
Setelah persiapan selama dua minggu, waktu yang tergolong singkat untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang cukup mewah, akhirnya terlaksana dengan lancar. Walaupun waktu persiapan singkat tapi acara berjalan sesuai dengan rencana dan dekorasi yang begitu mewah menghiasi aula hotel tempat resepsi pernikahan Niko dan Ulya.
Rasa haru menyelimuti hati Ulya. Begitu juga dengan umi dan Abah yang tak mampu menyembunyikan rasa harunya hingga air mata kebahagiaan yang sedari tadi ditahan kini tumpah saat terdengar para saksi mengatakan "SAH"
"Alhamdulillah" gumam Umi dan Abah saling menggenggam tangan, bahagia, haru itu yang saat ini mereka rasakan.
Aisyah pun terlihat menyeka air mata yang membasahi pipinya lantaran bahagia, kakaknya kembali menemukan tambatan hati yang InsyaAlloh jauh lebih baik dari suami pertamanya.
"Sayang, apa kamu juga ingin pernikahan kita diadakan resepsi seperti ini?" tanya Danu ditengah acara
"Kenapa tiba-tiba mas Danu tanya seperti ini?" Jawab Aisyah menatap suaminya
"Bukan gimana-gimana, hanya saja jika kamu menginginkan pesta seperti ini. Aku akan membuatkan pesta yang jauh lebih mewah dari ini" ucap Danu
Aisyah hanya tersenyum, mendengar apa yang dikatakan Danu
"Sayang aku serius, jika kamu ingin mengadakan pesta pernikahan kita. Aku akan membuatkan pesta yang mewah. Jujur aku merasa bersalah. karena kita menikah dengan cara yang sederhana, padahal aku ini seorang Direktur Utama, uangku banyak tapi aku tidak memberikan pesta yang selayaknya untuk istriku saat pernikahan kita. Aku ingin menebus semua itu Aisyah" Danu menggenggam tangan Aisyah dan menatap Aisyah dengan perasaan menyesal
"Aisyah tidak menginginkan pesta yang mewah mas. Pernikahan yang kita lakukan dulu sudah lebih dari cukup karena yang terpenting bagi Aisyah itu pernikahan kita sah di hadapan Alloh dan sah secara negara. Dan satu lagi, yang penting orang sudah tau kalau kita sudah menikah. Kalau tujuan dilakukan resepsi pernikahan itu agar orang tau kalau pernikahan dilakukan secara sah disaksikan wali dan para tamu undangan. Karena syarat sahnya sebuah pernikahan bukan terletak pada pesta yang mewah. Tapi yang sesuai dengan syari'at Islam.
Rukun nikah terdiri atas laki-laki dan perempuan yang hendak menikah, wali perempuan, saksi nikah, ijab dan qabul. Sedangkan syarat sah nikah di antaranya Islam, bukan mahram, wali akad nikah, sedang tidak ihram atau berhaji, dan bukanlah paksaan.
Dan saksi nikah mempunyai persyaratan yaitu beragama islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil. Waktu kita nikah bukankan semua unsur itu sudah terpenuhi? karena bagi sebuah pernikahan itu yang terpenting bukan resepsinya." jelas Aisyah panjang lebar dan memberi pemahaman pada suaminya agar tidak merasa bersalah lantaran tidak membuatkan pesta untuknya saat pernikahan mereka.
