
Huft.. Zidan har ini Abah ingin menyampaikan kalau, Abah ingin meminta anak Abah kembali. anak perempuan yang sudah Abah percayakan pada Nak Zidan dengan harapan biar anak Abah bahagia. namun ternyata Abah salah. anak perempuan Abah justru menderita. Ulya sudah berusaha bertahan mempertahankan rumah tangga kalian, tapi sepertinya nak Zidan tidak bisa berlaku adil terhadap istri-istri nak Zidan" ucap Abah
"Baiklah Abah, kali ini Zidan tidak akan meminta Ulya bertahan seperti sebelumnya, sebagai seorang suami, Zidan juga sangat kecewa dengan Ulya. Ulya sudah menghianati Zidan Abah" ucap Zidan
"Apa maksud mas Zidan? kenapa mas Zidan menuduh Ulya menghianati Mas Zidan. Ulya tidak pernah melakukan hal yang dilarang dalam ajaran agama kita mas" ucap Ulya
"Kamu kira aku tidak tau, apa yang kamu lakukan dengan laki-laki itu?" ucap Zidan meninggikan suara
"Laki-laki? laki-laki apa maksud mas Zidan? jangan memfitnah Ulya seperti itu mas. Ulya terima kalau mas Zidan sudah tidak lagi menginginkan Ulya. tapi tolong jangan memfitnah untuk hal yang tidak Ulya lakukan" ucap Ulya dengan mata berkaca-kaca
"Hentikan sandiwara kamu Ulya, akui saja kalau kamu itu wanita murahan yang tidak bisa menjaga marwah kamu sebagai seorang istri" ucap Zidan
Plak..
Suara Ulya menampar Zidan
"Jangan memfitnah Ulya seperti ini mas. Ulya tidak pernah melakukan apa yang mas Zidan tuduhkan" ucap Ulya yang tak kuasa lagi membendung air matanya
"Nak Zidan kenapa kamu menuduh Ulya seperti itu? memangnya apa yang telah Ulya lakukan, sampai kamu tega memfitnah anak Abah seperti itu?" ucap Abah tampak sedih dan memegang dadanya yang terasa sesak
"Zidan tidak memfitnah Abah, Zidan punya bukti, bukti yang menunjukkan kalau Ulya bukan wanita baik seperti yang selama ini kita kira" ucap Zidan meletakkan bukti Foto dimeja
"Astaghfirullah, apa ini benar kamu Ulya" Abah mengambil foto dan menatap Foto itu dengan seksama
__ADS_1
"Iya itu memang Ulya Abah" jawab Ulya yang juga mengambil foto yang lainnya dimeja
"Astaghfirullah" Abah memegang dadanya dan menarik nafas dalam
"Abah, Abah yang tenang. jangan biarkan emosi menguasai diri Abah. kita dengar dulu penjelasan dari kak Ulya" ucap Aisyah menenangkan Abah
"Orang yang ada didalam foto itu memang benar itu Ulya Abah, tapi saat itu Ulya sedang pingsan didepan apartemen saat Ulya mau kerumah sakit. dan laki-laki yang ada di dalam foto itu adalah orang yang menolong Ulya dan membawa Ulya kerumah sakit" terang Ulya
"Mana ada maling ngaku? maling ngaku penjara penuh" sahut Sela yang dari tadi hanya diam
"Jaga mulut kamu" ucap Aisyah emosi
"Kenapa? emang Sela salah? Sela hanya mengatakan yang sebenarnya. dimana-mana orang salah tidak akan mau mengakui kesalahannya" ucap Sela
"Ulya dirawat dirumah sakit? kenapa tidak ada yang memberitahu umi dan Abah?" sahut bu Zaroh
"Maaf Umi, Ulya yang melarang Aisyah untuk memberitahu umi dan Abah karena tidak ingin membuat umi dan Abah kwatir." jelas Ulya
"Lalu dimana peran kak Zidan sebagai suami saat istri kamu sedang sakit?" tanya Aisyah menunjuk Zidan
