
Danu mengarahkan mobilnya ketepi jalan dan berganti ditepi untuk memastikan keadaan Aisyah.
"Sayang kamu kenapa?" Danu menatap Aisyah
"Ma-maafkan aku mas, tolong maafkan aku. ta-tapi Ilham sedang dalam keadaan tidak Baik. mbak Khadijah bilang saat ini Ilham seperti orang depresi. apa aku berdosa mas? aku yang membuat Ilham seperti ini" tangis Aisyah pecah dan Danu segera memeluk Aisyah menenangkan Aisyah
"Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri Aisyah, apa yang saat ini terjadi didalam hidup kita, bukankah ini takdir yang sudah digariskan Alloh untuk kita? jadi jangan pernah menyalahkan diri kamu untuk semua yang terjadi."
"Maafkan Aisyah ya mas, karena masa lalu Aisyah belum sepenuhnya lepas dan Aisyah masih membawa kisah masa lalu Aisyah didalam kehidupan rumah tangga kita"
"Jangan meminta maaf untuk kesalahan yang tidak pernah kamu lakukan, aku memahami sepenuhnya. ini bukan kesalahan kamu, kita ataupun Ilham. semua terjadi begitu saja sebelum kita menyelesaikan kisah masa lalu kita. tapi inilah takdir yang memang harus kita jalani. aku yakin suatu saat Ilham pasti juga akan mengerti, karena seperti yang pernah kamu bilang. Ilham itu laki-laki yang pemahaman agama sangat bagus. aku yakin dia pasti akan mengerti. hanya saja sebagai manusia mungkin saat ini dirinya masih syok dengan apa yang dia dengar. percayalah dia pasti akan baik-baik saja" ucap Danu menenangkan istrinya
***
Dikamar Aisyah memandang suaminya yang sudah tertidur dengan melepaskan, sedangkan Aisyah yang baru saja mengerjakan sholat di sepetiga malam, kembali mengingat apa yang tadi sore diucapkan Khadijah. kini bulir-bulir air mata membasahi sudut matanya.
Perasaan pada Ilham menyelimuti hatinya, dan perasaan bersalah pada Danu juga tak kalah besarnya. namun sebagai seorang istri tentu saja dirinya sadar, kalau saat ini prioritas utamanya adalah Danu suaminya.
Keesokan hari dikampus Aisyah kembali mendapat telpon dari Khadijah yang mengabarkan kalau saat ini Ilham sedang dirawat dirumah sakit karena kesehatan semakin menurun. mendengar hal itu hatinya semakin bingung, apa yang harus dilakukan.
"Aisyah aku mohon, datanglah meski hanya sebentar. saat ini hanya kamu yang bisa mengembalikan kesadaran Ilham" ucap Khadijah dari sebrang telpon
"A-aku? bagaimana mungkin aku kesana? aku juga sangat sedih dan ingin Ilham kembali sembuh seperti sedia kala, tapi aku sudah bersuami, bagaimana aku bisa kesana? suami belum tentu memberi aku ijin untuk melihat keadaan Ilham" ucap Aisyah terisak, air mata menetes membasahi pipinya
"Maafkan aku Aisyah, mungkin aku memang orang yang egois. aku memintamu kesini karena aku terlalu memikirkan Ilham, sampai aku lupa kalau kamu adalah seorang istri yang tidak bisa kemana-mana tanpa ijin dari suami" ucap Khadijah menyesal
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku mengerti kamu sangat mencemaskan keadaan Ilham, aku pun mencemaskan keadaan Ilham hanya saja sekarang ini aku mungkin tidak bisa memenuhi permintaan kamu, karena aku harus menjaga perasaan suamiku" ucap Aisyah
"Aisyah, apa kamu tidak ingin mencoba untuk berbicara dengan suami kamu dulu, semisal suami kamu tidak memberi kamu ijin, aku akan berhenti menelpon dan memohon sama kamu. tapi aku mohon setidaknya cobalah untuk meminta ijin sekali ini saja. aku mohon tolong Ilham. karena saat ini hanya kamu yang bisa menolongnya" ucap Khadijah memohon
"Baiklah aku akan mencoba, meski aku tidak yakin suamiku akan memberi aku ijin menemui laki-laki yang bukan mahram ku. tapi aku akan mencobanya" jawab Aisyah
"Terimakasih Aisyah, terimakasih. aku akan menunggu kabar baik dari kamu. Assalamu'alaikum" ucap Khadijah menutup telpon
Saat ini Aisyah benar-benar tidak bisa fokus dengan kuliahnya. dirinya bingung harus bagaimana membicarakan masalah Ilham pada suaminya. Aisyah takut menyinggung perasaan suaminya tapi disisi lain, dirinya juga tidak bisa mengabaikan keadaan Ilham di Madinah. karena biar bagaimana Ilham seperti ini karena dirinya.
