
Perlahan Aisyah mendekati suaminya hingga jarak mereka begitu dekat, tanpa menunggu lama Aisyah mencium bibir suaminya sontak membuat Danu membelakangkan matanya lagi, tidak pernah menyangka istri kecilnya akan melakukan hal yang diluar dugaannya.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Danu pun membalas ciuman Aisyah hingga keduanya larut dan entah kapan terjadinya semua pakaian yang mereka kenakalan sudah berhamburan dilantai.
Dan malam ini mereka meneguk indahnya surga dunia dalam ibadah pernikahan.
Tak cinta bukan berarti lampu merah, itu lah ungkapan yang cocok untuk kedua sejoli yang saat ini sedang merasakan indahnya surga dunia dalam ikatan suci pernikahan.
Berawal dari dua insan yang tidak saling mengenal, disatukan oleh ikatan pernikahan karena perjodohan orang tuanya mereka, menjalani Bahtera rumah tangga tanpa ada rasa cinta diantara keduanya, hingga tumbuh benih cinta diantara keduanya.
***
Pagi ini Danu terlihat lebih bersemangat dari biasanya saat berangkat ke kantor, Danu yang biasanya bersikap dingin dengan karyawan kini selalu tersenyum dan membalas sapaan karyawannya
"Itu pak Danu kan? tumben banget mau menjawab salam dari kita?"
"Iya lagi seneng sepertinya" sahut karyawan yang lain dan tiba-tiba saja sepasang mata mengawasi Danu yang berjalan dengan senyuman menghiasi bibirnya
"Danu" Vallen memanggilnya
"Ada apa?" jawab Danu yang terlihat biasa tidak ada ekspresi marah atau seperti biasanya yang enggan melihat Vallen
"Kamu sepertinya bahagia sekali ada apa?" tanya Vallen
"Setiap hari aku kan selalu bahagia, apalagi sekarang istriku juga mencintaiku sama seperti aku mencintanya" jawab Danu tersenyum
"Apa kamu benar-benar mencintai gadis kecil dan kampungan itu? Vallen tidak percaya
__ADS_1
"Bagiku dia yang terbaik, dan semakin hari dia semakin pintar memberiku kejutan, hingga membuatku semakin jatuh cinta pada nya"
"Apa yang dia berikan? aku juga bisa memberikan apa yang dia berikan?" ucap Vallen mendekatan wajahnya dan hampir mencium bibir Danu tapi Danu segera menghindar
"Jangan pernah lakukan hal seperti ini kepadaku, Danu Dirgantara tidak sudi menggunakan barang bekas. dan tadi kamu bilang apa? kamu bisa memberikan apa yang istriku berikan? bagaimana bisa kamu memberikan apa yang istriku berikan sedangkan kamu menjaga harga diri kamu sendiri saja tidak bisa" ucap Danu dengan senyum menyeringai dan berlalu
Vallen kembali ke ruangannya dan menangis sejadi-jadinya, dirinya tau Danu sudah tidak mungkin lagi untuk didapatkannya lagi, tapi pisah dari Danu juga merupakan pukulan terbesar dalam hidupnya. bagaimana dirinya menghadapi kemarahan mami dan papinya yang sangat mengharapkan dirinya menikah dengan Danu.
Apalagi sejak Danu mengadakan konferensi pers tentang pernikahannya dan membuat seluruh keluarga Vallen heboh namun Vallen lebih memilih untuk menghindar dari keluarganya.
Dret.. dret..
Panggilan dari Pak Bagaskara ayah angkat Vallen yang juga seorang pengusaha dibidang garment yang tidak kalah terkenal dengan perusahaan Danu Dirgantara meskipun tetap masih dibawah perusahaan Dirgantara grup.
"Hallo pi, ada apa?"
"Ta-tapi ini masih jam kerja pi?"
"Papi tidak mau tau, sekarang juga segera datang atau orang papi akan memaksa kamu pulang" ucap pak Bagaskara
"Baiklah pi, Vallen pulang sekarang" ucap Vallen menutup telpon
Vallen menghembuskan nafas kasar dan menyandarkan kepalanya dikurangi.
