Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 122


__ADS_3

"Alhamdulillah ya mas, acaranya syukuran yang digelar Abah berjalan dengan lancar. Dan semua juga tampak bahagia. Dan tidak ada lagi keresahan. Melihat Abah dan umi bahagia, Aisyah juga merasa bahagia"


"Alhamdulillah, Aku juga senang acara berjalan dengan lancar. Melihat kak Ulya dan Niko bahagia aku juga ikut bahagia. Hanya saja saat ini aku itu kasihan dengan Ray, kamu lihat kan tadi saat di acara syukuran. Ray lebih banyak diam, sejak awal menikah bahkan Ray belum pernah melakukan tugasnya sebagai seorang suami"


"Kita do'akan saja mas, Semoga mas Ray mampu melewati ujian ini. Percayalah Alloh tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatNya."


"Aamiin" Danu mengaminkan


Danu menempelkan telinganya diperut Aisyah dan mengajak janin dalam kandungan Aisyah berbicara.


"Mas Danu ingin anak cewek apa cowok?" Tanya Aisyah seraya mengusap rambut suaminya yang ada di perutnya


"Apa aja tidak masalah, mau cewek, mau cowok sama saja sayang. yang terpenting sehat" jawab Danu tersenyum


"Iya mas, Aisyah juga sama sepemikiran dengan ams Danu. cewek ataupun cowok yang penting sehat jadi anak yang sholih sholihah"


Tok.. tok..


"Aisyah, Danu mama masuk ya nak" ucap bu Retno


"Iya ma" jawab Danu


"Ini Mama bawakan buah buat Aisyah, wanita hamil itu biasanya kan suka makan buah, dan buah juga bagus untuk wanita hamil biar anaknya sehat" ucap bu Retno memberikan piring berisi potong buah segar


"Terimakasih ya ma, Aisyah jadi merepotkan Mama"


"Gak ada yang namanya merepotkan, Mama ini juga pernah hamil. Mama tau bagaimana rasanya orang hamil, pasti bawaannya males dan gampang capek. Jadi mulai sekarang masalah masak biar bibik sama mama saja ya"


"Tapi ma, itu tugas Aisyah. Sebagai istri Aisyah ingin menyiapkan makanan untuk mas Danu, Mama dan Papa" ucap Aisyah


"Nanti ada waktunya jika kamu ingin melakukan semua itu, setelah kamu melahirkan. Sekarang yang utama kamu jaga kehamilan kamu" ucap bu Retno


"Benar apa yang mama bilang sayang, masalah masak tidak perlu kamu pikirkan, aku memahami. Karena sekarang ini yang utama kesehatan kamu dan calon anak kita" ucap Danu mengusap perut Aisyah


"Iya mas, Aisyah nurut apa kata mas Danu dan mama saja" ucap Aisyah tersenyum


***


Enam bulan kemudian


Disaat Danu sedang memimpin rapat tiba-tiba ponselnya berdering, panggilan masuk dari Aisyah. Tapi Danu yang sedang mempimpin rapat tidak melihat panggilan telpon hingga akhirnya Aisyah menghubungi Roni.


Tok.. tok..


Tanpa menunggu persetujuan Roni masuk kedalam ruang rapat, hingga membuat semua mata tertuju pada Roni


Danu menghentikan bicaranya dan melihat Roni yang berjalan kearahnya


"BU Aisyah barusan menghubungi, sepertinya Bu Aisyah akan melahirkan pak" bisik Roni mendekat ke telinga Danu


Danu membulatkan matanya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan rapat tanpa bicara apa-apa.


"Ini ada apa sebenarnya? bagaimana dengan rapat ini?" gumam karyawan

__ADS_1


"Rapat sampai disini dulu. Kalian bisa kembali bekerja" ucap Roni menutup rapat dan segera berlari keluar mengejar atasnya


**


"Ayo cepet Ron" ucap Danu panik yang sedang duduk dikursi penumpang


Dret.. Dret...


Panggilan masuk dari Bu Retno


"Assalamu'alaikum ma, bagaimana keadaan Aisyah ma? ini Danu sudah dijalan" ucap Danu


"Walaikumsalam Dan, ini mama sama papa langsung bawa Aisyah kerumah sakit, dan kita ketemu saja di rumah sakit ya!" ucap Bu Retno dari sebrang telpon


"Baiklah ma, Danu langsung kerumah sakit, kebetulan ini lokasi Danu sudah dekat dari rumah sakit. Tapi Aisyah ini keadaannya gimana ma?" tanya Danu panik


"Air ketubannya pecah, tapi InsyaAlloh tidak apa-apa. Kita doa saja. ya sudah mama tutup dulu telponnya Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" ucap Danu menutup telpon


"Ron, kita langsung kerumah sakit" perintah Danu


"Baik pak" jawab Roni dan mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit


Mobil yang ditumpangi Danu kini sudah sampai diparkiran rumah sakit, Danu berlari menunggu mobil yang ditumpangi Aisyah dan orang tuanya didepan pintu IGD


Danu segera bergegas membuka pintu mobil ketika mobil pak Herman berhenti didepan IGD


"Aisyah sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Danu panik


Aisyah segera diberi tindakan dirumah IGD, dokter memeriksa keadaan Aisyah


"Pak Danu, bu Aisyah sepertinya hari ini akan melahirkan" ucap Dokter setelah melakukan pemeriksaan


"Bukannya harusnya masih dua minggu lagi dok?"


