Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 79


__ADS_3

Hari ini Aisyah dan Fitri sedang sibuk dibutik, karena banyaknya permintaan dari pembeli secara online, sehingga mereka harus segera mengemas barang untuk didistribusikan kepada pelanggan.


"Aisyah kamu sakit?" tanya Fitri melihat wajah Aisyah yang tampak pucat


"Tidak aku tidak apa-apa" jawab Aisyah masih melanjutkan aktivitasnya


"Tapi wajah kamu pucat gitu, kalau kamu sakit. istirahat saja dulu! biar aku yang mengerjakan" ucap Fitri


"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kecapean. nanti juga baik lagi" jawab Aisyah tidak mau istirahat


Kembali Aisyah dan Fitri membungkus pesanan dan menata baju-baju untuk dipasang dihanger.


Bruk..


Aisyah pingsan


"Aisyah.. Aisyah... kamu kenapa?" Fitri panik


"Tolong, tolong" Fitri berteriak tapi tidak ada yang mendengar


Fitri segera menghubungi ambulans dan membawa Aisyah kerumah sakit


Di perjalanan, Fitri berusaha menghubungi Danu namun tidak ada jawaban


"Mas Danu kenapa hapenya tidak diangkat disaat seperti ini" Gumam Fitri


Fitri segera menghubungi kak Ulya menggunakan ponsel Aisyah


"Assalamu'alaikum" jawab Ulya


"Walaikumsalam kak Ulya, ini saya Fitri teman Aisyah" ucap Fitri


"Iya Fit, ada apa? kenapa kamu menghubungi kakak pakek ponsel Aisyah? Aisyah nya dimana?" tanya Ulya


"Kak, tadi dibutik Aisyah pingsan. dan saat ini aku sedang bersama Aisyah didalam ambulans menuju rumah sakit" ucap Fitri


"Astaghfirullah, lalu bagaimana sekarang Kondisi Aisyah? apa suaminya sudah tau?" tanya Ulya panik dengan kondisi adiknya


"Ini belum sadar kak, tapi sebentar lagi kami sampai dirumah sakit. mas Danu belum bisa saya hubungi kak" jawab Fitri


"Ya sudah, saya akan segera kesana. tolong kamu jaga Aisyah dulu. biar saya coba hubungi Danu" ucap Ulya menutup telpon


Beberapa kali Ulya berusaha menghubungi saudara iparnya namun tak juga bisa menyambungkan.


Ulya segera memberitahu Abah dan Umi tentang kondisi Aisyah, kini Ulya bersama dengan Abah dan Umi segera menuju rumah sakit


"Apa Danu belum bisa dihubungi?" tanya Abah saat diperjalanan menuju rumah sakit


"Belum bah, sepertinya ponselnya tidak aktif" jawab Ulya

__ADS_1


Abah menghubungi pak Herman tentang keadaan Aisyah dan mengatakan kalau Danu masih belum bisa dihubungi


"Astaghfirullah, jadi sampai saat ini Danu belum bisa dihubungi?" tanya Pak Herman


"Iya Her, Sepertinya ponsel Danu tidak aktif" jawab Abah


"Saya akan mencoba menghubungi Danu, dan kami juga akan segera kerumah sakit" jawab pak Herman


"Baiklah kalau begitu, saya tutup dulu telponnya Assalamu'alaikum" ucap Abah menutup telpon


"Walaikumsalam" jawab Pak Herman menutup telponnya


"Ada apa pah?" tanya bu Retno


"Aisyah pingsan mah, dan Danu belum bisa dihubungi" jawab Pak Herman


"Inalilahi, terus keadaan Aisyah gimana pah? Aisyah tidak kenapa-kenapa kan? " bu Retno panik


"Papa juga belum tau ma, sebaiknya kita sekarang segera kerumah sakit" jawab Pak Herman


Pak Herman dan Bu Retno yang sedang melakukan bakti sosial segera pamit dengan rekan yang lain dan segera pergi kerumah sakit, untuk memastikan kondisi Aisyah


Diperjalanan Pak Herman mencoba menghubungi Danu tapi tidak tersambung, dan segera Pak Herman menghubungi ke nomor Roni sekertaris Danu.


