Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 99


__ADS_3

"Ulya sini duduk nak, ada yang Abah ingin sampaikan" Abah menepuk sofa yang kosong disampingnya


Ulya melihat kearah Abah dan Umi yay sedang duduk berhadapan.


"Ada apa bah? kenapa sepertinya serius sekali?" tanya Ulya melihat Abah dan Umi dan mendudukan tubuhnya disamping Abah


"Bagaimana perasaanmu akhir-akhir ini nduk?" kembali Abah bertanya


"Alhamdulillah Ulya baik bah, sebenarnya ini ada apa Mi? kenapa Abah terlihat serius sekali?" tanya Ulya melihat Umi dan Abahnya


"Ee.. jadi begini Ulya, tadi siang pamannya Firdaus mengatakan pada Abah kalau nak Firdaus berniat menta'aruf kamu" cicit Abah ragu karena takut Ulya masih trauma dengan rumah tangga sebelumnya


"Tapi kamu jangan berpikir kalau kali ini Abah akan memutuskan secara sepihak seperti sebelumnya ya nduk, Abah hanya menyampaikan apa yang paman nak Firdaus ucapkan tadi siang. Keputusan Abah serahkan sepenuhnya padamu nduk." timpal Abah lagi, karena tidak ingin Ulya merasa tertekan. Abah tau masalah pernikahan begitu sensitif untuk Ulya yang pernah mengalami kegagalan dalam berumah tangga.


"Ulya mengerti bah, kenapa Abah dan Umi terlihat tegang seperti itu?" cicit Ulya tersenyum pasalnya Abah yang biasanya selalu memutuskan segala sesuatunya dengan pemikiran sendiri sekarang menjadi lebih terbuka dan tidak memaksakan kehendak sesuai dengan keinginannya.


"Jadi apa keputusan kamu Ulya?" Umi bertanya karena penasaran dengan Jawaban Ulya yang hanya tersenyum


"Bagini Abah, Umi. InsyaAlloh Ulya tidak akan trauma dengan pernikahan. karena menikah itu ibadah. tentu Ulya ingin menyempurnakan sebagian ibadah Ulya. apalagi menyandang predikat janda itu bukan hal yang mudah. senyum sedikit dikira genit, tidak senyum dikira sombong, seperti apa yang kita lakukan itu selalu salah dimata orang. Tapi jujur untuk kembali menikah dalam waktu dekat sepertinya Ulya belum siap. Ulya ingin menata hati dulu Umi, Abah" jawab Ulya melihat Abah dan Umi secara bergantian


"Baiklah jika itu keputusan kamu, besok Abah akan sampaikan pada pamannya nak Fir" Abah menghela nafas berat karena sebenarnya Abah sangat berharap Firdaus bisa menjadi jodohnya Ulya. Firdaus pemuda yang sholih, taat beribadah. Abah yakin kali ini Firdaus laki-laki yang tepat untuk Ulya begitu juga dengan pemikiran Umi yang mengharapkan Firdaus berjodoh dengan Ulya.


"Em.. Ul, apa kamu tidak mau sholat Istiqarroh dulu sebelum menjawab untuk tidak menerima ajakan nak Firdaus ta'aruf? siapa tau kali ini nak Fir itu jodoh kamu, bukan Umi memaksa kamu Ulya, tapi Umi melihat ketulusan dari mata nak Fir. Sepertinya nak Fir sangat tulus sama kamu, Umi juga melihat kalau nak Fir ini anaknya sholih, ganteng, sopan sama orang tua. Dan dari keturunan baik-baik. Laki-laki sepertinya nak Fir ini sudah jarang ditemui dijaman seperti sekarang ini" ucap Umi berusaha menyakinkan Ulya yang memang belum memiliki perasaan untuk Firdaus


"Kalau menurut Abah sama Umi mas Firdaus orang yang baik untuk Ulya, baiklah Ulya akan sholat Istiqarroh untuk meminta petunjuk yang terbaik dari Alloh. Jika memang mas Fir adalah jodoh Ulya semoga Alloh memantapkan hati Ulya. Tapi jika setelah sholat Istiqarroh Ulya ragu, maka Ulya tidak bisa melanjutkan proses ta'aruf ini" Jawab Ulya yang tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, karena Ulya bisa melihat betapa Abah dan Umi sangat berharap Ulya berjodoh dengan Firdaus.


