
Hari ini sidang pertama perceraian yang dilakukan Ulya dan Zidan digelar, dalam proses tesebut. Zidan masih enggan untuk menerima gugatan perceraian yang dilayangakan oleh Ulya. Zidan meminta untuk dilakukan mediasi dan berusaha menyakinkan Ulya untuk tidak bercerai. Didalam persidangan Zidan mengatakan kalau masih mencintai Ulya dan tidak ingin ada perceraian. Zidan berjanji di depan majelis hakim kalau dirinya akan merubah sikap dan sebisa mungkin akan berbuat adil tehadap kedua istrinya.
Mempertimbangkan permohonan yang dilayangakan tergugat yaitu Zidan. majelis hakim memberi kesempatan kepada keduanya untuk kembali memikirkan hubungan yang saat ini sedang berada di ujung tanduk. persidangan pun ditunda hingga minggu depan.
"Ulya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menceraikan kamu" ucap Zidan di depan pengadilan agama
"Kak Zidan ini laki-laki egois, sudah gagal menjadi seorang suami tapi tetep kekeh mempertahankan kak Ulya. apa kak Zidan tidak berpikir bagaimana perasaan kak Ulya" sahut Aisyah emosi
"Kamu urus saja urusan rumah tangga kamu sendiri, jangan ikut campur masalah rumah tangga kami" ucap Zidan memperingati Aisyah
"Kak Ulya itu kakaknya Aisyah, dan Kak Ulya sudah tidak mau mempertahankan laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti kak Zidan" jawab Aisyah
"Aisyah sudah, jangan emosi seperti ini. percuma!"ucap Ulya memegang bahu Aisyah menenangkan adiknya yang sedang berapi-api karena membela dirinya
"Ingat Ulya sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu" ucap Zidan menujuk wajah Ulya dengan jari telunjuknya
"Wow.. ini suami yang tidak bertanggung jawab dan tidak punya malu itu, istri satu saja tidak becus mengurus pakek nambah istri" sahut Niko yang baru datang bersama dengan Danu dan Raya
"Siapa kamu, berani mengatai aku seperti itu?" Zidan menatap tajam kearah Niko dan berusaha mengingat-ingat wajah yang sepertinya tidak asing
"Oow.. kamu rupanya, laki-laki tidak tau diri yang mau mendekati istriku? kamu kan laki-laki yang ada difoto dan menggendong istriku? untuk apa kamu kesini? mengira istriku sudah jadi janda terus amau kamu dekati? jangan harap" ucap Zidan pada Niko
"Astaghfirullah, istighfar mas Zidan! Ulya bukan wanita seperti itu, dan mas ini hanya menolong Ulya. apa jadinya jika saat itu mas ini tidak menolong dan membawa Ulya kerumah sakit" ucap Ulya melihat Niko
"Alah itu kan menurut kamu, lihat saja kalau memang laki-laki ini tidak menyukai kamu, untuk apa dia datang kesini?" ucap Zidan ketus
"Kak Zidan jangan salah faham. tadi itu memang kebetulan Danu, Niko dan Ray sedang bersama. karena Danu mau menjemput Aisyah. sekalian saja Danu ajak mereka kesini. jadi Niko kesini bukan karena keinginan Niko tapi Danu yang ajak mereka kesini" sahut Danu
"Laki-laki ini sepertinya nyebelin juga ya? penampilan boleh Alim tapi kelakuannya_" ucap Ray geleng-geleng kepala
"Mas ayo kita pulang" ucap Sela menggandeng tangan Zidan
"Tu bini muda diurusin hahaha.. " seloroh Niko dan Zidan Memelototkan matanya
"Sudah-sudah" ucap Danu
__ADS_1
"Aisyah, kak Ulya. bagaimana kalau sebelum kita pulang, kita makan siang dulu. dideket sini ada restoran yang makanannya cukup enak" ucap Danu
"Boleh mas, Aisyah kebetulan juga laper banget. gimana kak Ulya mau kan?" ucap Aisyah melihat Ulya
"Iya, terserah kalian saja" jawab Ulya
Kini semaunya sudah berada di restoran untuk makan siang.
