Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
PERKENALKAN ZIDAN DAN SELA


__ADS_3

Mendengar perdebatan antara anak perempuan dan istri kedua menatunya membuat Abah merasa menyesal telah salah memilihkan jodoh untuk anaknya.


Dulu Abah berpikir menjodohkan Ulya dengan Zidan adalah keputusan yang tepat. Zidan anak seorang Kiayi yang cukup terkenal di kotanya. Dan Zidan sendiri lulusan dari pondok pesantren yang juga cukup tersohor disana. bahkan diusianya yang masih tergolong muda, Zidan sudah sering mendapatkan panggilan untuk berdakwah sampe keluar kota. kemampuan dan pengetahuannya soal agama tidak perlu diragukan lagi. itu lah yang menjadi dasar Abah mantap menjodohkan Ulya dengan Zidan.


Abah berpikir dengan menjodohkan Ulya dan Zidan, putrinya akan mendapatkan kebahagiaan karena bersanding dengan laki-laki yang bisa mengajarinya tentang agama lebih dalam dan bisa menjadi imam yang baik


Ulya yang memang selalu menurut pada Abahnya langsung menerima perjodohan itu tanpa ada sedikitpun penolakan. Ulya percaya sepenuhnya pada pilihan Abahnya.


Awal pernikahan Ulya dan Zidan semua berjalan dengan baik, mereka yang menikah tanpa dasar cinta mampu sama-sama belajar untuk saling mencintai dan memahami satu sama lain. Sampai saat dimana Zidan mengutarakan niatnya untuk menikah lagi dengan Sela seorang remaja yang kehilangan arah dan sempat mau bunuh diri karena kehilangan keperaw*nnya saat diperk*sa oleh teman sekolahnya sendiri saat merayakan acara kelulusan sekolah.


Sela memang tergolong remaja yang nakal lantaran merasa tidak mendapat perhatian dari orang tuanya. ibunya seorang janda dua anak. hampir setiap hari waktunya digunakan untuk bekerja sedangkan ayahnya sendiri seorang pemabuk yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mengunjungi nya. berbekal latar belakang yang seperti itu menjadikannya alasan untuk memilih pergaulan yang salah. hingga kejadian di mana orang yang dianggap teman itu merenggut kesuciannya dan kabur setelahnya.


Merasa kotor dan hina, Sela yang sedang gelap mata hampir menjatuhkan dirinya di sebuah sungai dengan arus yang cukup deras. andai Sela benar melompat ke dalam sungai itu, entah apa yang akan terjadi. mungkin sudah tidak ada lagi nama Sela didunia ini.


Beruntung Zidan yang baru saja pulang berdakwah melintas di sungai tersebut dan dengan sigap segera meraih tangan Sela untuk tidak melompat.


Dengan terus terisak perlahan Sela menceritakan masalah yang terjadi dalam hidupnya


Sela yang tidak ingin pulang kerumah karena malu bertemu dengan ibunya. diajak untuk pulang ke apartemen Zidan dan Ulya.


*Flashback*


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Ulya mencium tangan Zidan


Ulya yang saat itu selesai sholat masih dengan menggunakan mukena nya berlari menyambut kedatangan suaminya


Mata Ulya tertuju pada gadis remaja dengan pakaian compang camping celana jins sobek-sobek berdiri tepat disamping suaminya

__ADS_1


"Dia" Ulya menunjuk Sela


"Ayo masuk dulu, nanti mas akan jelaskan" ucap Zidan


"Ulya tolong pinjamkan Sela baju, biar dia membersihkan diri" ucap Zidan, Ulya segera mengambilkan baju ganti dan memberikan pada Sela.


"Pakailah, kamar mandi ada diujung sana" Ulya menunjuk arah kamar mandi


Ulya kembali ke kamar menemui suaminya, kepalanya dipenuhi dengan tanda tanya.


"Mas" Ulya duduk disamping suaminya ditepi tempat tidurnya


"Begini Ulya, tadi saat perjalanan pulang, mas melihat Sela hendak bunuh diri"


"Astaghfirullah" Ulya terkejut setelah mendengar rincian pertemuan suaminya dan Sela


Satu bulan berlalu, Ulya mulai tidak nyaman dengan keberadaan Sela disana. sikap nya yang terlihat seperti ingin mendapat perhatian dari Zidan.


