
Sesampainya dirumah Aisyah mencoba untuk tidak memikirkan Ilham kembali. Akan berdosa baginya jika masih terus memikirkan Ilham sementara kini dirinya sudah bersuami, walapun tidak bisa dipungkiri, perkataan Fitri juga sebenarnya mungusik hatinya. Aisyah tau, saat ini Ilham pasti terluka, dan seharusnya berusaha untuk menghubungi dirinya tapi nyatanya Ilham tidak menghubunginya. dari sini Aisyah tau pasti Ilham sedang tidak dalam keadaan baik
"Ya Alloh semoga Ilham baik-baik saja" Gumam Aisyah
"Sayang lagi mikirin apa? kenapa seperti sedang ada sesuatu yang lagi kamu pikirkan?" tanya Danu yang baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk berjalan mendekati Aisyah
"Eh.. em.. tidak, Aisyah tidak sedang mikir apa-apa mas, sejak kapan mas Danu disini?" tanya Aisyah takut suaminya mendengar doa yang baru iya panjatkan
"Sudah cukup lama, sejak kamu mendoakan laki-laki lain" Ucap Danu mendekatan wajahnya kewajah Aisyah, hingga kini jarak mereka begitu deket dan Aisyah mampu merasakan hembusan nafas Danu
"Ma-maaf sayang. buku maksud Ais_" ucapan Aisyah terpotong
"Tadi barusan kamu bilang apa?" Danu menatap Aisyah
"Bi-Bilang apa? Ais g bilang apa-apa" Aisyah gugup
"Itu yang tadi, kamu panggil aku apa?"
"Tidak, Ais tidak bilang apa-apa" ucap Aisyah bergegas berdiri ingin pergi tapi segera ditarik Danu dan kini mereka saling berhadapan. Danu memeluk pinggang Aisyah dan menatap wajah Aisyah tapi Aisyah malu dan menunduk
"Kenapa harus malu memanggilku sayang? kan sudah sewajarnya.bukankah kita ini suami istri" Danu mengangkat dagu Aisyah menatapnya lekat
Danu menatap Istrinya, mencium keningnya dan mendudukkan istrinya kembali. kemudian Danu duduk berjongkok memegang tangan Aisyah dan menengadah memandang istrinya.
"Apa kamu masih memikirkan laki-laki itu?" tanya nya dengan wajah teduh, melihat Danu bertanya dengan wajah teduh tanpa ada kemarahan membuat hati Aisyah semakin merasa bersalah, karena dirinya sudah melakukan dosa dengan memikirkan laki-laki lain, sementara ada suami yang sangat baik dan penyabar yang Alloh kirim untuknya
"Maafkan Aisyah mas, Aisyah salah, Aisyah berdosa" air mata Aisyah menetes
__ADS_1
"Iya, aku ngerti. kamu tidak bersalah, jangan menangis. aku mengerti tidak mudah memang melupakan seseorang yang sudah lama singgah di hati kita. jangan menangis lagi, nanti aku semakin sedih. karena aku lah yang bersalah, kamu tidak salah apa-apa. seandainya saja aku tidak hadir dalam kehidupanmu, pasti saat ini kamu dan laki-laki itu masih baik-baik saja" ucap Danu menyeka air mata di pipi Aisyah
"Tidak mas, tidak seperti itu, pernikahan kita adalah takdir Alloh, dan Ais bersyukur Alloh mentakdirkan kita bersama. Hanya saja Aisyah kasihan dengan Ilham, Sebenarnya sehari sebelum mas Danu mengadakan konferensi pers Aisyah menghubungi Ilham tanpa seijin mas Danu" Ucap Aisyah terisak menyesali perbuatannya
"Maafkan Aisyah mas, maafkan Aisyah tidak meminta ijin menghubungi laki-laki lain pada mas Danu. Aisyah menyesal, maafkan Aisyah ya mas" tangis Aisyah pecah, merasa dirinya adalah wanita yang sangat berdosa. sebagai seorang istri seharusnya Aisyah menunggu ijin dari suaminya sebelum bertindak
"Aku memaafkanmu istriku, dan aku tidak menyalahkan kamu atas apa yang kamu lakukan. aku tau, pasti kamu punya pertimbangan sendiri kenapa kamu diam-diam menghubungi laki-laki itu" jawab Danu
"Mas, sebenarnya Ais menghubungi Ilham untuk mengatakan kalau Aisyah sekarang sudah menikah, dan juga Aisyah meminta maaf pada Ilham karena Aisyah tidak mungkin lagi bisa menepati janji Aisyah pada Ilham."