"Em.. mas siapa tadi namanya?" ucap Ulya melihat Niko
"Niko" jawab Niko mengulurkan tangan memperkenalkan diri tapi Ulya hanya menyatukan kedua tangannya di depan dada dan sedikit menundukkan kepala.
"Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram itu tidak boleh bersentuhan Nik" ucap Danu tersenyum
"Oow" Niko menarik tangannya kembali dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Sorry tidak faham" jawab Niko senyum dan merasa canggung
"Tidak apa-apa mas, mas Niko bisa mulai belajar jika mau" sahut Aisyah
"MasyaAlloh, semoga kalian bisa selalu istiqomah" ucap Aisyah
"Do'akan kami biar bisa mengerti agama seperti Danu" ucap Niko
"InsyaAlloh Aisyah akan mendoakan semoga mas Niko dan mas Ray selalu beristiqomah dijalan Alloh"
"Amin" ucap Danu dan Ulya pun ikut mengamini
"Mas Niko, Ulya mau mengucapkan terimakasih karena tempo hari mas Niko sudah menolong Ulya. maaf baru hari ini Ulya mengucapkan terimakasih" ucap Ulya
"It's okay, tidak perlu berterimakasih. sudah sewajarnya. karena aku ini orang yang suka menolong dan tidak sombong" jawab Niko tertawa memecah keheningan
"Bener tu kak, Niko ini emang baik banget orangnya. sampe nyusahin orang terus" sahut Danu
"Tu kan, selalu bilang aku nyusahin. padahal aku gak pernah nyusahin" paling cuma gangguin kamu kerja aja" ucap Niko
__ADS_1
"Iya, iya bercanda. mereka ini tidak pernah menyusahkan kok" ucap Danu memasukkan makanan ke mulutnya
Setelah makan, Danu mengantarkan Ulya dan kedua sahabatnya rumah Abah.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Abah dan umi
Setelah mencium tangan mertuanya Danu memperkenalkan kedua sahabatnya pada Abah dan Umi.
"Jadi mereka kesini ini karana ingin belajar dipesantren kita?" tanya Abah
"Iya bah, Niko dan Ray ingin belajar Agama" jawab Danu
"Maaf Abah, eh.. saya manggil nya Abah juga atau om?" ucap Niko dan membuat semua orang tertawa. Niko ini memang orangnya suka bercanda dan kadang bicaranya suka ceplas ceplos.
"Hahaha.. panggil saja Abah nak Niko" ucap Abah tertawa
"Baik bah, ja-jadi begini bah, jika Abah mengijinkan saya dan Ray ingin belajar agama. kami ingin mengerti dan mengenal Alloh lebih dekat. jujur selama ini kami ini tidak pernah memikirkan akhirat. waktu kami hanya kami habiskan untuk bersenang-senang" ucap Niko
"Benar bah, kami merasa hidup kami ini terlalu banyak dosa. Kira-kira Alloh masih mau memaafkan kami tidak ya bah?" sahut Ray
"Nak Niko, nak Ray Alloh itu maha Pemaaf dan Alloh akan mengampuni seluruh dosa-dosa hambanya yang benar-benar mau bertaubat.
Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?β (QS. At-Taubah {9} : 104). βDan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.β (QS. An-Nisa' {4} : 110).
"Alhamdulillah, kami takut kalau Alloh tidak mau maafkan kami bah, kami takut masuk neraka yang konon ceritanya disana sangat panas dan penuh dengan siksaan" ucap Niko
"Jika masih ada rasa takut terhadap siksa Alloh, itu tandanya dihati kalian masih ada rasa
keimanan. dan sesungguhnya Alloh itu lebih menyukai tobatnya seorang pendosa dari pada orang sholih yang merasa dirinya selalu benar."
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya terimakasih ππ
__ADS_1