
Hari ini dirumah Vallen berada di kediaman Bagaskara, yang merupakan Papi angkat dari Vallen. dan kali ini Vallen sudah tidak ada kesempatan untuk bisa menolak perjodohan yang dilakukan orang tuanya. tiga bulan waktu yang diberikan orang tua angkatnya untuk bisa kembali mendapatkan Danu kembali. namun ternyata semua itu tidak terjadi. segala upaya yang dilakukan untuk memisahkan Danu dari Aisyah tidak ada satupun yang berhasil. justru keduanya semakin dekat. semakin dipisahkan keduanya semakin terlihat kuat.
"Kami sudah memberikan kamu waktu, sesuai dengan yang yang telah kita sepakati. sekarang tidak ada alasan lagi untuk kamu menolak. kamu sudah menghancurkan semua rencana papa untuk bisa menyatukan perusahaan Dirgantara dengan perusahaan kita. karena kebodohan kamu semua berantakan jadi sekarang papi minta kamu untuk menerima perjodohan yang sudah papi siapkan untuk kamu" ucap pak Bagaskara
"Tapi pi, Vallen tidak mungkin menikah dengan laki-laki yang tidak Vallen cinta" jawab Vallen
"Cinta? masih bisa kamu membahas cinta? bukankah dulu kamu dan Danu saling mencintai kenapa kamu juga menolaknya? sekarang kamu masih mau membahas cinta didepan papi?"
"Okey Vallen tau Vallen salah, tapi tolong pi, jangan paksa Vallen menikah dengan orang yang Vallen tidak cinta!"
"Kamu tidak perlu cinta untuk menikah. kamu hanya perlu nurut dengan papi. sekarang sudah saatnya kamu membalas untuk semua yang sudah papi dan mami lakukan untuk kamu" tegas pak Bagaskara, Vallen yang memang berhutang budi dengan keluarga Bagaskara hanya bisa pasrah menerima perjodohan yang akan dilakukan orang tua angkatnya. karena biar bagaimana, keluarga Bagaskara memang sudah sangat berjasa dalam hidupnya. merekalah yang memberikan Vallen sebuah keluarga. dan karena mereka juga, Vallen bisa meninggalkan panti yang selama ini menjadi tempat untuk dirinya tinggal sebelum keluarga Bagaskara mengadopsi dirinya.
"Nanti malam kita akan bertemu dengan keluarga calon suami kamu" ucap bu Yesi
"Nanti malam mi? apa harus secepat itu?" Vallen membulatkan matanya
"Lebih cepat akan jauh lebih baik. karena semakin cepat kamu menikah, perusahaan kita bisa segera menjalin kerjasama dengan perusahaan calon suami kamu."
"Baik pi" jawab Vallen lesu. kali ini dirinya benar-benar harus kehilangan Danu. apalagi setelah dirinya menikah dengan laki-laki yang dijodohkan orang tua angkatnya. kesempatan untuk bisa mendapatkan Danu kembali semakin tidak mungkin.
Malam ini semua keluarga Bagaskara sudah bersiap untuk pertemuan keluarga.
"Mi, Vallen dimana? apa dia sudah siap? " tanya pak Bagaskara melihat jam ditangannya
"Sebentar pi, biar mami panggil Vallen dulu" ucap Bu Yesi yang hendak memanggil Vallen, namun langkahnya terhenti saat melihat Vallen yang sudah menuruni anak tangga dengan gaun warna hitam dan rambut sebahu digerai.
"Itu Vallen sudah siap pi" ucap Bu Yesi melihat kearah tangga
"Vany tidak ikut ma?" tanya pak Bagaskara
"Tidak Pi, Vany ada acara sama temen-temennya. sudah ayo kita berangkat sekarang" ucap bu yesi
Diperjalanan, Vallen menatap jalan dengan tetapan menerawang jauh entah kemana. hatinya menangis tapi bibirnya harus memperlihatkan senyuman.
Sebagai anak angkat tentu saja perlakuan yang didapat selalu berbeda dengan Vany yang merupakan anak kandung.
__ADS_1
"Vallen, ingat kamu harus bersikap sebaik mungkin. jangan sampai mengecewakan papi. kamu faham?" tanya pak Bagaskara
"Iya pi, Vallen faham" jawab Vallen dengan mata tetep menatap jalan dari dalam kaca mobilnya.