Dikamar Zidan yang sudah merebahkan tubuhnya dikasur.


"Sampai kapan Sela disini? bukankah dia masih punya keluarga? kenapa tidak kembali pada keluarganya?"


Pertanyaan Ulya membuat Zidan yang sudah memejamkan matanya terbangun dan duduk menatap Ulya.


"Kenapa bertanya seperti itu? apa Sela membuat kamu tidak nyaman?"


"Mas, Sela bukan lagi anak kecil. tidak baik membiarkan dia terlalu lama disini. terlebih dia punya keluarga yang pasti akan mencarinya"


"Ibunya sudah menikah lagi dengan seorang pengusaha dan pindah ke Surabaya bersama dengan adiknya. Sela sudah tidak pernah dihubungi oleh ibunya. karena itu mas merasa kasian kalau menyuruh Sela pergi"

__ADS_1


"Tapi bukan berarti harus dirumah kita mas? ini tidak benar. tinggal satu atap dengan wanita yang bukan mahram! mas tau itu kan? sepertinya aku tidak perlu menjelaskan mas harusnya lebih faham dari pada Ulya" ucap Ulya


"Karena itu Ulya, tolong ijinkan mas menikahi Sela"


Jleb...


Bak tertusuk pisau yang sangat tajam mendengar permintaan dari suaminya.


Dengan mata berkaca-kaca Ulya berusaha menolak keinginan Zidan. namun zidan terus membujuknya dan berjanji akan berbuat adil terhadapnya dan Sela.


Bahkan Zidan sampai memohon dan memberi tau Ulya tentang hukum berpoligami


"Iya mas, Ulya faham dengan itu Ulya pun mengerti. Dalam agama kita, diperbolehkan untuk menikah lagi tapi dengan syarat harus adil.


Mas.. bukan Ulya tidak percaya, mas Zidan akan mampu bersikap adil tapi mas Zidan hanya manusia biasa. jika mas Zidan ternyata tidak bisa bersikap adil dengan istri-istri mas Zidan. bukan pahala yang mas dapatkan melainkan dosa yang mas Zidan akan dapat. tidak mudah untuk bersikap adil mas, terlebih kita ini manusia biasa bukan seorang Rosul. Ulya hanya takut mas zidan akan menanggung Dosa jika ternyata tidak mampu bersikap adil kepada kami"ucap Ulya berusaha menahan cairan bening bak kristal agar tidak tumpah tapi nyatanya tetap tak tertahan. hatinya terlalu sakit.


"Mas janji itu tidak akan terjadi, mas akan bersikap adil pada kalian percayalah! mas mohon ijinkan mas menikahi Sela agar bisa membimbing nya kembali kejalan Alloh"


Karena Zidan yang terus memohon dan berjanji akan setia, akhirnya Ulya pun percaya pada suaminya dan memberikan mereka ijin untuk menikah. Ulya adalah istri yang sangat patuh pada Zidan. tidak sekali pun Ulya pernah menolak atau membantah suami


Setelah mendapat ijin dari Ulya, Zidan dan Sela pun segera menggelar pernikahan mereka.


sakit itu yang dirasakan Ulya namun bibirnya selalu menunjukkan senyuman tak pernah sekali pun mengeluh dengan takdir yang dijalani nya.


Hingga pernikahan yang awalnya dianggap baik-baik saja itu tidak berlangsung lama. lantaran Zidan tidak menepati janjinya untuk bersikap adil. setelah menikah kembali, Zidan membelikan apartemen baru pada Sela dan hari-hari lebih banyak dihabiskan bersama Sela ketimbang Ulya istri pertamanya.


Poligami memang tidak dilarang dan itu ada didalam syariat islam tapi perlu di garis bawahi bagi yang mampu. bukan hanya mampu secara materi tapi juga harus mampu bersikap adil. agar tidak ada hati yang tersakiti


*Flashback off*

__ADS_1


__ADS_2