
"Apa maksud kamu pak Danu tidak ada di tempat? lalu bagaimana dengan klien kita?" tanya pak Burhan panik
"Em.. itu, tapi saat ini pak Danu sedang pergi ke Madinah" jawab Roni menunduk
"Ke Madinah? apa dia sudah gila? apa dia tidak tau kalau ini klien yang sangat penting? ucap pak Burhan dengan nada tinggi.
Pak Burhan adalah salah satu pemegang saham dan sekaligus paman dari Danu
"Apa dia tidak tau, dampaknya jika sampai kita mengecewakan klien kita yang ini? agenda pertemuan ini sudah jauh hari dijadwalkan. bagaimana Danu bisa sampai mengabaikan pertemuan ini?" ucap pak Burhan emosi
Roni yang ikut gemetar menghadapi kemarahan pak Burhan lantaran perginya Danu ke Madinah disaat klien penting dari Taiwan datang.
Roni berusaha menghubungi pak Herman untuk meminta pertimbangan, namun Pak Herman yang saat ini melilih tinggal dilingkungan pesantren tidak bisa dihubungi lantaran ponselnya ditinggal dikamar . sedangkan pak Herman sedang berbincang dengan Abah mengenai proyek pembangunan sekolah dilingkungan pesantren.
"Bagaimana, sudah ada solusi? klien kita sudah menunggu. apa yang harus kita lakukan?" tanya pak Burhan
"Ada apa ini Om? kenapa sepertinya terlihat bingung?" tanya Vallen
"Ini si Danu, seenaknya saja pergi tidak tanggung jawab dengan pekerjaannya. entah apa yada didalam pikirannya" gerutu pak Burhan
"Lho memangnya Danu kemana Om?" tanya Vallen
"Katanya Roni sih ke Madinah" jawab pak Burhan singkat
"Madinah untuk apa Danu ke Madinah Om?" tanya Vallen
__ADS_1
"Apalagi kalau bukan istrinya. entahlah sejak menikah. sepertinya malah seenaknya sendiri. gak fokus pada pekerjaan" jawab Pak Burhan kesal
"Ya sudah Om, klien dari Taiwan itu biar Vallen yang handle boleh?" tanya Vallen
"Emang kamu bisa?" tanya pak Burhan
"Om lupa ya, Vallen dan Danu ini kan dulu selalu saling membantu dalam pekerjaan. dan kami ini kan pada dasarnya satu profesi Om, hanya saja Vallen fokus ke disain. kalau Om Burhan percaya serahkan saja sama Vallen" jawab Vallen menyakinkan
"Okey, Om percayakan masalah klien ini sama kamu. jangan kecewakan Om" ucap pak Burhan
Mendapatkan percayaan dari om Burhan membuat Vallen menjadi percaya diri. setidaknya kalau ini berhasil, dirinya mendapatkan dukungan untuk kembali mendekati Danu.
Diruang Meeting Vallen menjelaskan semua jenis-jenis kain yang nantinya akan digunakan untuk membuat sejumlah pesanan jika pihak dari Taiwan bersedia bekerjasama dengan perusahaan Dirgantara grup, Vallen juga menjelaskan keuntungan apa saja yang akan diperoleh jika bekerjasama dengan Dirgantara Grup. perusahaan Dirgantara grup akan memberikan penawaran yang sangat menarik jika dari pihak Taiwan mau bekerjasama. setelah melalui beberapa negosiasi Vallen pun akhirnya berhasil mendapatkan kontrak dengan perusahaan yang berasal dari Taiwan tersebut. dan hal ini tentu saja membuat pak Burhan sangat senang.
"Kamu hebat Vallen, Om tidak menyangka kamu begitu hebat" ucap Pak Burhan
"Vallen dan Danu kan kuliah satu jurusan om, dan Vallen juga dulu cukup lama pacaran sama Danu jadi kami sering membicarakan masalah bisnis bersama. saling sharing tentang perusahaan saat Danu masih memegang perusahaan yang di Paris" jawab Vallen
"Iya om tau itu, yang om gak ngerti. kenapa kamu dan Danu bisa putus? terus tiba-tiba saja om mendengar kalau Danu sudah menikah dengan Aisyah" ucap Pak Burhan
"Jadi om tidak datang ke acara pernikahan Danu dan istrinya?" tanya Vallen
"Tidak, Om bahkan baru tau kalau Danu sudah menikah. sepertinya pernikahan mereka awalnya dirahasiakan. tapi entahlah om juga tidak mengerti kenapa seperti itu" jawab pak Burhan memasukkan sendok ke mulutnya. kembali menikmati hidangan yang tersaji dimeja.
