucap Danu berlalu
"Danu, berhenti!" Teriak pak Burhan namun tak dihiraukan oleh Danu.
Danu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena mengkhawatirkan berita itu akan berimbas pada Aisyah. dan benar saya dugaannya. berita itu membuat Aisyah harus menerima cacian dari teman-teman kampusnya.
"Mau latihan jadi pelakor ya kamu? muka boleh Alim, tapi kelakuan kamu itu lho, sungguh menjijikkan. sesama perempuan kok tidak punya hati. suami kamu itu sudah punya tunangan kan? terus kamu jampi-jampi pakek apa sampai-sampai rela meninggalkan tunangannya demi wanita seperti kamu? tidak mungkin kan, seorang Direktur Utama seperti Danu Dirgantara mencintai wanita seperti kamu? kecuali_ "
"Kecuali kamu menjebak dia dengan memberikan_" ucapan Amel terhenti
"Berani kamu merendahkan istriku, kamu tanggung akibatnya." timpal Danu yang baru saja sampai dikampus Aisyah
"Pak Danu" Gumam Amel menundukkan mukanya karena takut
"Saya tau kamu itu sering mengganggu Aisyah, dan kalau saya mau, saya bisa menghancurkan hidup kamu dan keluarga kamu. kalau saya tidak salah, kamu itu anak pak Imam kan? pemilik Hotel D'Las?" ucap Danu tersenyum menyunggingkan sebelah bibirnya
"Pa-pak Danu tau siapa saya?" tanya Amel
"Kamu pikir saya akan membiarkan orang yang sudah berani menggangu istri saya? saya tau kamu pasti mengganggu Aisyah karena sakit hati kan, karena upaya orang tua kamu untuk menjodohkan saya dan kakak kamu beberapa tahun yang lalu. tapi saya tolak?" ucap Danu
"Pak, sa-saya mohon maafkan saya! dan to-tolong jangan libatkan keluarga saya. apa yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan keluarga saya. ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan keluarga saya" rengek Amel
"Saya tau siapa kalian. dan orang macam apa kalian. kalau saya mau, saya bisa dengan mudah mengambil alih semau hotel kalian. karena sebagian besar saham disana itu punya saya." ancam Danu
__ADS_1
"Pak, jangan pak! saya mohon maafkan saya! Aisyah tolong maafkan aku Aisyah, aku janji. mulai saat ini aku bersumpah tidak akan pernah mengganggu kamu lagi" ucap Amel merengek melihat Danu dan Aisyah
"Sudahlah mas, Aisyah tidak perduli dengan omongan mereka. yang jelas kita menikah karena Alloh memang mentakdirkan kita bersama" ucap Aisyah dan tersenyum pada Amel dan beberapa teman Amel yang ikut menghakimi Aisyah
***
Dirumah
"Sayang, kamu marah ya sama aku? aku minta maaf karena belum sempat cerita kalau saat acara ulang tahun Tom, disana memang aku bertemu dengan Vallen. tapi sumpah sayang, aku sama sekali tidak menanggapi Vallen disana. iya memang Vallen berusaha merayuku disana. tapi sumpah sayang, aku sama sekali tidak tergoda" ucap Danu berusaha menjelaskan kejadian saat berada di pesta Tom, namun Aisyah masih diam tidak menjawab
"Sayang, tolong maafkan aku. tolong jangan marah sayang. iya aku salah, hukum aku saja, tapi tolong jangan diamkan aku seperti ini. aku benar-benar tidak berbuat apa-apa sama Vallen. aku selalu ingat dengan perkataan kamu kalau ditusuk besi lebih baik dari pada bersentuhan dengan wanita yang bukan mahram. sumpah sayang aku tidak ada apa-apa lagi dengan Vallen. sekarang dan selamanya hanya ada kamu dihatiku"bujuk Danu
"Sayang apa kamu masih belum percaya juga sama aku?" tanya Danu memegang tangan Aisyah yang saat ini sedang duduk diruang keluarga.
"Kenapa malah tersenyum?" tanya Danu bingung melihat Aisyah justru tersenyum dan tidak menjawab semua perkataannya.
"Iya mas, Aisyah tau kok kalau mas Danu tidak bohong. Aisyah percaya dengan mas Danu. karena Aisyah tau, suami Aisyah ini cintanya hanya untuk Aisyah seorang" goda Aisyah manja
"Kalau tidak marah kenapa dari tadi diam?" tanya Danu
"Sengaja" jawab Aisyah singkat dan tersenyum
"Jadi maksud kamu, kamu sengaja membuat aku ketakutan?" Danu membulatkan matanya dan Aisyah tertawa
"Berani ya sekarang" ucap Danu menggelitik pinggang Aisyah membuat Aisyah tertawa terbahak-bahak
"Ampun mas, ampun" ucap Aisyah kegelian
setelah melihat istrinya kecapean karena tertawa Danu menghentikannya
Aisyah dan Danu saling pandang dan tersenyum
"Terimakasih ya sayang, kamu sudah percaya sama aku." ucap Danu membelai rambut Aisyah dan tersenyum.
^Happy Reading^
__ADS_1
Jangan lupa, like, coment dan Voteππ₯°ππ