
Melihat cara Aisyah memandang dan menyelidik membuat Danu merasa gemas, Danu pun akhirnya tak kuat menahan tawa, bagaimana tidak Aisyah tampak seperti sedang cemburu
"Kamu cemburu?" tanya Danu mengatupkan bibirnya kembali menahan tawa
"Bukan Ais cemburu, tapi Ais hanya merasa penasaran dengan wanita itu" ucap Ais ngeles tak ingin terlihat sedang cemburu. karena dirinya sendiri juga sebenarnya belum yakin apa rasa penasarannya itu karena cemburu atau hanya karena merasa Danu adalah suaminya yang tak pantas berhubungan dengan wanita lain
"Yakin hanya penasaran?" Goda Danu mendekatkan wajahnya sangat dekat hingga hidung mereka hampir saja bersentuhan
Deg.. deg...
Detak jantung Aisyah tak karuan
"Kamu kenapa? apa jantungmu berdetak kencang?" ucapan Danu yang masih berada sangat dekat dengan Aisyah
Secara reflek Aisyah mendorong tubuh Danu menjauh
Danu tertawa meliat tingkah Aisyah dan megusap lembut pucuk kepala Aisyah yang tertutup dengan jilbabnya.
Dan seketika wajah Aisyah memerah seperti kepiting rebus.
Aisyah berdiri ingin segera menjauh dari Danu
"Mau kemana?" ucap Danu menarik tangan Aisyah
"Aawww.. " teriak Aisyah jatuh kepangkuan Danu
Aisyah yang menyadari tubuhnya kini ada dipangkuan Danu segera berdiri namun kembali Danu menariknya dan memeluknya dengan erat.
"Mas Danu" ucap Ais menatap mata Danu dan Memanyunkaan bibirnya
"Kenapa?" tanya Danu tersenyum berusaha menahan tawa melihat reaksi Aisyah saat dipeluk
"Lepaskan" Aisyah berusaha melepaskan pelukan Danu tapi Danu semakin memeluknya dengan erat
"Katanya kamu ingin tau siapa wanita itu, baiklah aku akan memberitahu siapa wanita yang tadi siang berada dikantorku" ucap Danu menempelkan pipinya pada pipi Aisyah
"Iya tapi lepasin dulu" Ucap Aisyah masih berusaha melepaskan pelukan Danu
"Kalau aku gak mau lepasin gimana?" tanya Danu senyum melihat Aisyah
Aisyah diam dan kembali Memanyunkaan bibirnya, membuat Danu ingin mencium bibir mungil istrinya ini. tapi tentu saja hal itu tidak akan dilakukan, Danu tidak ingin memaksa Aisyah. Danu ingin saat nanti mereka melakukannya keduanya sama-sama jatuh cinta.
"Iya-iya aku lepasin" ucap Danu melepaskan pelukannya
__ADS_1
Aisyah segera berdiri dan duduk agak jauh dari Danu.
"Sini" ucap Danu menepuk sofa, mengisyaratkan agar Aisyah duduk di sampingnya.
Tapi Aisyah menggelengkan kepalanya
"Sini aku bilang, ini perintah suami" ucap Danu
Tentu saja Aisyah segera menurut dan duduk dideket Danu karena Aisyah tidak akan mungkin menolak perintah suaminya.
Danu senyum-senyum melihat Aisyah yang terduduk disampaikannya. karena merasa senjatanya berhasil menggunakan perintah suami untuk menyuruh Aisyah mendekat. Danu tau pasti Aisyah ini wanita yang tidak akan pernah menolak perintah suami.
"Kamu kenapa tidak mau duduk dekat denganku? kamu takut ya" tanya Danu
Aisyah menggelengkan kepalanya
"Tidak, eh.. iya, aku takut"ucap Aisyah gelagapan
" hahaha yang benar yang mana? takut apa tidak?" Danu ketawa
"Sedikit takut" ucap Aisyah menunduk
"Aisyah" Danu mengangkat dagu Aisyah
"Duduk yang tenang aku tidak akan macem-macem!" ucap Danu senyum
Dan entah kenapa kali ini Aisyah merasa lebih santai dideket Danu.
"Jadi masih penasaran sama perempuan yang tadi siang tidak?"
