
"Kita harus membicarakan masalah perceraian kita, dan menyelesaikan secepat mungkin" tegas pak Burhan pada bu Devi yang baru saja memasuki rumah
"Mas gak lihat aku ini baru pulang kerja. Aku capek, kita bicara saja besok" pungkasnya berjalan menuju kamar sambil memijit tengkuknya yang terasa kaku setelah seharian berkutat dengan banyaknya pekerjaan
"Berhenti aku bilang, hargai aku karena sampai detik ini aku ini masih suami kamu. lakukan apapun nanti setelah kita bercerai sesuka kamu, tapi sekarang dengarkan aku. aku ingin permasalahan kita ini cepat selesai. jangan membuat ulah dan drama lagi di persidangan" ucap pak Burhan murka setelah apa yang dilakukan bu Devi tempo hari di persidangan yang menangis dan mengatakan masih mencintai pak Burhan hingga hakim memutuskan untuk menunda persidangan. Awalnya pak Burhan sempat terpedaya dan menganggap apa yang dikatakan istrimu itu benara, tapi faktanya bu Devi tidak pernah berubah.
"Kenapa? sudah tidak sabaran banget, ngebet banget ingin mengawini pembantu kita ya? mas.. mas.. selera kamu sangat rendah, menjijikkan" Bu Devi dengan senyum menyeringai seolah meremehkan pilihan suaminya
"Bukankah kamu sendiri yang menginginkan kita bercerai? kamu yang meminta aku untuk menceraikan kamu, aku hanya berusaha mengiyakan apa yang kamu inginkan. Itu saja! apa aku salah?" pak Burhan semakin kesal dengan sikap. istrinya yang seolah sengaja ingin mempermainkannya.
"Iya kamu benar mas, aku memang menginginkan kita bercerai tapi setelah aku pikir-pikir aku malu jika harus bercerai dengan alasan suamiku tergoda seorang pembantu. apa kata orang jika sampai ada yang tau, mau aku taruh mana muka dan harga diriku? seorang wanita cantik, sukses dan punya segalanya ditinggal selingkuh suaminya dengan seorang pembantu rumah tangga, bisa hancur harga diriku. lagian aku heran sama kamu mas, kenapa selera kamu begitu rendah sih? kalau mau selingkuh kenapa tidak memilih yang lebih dari aku, upz.. lupa, mana ada wanita yang lebih dari aku yang mau sama kamu hahahaa" gelak tawa bu Devi begitu nyaring ditelinga pak Burhan seolah mengejek pak Burhan.
Dan kata-kata itu sungguh menyayat hati pak Burhan, lantara bu Devi tidak pernah mau menyadari kenapa dirinya sampai berselingkuh.
"Kalau begitu untuk apa lagi kamu mempersulit sidang perceraian kita, sebaiknya kita segera selesaikan semua ini. Aku muak berurusan dengan wanita laktat seperti kamu?" kemarahan Burhan semakin tidak terbendung lagi dengan sikap arogan istrinya
__ADS_1
"Kita pasti akn bercerai, kamu tenang saja mas, tapi tentu saja itu terserah padaku kapan waktunya kita akan bercerai itu semua tergantung dengan keinginanku, dan saat ini aku mengurungkan niatku untuk bercerai karena aku sedang mengurus proyek yang sangat penting. akan rusak reputasiku jika berita perceraian kita terbongkar. aku tidak ingin ambil resiko, karena itu bersabarlah sayang" pungkas bisa Devi jalan berlenggok manaiki anak tangan satu demi satu tanpa memperdulikan lagi kemarahan laki-laki yang sampai saat ini masih sah menjadi suaminya.
***
Keesokan harinya pak Burhan menyambangi sodaranya Bu Retno dan Pak Herman dirumahnya. Ingin berkonsultasi dengan kakaknya terkait pernikahannya yang sudah seperti benang kusut.
"Jadi seperti itu permasalahannya" ucap Bu Retno setelah mendengar pak Burhan curhat panjang lebar
"Ini om, silahkan diminum tehnya" potong Aisyah yang datang membawakan teh dan beberapa kue untuk om dan mertuanya
"Terimakasih Aisyah, kok tumben ada dirumah? kamu tidak kuliah?" tanya pak Burhan yang kini sudah menganggap Aisyah sebagai keponakannya tidak seperti awal kemunculannya sebagai istri Danu.
