Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 38


__ADS_3

"Wisnu itu siapa?" tanya Danu


"Apa mas?" Aisyah yang tidak terlalu mendengar karena fokus pada tugas


"Sebenarnya Wisnu itu siapa?" kembali Danu mengulangi pertanyaannya


"Wisnu?" Aisyah tidak percaya Danu menanyakan soal Wisnu


"Maksudnya mas Danu, mas Danu bertanya siapa Wisnu?" Aisyah balik bertanya dan melihat kearah suamin kmya


"Iya, Wisnu! siapa itu Wisnu?" Danu menatap tajam istrinya


"Bagaimana ceritanya mas Danu tau soal Wisnu?" tanya Aisyah


"Jadi siapa itu Wisnu?" tanya Danu tidak menghiraukan pertanyaan Aisyah


"Wisnu itu teman kuliah Ais dikampus" jawab Aisyah


"Hanya teman?" Danu masih melihat istrinya


"Iya" Aisyah mengangguk


"Lalu proposal apa itu" ucap Danu menatap proposal diatas meja belajar Aisyah dan membuat Aisyah paham


"Oow.. proposal itu, iya mas. jadi tadi siang itu ceritanya Wisnu ngasih Ais proposal Ta'aruf, karena Wisnu kan tidak tau kalau Aisyah sudah menikah"


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah menikah?" Danu menatap tajam kearah Aisyah


"Bukannya mas Danu sendiri ya yang bilang untuk tidak bilang ke orang kalau kita sudah menikah?"


"Iya, itu kan dulu. nyatanya sekarang semua teman-teman aku juga sudah pada tau, berarti teman kamu juga harus tau dong kalau kamu istri aku"


Aisyah tersenyum mendengar perkataan suaminya yang mulai posesif


"Iya mas, tadi itu sebenarnya Aisyah juga sudah mau mengatakan tentang pernikahan kita. tapi pas Aisyah mau jelasin Wisnu udah pergi gitu aja, jadi Aisyah belum sempat menjelaskan kalau Aisyah itu sudah tidak mungkin berta'aruf dengan laki-laki lain manapun."jawab Aisyah


"Besok aku akan ketemu dengan laki-laki itu"


"Untuk apa mas?" Aisyah menyatukan alisnya


"Tentu saja untuk memberitahu Wisnu kalau kamu itu istriku. jangan asal ngajak ta'aruf istri orang"


"Biar Aisyah saja mas yang bicara, Aisyah memang sudah berencana akan bicara saat mengembalikan proposal ini."


"Aku saja, aku tidak tenang kalau tidak aku sendiri yang memberitahu orang itu. aku ingin semua orang tau, kamu itu istriku"


"Terserah kamu saja mas" ucap Aisyah kembali belajar


Dan Danu terus saja menatap Aisyah yang sedang belajar dan sesekali Aisyah menyelipkan rambut panjangnya dibelakang telinga.


Iya sesuai perintah Danu untuk tidak menggunakan Jilbab saat dikamar. saat ini Aisyah yang mengenakan piyama mengurai rambut panjangnya.

__ADS_1


"Istriku memang cantik. tidak heran banyak laki-laki yang menginginkannya. belum tau mereka siapa suami dari wanita cantik ini. tentu saja Danu Dirgantara." batin Danu dan tersenyum menyeringai


"Aisyah"


"Iya mas, ada apa?"


"Kamu belajarnya masih lama?"


"Lumayan sih mas, Dosen ngasih tugas lumayan banyak tadi siang. mas Danu tidur saja dulu tidak usah menunggu Aisyah"


"Ya sudah segera diselesaikan"


"Iya mas" jawab Aisyah senyum dan kembali mengerjakan tugas


Dan entah sejak kapan tiba-tiba Danu sudah terlelap dalam dunia mimpinya


Setelah belajar Aisyah menyusul Danu dan membaringkan tubuhnya disamping suami posesifnya


Tanpa disadari Aisyah tersenyum saat mengingat tingkah konyol suaminya.


"Apa iya aku mulai mencintai kamu mas?" gumam Aisyah lirih


Dret.. dret...