Aisyah mengangguk
"Perempuan itu namanya Vallen, dia dulu adalah kekasihku dan wanita yang sangat aku cintai"
Aisyah langsung menoleh kearah Danu
"Itu dulu Aisyah, dulu saat aku belum menikah denganmu, dan dulu saat aku belum melihatnya tidur dengan sahabatku" ucap Danu kembali sedih mengingat hal itu.
"Astaghfirullah" Aisyah menutup mulut dengan tangannya karena merasa terkejut.
"Iya, dia adalah wanita yang aku jaga dan aku cintai selama lima tahun lebih. kami sama-sama kuliah di Paris. bahkan jujur saja aku sempat menolak perjodohan denganmu karena aku ingin menikahinya. aku datang ke Paris untuk menyiapkan kejutan dan melamarnya secara langsung. tapi ternyata begitu aku sampai Paris, bukannya aku yang memberi dia kejutan, tapi aku yang di kasih kejutan dengan melihatnya secara langsung. orang yang aku cintai selama lima tahun tidur tanpa sehelai benang pun bersama sahabat kami" ucap Danu
"Jadi itu alasan mas Danu menerima perjodohan kita?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Jujur saja iya. aku menerima perjodohan kita karena sakit hati dengan Vallen dan merasa dihianati"
Aisyah mengangguk
"Maafkan aku jika kejujuranku ini menyakiti hatimu Aisyah" ucap Danu
"Tidak apa-apa masmas, Aisyah senang mas Danu sudah mau jujur sana Aisyah. dan jujur Aisyah merasa kasian sama mas Danu, Aisyah tidak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya mas Danu saat itu" ucap Aisyah berusaha membendung air matanya agar tidak jatuh tapi ternyata air mata Aisyah tidak mampu di bendungnya.
"Hai.. kenapa malah kamu yang nangis?" Danu menyeka air mata Aisyah
"Gak tau, tapi jujur saja, Aisyah merasa kasian sama mas Danu. kenapa bisa ada seseorang wanita yang bisa melakukan hal seperti itu. maaf tapi apa mas Danu dan wanita itu juga pernah melakukannya?" tanya Aisyah
"Ya gak lah, sembarangan aja kamu ini kalau ngomong" gerutu Danu
"Maaf soalnya kalian pacaran kan lama, dan kalian hidup di luar negeri yang mungkin hal seperti itu kalian anggap biasa" ucap Aisyah
"Kami memang pacaran lama, tapi aku berani sumpah Demi apapun, aku belum pernah melakukan hal seperti itu. walaupun aku lama tinggal diluar negeri tapi papa dan mama selalu saja mengingatkan aku untuk tidak melakukan hal seperti itu sebelum kami menikah. tapi karena sekarang aku sudah menikah dengan kamu, boleh juga kalau.. " Danu mendekat
"Stop.. berhenti disana" ucap Aisyah menyilangkan kedua tangannya menutupi dadanya
"Hahaha... kamu ini lucu juga ya ternyata" kembali Danu mengusap pelan kepala Aisyah
"Aisyah belum siap" ucap Aisyah pelan
"Iya aku tau kok, kamu masih mencintai laki-laki yang di Madinah itu ya?" ucap Danu
"Aisyah kan sudah pernah bilang sama mas Danu Aisyah juga sedang dalam proses melupakan Ilham dan Aisyah selalu berdoa, semoga Alloh menumbuhkan cinta diantara kita berdua" ucap Aisyah
"Dan sepertinya aku sudah jatuh cinta sama kamu Aisyah, ternyata tidak butuh waktu lama untuk bisa mencintai kamu" batin Danu menatap mata Aisyah lekat
Aisyah menunduk tidak berani menatap mata Danu.
"Mas, Aisyah ngantuk mau tidur. besok harus kuliah" ucap Aisyah membuyarkan lamunan Danu
"Eh.. iya, kamu tidur dikasur saja, biar aku tidur disofa" ucap Danu
"Jangan mas tidak usah, Ais tidur disofa saja"
"Aku bilang biar aku saja yang tidur disofa. ini perintah" ucap Danu lagi-lagi mengeluarkan jurus andalan
"Iya mas" Aisyah menurut dan tidur dikasur menatap Danu yang tidur disofa
^Happy Reading^
__ADS_1
Maaf ya sayanx, baru sempat up. karena Author juga seorang ibu, yang sebentar lagi si anak mau ujian. jadi fokusnya kebagi antara nulis sana ngajarin anak belajar 😁🙏🙏