
Seharian Danu tidak bisa konsentrasi pada pekerjaan, kejadian Aisyah melihat dirinya dengan Vallen selalu di benaknya.
perasaan Danu semakin geram melihat tingkah laku valen.
Danu mengepalkan tangan menahan kemarahan nya.
Danu Mengambil telponnya dan menghubungi bu Lina memintanya untuk segera datang keruangannya.
Tak butuh waktu lama bu Luna sampai keruangannya.
"Ada apa bapak mencari saya?" tanya bu Lina
"Soal disainer kita yang baru, tolong berhentikan saja" ucap Danu
"Ada masalah apa Pak? pekerjaannya cukup bagus. dan perusahaan kita memerlukan disainer yang seperti itu." ucap Bu Luna
"Kita bisa mencari Disainer lain"
"Benar Pak, tapi masalah ini tidak akan baik jika terdengar keluar. perusahaan kita memberhentikan pekerja yang baru bekerja sehari tanpa kesalahan. kalau boleh tau kesalahan bu Vallen apa ya pak?" tanya bu Bu Luna
Danu juga tidak mungkin menceritakan masalah pribadi pada karyawan dikantor nya.
"Ya sudah, kembali saja ke ruangan kamu" ucap Danu
Danu merasa kesal, memang sangat tidak baik jika dirinya harus memutus kontrak kerja secara sepihak karena alasan pribadi.
Sedangkan dikampus Aisyah juga tidak dapat berkonsentrasi dengan pelajaran. ada perasaan kesal dan merasa perasaan seperti tidak rela.
"Astaghfirullah" Aisyah segera tersadar dan segera beristighfar berkali-kali.
"Aisyah" Fitri memanggil dan menepuk pundak nya
"Eh iya Fit, ada apa? Aisyah kaget
"Kamu kenapa? apa sedang ada masalah? kenapa dari tadi bengong" ucap Fitri bisik-bisik karena masih ada dosen memberi penjelasan didepan.
Aisyah hanya menggelengkan kepala.
"Kita ke kantin yuk" ajak Fitri setelah jam kuliah selesai tapi lagi-lagi Aisyah menggelengkan kepala.
"Kamu sebenarnya kenapa? apa ada masalah sama suami kamu? apa masalah Ilham lagi?" tanya Fitri
"Tidak kok, tidak ada masalah. hanya tidak ingin ke kantin saja" ucap Aisyah
"Aisyah"
"Wisnu, ada apa?" jawab Aisyah menundukkan pandangan
"Kamu sudah mengerjakan tugas dari bu Rika belum?"
"Iya sudah, kenapa? boleh aku pinjam buku kamu untuk mengerjakan tugas dari Bu Rika?" tanya Wisnu menatap Aisyah. tapi Aisyah merasa risih dengan pandangan Wisnu.
Aisyah segera mengmbil bukunya dan memberikan pada Wisnu.
"Terimakasih ya Aisyah. nanti setelah selesai aku gunakan akan aku kembalikan" ucap Wisnu
"Dari sekian banyaknya mahasiswanya kenapa Wisnu malah meminjam buku kamu ya?" ucap Fitri dan Aisyah hanya mengangkat bahunya.
__ADS_1
"Ini benaran kamu tidak mau ke kantin?" tanya Fitri
"Tidak Fit, sepertinya aku mau pulang saja. kepalaku tiba-tiba saja pusing" ucap Aisyah
"Kamu sakit? apa mau kedokter? biar aku antar!" ucap Fitri
"Tidak usah, aku mau pulang istirahat saja. Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Fitri merasa kawatir dengan temannya
"Kamu beneran bisa sendiri? biar aku antar ya" Fitri belum bisa tenang
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri kok. aman" jawab Aaisyah senyum.
Dijalan Aisyah memikirkan apa yang sudah dilakukan suaminya bersama wanita yang bukan mahramnya.
"Kenapa wanita itu bersikap seperti itu? apa mereka tidak mengerti hukum nya bersentuhan dengan yang bukan mahram?" batin Aisyah
"Huft... " Aisyah menghembuskan nafas nya.
Sesampainya rumah bu Retno merasa heran dengan Aisyah yang sudah pulang.
"Kenapa jam segini sudah pulang? apa sudah tidak ada kuliah sayang?" tanya bu Retno
"Sebenarnya masih ada ma, tapi kepala Ais pusing. Ais mau istirahat dulu ya ma" ucap Aisyah
"Kamu sakit Ais? mama panggil Dokter ya?"
