Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
PENYESALAN VALLEN


__ADS_3

Vallen berteriak didalam apartemennya, berusaha mencegah Danu pergi tapi tidak berhasil. tidak pernah terbayangkan ternyata Danu mengetahui kejadian dimana dirinya tidak sengaja tidur dengan David. sahabatnya dan Danu saat mereka bertiga sama-sama kuliah dikampus yang sama.


"Tidak.. tidak, aku tidak sengaja. aku mencintaimu Danu. maafkan aku aku tidak sengaja melakukan itu dengan David" gumam Vallen menangis terduduk memegangi lututnya, dirinya sangat berantakan setiap mengingat kejadian itu dirinya juga sangat merasa jijik dengan dirinya sendiri.


*Flashback*


Matahari mulai menampakan cahaya melalui celah korden yang sedikit terbuka. membuat Vallen terbangun karena sinar matahari yang masuk mengenai matanya.


Dengan kepayahan Vallen berusaha bangun, kepalanya pening, badannya terasa sakit semua. hampir sekujur tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. perlahan Vallen membuka matanya dan betapa terkejutnya saat dirinya melihat David ada di sampingnya masih tertidur tanpa mengenakan pakaian dan menggunakan selimut yang sama dengan dirinya.


"Aaaww" teriak Vallen saat melihat ternyata dirinya juga tidak mengenakan pakaian.


"Ada apa? ada apa Vallen?" ucap David kagat mendengar teriakan Vallen


"Apa yang sudah kamu lakukan? kenapa kamu tega melakukan ini? kenapa? kenapa?" teriak Vallen memukul-mukul tubuh David


David dengan kuat segera memegang tangan Vallen


"Tenang dulu, tenang dulu Vallen" bentak David membuat Vallen berhenti memukul dan menangis memegangi lututnya


"Kita sama-sama tidak sadarkan diri semalam. kita berdua sama-sama mabuk. bagaimana aku bisa tau kalau kita melakukan semua ini. ini semua diluar kendaliku. percayalah aku tidak dengan sengaja melakukannya. tolong maafkan aku!" ucap David memeluk Vallen tapi segera ditepis oleh Vallen


Vallen segera bergegas kekamar mandi mengguyur tubuhnya dengan shower membasahi seluruh tubuhnya, menggosok seluruh tubuhnya dengan kuat dirinya merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. selama pacaran bertahun-tahun dengan Danu, sedikitpun mereka tidak pernah berbuat sejauh ini. Danu sangat menjaga Vallen. pernah Vallen menginginkan dan meminta Danu untuk melakukannya Vallen membuka pakainya satu per satu didepan mata Danu, sebagai seorang laki-laki normal melihat hal seperti itu pasti akan segera di mangsanya. tapi tidak dengan Danu, justru Danu kembali memakaikan pakaian Vallen dan membisikkan


"Aku laki-laki normal, pasti aku menginginkannya. tapi aku ingin melakukannya saat kamu sudah sah menjadi milikku. aku akan menjaga wanita yang aku cintai"


Malu, iya malu itulah yang saat itu dirasakan Vallen. tapi Vallen juga tau Danu melakukan itu karena mencintai dirinya, tapi sekarang mahkota yang Danu jaga itu direnggut oleh sahabat mereka sendiri.


"Aawww.. " teriak Vallen, David yang berada diluar merasa panik mendengar teriakan Vallen dikamar mandi.


Tiga jam sudah David menunggu Vallen yang berada dikamar mandi tapi tak kunjung keluar juga.


David berusaha mengetuk pintu berkali-kali dan mencoba memangil Vallen berkali-kali tapi tak ada jawaban dari balik kamar mandi.


Kesabaran David mulai habis dan terpaksa membuka pintu kamar mandi dengan paksa. betapa terkejutnya dirinya saat melihat Vallen tergeletak dilantai kamar mandi tangannya berlumuran darah. bibirnya membiru, wajahnya sangat pucat


"Vallen.. Vallen.. bangun Vallen, bangun Vallen" ucap David panik menepuk-nepuk pipi Vallen


melihat Vallen tidak ada respon. David segera membopong dan melarikannya kerumah sakit. setelah hampir dua minggu dirawat barulah Vallen sehat dan diijinkan pulang dari rumah sakit. namun di apartemen dirinya hanya bengong, dan menyesal apa yang telah terjadi.