"Lalu apa dia bisa menerimanya?"
"Itu yang sebenarnya membuat hati Aisyah bertanya-tanya dan khawatir. saat Aisyah memberitahu tentang pernikahan kita, Ilham menganggap itu hanya candaan Aisyah dan tidak mempercayainya. sampai saat berita tentang pernikahan kita yang sudah tersebar dimana-mana, aku yakin Ilham pasti sudah mengetahuinya juga. tapi sampai saat ini Ilham tidak berusaha menghubungi aku untuk menanyakan lagi kebenaran. melihat sifat lham selama ini, aku hanya sedikit khawatir terjadi apa-apa dengannya" jelas Aisyah
"InsyaAlloh mas yakin, tidak akan terjadi apa-apa. kita Do'akan saja semoga kedepan nya semua akan baik-baik saja, dan Ilham bisa mengerti kalau jodoh itu Alloh yang menentukan. bukankah sebaik-baiknya ketetapan adalah ketetapan yang datangnya dari Alloh?" ucap Danu senyum
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Danu pun membalas ciuman Aisyah, hingga keduanya larut dalam kehangatan cinta yang kini sudah mulai tumbuh dan bersemi dihati keduanya.
Cukup lama mereka berciuman, kini keduanya melepaskan ciumannya dan berpelukan.
"Apa kamu sudah mulai mencintaiku?" bisik Danu lirih dan Aisyah menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan suaminya
Mendengar pernyataan Aisyah, membuat Danu bagaikan dihujani bunga-bunga. perasaan sangat senang hingga tak mampu digambarkan dengan kata-kata. wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya kini membalas memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Terimakasih sayang, terimakasih sudah mau menerima aku sebagai suami dan terimakasih sudah mencintai aku seperti aku mencintai kamu" Danu mencium kening Aisyah dan memeluknya erat seakan tidak ingin melepaskannya lagi
"Iya tapi jangan kenceng-kenceng gini juga mas meluknya, Ais gak bisa bernafas" ucap Aisyah
__ADS_1
"Maaf, maaf sayang, aku terlalu bersemangat" Danu mengendorkan pelukannya dan tertawa meliat ekspresi wajah Aisyah yang memerah seperti udang rebus.
"Em.. sayang, berhubung kita sudah sama-sama saling mencintai. boleh tidak kalau, kalau aku_" Ucap Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Kenapa mas?" tanya Aisyah senyum
"Itu, itu_" Danu gugup
"Itu apa sih mas?" tanya Aisyah yang pura-pura tidak mengerti, padahal sebenarnya Aisyah tau apa yang diinginkan suaminya
"Masak kamu gak ngerti sih sayang?" gerutu Danu
"Apa sih mas? aku gak ngerti apa? mas Danu lupa ya, kayanya Aisyah masih kecil?" goda Aisyah
"Iya juga ya, tapi masak kamu tidak mengerti apa yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri?" Danu kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Tunggu Aisyah ya" Aisyah berlari kemar mandi dan Danu tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.
Tak lama kemudian, Aisyah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang tidak seperti biasanya. Danu tertegun dengan pemandangan yang di suguhkan istri kecilnya yang biasanya pemalu, kini berdiri dihadapannya dengan pakaian tembus pandang hingga Danu bisa melihat dengan jelas tubuh istrinya yang selama ini selalu disembunyikan dengan baju gamis syar'i nya.
Perlahan Aisyah mendekati suaminya hingga jarak mereka begitu dekat, tanpa menunggu lama Aisyah mencium bibir suaminya sontak membuat Danu membelakangkan matanya lagi, tidak pernah menyangka istri kecilnya akan melakukan hal yang diluar dugaannya.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Danu pun membalas ciuman Aisyah hingga keduanya larut dan entah kapan terjadinya semua pakaian yang mereka kenakalan sudah berhamburan dilantai.
Dan malam ini mereka meneguk indahnya surga dunia dalam ibadah pernikahan.
^ Happy Reading^
__ADS_1
Terimakasih dukungannya sayangku 🥰😘 jangan lupa like, coment dan Vote ya🙏dukungan kalian sangat berarti bagi Author 🥰😘🙏