Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 50


__ADS_3

"Oo.. kamu sudah menikah, ya sudah berapa nomor suami kamu? biar aku hubungi suami kamu!" ucap Niko


"Percuma , dia tidak akan mungkin mau kesini" jawab Ulya meneteskan air mata


"Kasihan wanita ini. entah apa yang terjadi antara dia dan suaminya. namun sepertinya wanita sedang tidak dalam keadaan baik" batin Niko tidak mau bertanya lebih jauh namun ada perasaan iba dihatinya.


"Jadi bagaimana, siapa yang harus aku hubungi? orang tua kamu mungkin?" tanya Niko


"Jangan, tolong jangan hubungi orang tuaku. aku tidak ingin orang tuaku tau keadaanku yang seperti ini" ucap Ulya


"Okay terus sekarang bagaimana? siapa yang harus aku hubungi? aku harus segera pergi" ucap Niko


"Kamu pergi saja. aku bisa sendiri" ucap Ulya


"Bagaimana mungkin aku biarkan kamu sendiri disini. aku ini bukan laki-laki yang baik, jangan buat aku menjadi laki-laki yang jahat dan tega terhadap wanita" ucap Niko


Niko ini memang memiliki kepribadian yang sebenarnya cukup baik. hanya saja memang karena salah pergaulan membuatnya jauh dari Alloh dan suka bermain- main dengan perempuan. tapi entah kenapa dengan Ulya dia merasa segan dan merasa iba dengan apa yang dialaminya. walaupun Niko tidak tau seperti apa kondisi yang sebenarnya.


"Kalau begitu aku minta tolong, hubungi adikku saja" jawab Ulya


"Okey. berapa nomernya?" tanya Niko dan Ulya memberitahu nomer Aisyah kepada Niko


Dret.. dret...


"Sayang, sayang.. sepertinya ponsel kamu berdering" ucap Danu membangunkan Aisyah yang sudah berada dibawah alam sadarnya


"Em.. biarin saja mas, malam-malam begini kenapa mengganggu orang yang lagi tidur" jawab Aisyah dengan mata masih terpejam karena ngantuk


"Jangan sepertinya itu sayang, coba diangkat saja. kalau telpon penting bagaimana?" ucap Danu menyakinkan dan Aisyah


Dengan mata masih terpejam Aisyah mengambil ponsel yang berada diatas nakas.


"Assalamu'alaikum"


"Apa ini adik dari, adik dari sebentar saya tanya dulu" ucap Niko kemudian bertanya pada Ulya


"Siapa nama kamu"


"Ulya" jawab Ulya dan Aisyah seketika membuka matanya ketika mendengar suara kakaknya


"Kak Ulya, itu suara kak Ulya" tanya Aisyah langsung duduk begitu juga dengan Danu


"Iya, apa kamu adiknya Ulya?" tanya Niko

__ADS_1


"I-iya saya adiknya. kamu siapa? dan bagaimana kak Ulya bisa bersama dengan kamu?" Aisyah sangat panik


"Saat ini kakak kamu ada dirumah sakit Mitra kasih. kalau bisa segera datang kesini ya"


"Baik, saya segera kesana" ucap Aisyah menutup telpon


"Sayang kenapa? ada apa dengan kak Ulya?" tanya Danu


"Kakak, kakak ada dirumah sakit, kita kesana sekarang ya mas" ucap Aisyah panik


"Ya sudah segera ganti baju, kita kesana sekarang" jawab Danu turun dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya begitu juga dengan Aisyah yang sudah menggunakan gamis syar'i nya.


Waktu sudah menunjukkan jam 01.15 WIB jalanan terlihat begitu sepi sehingga Danu bisa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa ada hambatan.


Setelah sampai rumah sakit, Danu segera memarkirkan mobilnya dan Keduanya bergegas menuju kamar perawatan Ulya


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah dan Danu


"Walaikumsalam" jawab Ulya dan Niko segera melihat kearah sumber suara yang sudah terdengar tidak asing di pendengarannya


"Danu" ucap Niko membulatkan matanya


"Niko, kamu ngapain disini?" ucap Danu yang tak kalah kagetnya


"Iya dia kakak ku" Jawab Aisyah segera mendekat Ulya


"Kak, kakak kenapa bisa ada disini dengan, dengan_" Aisyah melihat ragu kearah Niko


