Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 114


__ADS_3

"Mas Niko kok jam segini sudah siap? biasanya agak siang berangkatnya?" tanya Ulya


"Iya sayang, aku lupa pagi ini ada meeting pagi dengan klien. Kamu sarapan sendiri sama mama dan papa tidak apa-apa ya, aku buru-buru" ucap Niko bergegas ke kantor


"Tidak sarapan dulu mas? atau mau Ulya siapkan bekal?" tanya Ulya


"Tidak usah sayang, gampang nanti dikantor saja. setelah ketemu klien. Aku berangkat ya" ucap Niko mencium kening Ulya dan Ulya mencium tangan suaminya


"Hati-hati mas, doa dulu" ucap Ulya


"Iya sayang" ucap Niko berlalu


"Pa, ma. Niko berangkat kekantor dulu" pamit Niko mencium tangan mama dan papa dengan buru-buru.


"Gak sarapan dulu?" tanya Bu Nisa


"Gak sempat ma" Jawab Niko berlari kecil


"Itu Niko kenapa Ul? kok tumben pagi sekali? tanya bu Nisa


"Katanya ada meeting pagi ini ma, tapi mas Niko lupa kalau pagi ini ada meeting sama klien." jawab Ulya


"Niko, Niko. Kok bisa meeting sampai lupa gitu" gumam bu Nisa


"Namanya manusia ma, wajarlah kalau sekali-kali lupa. Bair bagaimana papa bangga sama Niko. Lihat saja, semenjak perusahaan dipegang Niko sekarang berkembang dengan pesat. Grafik keuntungan juga naik terus, para pemegang saham semua memuji kinerja Niko" puji pak Bima


"Iya sih pah, mama juga tau itu. Oya pah, Kemarin mama ketemu sama istri Pak Bram dia menanyakan kenapa perusahaan kita memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan mereka?"


"Terus mama bilang apa?" Pak Bima melihat istrinya


"Ya mama bilang saja tidak tau, karena sekarang perusahaan dipegang Niko. Dan memang mama tidak tau alasan Niko memutus kerja sama dengan perusahaan Pak Bram. Semalam Mama mau tanya sama Niko, tapi melihat Niko pulang malam, mama tidak tega mau menggangu istirahatnya"


"Memangnya papa tidak tau kalau Niko memutus kerja sama dengan perusahaan pak Bram?" tanya bu Nisa


"Papa juga belum tau ma, akhir-akhir ini papa sibuk mengurus bisnis kita yang di Jerman sampai gak memantau yang disini. Karena sudah dipegang Niko jadi sepenuhnya papa percayakan semuanya sama Niko, dan papa yakin kalau sampai Niko memutus kerja sama itu pasti karena ada alasannya. Tidak mungkin kerja sama diputus begitu saja tanpa ada sesuatu. Sore nanti papa mau ke Jerman, mama bagaimana? mau ikut papa atau masih mau disini?" tanya pak Bima


"Maaf ya pa, sebenarnya mama ingin ikut sama papa. Tapi nanti sore mama ada arisan sama ikatan istri pengusaha. Minggu depan mama akan nyusul papa ke Jerman. Boleh tidak?" tanya bu Nisa


"Ya tentu boleh dong ma" jawab pak Bima


"Ulya, nanti sore kamu ikut mama arisan ya! Sudah waktunya kamu kenal dengan istri-istri pengusaha disini. Sebagai seorang istri pengusaha kamu harus menjalin hubungan baik juga dengan para istri pengusaha untuk menunjang pekerjaan suami kamu. Karena terkadang ada saat dimana suami kita membutuhkan bantuan untuk menjalin kerjasama misalnya.


"Iya ma" jawab Ulya


***


Sore ini Ulya bersama dengan ibu mertuanya, menghadiri arisan yang yang dihadiri oleh istri-istri pengusaha, Hampir semua yang hadir disana berpakaian glamor dan dari kalangan atas, dan itu semua membuat Ulya sedikit minder.