Vallen takut menghadapi kenyataan, tapi Vallen juga tidak mau kehilangannya Danu. hingga akirnya vallen memutuskan untuk kembali ke Indonesia. dan bertekad untuk tidak pernah mengingat apapun yang sudah dilakukannya dengan David.


*Flashback off*

__ADS_1


Dirumah


"Assalamu'alaikum ma, pa"


"Walaikumsalam Dan, baru pulang kamu?" tanya pak Herman


"Iya pa, tadi banyak kerjaan dikantor. Aisyah dimana pa?" tanya Danu


"Aisyah ada dikamar sepertinya sedang banyak tugas dari kampus. tadi setelah makan malam langsung kembali kekamar, katanya mau mengerjakan tugas" jawab bu Retno


"Kalau gitu Danu kekamar ya ma, pa" ucap Danu melangkah kekamar


klek


pintu kamar dibuka


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Aisyah yang lagi belajar menoleh dan berdiri menghampiri suaminya mencium punggung tangan suaminya.


"Sudah makan mas?" tanya Aisyah mengambil tas dan jas yang ada ditangan Danu untuk diletakkan


"Belum Is, Hari ini dikantor sedang banyak pekerjaan jadi gak sempat makan"


"Terimakasih ya Ais" ucap Danu senyum mendekatkan wajahnya pada Aisyah


"Iya mas" Aisyah yang malu menundukkan wajahnya dan segera berlari kedapur


melihat tingkah istrinya yang mengemaskan Danu tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Setelah mandi Danu turun kebawah untuk makan malam, Aisyah menemani dan melihat Danu yang sedang makan


"Kamu tidak makan?"


"Ais sudah makan tadi sama mama dan papa mas"


"Sebenarnya masakan kamu ini kamu kasih apa sih?" tanya Danu


"Tidak kok mas, tidak Ais kasih apa-apa. tidak enak ya mas? apa masakan Ais tidak sesuai dengan selera mas Danu?" Ais panik


"Masakan kamu ini membuatku kecanduan, rasanya jadi tidak selera makan diluar" Danu tersenyum dan kembali memasukkan sendok ke mulutnya.


"Ya Alloh mas, bikin panik saja. Ais kira masakan Ais tidak sesuai dengan selera mas Danu. syukurlah kalau mas Danu suka masakan Ais."

__ADS_1


"Suka, suka banget malah. masakan kamu ini enak banget"


Ais tersenyum dan melihat suaminya yang sedang makan.


"Sekarang kamu sudah berani menatapku ya? biasanya selalu menunduk" Goda Danu


Aisyah malu dan kembali wajahnya memerah.


"Tau tidak, aku itu gemes banget setiap menggodamu. tau kenapa? karena wajahmu pasti memerah" Danu kembali tersenyum


Aisyah yang malu pamit untuk kembali kekamar karena mau mengerjakan tugas kuliahnya.


Danu segera menyusul Aisyah kekamar


Danu yang tiduran dikasur sesekali melihat Aisyah yang serius belajar.


"Kamu tidak capek? sudah malam sebaiknya kamu tidur" ucap Danu


"Iya mas" Aisyah menurut dan mengambil selimut dilemari


Aisyah menutup tubuhnya dengan selimut dan tidur disofa.


"Ais, apa kamu sudah tidur"


"Belum mas" jawab Aisyah dengan mata terpejam


"Aku mau minta maaf atas kejadian tadi siang dikantor"


"Iya tidak apa-apa mas"


"Apa kamu tidak penasaran dengan wanita yang tadi siang?" ucap Danu sambil tiduran memandang Ais yang berada disofa


Ais terduduk


"Apa Ais boleh menanyakan siapa wanita itu?" Ais menatap Danu


Danu mendekat dan duduk disamping aisyah


"Apa yang ingin kamu tanyakan, tanyakanlah! aku akan menjawab semuanya dengan jujur dan tidak akan menutupi apapun dari kamu" Danu menatap mata Aisyah


"Ais ingin tau, ada hubungannya apa mas Danu dengan wanita itu?" Aisyah ganti menatap mata Danu


^Happy Reading^

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan like, coment dan Vote ya🙏 jangan lupa kasih rating bintang lima dan follow juga akun ini ya🙏🥰😘


__ADS_2