
"Mulai sekarang kita akan belajar bersama mas, yang penting mas Danu ada niat untuk mau mengenal Alloh. jadi rukun islam itu ada lima dan
Rukun islam merupakan lima perkara dasar islam yang menjadi syarat utama untuk menjadi sosok muslim yang sempurna. Kelima perkara ini terdiri dari syahadat, salat, zakat, puasa, dan naik haji bagi yang mampu.
"Berarti beribadah haji itu hukumnya wajib?" tanya Danu
"Wajib hukumnya bagi umat muslim yang mampu secara fisik dan finansial untuk pergi haji ke Mekkah." jawab Aisyah
"Sayang, jujur aku malu pada kamu dan diriku sendiri, seharusnya akulah yang mengajari kamu dan anak-anak kita kelak soal agama. tapi justru sebaliknya. kamu yang ngajari aku" ucap Danu menghela nafas
"Mas, aku yakin mas Danu akan menjadi imam yang baik buat Aisyah dan anak-anak kita nantinya" jawab Aisyah malu-malu
"Aisyah kamu, kamu mau punya anak?" tanya Danu melihat Aisyah
"Ya maulah mas, jika Alloh memang memercayakan anak pada kita. tentu saja Aisyah akan sengat bahagia, dan InsyaAlloh akan menjaga amanah dari Alloh dengan baik" jawab Aisyah
"Kalau begitu aku akan lebih semangat lagi sekarang berikhtiar untuk membuat anak. sebenarnya selama ini aku ingin sekali bisa cepat punya anak. tapi aku pikir kamu tidak ingin punya anak dulu" ucap Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Kenapa punya pemikiran seperti itu?" tanya Aisyah
"Yang pertama kenapa aku bisa punya pemikiran seperti itu karena kamu masih kuliah dan yang kedua karena usia kamu kan masih sangat muda, aku kira mungkin kamu belum mau kalau punya anak dulu, mungkin masih ingin pacaran dulu sama aku"
"Tujuan dari sebuah pernikahan adalah keturunan mas, jika Alloh memberi kita rejeki anak dalam waktu dekat itu berarti Alloh percaya sama kita. dan satu lagi Aisyah ini sekarang sudah 20 tahun mas, sudah boleh kok kalau hamil" ucap Aisyah tersenyum malu
"Kamu ini ya, sepertinya semangat sekali" goda Danu mencolek hidung Aisyah
Setelah cukup puas jalan-jalan kini keduanya segera kembali ke hotel untuk mengemas semua barang-barangnya dan akan segera kebandara untuk kembali ke Indonesia
Tok.. tok.. tok..
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Aisyah membuka pintu hotel
"Khadijah apa ada sesuatu?" tanya Aisyah
"Tidak ada, aku hanya ingin mengantar kalian ke bandara. sekalian kita makan dulu bagaimana?" ucap Khadijah
"Baiklah, sebentar aku ambil barang-barangnya" ucap Aisyah menunjuk ke dalam
"Okay aku tunggu di lobby ya"
"Okey" jawab Aisyah kembali ke dalam
"Siapa yang datang sayang" tanya Danu yang baru keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"Khadijah mas, dia mau mengantarkan kita ke bandara sekalian makan bersama
"Oow.. okey" jawab Danu
Aisyah, Danu dan Khadijah kini sudah berada dirumah makan yang lokasinya tidak jauh dari bandara
"Aisyah kamu sangat beruntung mendapatkan suami yang baik seperti suami kamu ini. kalau laki-laki yang lain mana mungkin mau jauh-jauh datang kesini" ucap Khadijah
"Alhamdulillah" jawab Aisyah tersenyum
"Oo ya mas Danu ini usaha dibidang fashion ya?" tanya Khadijah
"Iya perusahaan kami bergerak dibidang fashion dan bahan bakunya juga" jawab Danu
"Wow... kita bisa ya nanti kalau ada kesempatan untuk bekerjasama. aku juga ada bisnis fashion busana muslim" ucap Khadijah
"Oya? sepertinya menarik. bisa nanti kita bicarakan lebih lanjut" ucap Danu
"Aisyah sebenarnya aku sangat tertarik dengan beberapa disain baju muslimah yang kamu buat dan ingin mengembangkannya jika kamu bersedia. akhirnya aku ada kesempatan untuk bertanya secara langsung sama kamu" ucap Khadijah
"Disain? kamu mendisain baju muslimah sayang?" tanya Danu melihat Aisyah
"Tidak mas" jawab Aisyah menggelengkan kepala
Khadijah tersenyum dan menunjukkan buku yang bergambar disain baju muslimah.
