Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 88


__ADS_3

Danu yang keasyikan ngobrol dengan kedua sahabatnya, hingga tidak menyadari jika sudah waktunya menjemput Aisyah.


"Astaghfirullah, gimana bisa kelewat kayak gini. brow aku pergi duluan ya, takut Aisyah menunggu terlalu lama" ucap Danu pamit dan bergegas menjemput Aisyah kekampus.


"Kenapa pakek acara macet segela sih" Gumam Danu melihat kemacetan dan kali ini mobilnya berada ditengah-tengah kemacetan tidak bisa bergerak.


Danu segera menghubungi Aisyah dan menceritakan dirinya yang sedang terjebak kemacetan.


"Tidak apa-apa mas, Ais pulang naik taxi saja ya?"


"Apa tidak sebaiknya kamu menungguku saja sayang? aku sangat khawatir dengan kamu" ucap Danu dari sebrang telpon


"InsyaAlloh tidak apa-apa, kalau nunggu mas Danu takutnya kelamaan. Aisyah ingin segera sampai rumah"


"Ya sudah tapi hati-hati ya, bilang sama sopir taxinya jangan ngebut. ada anak kita diperut kamu" tutur Danu


"Iya mas, Aisyah akan jaga anak kita baik-baik" jawab Aisyah tersenyum


***


Dikantor David


"David, apa sih sebenernya yang ada dipikirkan kamu? bisa-bisanya kamu menerima perjodohan yang telah orang tua kita atur? apa sebenarnya kamu sengaja ya bekerjasama dengan orang tua kita?" cerca Vallen menghampiri David dikantonya


"Hai.. calon istri, kenapa tidak mengabari kalau mau kesini, duduk!" ucap David menutup dokumen yang ada ditangannya


"Tidak usah basa-basi, jawab saja pertanyaanku! kamu sengaja kan?"


"Aku benar-benar tidak menyangka, kalau orang yang akan dijodohkan dengan aku itu ternyata kamu orangnya" kilah David


"Jangan pura-pura tidak tau, kamu pasti tau kan?" Vallen tidak percaya


"Aku benar-benar tidak tau, sungguh aku tidak bohong. untuk apa aku bohong sama kamu"


"Aku tetep tidak percaya, ini pasti bisa-bisanya kamu aja kan"


"Terserah kamu saja mau percaya atau tidak. itu hak kamu" jawab David santai

__ADS_1


"Sekarang kamu bilang sama papa dan mama kamu, kalau kamu mau membatalkan acara pernikahan kita. aku tidak mau menikah dengan kamu. aku tidak mencintai kamu" tegas Vallen


"Suka tidak suka, mau tidak mau kamu kita akan tetep menikah. karena aku harus bertanggung jawab sama kamu"


"Tanggungjawab? tanggungjawab apa yang kamu bicarakan? tidak perlu ada yang kamu tanggungjawabi, aku tidak butuh semau itu. aku hanya mau kamu batalkan rencana pernikahannya kita!" tegas Vallen


"Aku tetep akan bertanggungjawab pada kamu, aku sudah merenggut kesucian kamu. berarti aku harus menikahi kamu!"


"Saat itu kita berdua sama-sama tidak sadarkan diri, kita dalam pengaruh alkohol. dan asal kamu tau, aku mencintai Danu! dan Danu satu-satunya laki-laki yang akan menikah denganku"


"Sadar dan bangunlah dari tidur kamu, hanya aku satu-satunya laki-laki yang mau menikah dengan kamu. karena kita sudah tidur bersama"


"Woi.. ini jaman apa? kita hidup dijaman modern. tidak penting juga kan masih virgin atau tidak. jadi jangan baper jadi orang. banyak kan wanita dan laki-laki diluar negeri yang tidur bersama tanpa menikah. dan menikahnya dengan orang lain" Lagi-lagi Vallen tidak menghargai perasaan David


"Ini Indonesia, bukan luar negeri. Disini laki-laki masih mempertimbangkan sebuah ke virginan. karena itu menikahlah denganku" tegas David


"Aku tidak mencintai kamu, aku hanya mau Danu" teriak Vallen


"Danu tidak akan pernah melihat kamu lagi, istrinya wanita yang sangat sempurna. Danu tidak akan meninggalkan istrinya untuk kamu"


