
Pagi ini pak Bima dan juga bu Nisa yang baru saja mendarat setelah melakukan perjalanan jalur udara selama hampir selama eman jam, langsung bergegas menuju pondok pesantren tempat dimana putra semata wayangnya tinggal.
Sesampainya di pondok pesantren Bu Nisa dan pak Bima saling pandang
"Apa mama yakin anak kita tinggal di tempat seperti ini? tanya pak Bima melihat pondok pesantren yang terlihat sederhana
"Entahlah pa, apa yang meracuni anak kita hingga bisa tinggal ditempat seperti ini" jawab bu Nisa
Keduanya berjalan beriringan sambil sesekali menunjukkan sikap seperti orang jijik.
"Assalamu'alaikum, maaf anda mau mencari siapa?" tanya salah satu santri disana
"Kami sedang mencari anak kami. Niko namanya! jawab Bu Nisa
"Oow mas Niko. mari saya antar!" ucap santri
Bu Nisa dan pak Bima mengikuti santri yang menawarkan diri untuk mengantarkan mereka.
"Assalamu'alaikum mas Niko, ada orang mencari mas Niko ucap santri dan Niko segera melihat kearah pintu begitu juga dengan Ray
"Mama, Papa" gumam Niko dan datang mencium tangan mama dan papanya membuat pak Bima dan bu Nisa saling pandang merasa aneh dengan perubahan anaknya. karena selama ini Niko tidak pernah mencium tangan orang tuanya.
"Om, Tente" Ray mencium tangan orang tua Niko
"Kamu juga disini Ray?" tanya pak Bima
__ADS_1
"Iya Om" jawab Ray menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Ya ampun Niko, Ray. apa kalian tidur dikasur yang keras dan sempit seperti ini?" ucap Bu Nisa melihat sekeliling kamar Niko
"Disini memang kasurnya agak keras tapi nyaman kok ma" ucap Niko
"Iya tente, Niko benar disini sangat nyaman" Sahut Ray
"Apa nyaman kalian bilang? bagaimana kalian bisa bilang tempat seperti ini nyaman? nyaman dari mana nya coba? gak ada Ac, sempit. kotor" ucap Bu Nisa jijik
"Ini bersih ma, kita selalu membersihkan tempat ini" jawab Niko
"Niko. mama tidak tau, siapa yang telah mencuci otak kamu, tapi mama Minta kemasi barang-barang kamu. dan ikut pulang bersama mama. kembali ke tempat yang seharusnya. bukan tempat seperti ini" ucap Bu Nisa
"Ma, tolong dengarkan Niko. Niko masih ingin disini untuk mempelajari ilmu agama yang selama ini Niko tidak pernah dapatkan" ucap Niko
"Astaghfirullah pah, jangan bicara seperti itu pah. bagaimana bisa papa mengatakan ilmu agama tidak penting, sedangkan nantinya yang akan kita bawa saat kita meninggal bukan harta yang kita tumpuk selama didunia ini. nanti saat kita meninggal hanya amal yang bisa menyelamatkan kita dari panasnya api neraka." ucap Niko mengelus dada
"Halah, tau apa kamu ini soal semua itu. apa kamu tau, apa yang papa dan mama lakukan semua ini buat kamu. papa dan mama korbankan waktu,tenaga dan pikiran buat kamu." ucap pak Bima dengan suara meninggi
"Karena itu pa, Niko akan sangat berdosa jika sampai Niko tidak bisa berdoa untuk papa dan mama saat nanti mama dan papa sudah meninggal. karena saat seseorang sudah meninggal terputus semua hal tentang dunia ini kecuali tiga hal. amal jariyah, Ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholih. betapa berdosanya jika sampai Niko tidak bisa mendoakan saat nanti papa dan mama sudah tidak ada lagi didunia ini" ucap Niko
"Kamu mendoakan papa dan mama meninggal? dasar anak kurang ajar kamu" ucap bu Nisa
"Assalamu'alaikum" ucap Abah
__ADS_1
"Walaikumsalam" jawab Niko dan Ray sedangkan pak Bima dan bu Nisa hanya diam melihat kearah Abah
"Maaf bapak dan ibu, bukan saya mau lancang untuk ikut campur. tapi seharusnya kalian bersyukur memiliki anak seperti nak Niko. karena apa yang dikatakan Niko memang semua benar. bukankah semua yang bernyawa nantinya akan meninggalkan dunia ini? apa bapak dan ibu pernah melihat manusia bisa hidup selamanya? pasti tidak kan? berapa lama sih manusia hidup didunia ini? 60 tahun atau 100 tahun? yang pasti semua yang bernyawa pasti akan kembali kepada sang Pencipta yaitu Alloh. dan saat kita meninggal kekayaan yang kita miliki didunia ini, tidak akan mampu menolong kita dari siksa neraka.
Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).
"Bersyukurlah bapak dan ibu karena memiliki anak yang sholih yang InsyaAlloh bisa menolong bapak dan ibu kelak diakhirat. bukankah sebanyak apapun harta yang kita miliki saat ini, kelak semua itu pasti akan kita tinggalkan? buat apa kita hanya sibuk menumpuk harta didunia tapi kita lupa, dunia ini hanya tempat singgah sementara, sedangkan tujuan akhir kita adalah Akhirat. lalu apakah kita sudah menyiapkan bekal kita untuk menuju akhirat tempat yang akan kekal kita tempati nantinya?" tanya Abah
Pak Bima dan Bu Nisa saling pandang
Tanpa disadari kini keduanya merasa tertampar dengan perkataan Abah. lantaran selama hidup, mereka hanya sibuk menumpuk harta dunia. tapi mereka lupa menyiapkan bekal untuk perjalanan menuju akhirat. karena sesungguhnya semua yang bernyawa pasti akan mati dan kembali kepada Alloh.
Setiap yang Berjiwa Pasti Alami Kematian', Satu Pesan Allah SWT dalam Quran. Artinya: "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan.
***
Di rumah pak Bima dan Bu Nisa saling diam dan termenung. memikirkan kembali perkataan Abah dan juga Niko saat mereka dipesantren.
"Pah, sepertinya apa yang dikatakan Niko dan Abah waktu itu ada benarnya. kemarin Bu endra mengabari kalau Bu Siska teman sosialita mama meninggal karena kecelakaan. padahal saat ini karir Bu Siska lagi diatas. memang kematian itu tidak bisa ditunda ataupun diprediksi. sebanyak apapun harta yang kita miliki tidak akan pernah bisa untuk membeli nyawa" ucap Bu Nisa
"Apa yang mama katakan memang benar, kalau kita pikir lagi, ternyata hidup ini singkat ya ma? dan jujur papa menyesal karena selama hidup
papa hanya memikirkan bagaimana cara memajukan usaha kita, bahkan seakan papa ini lupa kalau hidup didunia ini tidak mungkin selamanya." ucap pak Bima menghela nafas kasar
"Lalu bagaimana sekarang pah? apa diusia kita yang sekarang ini, masih pantas untuk belajar tentang ilmu agama? apa Alloh masih mau mengampuni dosa-dosa kita selama ini? bukankah demi kesuksesan usaha kita, tak jarang kita melakukan semua hal tanpa memikirkan halal dan haramnya?" tanya Bu Nisa
__ADS_1
^ Happy Reading ^