Bu Yesi menggenggam tangan Vallen dan tersenyum. sebagai maksud untuk menguatkan.
Sekeras apapun bu Yesi pada dirinya. tapi Bu Yesi memang benar menyayangi Vallen.
Sesampainya disebuah rumah makan yang sangat mewah dan private room, Pak Bagaskara, Bu Yesi dan Vallen disambut oleh keluarga dari calon suami yang tidak lain adalah keluarga pak Surya salah satu pengusaha garment yang juga cukup kaya dikota ini, meskipun tak sekaya keluarga Dirgantara. pak Surya adalah ayah dari David laki-laki yang sudah pernah tidur dengan Vallen.
Sontak ini membuat Vallen tercengang, karena ini semau diluar dugaannya, bagaimana bisa dirinya dijodohkan dengan David.
"David" Ucap Vallen membulatkan matanya seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
"Haii.. Vallen" ucap David melambaikan tangan dan tersenyum
"Ba-bagaimana bisa laki-laki itu adalah kamu?" Ucap Vallen membulatkan matanya dan menunjuk kearah David
"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya pak Bagaskara tersenyum
"Sepertinya perjodohan anak-anak kita akan berjalan dengan lancar, tidak disangka ternyata mereka sudah saling mengenal" ucap pak Surya tersenyum
"Iya Pah, kami sudah kenal sejak kami masih kuliah. karena kebetulan kami satu fakultas saat kuliah di Paris" jawab David
"Wah kebetulan sekali kalau begitu ya. itu berarti kita bisa percepat pernikahan kalian" sahut pak Bagaskara
"Kalau saya bagaimana baiknya saja om" jawab David
"Saya sependapat, lebih baik kita percepat saja pernikahan anak-anak kita" ucap pak Surya
"Bagaimana kalau bulan depan?" ucap pak Bagaskara
"Apa bulan depan? itu terlalu mendadak pi, kenapa harus buru-buru?" Vallen menggelengkan kepala bermaksud menolak
"Papi rasa ini tidak terlalu cepat, untuk apa lagi kita tunda? toh kalian juga sudah saling mengenal. semakin cepat tuntu akan semakin baik" ucap Pak Bagaskara
__ADS_1
"Kalau mami sih setuju saja, bagaimana baiknya. tapi menurut mami lebih cepat memang lebih baik" sahut bu Yesi
Akirnya Vallen juga hanya bisa pasrah dengan keputusan yang sudah orang tuanya tentukan. bisa apa lagi dirinya? karena sebagai anak angkat dirinya memang harus mebayar hutang balas budi.
***
Dibuktikan Aisyah
"Assalamu'alaikum istriku yang cantik"
"Walaikumsalam mas, kok gak bilang-bilang mau kesini?" tanya Aisyah
"Sengaja mau buat kejutan, ni aku bawakan makan malam buat kamu?" ucap Danu
"Terimakasih mas" jawab Aisyah
"Itu ada juga buat Fitri" ucap Danu
"Wah.. asyiknya aku juga dapat ternyata" sahut Fitri yang sedang menata baju untuk dipajang
"Sudah makan saja dulu Fit, itu tinggal saja dulu" Aisyah mengeluarkan makanan yang dibawakan suaminya dan menyajikan diatas meja
"Mas Danu gak makan juga? kok cuma dua nasinya?"
"Tidak aku udah makan tadi dikantor, kalian makan saja berdua" ucap Danu
"Oya udah sejauh mana pesanan dari Khadijah?"
"Udah enam puluh persen mas, InsyaAlloh sebentar lagi kelar. tapi ini juga Aisyah lagi mengerjakan pesanan yang dari Indonesia sendiri lumayan banyak" ucap Aisyah
"Siapa dulu dong yang mempromosikan hehehe" sahut Fitri
"Emang top banget kamu Fit" ucap Aisyah mengangkat jari jempolnya
"Iya tapi ingat, kamu jangan capek-capek ya. anggap saja ini sebagai hiburan menyalurkan hobby kamu. jangan sampai kamu kecapean" ucap Danu
__ADS_1
"Iya mas, Aisyah tidak capek kok. justru senang banget. tidak menyaka kalau ada juga orang yang suka dengan rancangan Aisyah"
"Jujur kamu sangat berbakt Aisyah, hasil rancangan kamu semau luar biasa" puji Danu