"Assalamu'alaikum Ron"


"Walaikumsalam Pak Herman, ada apa ya pak?" tanya Roni


"Iya Pak, tapi saat ini Pak Danu sedang berada didalam rumah meeting. sedang meeting dengan klien itu Pak" jawab Roni


"Tolong panggil Danu, ini penting. saya harus segera berbicara dengan Danu. bilang saja Aisyah sakit" ucap Pak Herman


"Tapi bagaimana dengan meetingnya Pak?" tanya Roni


"Sudah sekarang panggil saja" ucap Pak Herman


"Baik pak, saya akan beri tahu kalau Ibu Aisyah sakit" jawab Roni


"Ya sudah, segera beritau Danu dan bilang segera menyusul ke rumah sakit. Assalamu'alaikum" ucap Pak Herman menutup telponnya


"Walaikumsalam" jawab Roni


Tok.. tok.. tok...


Roni mengetuk pintu ruang meeting dan mendekati Danu untuk mengatakan kalau istrinya saat ini pingsan dan dilarikan kerumah sakit mendengar Aisyah sakit, seketika Danu meninggalkan ruang meeting. dan posisi Danu digantikan oleh Roni.


tentu saja hal ini membuat klien awalnya marah, karena merasa tidak dihargai oleh Danu. namun Roni cukup bijaksana untuk bisa menghandle permasalahan dan bisa menyakinkan klien tentang kepergian Danu yang mendadak bukan karena tidak menghormati mereka, tapi karena Danu panik mendengar istrinya masuk rumah sakit.


***

__ADS_1


"Assalamualaikum, bagaimana kondisi Aisyah nak Fit?" tanya Abah


"Walaikumsalam Abah, Umi,kak Ulya. Fitri juga belum tau bagaimana kondisi Aisyah karena saat ini Aisyah masih berada didalam. Dokter sedang melakukan pemeriksaan bah" jawab Fitri


Umi terlihat sangat panik dan gelisah karena takut terjadi apa-apa dengan putrinya


"Umi, umi yang sabar ya. InsyaAlloh tidak akan terjadi apa-apa dengan Aisyah, kita do'akan saja agar Aisyah baik-baik saja umi jangan panik seperti ini" ucap Ulya memeluk Umi


"Iya Ul, Umi hanya sedikit khawatir karena sejak kecil Aisyah ini anak yang kuat dan jarang sakit. kok tiba-tiba bisa pingsan seperti ini" ucap umi


"Assalamu'alaikum, bagaimana keadaan Aisyah? apa Aisyah baik-baik saja bu Zaroh?" tanya bu Retno panik


"Dokter masih memeriksanya didalam" jawab bu Zaroh


"Apa Danu sudah bisa dihubungi?" tanya Abah


"Sudah, sekarang sedang dalam perjalanan kemari" jawab Pak Herman


Danu melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. pikirannya dipenuhi dengan Aisyah. Danu saat ini sangat mencemaskan keadaan Aisyah dan takut terjadi apa-apa dengan istrinya.


"Kamu harus baik-baik saja Aisyah, aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" gunam Danu


Tit.. tit.. tit..


Danu menekan klakson beberapa kali. pikirannya kacau dan ditambah dengan kemacetan Jalan yang begitu panjang membuat Danu semakin frustasi.


Tit.. tit.. tit...


Kembali Danu menyalakan Klaksonnya berharap mobilnya bisa segera bergerak.


Tapi kemacetan jalan sangat parah sehingga mobilnya sama sekali tidak bisa bergerak oleh padatnya lalu lintas.


Tanpa pikir panjang, Danu yang yang sedang kalut pikirannya segera keluar dari mobil. dan meninggalkan mobilnya begitu saja, Danu berlari ditengah kemacetan berusaha menghentikan motor untuk bisa mengantarkan dirinya kerumah sakit


"Pak tolong saya, antarkan saya kerumah sakit" ucap Danu menghentikan pengendara motor yang lewat


"Maaf Pak, saya bukan tukang ojek" jawabnya


"Saya mohon Pak, antarkan saya! istri saya sedang sakit. saya akn membayar berapapun tapi tolong antarkan saya kerumah sakit Pak" ucap Danu memohon


"Baiklah mas, akan saya antarkan" ucap pengendara motor


Danu segera naik kemotor dan tak butuh waktu lama Danu sampai kerumah sakit


Danu mengeluarkan dompet dan mengambil uang lembaran seratus ribuan beberapa lembar dan memberikannya pada pengendara motor


"Tidak usah mas, tidak perlu. saya mengantarkan karena saya tau istri anda sedang sakit" ucap pengendara motor


"Tidak apa-apa pak, ambil ini ya pak terimakasih" ucap Danu meninggalkan uangnya dan segera berlari ke dalam rumah sakit

__ADS_1


^ Happy Reading ^


__ADS_2