"Hai.. jeng, aku kira hari ini gak datang" sapa Bu Jessi saat melihat bu Nisa datang


"Sorry jeng, datang telat tadi macet dijalan. Oya kenalin ini Ulya menantuku istri Niko" ucap Bu Nisa memperkenalkan menantunya.


"Apa tante? Niko sudah nikah?" sahut Sandra anak bu Jessi


"Iya, Alhamdulillah Niko sudah menikah" jawab bu Nisa tersenyum melihat Ulya


"Ini istri Niko? tanya Sandra melihat Ulya dari atas sampai bawah


"Iya, namanya Ulya istri Niko" jawab bu Nisa


"Ulya" ucap Ulya mengulurkan tangan namun Sandra hanya membalas sedikit dengan ekspresi tidak suka

__ADS_1


"Sayang kamu duduk disana dulu ya, mama mau bicara dengan rekan bisnis mama sebentar" ucap bu Nisa menunjuk sofa


"Iya ma" Jawab Ulya dan berjalan menuju sofa seraya mengambil minuman dan kue


Hal itupun tak luput dari pandangan Sandra.


Sandra adalah salah satu wanita yang dulu pernah dekat dan pacaran dengan Niko.


Banyak yang mendekati bu Nisa untuk membicarakan bisnis, Ulya yang tidak paham hanya diam memperhatikan sekitar, Ulya disana seperti anak ayam yang kehilangan induknya, hanya bisa diam dan begitu sulit untuk berbaur dengan yang lain.


"Bagaimana mungkin Niko mau menikah dengan wanita seperti kamu?" ucap Sandra mendekati Ulya yang sedang menikmati kue yang ada disana.


"Mbak bicara sama saya?" tanya Ulya meletakkan kuenya dan memperhatikan Sandra


"Siapa lagi kalau bukan kamu? kenapa kamu bisa percaya diri sekali menghadiri acara ini? kamu tau yang ada disini semuanya orang penting, atas dasar apa kamu ada disini?"


"Maaf kalau kehadiran saya disini tidak diterima. Tapi saya disini untuk menemani ibu mertua saya" jawab Ulya sopan


"Hai San, kapan kamu ada di Indonesia? bukannya kamu megang perusahaan mama kamu yang diluar negeri ya?" tanya salah satu peserta arisan


"Iya tante, aku baru pulang minggu lalu, tadi mau istirahat tapi disuruh Mami ikut kesini" jawab Sandra


"Hebat sekali kamu, eh.. ini kalau tidak salah kamu menantu jeng Nisa ya?" tanya Bu Reni beralih melihat Ulya


"Iya tante" jawab Ulya


"Hebat ya kamu, seorang janda bisa menggait laki-laki seperti Niko, masih muda, kaya, tampan. Benar-benar pencapaian yang luar biasa" ucap bu Reni antara pujian atau hinaan


"Janda? jadi kamu itu janda?" Sandra terkejut mengetahui Niko menikahi seorang janda


"Iya, aku pernah lihat beritanya kan sempat viral waktu mantan suaminya yang seorang ustadz berpoligami terus dia menggugat cerai, Sandra tidak lihat beritanya?" tanya bu Reni


"Iya tante, dulu saya dan Niko pernah pacaran. Tapi karena saya harus mengurus perusahaan mama yang ada diluar negeri, akhirnya hubungan kami harus berakhir, Niko tidak mau hubungan jarak jauh" jawab Sandra


"Padahal kalian itu pasangan yang sangat serasi lho, sayang sekali harus berakhir. ups.. sorry ya aku lupa kalau ada istrinya Niko disini" bu Reni menutup mulut dengan tangannya


Padahal bu Reni memang sengaja memanasi Ulya


"Iya tidak apa-apa tante" jawab Ulya tetep tersenyum


"Tapi aku masih heran sama kamu, bagaimana bisa Niko menikahi janda seperti kamu, guna-guna apa yang kamu gunakan sampai-sampai Playboy seperti Niko mau menikah dengan wanita seperti kamu" ucap Sandra dengan pandangan sinis


"Astaghfirullah, maaf tapi mbak Sandra ini kan orang berpendidikan tinggi, lama hidup diluar negeri, tapi bagaimana bisa berpikir seperti itu?" tanya Ulya


"Ya kali aja kan? apa yang Niko lihat dari wanita seperti kamu?"