"Aku yang menolong kakak kamu, seharusnya kamu berterimakasih sama aku" ucap Niko


"Menyelamatkan kak Ulya? bagaimana ceritanya? sebenarnya apa yang terjadi kak? apa bener dia yang menyelamatkan kakak?" tanya Aisyah melihat Niko


"Iya, mas ini yang menyelamatkan kakak" jawab Ulya


"Niko, panggil saja aku Niko" sahut Niko dengan pedenya


"Iya mas Niko yang menyelamatkan mbak Ulya dek" timpal Ulya lagi


"Tapi bagaimana ceritanya kak" Aisyah penasaran


"Tidak apa-apa Aisyah, kakak hanya sedikit kelelahan terus kakak pingsan didepan apartemen kakak" jawab Ulya


"Kakak kamu ini dehidrasi dan kekurangan nutrisi makanya pingsan. dan Dokter bilang Kakak kamu ini kemungkinan sudah beberapa hari tidak makan dengan baik. mulai sekarang kamu sebagai adiknya harus lebih memperhatikan kakak kamu" sahut Niko

__ADS_1


"Kak, sebenarnya ada apa? kenapa kakak sampai seperti itu? terus dimana kak Zidan? apa kak Zidan tau kalau kakak saat ini dirumah sakit?" tanya Aisyah dan Ulya menggelengkan kepalanya sebagai jawban dari pertanyaan Aisyah


"Aisyah akan menghubungi kak Zidan" ucap Aisyah mengmbil ponselnya dari dalam tas


"Jangan Aisyah, tidak perlu menghubungi mas Zidan!" ucap Ulya memegang tangan Aisyah agar tak mengambil ponselnya


"Tapi kenapa kak? kenapa tidak boleh menghubungi kak Zidan?" Aisyah menatap Ulya dan merasakan ada sesuatu yang ditutupi kakaknya


Ulya melihat kearah Niko dan Danu


"Ya sudah karena keluarga kamu sudah ada disini, sebaiknya aku segera pulang." ucap Niko yang mengerti sepertinya Ulya enggan membahas masalah keluarga dengan orang luar


"Sayang, aku temani Niko keluar dulu ya" ucap Danu


"Iya mas" jawab Aisyah


"Mas Niko, terimakasih sudah menolong saya" ucap Ulya


"Okay" jawab Niko melambaikan tangannya dan berlalu


"Nik, terimakasih kamu sudah menolong kakak iparku" ucap Danu


"Tidak perlu berterimakasih. aku juga tidak tau kalau itu kakak ipar kamu. aku tadinya mau kerumah kakak aku yang kebetulan tinggal di apartemen tempat kakak istri kamu pingsan tadi." jawab Niko


"Dan, kalau boleh aku tau, sebenarnya dia ada apa? kenapa aku tidak diijinkan untuk menghubungi suaminya tadi?" Niko yang akhirnya tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya


"Suaminya menikah lagi, dan mungkin Kak Ulya tidak ingin mengganggu waktu suaminya dengan istri mudanya" jawab Danu


"Maksud kamu suami wanita itu poligami?" tanya Niko


"Iya, sebenarnya kak Ulya itu cukup kasihan. suaminya tidak pernah bersikap adil dan sering kali kak Ulya yang harus mengalah. sebenarnya mereka sempat mau bercerai tapi entah dengan pertimbangan apa, tiba-tiba saja kak Ulya merubah keputusannya dan memberikan kesempatan lagi pada suaminya untuk rujuk" terang Danu


"Bagaimana bisa ada wanita yang rela berbagi suami" Niko merasa heran


"Aku yakin, kak Ulya pasti juga tidak menginginkan semua itu terjadi. tapi apa yang bisa dilakukan ketika suaminya tidak memberikan pilihan lain" jawab Danu


"Apa mereka sudah memiliki seorang anak?"


"Belum, lebih tepatnya mereka kehilangan calon anak mereka, saat anak mereka masih dalam kandungan. dan itu semua juga karena suaminya tidak pernah ada saat kak Ulya hamil. hingga kak Ulya harus berjuang sendiri datang kerumah sakit saat merasakan ada yang tidak beres dengan kandungannya. namun saat sampai dirumah sakit semua sudah terlambat. cerita yang aku dengar seperti itu"terang Danu


^ Happy Reading ^


Terimakasih,Jangan lupa, like, coment dan Vote ya🙏

__ADS_1


__ADS_2