"Tadi kamu bilang syarat sah nikah juga ada tidak ada paksaan? bukankah kamu menikah denganku karena dipaksa Abah ya?" tanya Danu membuat Aisyah tersenyum kala mengingat semua itu
"Sebenarnya bukan dipaksa mas, tapi lebih tepatnya terpaksa hehehe" jawab Aisyah tersenyum memperlihatkan gigi putihnya
"Bedanya apa dipaksa sama terpaksa?" kembali Danu bertanya dan mengerutkan dahinya tak mengerti
"Beda dong mas, kalau dipaksa Abah menekan Ais, mau tidak mau tetep harus menikah dengan mas Danu! itu namanya dipaksa. Kalau terpaksa, sebenarnya hati Ais menolak tapi karena tidak ingin mengecewakan Abah dan bentuk bakti Ais sama Abah dan Umi Ais memutuskan menerima perjodohan kita. itu namanya terpaksa" jelas Ais kembali tersenyum
"Kalau sekarang masih merasa terpaksa tidak?" Danu melihat Aisyah tajam
"Tidak, Justru Aisyah sangat bersyukur menerima perjodohan ini. Karena ternyata Abah menjodohkan Ais dengan laki-laki yang sangat baik dan tampan. Insyaalloh semoga kita bisa selalu bersama sehidup sesurga aamiin" ucap Aisyah mengangkat tangannya berdoa dan tersenyum menatap suaminya
"Ehem.. " Ray berdeham
"Terus saja pamer kemesraan didepan orang jomblo" gerutu Ray
"Jomblo apanya, bentar lagi kamu kan juga akan nikah. Ya gak?" ucap Danu tersenyum mengedipkan satu matanya
"Mas Ray, juga sudah mau nikah? kapan mas? selamat ya mas Ray" ucap Aisyah
"Jangan dengarin suami kamu, belum pasti juga" gerutu Ray
***
"Ulya selamat ya semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu, aku ikut bahagia untuk kamu" ucap Firdaus menyatukan kedua tangannya di depan dada tersenyum dan mengucapkan selamat, sakit dan sedih itu yang ada didalam hatinya. Tapi Firdaus cukup berlapang dada untuk meneruskan takdir kalau Ulya bukan jodohnya.
__ADS_1
"Mas Niko selamat dan tolong jaga Ulya bahagiakan Ulya. Jangan sampai Ulya menangis karena sedih. Karena jika Ulya samapai menderita aku akan kembali mengejar Ulya" bisik Firdaus tersenyum saat berjabat tangan Niko
"Kamu tenang saja, aku akan menjaga dan membahagiakan istriku dengan baik" jawab Niko tersenyum menyeringai
"Itu tadi laki-laki yang mengajak kamu ta'aruf ya?" bisik Niko saat Firdaus sudah pergi
Ulya hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.
"Astaghfirullah" minuman Fitri tumpah dan mengotori pakaiannya lantaran tidak sengaja tersenggol Firdaus yang baru saja melintas dengan buru-buru
"Maaf, maaf mbak. Saya tidak sengaja" ucap Firdaus melihat kearah Fitri yang sedang membersihkan baju yang terkena tumpahan air
"Tidak apa-apa" Jawab Fitri singkat dan masih menunduk membersihkan bajunya
"Aduh gimana ya mbak saat ini saya sedang buru-buru, bagaimana kalau saya ganti biaya untuk mengganti pakaiannya?" tawar Firdaus yang harus segera pergi
"Tidak perlu mas, kan saya sudah bilang tidak apa-apa" jawab Fitri kali ini melihat kearah Firdaus hingga mata mereka saling bertemu dan dengan cepat keduanya mengucap "Astaghfirullah" dan segera memalingkan pandangan
"Sekali lagi maaf, baiklah saya pergi dulu"ucap Firdaus berlalu
"Kamu kenapa Fit? tanya Aisyah yang melihat Fitri membersihkan bajunya
"Tidak apa-apa, tadi ada orang tidak sengaja tersenggol jadi minumanku tumpah dibaju" jawab Fitri berusaha membersihkan bajunya dengan tisu
"Sepertinya tidak bisa hilang ya nodanya? apa mau ganti baju saja? aku ada baju cadangan dimobil" ucap Aisyah melihat warna merah dibaju Fitri yang berwarna putih
"Tidak apa-apa syah cuma dikit aja kok" jawab Fitri tersenyum
"Tidak apa-apa beneran. Lagian acaranya juga undah mau selesai kan? jadi aku sekalian aja pamit pulang terus mau nyuci ni baju. Sayang kalau sampe nodanya gak hilang. Ini kan baju dari kamu" ucap Fitri tersendiri karena memang sangat menyukai baju yang sedang dipakainya. Selain modelnya yang bagus, baju ini juga merupakan hadiah dari sahabatnya.