"Aisyah, kenapa dari tadi aku lihat sepertinya pikiran kamu tidak sedang disini, apa kamu baik-baik saja?" tanya Fitri
"Aku sedang bingung memikirkan Ilham Fit" jawab Aisyah
"Benar dugaan kamu saat itu, Ilham tidak menghubungi aku setelah acara pengumuman pernikahan aku diliput media karena saat itu Ilham sedang syok, dan saat ini kondisinya sedang tidak baik. saat ini Ilham dirawat dirumah sakit karena kesehatannya menurun" ucap Aisyah
"Astaghfirullah, kenapa Ilham bisa seperti itu? harusnya Ilham bisa memahami kalau ini semua itu takdir Alloh" ucap Fitri
"Mungkin dalam hal ini aku juga salah, aku tidak lebih dulu membicarakan masalah ini pada Ilham, seharusnya dari awal aku tidak menyembunyikan kebenarannya ini" ucap Aisyah tak mampu membendung air matanya
"Aisyah jangan menyalahkan diri sendiri, aku tau, ini juga tidak mudah untuk kamu. lalu sekarang apa rencana kamu?" tanya Fitri
"Entahlah tapi Khadijah wanita yang sepertinya memperhatikan Ilham, meminta aku untuk datang kesana dan melihat keadaan Ilham"
"Ke Madinah maksud kamu?" Fitri tercengang dan Aisyah mengangguk sebagai jawaban
__ADS_1
"Lalu apa menurut kamu mas Danu akan memberikan kamu ijin kesana?"
"Itulah yang menjadi kebimbanganku saat ini, mana mungkin mas Danu menginginkan istrinya menemui laki-laki lain, walaupun saat ini Ilham membutuhkan kehadiranku. tapi aku ini sekarang seorang istri yang harus menjaga perasaan suamiku"
"Aisyah sebenarnya tidak ada salahnya juga, kalau kamu coba bicarakan ini dengan mas Danu, jangan kamu pikirkan semuanya sendiri! dan apappun nanti jawaban dari mas Danu, kamu harus iklas menerimanya. ingat kamu itu seorang istri. yang harus kamu utamakan itu mas Danu. bukan Ilham lagi, walaupun aku tau tidak mudah bagi kamu untuk mengabaikan Ilham, apalagi dengan keadaan Ilham seperti ini, pasti tidak mudah. tapi kamu harus ingat surga kamu ada pada ridho suami kamu" ucap Fitri menasehati
"Iya Fit, aku faham dengan posisiku saat ini dan aku akan mencoba membicarakan masalah ini dengan mas Danu" jawab Aisyah
Dirumah malam ini Aisyah begitu gelisah, mondar mandir didalam kamar menunggu kedatangan suaminya. Aisyah gelisah lantaran bingung harus memulai pembicaraan dari mana, Aisyah takut apa yang akan dibicarakan membuat suaminya marah. karena hal yang sangat konyol meminta ijin untuk bertemu dengan laki-laki lain. tapi Aisyah sudah berjanji pada Khadijah untuk mencoba meminta ijin dari suaminya.
"Assalamu'alaikum" ucap Danu masuk kamar
"Walaikumsalam mas" Aisyah mencium tangan suaminya
"Mas Danu mau langsung mandi dulu atau mau Aisyah siapkan makan dulu?" tanya Aisyah
"Aku mau memeluk istriku dulu" ucap Danu memeluk Aisyah
"Aisyah siapkan makanan buat mas Danu dulu ya" Aisyah merenggangkan pelukan suaminya dan Danu kembali memeluk istrinya dengan erat
"Mau kemana, sudah disini saja. aku ingin memeluk kamu seperti ini dulu. aku sangat merindukanmu Aisyah" ucap Danu memeluk dan mencium kening Aisyah
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya sayanku. Terima kasih😘💕
__ADS_1