Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 109


__ADS_3

Siang ini setelah pulang kuliah, Aisyah dijemput Danu dan menuju kebutik karena sudah ada janji akan bertemu dengan Khadijah, rekaman bisnis Aisyah yang dikenalnya tidak sengaja karena Ilham.


Berawal dari pertemuannya dengan Ilham untuk menyatakan kebenaran tentang pernikahannya, justru Aisyah menjadi dekat dengan Khadijah wanita yang juga menyukai Ilham. Manusia memang tidak tau dari arah mana Alloh akan memberikan rejeki. Intinya berbuatlah baik dengan siapapun.


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah saat membuka butiknya


"Walaikumsalam bu, diruangan ibu sudah ada dua tamu yang menunggu ibu didalam" ucap karyawan Aisyah


"Dua orang? ini tamu yang dari Madinah kan?" tanya Aisyah


"Sepertinya iya bu" jawabnya


"Baiklah kamu kembali cek barang-barang yang baru masuk gudang ya" ucap Aisyah tersenyum


"Baik bu"


"Mbak Khadijah sama siapa ya kok. ada dua orang" batin Aisyah


"Kita masuk yuk mas" ajak Khadijah


Aisyah dah Danu menuju ruangan kerja Aisyah


Klek..


Aisyah membuka pintu


"Assalamu'alaikum mb Kha_" ucap Aisyah dan ucapnya terhenti saat Aisyah melihat ada sosok laki-laki yang cukup familiar


"Assalamu'alaikum Aisyah, Danu" ucap Ilham berjabat tanggan dengan Danu


"Ilham kamu" gumam Aisyah melihat Khadijah dan Ilham


"Iya Khadijah, Ilham sekarang suamiku. Alhamdulillah kami sudah menikah sekarang" timpal Khadijah

__ADS_1


"Alhamdulillah, salamat ya Ilham mbak Khadijah. Aisyah ikut senang mendengarnya" ucap Aisyah tulus mendoakan kebahagiaan Ilham. Karena Ilham adalah laki-laki yang baik dan sudah sepantasnya mendapatkan seseorang yang baik seperti Khadijah.


"Alhamdulilah kamu berjodoh dengan mbak Khadijah Ilham, kamu laki-laki yang baik, begitu juga mbak Khadijah adalah wanita sholihah. Sekarang aku lega karena Ilham sudah bisa melupakanku dan bersama dengan orang yang tepat" batin Aisyah


"Selamat ya Ilham aku juga ikut senang untuk kalian" ucap Danu


"Terimakasih Danu, Aisyah. Takdir dari Alloh memang yang terbaik. Awalnya mengetahui Aisyah menikah denganmu. Aku merasa duniaku hancur, aku lupa kalau Alloh sudah mentakdirkan manusia dengan jodohnya masing-masing. Dan jodoh dari Alloh pasti yang terbaik." ucap Ilham melihat Khadijah tersenyum


"Sebaiknya kita duduk dulu, karena Aisyah tidak bisa berdiri teralu lama" ucap Danu mempersilahkan duduk


"Kenapa Aisyah, kamu sakit?" tanya Khadijah melihat Aisyah yang memang terlihat sedikit pucat


"Tidak mbak, Aisyah tidak sakit. Tapi Aisyah sedang hamil" jawab Aisyah tersenyum


"Hamil? Alhamdulillah. Aku ikut senang. Apa karena itu kamu membatasi pesanan baju-bajunya?" tanya Khadijah yang memang sangat menyukai disain baju muslimah Aisyah bahkan disain dari Khadijah sangat laris dipasaran.


"Sebenarnya jauh sebelum aku hamil memang sudah berencana untuk membatasi pesanan mbak, karena aku hanya menjadikan ini sebagai hobby tapi buatku yang utama tetep mengurus keluarga" jawab Aisyah tersenyum


"MasyaAlloh, Baiklah aku hargai itu. Oya sebenarnya aku juga ingin berbicara bisnis dengan Pak Danu. kebetulan perusahaan kami membutuhkan pamasok bahan beberapa jenis kain. Apa kira-kira kami bisa dapat bahan dari perusahaan pak Danu?" tanya Khadijah


"Baiklah kalau seperti itu, besok saja kita mulai membicarakan bisnisnya. Bagaimana kalau sekarang kita pergi makan bersama. Sudah lama tidak merasakan masakan Indonesia" ajak Ilham


"Baiklah mari kita makan siang bersama dulu" jawab Danu


Tiba disebuah rumah makan, mereka memesan makanan padang. Karena makanan itu adalah makanan kesukaan Ilham yang sudah sangat dirindukannya selama dirinya menempuh pendidikan di Madinah.