"Tidak usah ma, buat istirahat sebentar InsyaAlloh sembuh ma"
"Iya ma" ucap Ais
Dikamar Ais melepas jilbabnya dan membaringkan tubuhnya dikasur. saat ini pikiran Ais memang sedang bingung selain memikirkan wanita yang tiba-tiba bergelayut manja dengan suaminya. Aisyah juga memikirkan pembayaran kuliahnya. karena sebentar lagi Ais akan melaksanakan Ujian sementara uang kuliah semester ini belum dibayar. biasanya Aisyah akan meminta pada Abahnya. tapi saat ini Aisyah tidak bisa lagi meminta pada Abahnya karena tanggung jawab dirinya bukan lagi pada Ayahnya tapi pada suaminya. tapi sejak mereka menikah Danu belum pernah memberikannya nafkah.
Danu sudah hampir dua jam berada di depan kampus Aisyah namun yang ditunggu tak kunjung menampakkan batang hidupnya.
Danu akhirnya memutuskan untuk turun dan mencari Aisyah kedalam, lantara ponsel Aisyah tidak bisa dihubungi.
Dikampus semua mata tertuju pada Danu,terlebih kaum hawa yang hampir semuanya mengagumi kegantengan Danu
"MashaAlloh ganteng banget cowok itu. Kira-kira siapa ya dia? ada keperluan apa dikampus kita?" obrolan mahasiswa
"Eh.. kok dia mendekat"
"Iya, cowok ganteng itu sepertinya mau kesini"
"Maaf apa disini ada yang kenal Aisyah?"
"Aisyah? Aisyah yang mana ya?disini banyak yang namanya Aisyah"
"Aisyah yang kira-kira tingginya segini, jilbabnya besar" Danu mengangkat tangannya menunjukkan tinggi badan Aisyah
"Oow mungkin yang dimaksud Aisyah temannya Fitri. itu kebetulan ada Fitri disana."
"Fit, ini ada yang mencari Aisyah" Teriak salah satu mahasiswa
Fitri datang mendekat
__ADS_1
"Kakak ini mencari Aisyah kalau dari ciri-ciri sepertinya Aisyah teman kamu"
"Kamu..sini ikut aku " ucap Fitri tidak melanjutkan kata-katanya dan mengajak Danu pindah tempat dimana tidak ada yang bisa mendengar pembicaraan mereka. Danu mengekorinya
"Apa kamu suaminya Aisyah?" tanya Fitri menundukkan pandangan
"Iya, kamu temannya Aisyah? bisa tolong panggilkan Aisyah?" ucap Danu
"Iya aku teman Aisyah, tapi Aisyah nya sudah pulang dari siang tadi."
"Sudah pulang?"
"Iya, Aisyah sudah pulang. sepertinya sedang sakit. tadi mau aku antar ke Dokter tapi Ais menolak"
"Aisyah sakit? Danu tercengang
"Iya, dia bilang tidak enak badan" jawab Fitri
"Okay. aku pergi dulu terimakasih ya" Danu panik dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Perasaan bersalah semakin menyelimuti.
***
Dirumah
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
"Aisyah mana ma?" tanya Danu
"Ada dikamar, sepertinya sedang tidak enak badan. dia bilang kepalanya pusing." ucap bu Retno.
Danu segera berlari kekamar mengkhawatirkan Aisyah.
Klek..
Danu membuka pintu kamar, terlihat Aisyah sedang tidur dikasur
Perlahan Danu mendekat, betapa terkejutnya saat melihat Aisyah yang tertidur tanpa mengenakan jilbabnya.
Seakan matanya tidak ingin berpaling dari mahakarya yang sangat indah dan cantik.
"Ternyata kamu menyimpan kecantikan, aku menyesal mengira kamu menyembunyikan suatu yang buruk dibalik jilbab itu ternyata kamu menyembunyikan keindahan itu, hanya untuk suami mu. betapa beruntungnya aku menjadi yang pertama yang melihat keindahan mu" batin Danu
Cukup lama Danu menatap wajah istrinya.
Perlahan Danu mendekat dan menyentuh kening istrinya untuk memastikan istrinya tidak demam.
Aisyah yang merasa keningnya disentuh seseorang perlahan membuka matanya dan terlonjak kebingungan mencari jilbabnya.
"Kamu mencari ini?" Danu tersenyum menunjukkan jilbab Aisyah
Dengan cepat Aisyah menyambar jilbab ditangan Danu dan segera memakainya.
^Happy Reading^😘🥰
__ADS_1