Sebenarnya Vallen sudah bisa menerka kemarahan seperti apa yang akan didapatkan dirumah nanti. mami dan papinya pasti akan sangat murka karena mengetahui pernikahan Danu dengan wanita lain.
Sesampainya di gerbang sebuah perumahan elit seorang security bergegas membukakan gerbang untuk majikannya yang baru datang.
__ADS_1
Vallen segera turun dari mobil dan dengan perasaan malas melangkahkan kakinya kerumah orang tua angkat yang sudah membesarkannya dari dia masih kecil.
"Mami" ucap Vallen berjalan mendekati maminya dan memeluk maminya tapi Bu Yesi segera melepaskan pelukan Vallen
"Sejak kapan kamu pulang ke Indonesia? kenapa pulang ke Indonesia bukannya pulang ke rumah dan kerja di perusahaan sendiri malah kerja di perusahaan laki-laki yang sekarang sudah menikah dengan perempuan lain, sebenarnya ada apa Vallen? kenapa bisa Danu menikah dengan perempuan lain? bukankah selama ini dia mencintai kamu?" cerca bu Yesi maminya Vallen
"Kenapa diam? apa yang kamu lakukan selama ini sampai Danu lepas dari kamu? ini akibatnya kalau tidak menurut sama orang tua, dari dulu papi sudah katakan, segera terima lamaran Danu, tapi kamu ngotot mempertahankan karir kamu, mana yang kamu bilang Danu pasti akan tetep menunggu kamu sampai kamu sukses? mana kata-kata sombong yang keluar dari mulut kamu setiap kamu menolak lamaran Danu?" pak Bagaskara murka
"Maafkan Vallen pi" jawab Vallen singkat
"Maaf kamu bilang? mudah sekali kamu bilang maaf? sementara saat ini Danu sudah menikah dengan perempuan lain. gagal semua rencana Papi untuk bisa menyatukan perusahaan Dirgantara grup dengan perusahaan kita. apa sih sebenernya yang kamu bisa? kapan kamu itu balas budi sama Papi? setelah semua yang sudah papi lakukan untuk kamu sekarang kamu hancurkan semua mimpi papi"
"Justru yang membuat Vallen selama ini menolak lamaran Danu dan ingin berkarir dulu, karena Vallen ingin menunjukkan kepada papi, mami dan semua keluarga kalau Vallen bisa sukses tanpa embel-embel nama dari papi ataupun Danu" jawab Vallen
"Huh.. apa kamu bilang? ingin sukses tanpa embel-embel papi dan Danu? lalu sekarang lihat hasilnya? apa ini yang kamu bilang sukses tanpa embel-embel papi dan Danu? bisa apa kamu tanpa papi? nyatanya sekarang kamu hanya sebagai karyawan di perusahaan Dirgantara. coba kamu nurut sama papi untuk segera menerima lamaran Danu, sekarang kamu yang akan menjadi istri dari pemilik perusahaan Dirgantara grup. bukan malah sebagai karyawan disana. ini semua ulah dari kesombongan kamu"
Vallen mengepalkan tangannya dengan kuat, berusaha menahan diri untuk tidak melawan. karena Vallen tau, papinya sangat tidak suka dilawan.
"Sekarang papi akan atur perjodohan untuk kamu, dan kali ini kamu tidak boleh menolaknya" tegas pak Bagaskara
"Dijodohkan pi? tidak pi Vallen tidak mau dijodohkan" tolak Vallen
"Lalu apa mau kamu? kamu sudah merusak semua rencana papi"
"Dia itu emang anak tidak tau diuntung pi, masih bagus ada yang mau sama kamu, papi pasti tidak akan menjodohkan kamu dengan sembarangan orang, jadi terima saja perjodohan itu" sahut Vany yang baru menuruni anak tangga
"Tapi Vallen masih mencintai Danu pi!" ucap Vallen dengan nada tinggi
__ADS_1
^ Happy Reading^