"Abah dan umi bagaimana kabarnya Aisyah?" tanya Ilham


"Alhamdulillah Abah dan Umi baik" jawab Aisyah


"Ilham sudah kenal dekat dengan Abah dan Umi?" tanya Danu


"Iya kerena dulu sebelum Ilham berangkat ke Madinah Ilham juga ngaji dipesantren milik Abah. tapi dulu pesantrennya belum sebesar sekarang" jawab Ilham

__ADS_1


"Aisyah harap sekarang kita semua bisa saling menjalin silaturahmi dengan baik." ucap Aisyah


"Iya Aisyah, Khadijah juga berharap hal yang sama. Khadijah senang bisa berteman dan bekerjasama dengan Aisyah." ucap Khadijah yang memang tulus ingin menjalin hubungan baik dengan Aisyah. Karena Khadijah tau, Aisyah adalah wanita yang baik.


***


*Flashback*


Siang itu setelah tiga kali Ilham memohon petunjuk kepada Alloh dengan sholat Istiqarroh. Ilham merasa ada kemantapan dalam hatinya untuk menerima Khadijah sebagai istrinya, Siang itu Ilham menghubungi kedua orang tuanya yang ada di Indonesia dan memohon doa restu untuk menikah dengan Khadijah di Madinah. Awalnya ada perasaan sedih kalau dirinya harus menikah dengan Khadijah tanpa didampingi orang tuanya, tapi setelah mendengar semua cerita Ilham Umi dan Abinya merestui pernikahan Ilham dan Khadijah serta mendoakan kebahagiaan untuk anaknya.


Berbekal restu dari orang tuanya, Ilham mengatakan pada Abi Khadijah bahwa dirinya bersedia menikah dengan Khadijah.


"Khadijah Abi ingin berbicara tentang Ilham" ucap Abi Khadijah dalam bahasa Arab


"Ilham? Ada apa dengan Ilham Bi?" tanya Khadijah penasaran saat mendengar tentang nama Ilham


"Jadi begini, tadi siang Ilham datang menemui Abi dan mengatakan kalau Ilham bersedia menikah dengan kamu. Dan orang tuanya pun sudah menyetujui pernikahan kalian secepatnya dilakukan disini" Jelas Abi


"Alhamdulillah, Khadijah bahagia Bi, Ilham mau menikah dengan Khadijah. Ilham laki-laki yang baik Khadijah ingin bisa menjadi istri terbaik untuk Ilham" jawab Khadijah dengan perasaan bahagia. Begitu juga dengan Abinya. Karena Abinya tau laki-laki seperti apa Ilham. yang pasti bisa membahagiakan putri satu-satunya.


Tak butuh waktu lama pernikahan Khadijah dan Ilham digelar. Meskipun awalnya Ilham sempat ragu tapi setelah mempu menerima takdirnya kini Ilham bisa menerima Khadijah dan menjalankan tugasnya sebagai seorang imam dalam rumah tangga mereka.


"Khadijah, Terimakasih sudah menerima aku dengan segala kekuranganku dan terimakasih sudah ada disaat aku jatuh dan terpuruk. Aku memang bukan laki-laki yang sempurna tapi aku akan berusaha menjadi imam yang baik untukmu dan anak-anak kita kelak. Semoga pernikahan kita ini akan menjadikan kita semakin dekat dengan Alloh." ucap Ilham dimalam pernikahan mereka


"Suamiku, terimakasih sudah bersedia menjadikan aku makmumu. Bimbinglah aku untuk menjadi wanita yang sholihah agar kelak bisa menjadi penghuni surga. tegurlah aku jika aku salah, ingatkan aku jika aku khilaf, jangan pernah bosan untuk membimbingku sehingga aku bisa mendapat ridhomu. Ridhomu adalah jembatan surgaku suamiku" ucap Khadijah mencium tangan Ilham dan Ilham mencium kening istrinya penuh cinta


Setelah sholat sunah Ilham membaca doa sebelum menyempurnakan ibadah terpanjang mereka yang pernikahan.


Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat)." (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2383).


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment Vote dan poin nya ya🙏

__ADS_1


Dan jangan lupa ikuti Akun Qurrotaayun.


__ADS_2