"Besok aku kasih lagi, ambil aja dibutik mana yang kamu suka" ucap Aisyah pada Fitri karena bagi Aisyah Fitri adalah sahabat terbaiknya
"Beda dong, ini kan memang kamu disain khusus buat aku. kalau yang dibutik kan tidak spesial pakek telur hahaha.. " canda Fitri membuat Aisyah tertawa
"Kamu ini bisa aja Fit" ucap Aisyah yang tidak bisa menahan tawa
"Ya sudah aku kesana dulu ya, mau pamitan sama kak Ulya" ucap Fitri menunjuk arah pengantin
***
Setelah rangkaian acara pernikahan yang cukup melelahkan dan para tamu undangan sudah pulang. Kini Niko dan Ulya masuk kedalam kamar hotel, karena malam ini mereka akan menginap dihotel untuk istirahat.
Didalam kamar hotel yang hanya ada mereka berdua membuat pasangan yang baru saja sah menjadi suami istri ini salah tingkah.
"Saya mandi dulu" ucap keduanya bersama dan mereka saling tersenyum merasa canggung
"Ya sudah kamu duluan" ucap Niko
"Sebaiknya mas Niko saja yang duluan" ucap Ulya
__ADS_1
"Kamu saja yang duluan" ucap Niko lagi
"Em.. Ulya duluan yang mandi? ba-baiklah Ulya duluan" ucap Ulya canggung dan berlari kecil kekamar mandi setelah sebelumnya sudah membawa baju ganti
Niko merasa jantungnya berdegup sangat keras, dan berkali-kali menghela nafas karena panik
"Aku ini kenapa sih? ini kan bukan pertama kalinya aku melakukannya. Kenapa dengan istri sendiri rasanya malah grogi gini ya? Astaghfirullah, Astaghfirullah" gumam Niko berkali-kali mengingat dosanya dimasa lalu. Niko masa lalunya memang jauh dari ajaran agama yang benar. Sekolah diluar negeri, membuat hidupnya begitu bebas dan memang Niko sebelumnya juga pernah melakukan dosa zina dengan beberapa wanita. Tapi kini saat dirinya mengetahui seperti apa dosa zina dirinya benar-benar menyesal atas perbuatannya dimasa lalu. Niko juga sudah melakukan sholat taubat nasuha saat dirinya memutuskan untuk hijrah dan ingin mengenal seperti apa ajaran Islam yang benar, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sekarang hidupnya lebih tertata dan menemukan kedamaian yang sesungguhnya ketika dia dekat dengan Alloh. Rasa yang tidak pernah dia dapatkan saat dirinya jauh dari Alloh.
Klek..
Suara pintu kamar mandi terbuka dan perlahan Ulya keluar dari kamar mandi.
Niko menatap kerarah sumber suara dan seketika matanya terbelalak terpukau melihat kecantikan istrinya yang hanya mengenakan piyama selutut dan rambut panjang tergerai lurus. ditambah dengan kulitnya yang begitu putih membuat Ulya benar-benar terlihat sangat sempurna dimata Niko. Apalagi ini kali pertama Niko melihat Ulya tidak mengenakan jilbab dan memperlihatkan secara jelas tubuhnya.
"Mas Niko mau mandi?" tanya Ulya membuat Niko tekejut
"I-Iya aku, aku mau mandi. Em.. aku, aku mandi ya" ucap Niko terbata-bata dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Ulya hanya tersenyum melihat tingkah dari laki-laki yang baru saja sah menjadi suaminya itu.
"Mas Niko" panggil Ulya menghentikan langkah Niko dan berbalik arah melihat Ulya "Iya ada apa?"
"Setelah mandi sekalian ambil air wudhu ya, kita sholat Ishak berjamaah" ucap Ulya tersenyum
"Iya, Ba-baikl" jawab Niko grogi
Didalam kamar mandi Niko memegangi dadanya, merasakan jantung yang berdegup dengan kencang seakan ingin lepas dari tempatnya.