"Ayo dicoba dulu, kue buatan menantu kesayangan kakak" ucap Bu Retno
Pak Burhan mencicipi kue buatan menantu kakaknya yang memang rasanya sangat enak dan menggugah selera.
__ADS_1
"Emm.. kue buatan menantu kakak memang yang terenak. om sampe tidak percaya kalau ini kurang buatan kamu sendiri Aisyah, kenapa kamu tidak buka toko kue saja, pasti laris kalau kuenya seenak ini" puji Pak Burhan dan kembali mengunyah kue sampai habis dua potong
"Terimakasih om, kebetulan Aisyah memang hobby saja masak dan bikin kue, tapi bukan untuk dijual melainkan hanya untuk dinikmati keluarga sendiri, kalau Aisyah masih harus jualan kue nanti siapa yang mengurus mas Danu om?" Jawab Aisyah
"Kamu ini memang istri dan menantu terbaik Aisyah, tidak salah kakak menjodohkan Danu dengan kamu. Buktinya sekarang Danu bisnisnya semakin sukses. Banyak tender besar yang menunggu bekerja sama dengan perusahaan kita" jelas Pak Burhan bangga akan kinerja keponakannya
"Itu karena Danu memiliki istri seperti Aisyah" sahut pak Herman
"Papa berlebihan, Aisyah kan tidak berbuat apa-apa untuk mas Danu" jawab Aisyah
"Kamu salah Aisyah, dibalik suksesnya seorang suami. Pasti ada peran penting seorang istri yang selalu memberi energi positif untuk suami. Dengan begitu suami menjadi lebih giat bekerja dan bisa jadi seperti sekarang. Ini semua berkat doa seorang istri sholehah seperti kamu. Jujur Aisyah bukan hanya buat Danu, semenjak kehadiran kamu dikeluarga ini. Bukan hanya Danu tapi Papa dan Mama juga ikut merasakan energi positif yang kamu berikan. Danu yang biasanya selalu dingin dengan kami sekarang menjadi lebih hangat, Danu yang biasanya jarang ada dirumah sekarang selalu dirumah bahkan bersenda gurau dengan kami. Dulu boro-boro kami bisa bercanda, tiap ketemu bawaannya selalu saja ribut" ucap bu Retno merasa senang memiliki menantu yang bisa merubah putra semata wayangnya menjadi lebih baik.
"Alhamdulillah Aisyah juga bersyukur memiliki suami seperti mas Danu, dan memiliki mertua sebaik Papa dan Mama yang memperlakukan Aisyah seperti anak sendiri" jawab Aisyah karena memang seperti itu kenyataannya, Aisyah sering melihat banyaknya rumah tangga yang hancur karena mertua yang sering ikut campur dalam permasalahan rumah tangga anaknya. Tapi dirumah ini Aisyah bukan hanya sekedar menantu bagi pak Harman dan juga bu Retno melaikan seperti anak kandung mereka sendiri. pak Herman dan bu Retno menyayangi Aisyah sama seperti mereka menyayangi Danu.
"Ini kenapa malah bahas Aisyah ya? jadi bagaimana kak? apa yang harus Burhan lakukan?" protes Burhan karena mendengar kakanya yang terus saja membanggakan menantunya. Meskipun Pak Burhan juga menyadari wajar jika Aisyah sangat disayangi dan dibanggakan. Karena faktanya Aisyah memang layak untuk dibanggakan. Diusinya yang tergolong muda Aisyah sukses membangun bisnisnya sendiri, kuliah juga berjalan lancar, rumah tangga juga tidak dikesampingkan. bisa dibilang Aisyah adalah wanita paket komplit. beruntung laki-laki yang memiliki istri sholehah seperti Aisyah di jaman seperti sekarang ini.
__ADS_1
^Happy Reading^
Tidak bosan-bosan thor mengingatkan ya, jangan lupa kasih dukungan yang banyak, kasih Poin, like dan komen kalian sebanyak-banyaknya karena akan ada hadiah pulsa dan parfum untuk pemberi dukungan terbanyak dan jangan lupa juga follow ya! karena syarat untuk menang selain dukungan terbanyak juga wajib bagi yang sudah follow 🙏terimakasih🙏