"Hah.. Sempurna? wanita kampungan seperti itu kamu bilang sempurna? sudah buta mata kalian"


"Apa kamu bilang? wanita kampungan itu menjadi disainer? tidak mungkin, aku tidak percaya!" ucap Vallen


"Kamu lihat saja beritanya di internet. semua produk yang diluncurkan selalu habis, bahkan mereka sampai rela untuk antri mendapatkan baju rancangan Aisyah"


"Dan satu lagi, wanita itu juga sedang hamil anaknya Danu. sudah pasti kamu tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk kembali bersama Danu. kamu itu takdirku, dan hanya aku laki-laki yang bisa membahagiakanmu" David tersenyum


***


"Aaaggrrr... " Teriak Vallen menggila memukul setir mobilnya


"Brengsek wanita itu, bagimana bisa dalam sekejap dia menjadi seorang disainer dan bagaimana mungkin dia hamil anak Danu? tidak, aku tidak rela dia merebut milikku. aku tidak rela dia merusak kebahagiaanku." Gumam Vallen meremas setir mobilnya menahan amarah yang bergejolak.


Dari kejauhan Vallen melihat Aisyah yang baru saja keluar kampus dan hendak menyeberang jalan untuk menunggu taxi.


Vallen menatap Aisyah dari kejauhan dengan tatapan kebencian yang sangat besar. pikiran dan hatinya telah dikuasai amarah kebencian.

__ADS_1


Bruk...


Aisyah terpental dan berguling dijalan. kepalanya mengeluarkan banyak darah dan membanjiri jalan.


Sedangkan Vallen yang panik segera menginjak gasnya dengan kecepatan tinggi, agar tidak ada yang melihat aksi yang baru saja dilakukannya.


Badan Vallen bergetar, dan Vallen mengutuk dirinya sendiri.


"Apa yang sudah aku lakukan? Aisyah tidak mati kan? tapi tadi aku sempat melihat banyak darah. apa aku sudah membunuhnya? apa aku seorang pembunuh? Agggrrr..... " teriak Vallen frustasi dan menyesalinya perbuatannya.


Vallen memang membenci Aisyah tapi dirinya tidak bermaksud untuk membunuh Aisyah. awalnya Vallen hanya ingin memberikan shock therapy tapi enak setan apa yang membisiski hingga dirinya bisa menjadi seorang pembunuh.


"Tidak, tidak, aku bukan pembunuh, aku bukan pembunuh" teriak Vallen lagi


Beberapa mahasiswa yang melihat kejadian itu segera menelpon rumah sakit dan membawa Aisyah kerumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.


"Fit.. Fitri, Aisyah Fit, Aisyah" ucap Vera terengah-engah setelah berlarian


"Aisyah kenapa kak?" Fitri tampak bingung karena setau Fitri Aisyah akan pulang dijemput Danu. Sedangkan Fitri masih di perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


"Aisyah ditabrak mobil" ucap Vera


"Inalilahi wainnailaihi rojiun, jangan bercanda kak! seru Fitri panik


"Aku tidak bercanda Fit, cepat hubungi keluarganya. Saat ini Aisyah sedang dibawa ke rumah sakit"


"Baik kak, aku akan menghubungi suaminya. aku pergi dulu ya kak. terimakasih sudah diberi tau" ucap Fitri tergesa-gesa dan berlari ingin segera mencari Aisyah dirumah sakit


Sambil berlari Fitri menghubungi Danu dan menanyakan keberadaan Aisyah


"Jadi Aisyah benar-benar pulang sendiri mas?" Tanya Fitri panik


"Iya, tadi aku terjebak macet. ini aku mau langsung pulang kerumah"


"Aisyah kecelakaan mas, aku juga belum tau pastinya. tadi ada kakak kelas yang bilang kalau Aisyah ditabrak mobil dan sekarang sudah dilarikan kerumah sakit. ini aku menuju rumah sakit"


"Kecelakaan? Aisyah kecelakaan?" Danu tercengang mendengar apa yang baru saja Fitri katakan. seketika otaknya tidak bekerja karena panik mendengar istrinya ditabrak mobil

__ADS_1


^ Happy Reading ^


__ADS_2