"Bagaimana aku tau kalau Ulya sedang dirawat dirumah sakit?" jawab Zidan
"Bagaimana kak Zidan bisa tau? lalu apa fungsinya kakak jadi suami kalau istri sakit saja sampai kak Zidan tidak tau? separah itu kah kelakuan kak Zidan yang menelantarkan istri pertamanya" Ucap Aisyah tegas
__ADS_1
"Tau apa kamu tentang rumah tangga kami? Ulya tidak pernah mengatakan kalau dia sakit. seharusnya dia bisa kan mengatakan kalau dia sakit" Zidan berusaha membela diri
"Malam sebelum akhirnya aku pingsan dan dibawa ke rumah sakit, bukankah aku sudah mengatakan kalau aku membutuhkan kamu mas, tapi kamu justru mengatakan aku egois dan meminta aku untuk mengerti kondisi Sela yang lagi hamil" terang Ulya dan Zidan menundukkan kepalanya merasa malu karena sudah menuduh Ulya berbuat hal yang tidak Ulya lakukan
"Harusnya kak Zidan malu menuduh kak Ulya melakukan hal yang merendahkan martabat seorang wanita, dan harusnya kak Zidan yang membawa kak Ulya kerumah sakit! bukan malah mas Niko. udah istrinya ditolong malah difitnah sama suaminya biar bisa lari dari tanggung jawab, dan menyalahkan kesalahannya yang gagal menjadi seorang suami pada orang lain" ucap Aisyah lantang
"Ma-maafkan Aku dek Aisyah" ucap Zidan merasa malu
"Kenapa malah minta maaf ke Aisyah? yang kak Zidan fitnah kan Kak Ulya. harusnya kak Zidan minta maaf pada kak Ulya. sebagai suami kak Zidan itu termasuk ke dalam golongan suami dzolim. istri tiga hari dirumah sakit, sekalipun kak Zidan tidak pernah menengok. padahal sebagai seorang ustadz harusnya kak Zidan tau hukum suami Dzolim itu seperti apa?
Haram hukumnya seorang suami yang membuat istrinya menangis tanpa hak, hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al Ahzab: 84. Ketika suami berbuat zalim terhadap istri, dia telah berdosa besar dan tubuhnya tidak lagi diharamkan dari neraka." ucap Aisyah membuat Zidan merasa dipermalukan
"Tapi kak Zidan tidak tau kalau Ulya dirawat dirumah sakit, kakak kira Ulya baik-baik saja" ucap Zidan
"Mana mungkin kakak tidak tau, malam saat kak Ulya sampai rumah sakit, Aisyah mencoba menghubungi kak Zidan sampai tiga kali panggilan, tapi kak Zidan tidak menjawab. karena Aisyah berpikir kak Zidan sudah tidur,Aisyah putuskan mengirim pesan whatsapp buat kak Zidan dengan harapan saat kakak bangun dan membaca pesan dari Aisyah kak Zidan akan segera datang ke rumah sakit. tapi ternyata sampai tiga hari kak Ulya dirawat kak Zidan tidak sekalipun muncul menjenguk kak Ulya. padahal kak Ulya adalah tanggung jawab kak Zidan"
"Tapi aku tidak pernah membaca pesan yang kamu kirim" ucap Zidan
"Kalau kak Zidan tidak membaca pesan yang Aisyah kirim, harusnya kak Zidan bertanya pada istri muda kakak." ucap Aisyah menatap tajam kearah Sela
"Ee.. emm.. begini mas, maaf sepertinya Sela tidak sengaja menghapus pesan itu dan Sela lupa memberitahu mas Zidan kalau Aisyah malam itu mengirim pesan" terang Sela gugup
"Astaghfirullah Sela, kenapa kamu bisa melupakan hal sepenting itu. karena hal itu mas dianggap tidak bertanggung jawab pada istri mas yang lain." ucap Zidan mengusap wajah dengan kedua tangannya
__ADS_1
^Happy Reading^