"Niko melihat Ulya dari sini, dari hatinya" sahut bu Nisa memegang dadanya saat mendengar menantunya dicerca pertanyaan Sandra


"Tante, maaf tante bukan Sandra mau ikut campur. Tapi Sandra gak ngerti kenapa Niko bisa menikah dengan wanita seperti ini?" Sandra menatap Ulya dengan tatapan meremehkan


"Kenapa memangnya dengan istri Niko? istri Niko pantas kok mendampingi Niko, sangat pantas malah. Cantik, berpendidikan dan yang penting InsyaAlloh sholihah" jawab bu Nisa


"Ulya kita pulang sayang" ajak bu Nisa


"Apa acara mama sudah selesai?" tanya Ulya


"Tidak apa-apa sayang, mama juga sudah capek ingin istirahat" ucap bu Nisa


BU Nisa sengaja mengajak Ulya pulang lantaran tidak tega menantunya di jadikan bahan ejekan rekan-rekannya disana.


**

__ADS_1


Didalam mobil


"Ulya omongan ibu-ibu tadi jangan dimasukin hati ya, biasalah orang kayak gitu yang pikiran mereka hanya masalah ke duniaan dan status sosial saja, yang penting bagi mama dan papa kamu itu menantu kesayangan kami, Semenjak ada kamu dalam hidup kami, rumah kami sekarang benar-benar terasa sebuah rumah. Bukan hanya bangunan yang cuma terlihat megah saja tapi seperti tidak ada kehidupan, terasa dingin dan sama sekali tidak ada kehangatan. Tapi sekarang setiap Mama ada dirumah, mama merasakan kehangatan sebuah keluarga di dalamnya. Dan itu semua karena Ulya, karena Ulya menyadarkan kami arti hidup yang sebenarnya. Terimakasih ya Ulya" ucap bu Nisa tersenyum dan menggenggam tangan Ulya


"Sama-sama ma, Ulya juga bersyukur mama dan papa bisa menerima Ulya sebagai menantu, dengan masa lalu Ulya. Ulya yakin pasti juga tidak mudah untuk mama dan papa menanggapi omongan dari rekan-rekan mama dan papa. Ulya minta maaf ya ma, jika menimbulkan keributan diantara rekan-rekan mama dan papa"


Ulya yang menyadari statusnya sebagai janda ini membuat banyak rekan-rekan mertuanya memandangnya sebelah mata karena menikah dengan laki-laki single seperti Niko.


"Sayang, kamu tidak perlu memikirkan semua itu. Yang terpenting untuk mama, kamu dan Niko bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik dan rukun. Menikah itu mudah namun mempertahankan rumah tangga itu butuh komitmen yang kuat, Ulya harus ingat didalam mengarungi bahtera rumah tangga pasti akan ada yang namanya cobaan. Ibarat orang berlayar pasti akan menemui badai. Tapi yang perlu Ulya ingat dan pegang. Seperti apapun badai yang akan menerjang kapal itu, jangan sekali-kali pernah melompat dari kapal, sebab melompat disaat ada badai hanya akan membuat kita tenggelam. Sama halnya dengan rumah tangga, saat ujian dalam rumah tangga itu datang, jangan pernah pergi meninggalkan pasangan. Genggam tangan Niko, yakin dan percaya nahkoda kita pasti akan berusaha untuk bisa melewati badai. Sebesar apapun ujian dalam rumah tangga selama satu sama lain saling menguatkan dan saling percaya, InsyaAlloh pasti kalian mampu melewati ujian itu, sama halnya kapal yang mampu melewati badai. Begitu juga dengan kalian. Asal kalian bisa selalu memegang komitmen InsyaAlloh mama percaya, kalian bisa melewati setiap ujian yang ada. Dan satu lagi yang harus kalian ingat ,didalam rumah tangga itu bukan hanya masalah cinta, Yang merekatkan suami Istri bukanlah sekedar cinta namun ketaqwaan epada Alloh"