Setelah mandi Ulya sudah menunggu Niko diatas sajadah dan membentangkan sajadah di depan Ulya, meminta Niko untuk menjadi imamnya melakukan sholat Ishak berjamaah. Untuk kali pertama Niko mengimami Ulya sebagai makmumnya.
Setelah sholat Ulya mencium tangan suaminya dan dengan pelan Niko mencium kening Ulya untuk pertama kalinya.
"Em... Ulya, itu.. aku, aku.." ucap Niko
"Aku? aku kenapa mas?" tanya Ulya tersenyum
"Gimana ya kok jadi grogi gini" gumam Niko dan Ulya kembali tersenyum dengan tingkah suaminya yang lucu
"Be-gini Ulya, aku, aku sebelumnya mau bilang. Jujur aku memang baru pertama kali menikah. Tapi aku juga mau jujur sama kamu, kalau masa laluku memang tidak baik dan jujur sebelumnya pun aku sudah pernah melakukannya. Aku tau kamu pasti sangat kecewa dengan pengakuanku. Tapi aku ingin memulai hubungan kita dengan keterbukaan dan kejujuran tidak ada lagi yang aku sembunyikan dari kamu. begitu juga sebaliknya. Tapi aku janji Ulya, InsyaAlloh sekarang dan selamanya aku akan menjadi suami yang setia dan aku akan berusaha untuk membahagiakan kamu dengan ijin Alloh. Masa laluku memang tidak baik, tapi masa depan yang akan datang jika Alloh memberi umur padaku, aku ingin bisa belajar menjadi lebih baik, agar kita bisa selalu bersama sehidup dan sesurga. Ulya apa kamu bersedia menerimaku dengan masa laluku yang kelam? dan apa kamu mau membimbing aku menjadi orang yang lebih baik. Aku tau seharusnya itu tugasku sebagai seorang suami, tapi dengan keterbatasan ilmu agama yang aku miliki, aku membutuhkan bimbingan dari kamu." ucap Niko meraih tangan Ulya dan mengenggam lembut tangan Ulya
"InsyaAlloh Ulya bersedia menerima semua yang ada pada dirimu mas, masa lalu mas Niko adalah perjalanan dari hidup mas Niko yang tidak akan mungkin bisa untuk dihilangkan, tapi Ulya berharap masa lalu itu biarlah menjadi masa lalu yang tidak perlu kita ungkit kembali. Karena setiap orang pasti memiliki masa lalu terlepas seperti apa masa lalu itu, tapi sekarang dimasa depan, kita akan memulai membuat cerita tentang kita. Cerita rumah tangga yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Apapun yang ada dimasa depan selalu libatkan Alloh, karena sesungguhnya pernikahan adalah suatu ibadah untuk menyempurnakan sebagai agama. Kita belajar bersama, saling mengingatkan dan saling berbagi apapun itu, keluh kesahmu bagilah denganku sebagai istrimu. bahagiamu bagilah denganku. Apapun itu kita hadapi dan lalui bersama." Ulya membalas genggam tangan Niko
"Terimakasih sayang, aku tau kamu adalah wanita sholihah dan aku bersyukur kamu mau menerima aku sebagai suami kamu" ucap Niko mencium tangan Ulya
"InsyaAlloh, do'akan Ulya agar Ulya bisa selalu beristiqomah dan menjadi istri yang sholihah." ucap Ulya
Niko kembali mencium kening Ulya dan mengangkat tubuh mungil Ulya, menidurkan perlahan diranjang pengantin yang sudah dihiasi banyak bunga diatasnya oleh pihak hotel. Diawali dengan doa, malam ini Niko dan Ulya menyempurnakan pernikahan mereka, meneguk indahnya surga dunia dengan pasangan halal yang menjadikannya pahala disetiap apa yang mereka lakukan.
Wahai orang-orang percaya! Tidak halal bagi kamu memanfaatkan perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena ingin mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena tidak menyukai sesuatu, sebaliknya boleh jadi Allah menjadikan kamu banyak yang bermanfaat."(QS An-Nisa' : 19)
__ADS_1
^Happy Reading^