Panggilan masuk dari Ilham


"Ilham" Ucap Aisyah Lirih dan Aisyah melihat suaminya, tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang tidur Aisyah segera ke balkon dan menerima telpon dari Ilham


"Walaikumsalam"


"Maaf ya jam segini aku menelpon, disana pasti sudah sangat malam ya, apa tadi kamu sudah tidur?" tanya Ilham dari sebrang telpon


"I-iya ham, ada apa ya?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya kangen sudah lama tidak pernah mendengar suara kamu. dan kamu kan juga tidak mengijinkan aku sering-sering kirim pesan. apa kamu tidak ingin tau kabar ku?"


"I-iya"


"Iya apa? kamu kenapa syah? kenapa seperti takut-takut gitu ngomongnya?"


"Ilham, aku tidur dulu ya, ini sudah malam, takut besok telat bangun. aku ada kuliah pagi soalnya" ucap Aisyah yang takut Danu akan terbangun


"Sebentar Aisyah, aku mau kasih tau kalau sepertinya aku akan pulang ke Indonesia lebih cepet, Alhamdulilah aku bisa menyelesaikan kuliahku lebih cepat dari perhitungan semestinya. jika semua lancar mungkin tidak sampai dia tahun lagi aku akan kembali. aku harap kamu masih ingat dengan janji kita. aku sudah tidak sabar untuk segera menyelesaikan kuliahku dan kembali ke Indonesia untuk menikah dengan kamu"


"Ilham" Aisyah menahan air matanya untuk tidak menangis


"Aisyah kamu kenapa?"


"Tidak ham, aku tidak apa-apa. aku senang kuliah kamu lancar, aku tutup dulu ya telponnya Assalamu'alaikum" Aisyah menutup telpon dan menempelkan ponselnya didadanya


"Hiks.. hiks.. " Aisyah berusaha menahan tangisnya namun dirinya tak kuasa lagi untuk menahannya. dan kini air mata itu tetap tumpah membasahi pipi Aisyah.

__ADS_1


Dadanya terasa sesak, seakan udara memenuhi paru-parunya.


Danu yang terbangun mendengar suara isakan dari balkon segera bangun dan menghampiri Aisyah yang menangis.


"Aisyah, kamu kenapa?" Danu memeluk Aisyah yang terduduk dan menangis


"Mas Danu, sejak kapan mas Danu disini?" tanya Aisyah segera menyeka air matanya


"Baru saja, kamu kenapa? ada apa sampai menangis seperti ini?" Danu memegang pipi Aisyah dan menatap mata istrinya


"Tidak mas, Aisyah tidak apa-apa"


"Kalau tidak apa-apa kenapa menangis?"


"Aisyah, Aisyah" ucap Aisyah gugup


"Ya Alloh apa yang harus hamba lakukan. ampuni hamba ya Alloh. hamba tidak ada maksud berbohong dengan mas Danu" batin Aisyah


Aisyah kamu kenapa? kenapa malah bengong?" kembali Danu bertanya


"Maafkan Aisyah ya mas" tangis Aisyah pecah dipelukan suaminya


Danu yang tiba-tiba dipeluk Aisyah menjadi gugup seketika.


jantungnya mulai berdetak kencang


"Ma-maaf untuk apa Aisyah?" Danu gugup


"Maaf Aisyah bukan istri yang baik, Aisyah sudah mengecewakan mas Danu" Aisyah terisak


"Jadi kamu menangis karena masalah itu? Aisyah bukan salah kamu jika banyak yang menyukai kamu. karena kamu memang cantik. aku yang salah dari awal aku yang melarang kamu memberitahu keorang kalau kita sudah menikah. wajar jika banyak yang ingin dekat dengan kamu. sudah ya jangan menangis, mulai sekarang semua harus tau kalau Aisyah itu sudah menjadi istri dari Danu Dirgantara" ucap Danu yang mengira istrinya menangis karena masalah Wisnu yang memberikan proposal ta'aruf


"Mas Danu" kembali Aisyah memeluk Danu dengan erat


"Sudah jangan menangis lagi, kembali kekamar yuk, nanti malah masuk angin malam-malam disini."


"Iya mas" Aisyah berdiri dan berjalan kembali ke kamarnya.


Aisyah dan Danu tidur berhadapan, keduanya saling menatap dan tersenyum


"Aisyah, apa kamu belum mencintaiku" tanya Danu


"Kenapa mas?" Aisyah balik bertanya


"Aisyah sepertinya aku, aku. aku mencintai kamu Aisyah" ucap Danu


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dan Vote ya syang2 ku😍😘


Dukungan kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Komen dari kalian sangat Author nantikan. aku itu suka baca komen2 dari kalian 😍😘


__ADS_2