Bu Nisa memberikan nasehat untuk rumah tangga Ulya agar Ulya tidak berkecil hati dengan cibiran dari orang-orang, karena itu baru awal ujian rumah tangga.


"Iya ma, InsyaAlloh Ulya paham dan Ulya akan selalu mengingat nasehat Mama.


Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)


Jadi perceraian sangat disukai oleh iblis. Karena itulah Alloh membenci perceraian."


"Mama tau kamu pasti bisa menjadi istri yang baik untuk Niko, karena jujur mama sempat mencari tau penyebab perceraian kamu dan mantan suami kamu yang dulu, dari situ mama tau alasan kenapa samapai kamu akhirnya bercerai, mama tau perjuangan kamu untuk mempertahankan rumah tangga kamu dulu seperti apa. Dan sekarang mama harap kamu tidak marah sama mama karena diam-diam mama pernah mencari tau masa lalu kamu" ucap bu Nisa


"Ulya tidak mungkin marah ma, Ulya mengerti kenapa mama melakukan itu, dan Ulya rasa itu hal yang wajar. Seandainya Ulya diposisi mama, mungkin Ulya juga akan melakukan hal yang sama seperti Mama"


***


"Assalamu'alaikum" ucap Niko masuk kamar


"Walaikumsalam" jawab Ulya yang baru selesai sholat berdiri melihat sajadah dan menghampiri suaminya untuk mencium tangan Niko.


"Capek banget ya mas?" tanya Ulya Seraya mengambil tas dan jas yang ada ditangan Niko


"Iya sayang, lumayan capek hari ini. Banyak banget pekerjaan dikantor" jawab Niko duduk ditepi ranjang


"Mau mandi dulu apa mau Ulya siapkan makan malam dulu mas?" tanya Ulya


"Mau peluk istri tercintaku dulu saja, sini tolong berikan aku energi!" ucap Niko dan Ulya mendekat


Niko memeluk Ulya erat. Bagi Niko dengan memeluk Ulya sama halnya mendapatkan energi untuk menghilangkan rasa penatnya setelah seharian berkutat dengan banyaknya pekerjaan.


"Tadi jadi ikut mama arisan?" Niko bertanya tanpa melepaskan pelukan


"Jadi mas" jawab Ulya singkat


"Pasti kamu merasa tidak nyaman ya? aku tau kamu tidak akan suka dengan acara seperti itu. Lain kali kamu tolak saja kalau mama mengajak kamu lagi"


"Tidak kok, Ulya baik-baik saja disana, malah Ulya jadi tau siapa mantan mas Niko" ucap Ulya tersenyum


"Mantan? siapa mantanku?" Niko melihat Ulya


"Katanya namanya Sandra" jawab Ulya


"Sandra? memang dia ada disana?"


"Iya, dia ada disana dan dia bilang kalau dia mantan mas Niko" jawab Ulya


"Tapi kamu tidak apa-apa kan? apa dia menyakiti kamu?" tanya Niko khawatir


"Memang apa yang akan dilakukan? dia tidak berbuat apa-apa kok mas"


"Syukurlah karena aku tau Sandra itu orangnya seperti apa" ucap Niko mempererat pelukan


^Happy Reading^

__ADS_1


__ADS_2