"Apa Danu tidak mengatakan kenapa pergi ke Madinah om? kenapa mendadak?" tanya Vallen mencoba mencari tahu
__ADS_1
"Kan sudah om katakan. ini pasti karena istrinya. tapi pastinya apa, om juga tidak tau. Danu itu bodoh melepasmu wanita seperti kamu malah menikah sama anak bau kencur" ucap pak Burhan
"Sebenarnya Danu tidak salah om, Vallen mengerti kenapa Danu menikahi gadis kecil itu, itu karena perjodohan yang dilakukan oleh papa dan mamanya. padahal Gadis itu sama sekali bukan tipe Danu" ucap Vallen
"Iya aku sebenarnya juga mendengar soal perjodohan itu, cuma aku belum sempat menanyakan pastinya. yang aku tau istrinya Danu ini anak dari teman bang Herman. tapi aku sempat menanyakan katanya memang Danu yang menghendaki perjodohan ini, tidak ada paksaan" terang pak Burhan
"Sebenarnya Vallen dan Danu itu masih saling mencintai om, hanya saja. Danu memang saat itu marah dengan Vallen kerena saat itu Vallen belum siap untuk menikah jadi Vallen sempat menolak Danu"
"Kenapa kamu menolak Danu? bukankah kalian sudah pacaran cukup lama?"
"Itu semua Vallen lakukan karena awalnya Vallen ingin memantaskan diri untuk Danu, Vallen pikir Danu akan mengerti. bukan Vallen tidak mau menikah dengan Danu tapi Vallen ingin saat kami menikah, Vallen ini tidak membuat malu Dirgantara grup. sebagai istri dari seorang Direktur Utama Vallen juga ingin bisa mengimbangi dengan kesuksesan Vallen. Vallen tidak ingin dipandang orang, Vallen ini numpang nama dengan Danu. Vallen ingin membuktikan kesuksesan Vallen. kalau Vallen ini pantas menjadi istri seorang Direktur Dirgantara grup, tapi ternyata disaat Vallen sedang berjuang untuk membuat bangga Danu, tidak taunya Danu malah sudah menikah dengan wanita lain."
"Jarang ada wanita yang pemikirannya seperti kamu, Rata-rata wanita-wanita itu pasti mengejar laki-laki yang mapan untuk numpang hidup enak. ya seperti istrinya Danu saat ini. kalau tidak untuk numpang hidup enak mana mungkin gadis seusia dia mau dinikahi laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya. apa lagi kalau bukan karena uang?" ucap Pak Burhan
"Tapi kamu berbeda, kamu bukan hanya mau enaknya saja, kamu juga wanita yang hebat dan om rasa, harusnya memang kamu yang menjadi istri dari keponakan om itu, bukan wanita yang penampilannya aneh itu. sama sekali tidak pantas mendampingi seorang Direktur. hanya akan membuat malu Danu" ucap Pak Burhan lagi.
"Karena itu Om, Vallen sangat berharap kalau om bisa membantu Vallen untuk kembali mendapatkan Danu. Vallen masih sangat mencintai Danu om, dan Vallen tidak ingin suatu saat nanti Danu menyesal karena menikah dengan wanita seperti istrinya yang sekarang. Danu membutuhkan Vallen untuk mengurus perusahaan juga om, Vallen akan berusaha ikut memajukan perusahaan saat nanti Vallen bisa menjadi istri Danu"
"Bagaimana caranya om membantu kamu? Danu kan sudah menikah?"
"Om bisa kan membujuk Danu untuk meninggalkan wanita itu" ucap Vallen mencari dukungan
^ Happy Reading ^
Terimakasih🙏, Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayangku 🥰😍😘
__ADS_1