"Ini, iya aku sepertinya ingat. memang aku pernah iseng menggambar baju-baju ini saat masih sekolah. bagaimana kamu bisa mendapatkan gambar-gambar ini? bahkan aku sendiri lupa sekarang gambar itu ada dimana, sepertinya aku sudah membuangnya" ucap Aisyah mengingat-ingat
"Gambar-gambar itu ada pada Ilham selama ini, kamu memang membuangnya tapi Ilham memungutnya dan kemarin Ilham menyuruhku untuk mengembalikan buku ini sama kamu. dan saat aku melihat disain kamu, jujur aku langsung tertarik. kamu sangat berbakat, kenapa tidak kamu kembangkan?" tanya Khadijah
"Ternyata kamu pandai mendisain Aisyah, aku tidak pernah menyangka kamu mempunyai bakat seperti ini. kenapa bakatnya disembunyikan?" tanya Danu
"Itu hanya iseng saja sih mas sebenarnya. aku juga tidak terlalu menganggap serius, cuma kalau lagi iseng aja tiba-tiba gambar-gambar gitu" ucap Aisyah
"Cuma iseng aja sebagus ini, apalagi kalau kamu dalami bidang ini pasti kamu akan menjadi disainer yang terkenal" ucap Khadijah
"Benarkah bagus?" tanya Aisyah
"Iya sayang, disain kamu sangat bagus" sahut Danu
"Jadi gimana? mau tidak menerima tawaran aku untuk bekerjasama. aku sangat tertarik dengan disain yang kamu buat" ucap Khadijah
Aisyah melihat kearah suaminya
"Kalau aku terserah kamu sayang, aku tidak pernah membatasi kamu untuk berkarir" ucap Danu
__ADS_1
"Nanti aku akan pikiran lagi" jawab Aisyah
"Baiklah, aku tunggu kabar baik dari kamu Aisyah" ucap Khadijah
***
Sesampainya di Indonesia Danu segera menghubungi sekertarisnya Roni
"Assalamu'alaikum Ron, bagaimana keadaan kantor?" tanya Danu
"Sempat membuat pak Burhan murka pak tapi Alhamdulillah sudah terselesaikan" jawab Roni
"Terselesaikan bagaimana? maksdnya Kline kita bisa di handle?" tanya Danu memijat keningnya
"Iya Pak, berkat bu Vallen" jawab Roni
"Vallen apa hubungannya?" tanya Roni
"Iya disaat semua panik karena pak Danu pergi, bu Vallen menawarkan diri untuk membantu berbicara dan bernegosiasi dengan klien kita, dan Alhamdulillah bu Vallen berhasil membuat Klien kita mau bekerjasama dengan perusahaan kita"
"Jacdi maksud kamu, Vallen yang bernegosiasi?"
"Benar pak"
"Okay, ya sudah aku tutup dulu telponnya" jawab Danu meletakkan ponsel dan kembali memijit keningnya
"Mas, ada apa?" tanya Aisyah mendekat
"Tidak, tidak ada apa-apa. hanya masalah pekerjaan" jawab Danu
"Pasti karena di tinggal beberapa hari buat menyusul Aisyah ya?" ucap Aisyah
"Tidak sayang, tidak ada hubungannya dengan kamu. Sini dekat aku" ucap Danu tidak ingin membuat Aisyah merasa bersalah
Aisyah mendekat dan Danu memeluk tubuh Aisyah menyandarkan kepala dipundak Aisyah
"Apa kamu tau sayang, berada di dekat kamu seperti ini, membuat hatiku tenang. dan semua beban dalam hidup terasa hilang" ucap Danu memejamkan matanya menemukan tempat sandaran ternyaman
"Benarkah?" tanya Aisyah
"Iya , kamu itu satu-satunya wanita yang bisa memberikan aku kedamaian seperti ini. bersama kamu, aku merasa hidup itu tidak ada beben"
^Happy Reading^
Terimakasih atas dukungan dari kalian semua readers yang baik hati, semoga kita semua selalu dalam lindungan Alloh SWT.
__ADS_1
jangan lupa like, coment dan Vote ya 🙏🥰😘