"Sepertinya akan maju dari hari perkiraan pak, karena ketuban bu Aisyah sudah pecah" jawab Dokter


"Lakukan yang terbaik Dok, Selamatkan istri dan anak saya" ucap Danu


"Pasti pak, kami pasti akan melakukan yang terbaik" jawab Dokter tersenyum


Aisyah dibawa ke ruang pemeriksaan, Dokter dan bidan sudah menyiapkan partus set untuk tindakan persalinan, dan Danu menemani Aisyah dengan setia tanpa meninggalkan Aisyah sedikitpun.


Setiap kontraksi datang, Aisyah akan memejamkan mata menahan sakit yang selama ini belum pernah dirasakannya saraya beristighfar.


Danu mengusap keringat yang mengucur di kening istrinya dan selalu berdoa, kalimat dzikir tak lepas mulutnya.


Danu tak kuat menahan air matanya saat melihat perjuangkan Aisyah menahan sakit. hingga Dokter mengatakan pembukaan lengkap dan memimpin Aisyah untuk mengejan sekuat-kuatnya


Aisyah hampir kelelahan dan kehabisan tenaga namun bayi belum juga mau keluar


"Kita coba sekali lagi ya bu, dorong yang kuat saat ini merasakan adanya kontraksi, kali ini jangan ditahan lagi bu. Harus didorong dengan kuat, Ibu bayangkan adik sudah ingin keluar untuk bertemu dengan mama dan papanya. Karena itu ibu Aisyah harus semangat" ucap Dokter menyemangati Aisyah yang sudah tampak lelah

__ADS_1


Aisyah pun mengangguk sambil berkali-kali mengatur nafasnya


"Sayang kamu kuat ya, kamu harus kuat demi anak kita! Ayo sayang kamu bisa" ucap Danu menguatkan Aisyah, padahal didalam hatinya, Danu sendiri juga panik dan tidak tega melihat keadaan Aisyah. Perjuangan untuk menjadi seorang ibu dengan mempertaruhkan nyawanya. Hanya saja Danu harus terlihat kuat untuk menyemangati Aisyah


"Oek.. Oek... " suara tangis bayi menggema seluruh ruangan


"Alhamdulillah" ucap Danu mencium kening istrinya


"Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah memberikan aku anak yang sangat tampan" ucap Danu menghujani Aisyah dengan ciuman


Aisyah tersenyum seraya mengatur nafasnya


Diluar pak Herman dan juga bu Retno juga mengucapkan "Alhamdulillah" saat mendengar tangis bayi dari ruang tindakan. Karena itu berarti sekarang mereka sudah menjadi seorang kakek dan nenek.


"Aisyah sepertinya sudah melahirkan ma" ucap Pak Herman


"Iya pah, sekarang kita sudah punya cucu" jawab Bu Retno


Abah, Umi, Ulya dan Niko sampai dirumah sakit bersamaan


"Bagaimana keadaan Aisyah?" tanya umi dan Abah


"Masih didalam sama Danu tapi sepertinya sudah melahirkan, tadi sudah ada suara tangis bayi" jawab bu Retno


"Alhamdulilah" ucap semuanya


"Pak Danu, silahkan anaknya di adzani" ucap perawat memberikan bayinya pada Danu


Dengan tersenyum dan sedikit berdebar Danu pertama kali menggendong anaknya dan mengadzani ditelinga kanan dan mengqhomati sebelah kiri.


Kini Aisyah sudah dibawa keruang perawatan bersama dengan bayinya.


Umi menggendong bayinya dan semua tampak bahagia


"MasyaAlloh tampan sekali ya cucu kita" ucap. Umi


"Iya mi, tampan sekali" jawab Abah


"Calon penerus Dirgantara grup sudah terlahir, Alhamdulillah papa bahagia sekali" ucap pak Herman


"Persis Danu waktu masih bayi" sahut Bu Retno


"Sebentar lagi tinggal menunggu kelahiran anak Ulya, semoga semua lancar seperti kelahiran anak Aisyah" ucap Umi dan semua mengaminkan


Ulya dan Niko juga tampak bahagia. Kebahagiaan mereka semakin lengkap saat Fitri juga kesana dan memberikan kabar kalau dirinya juga sedang hamil.


THE END


Hay readersku sayang, Alhamdulillah untuk karya "Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah" sudah selesai dan happy ending.


Terimakasih untuk dukungan kalian semua


Semoga kalian semua menyukai ceritanya,

__ADS_1


mohon maaf jika dalam penulisan masih banyak salah kata atau typo yang tidak thor sengaja 🙏 dan ikuti terus cerita-cerita thor yang lain ya, dan yang masih penasaran dengan kisah rumah tangga Ray dan Bela kalian bisa melanjutkan ceritanya di karya thor terbaru, karena akan thor buat cerita tersendiri untuk Ray dan Bela. Dan nanti akan thor umumkan di bab pengumuman ya. Untuk giveaway yang thor janjikan sebelumnya akan thor umumkan pemenangnya pada tgl 3 September 2022 terimakasih 🙏


__ADS_2