"Alhamdulillah" Abah dan Umi saling berpandangan dan tersenyum

__ADS_1


***


Ulya masuk kedalam kamar meletakkan tasnya diatas meja yang ada didalam kamarnya dan berjalan kekamar mandi membersihkan diri dan menunaikan ibadah wajib sholat ashar.


Selesai sholat Ulya membuka laptop dan mulai menulis disalah satu platform online. Iya Ulya yang sekarang memiliki kebiasaan baru yaitu menulis disalah satu platform online sebagai hiburan untuk mengisi kejenuhannya setelah pulang mengajar.


Jari-jari lentiknya kini sudah mulai mengetik novel tentang kisah hidupnya yang dijadikan tulisan, mengemasnya dengan bahasa yang bagus agar dijadikan pembelajaran bagi seseorang yang ingin berpoligami, karena untuk berpoligami itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. bukan sekedar nafsu tapi tujuan pernikahan itu untuk ibadah mencari ridho Alloh karena menikah itu menyempurnakan sebagian agama. Ingat ya poligami tidak dilarang dan diperbolehkan tapi ada unsur-unsur yang harus dipenuhi. Jika tidak bisa memenuhi unsur-unsur ini maka jangan berpoligami. Masih banyak sunah-sunah lain yang dicontohkan Rosulullah SAW.


Dret.. dret...


Panggilan masuk dari Aisyah


"Assalamu'alaikum Aisyah"


"Walaikumsalam kak Ulya, kakak lagi sibuk apa?" Aisyah basa basi bertanya


"Agh.. gak seru, kakak selalu saja tau apa yang ada dipikiran Aisyah" cicit Aisyah menahan tawanya karena memang kakanya ini selalu bisa menebak apa yang ada dipikiran adiknya


"Ya tau dong, kamu itu adik kakak satu-satunya. Tentu kakak tau persis kamu itu gimana" jawab Ulya tersenyum


"Menang Ais gimana kak?" tanya Aisyah menggoda Ulya


"Tantu saja adik kakak yang terbaik, tercantik dan ter, ter lainnya deh isi sendiri hahaha" gelak tawa setiap kakak dan adik ini berbincang, begitulah mereka saling menyayangi dan saling berbagi kisah.


"Kak, besok kakak sibuk tidak?" tanya Aisyah


"Tu kan benar ada maunya, ada apa? katakan besok kakak ngajar sampai jam satu" jawab Ulya

__ADS_1


"Besok Aisyah pengen makan siang sama kakak bisaa?" kembali Aisyah bertanya


"Bisa aja sih dek, besok setelah ngajar kakak kabari ya"


"Okay kak, ya sudah Aisyah mau menyiapkan makan malam dulu, assalamu'alaikum" Aisyah menutup telpon


"Waalaikumsalam" jawab Ulya meletakkan kembali ponselnya dimeja


"Sebenarnya ada apa sih dengan semua orang? ini Aisyah juga seperti ada yang mau dikatakan, apa ini juga soal mas Firdaus?" gumam Ulya menghela nafas dan kembali dengan aktifitasnya.


***


Keesokan harinya dirumah Danu


"Mas nanti siang Aisyah minta ijin makan siang dengan kak Ulya ya" ucap Aisyah dimeja makan


"Iya sayang, mau aku jemput?" Danu melihat kearah Aisyah


"Tidak usah mas, biar Aisyah sendiri saja nanti selesai kuliah" jawab Aisyah


"Ais mau makan siang sama Ulya?" tampal bu Retno


"Iya ma, sekalian mau mampir ke butik. mungkin Ais sampai rumah sore, tapi InsyaAlloh tetep masih bisa menyiapkan makan malam ma" jawab Aisyah yang selalu menyiapkan sarapan dan makan malam sendiri


"Sayang, kamu tidak usah memikirkan makan malam. kan ada bibik yang bisa menyiapkan makan malam." bu Retno tidak ingin Aisyah kerepotan tapi itulah Aisyah lebih suka menyiapkan makanan untuk keluarganya sendiri.


^ Happy Reading ^

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, coment, vote dan kasih poin ya. masih ada kesempatan untuk mendapatkan pulsa dan parfum tentunya dengan syarat sudah mengikuti akun ini ya qurrotaayun. Terimakasih 🙏


__ADS_2