
Ray masih tidak percaya kalau sahabatnya sebentar lagi juga akan melepaskan masa lajangnya, bahkan kini Ray jadi buli-bulian kedua sahabatnya lantaran dirinya masih menjomblo.
"Kamu jangan kerja terus pikirkan juga pernikahan, hidup didunia ini gak lama brow jangan sampai menyesal karna sibuk kerja dan lupa dengan menikah" ucap Danu menggoda Ray, karena memang Ray yang dari dulu paling kalem soal cewek. bisa dikatakan jarang membahas soal cewek
"Betul itu, lihat dong aku sebentar lagi InsyaAlloh juga mau nikah, ya gak brow" ucap Niko mengangkat alisnya melihat Danu
"Iya kakak Ipar" Jawab Danu diiringi gelak tawa tidak menyangka sebentar lagi sahabatnya akan berubah status menjadi kakak ipar
"Hahaha... benar-benar mulai sekarang kamu harus manggil aku kakak ipar, awas aja kalau tidak. kualat kamu" ucap Niko tertawa
Beginilah keseruan kaum adam kalau sudah berkumpul dan bersama. Bahkan tingkah mereka bisa seperti anak kecil tidak terlihat seperti seorang pimpinan perusahaan yang biasanya selalu bersikap dingin dan tegas kalau di kantor.
"Sebenarnya aku kemarin itu di Singapura karena ditipu sama Mami" Ray menceritakan alasnya ke Singapura secara mendadak
"Ditipu gimana? mana ada orang tua nipu anak, kamu ini kurang ajar namanya" sahut Danu
"Kurang ajar gimana? orang beneran kok, mana ada aku kurang ajar sama orang tuaku sendiri" gerutu Ray
"Ya itu kamu bilang Mami kamu nipu, apa namanya kalau tidak kurang ajar?" timpal Danu lagi menunjuk Ray
"Gimana gak ditipu, bilang sakit. Aku dah panik cari penerbangan saat itu juga, sampai di Singapura ternyata Mami sehat aja." gerutu Ray
"Ya harusnya kamu bersyukur dong Mami sehat, mungkin Mami kamu melakukan itu semua karena kangen sama kamu. kamunya aja kali yang tidak tau diri jarang nengok orang tua" sahut Niko, mungkin orang yang melihat mereka menganggap mereka ceplas-ceplos kalau bicara tapi mereka tidak pernah tersinggung satu sama lain, karena tujuan mereka yang saling menasehati satu sama lain saling mengingatkan dalam hal kebaikan.
"Alhamdulillah aku bersyukur Mami sehat, tapi masalahnya aku merasa ditipu Mami karena sampai sama ternyata aku mau dijodohin sama anak rekanan bisnis Mami. Ya semacam pernikahan kesepakatan kerja" ucap Ray menekuk wajah sedih
"Wuiih ternyata bukan hanya aku yang mau nikah. Ternyata si Ray juga sudah mau soldout" goda Niko menepuk bahu Ray
"Hah.. kamu enak mau nikah sama wanita yang kamu sukai, lha aku? nikah sama tarzan. pokoknya musibah buat aku kalau nikah sama ini cewek" Ray kesal dengan rencana pernikahannya
"Hahaha.. kenapa seperti itu? kok bisa nikah sama tarzan?" sahut Danu
"Iya lah, pakaiannya Astaghfirullah, gak tega lihat aku. setengah telanjang" ucap Ray mengangkat bahu ekspresi jijik
__ADS_1
"Hahaha... bukannya kamu suka cewek-cewek **** dong berarti? pinter juga Mami kamu memilihkan calon istri untuk kamu" timpal Niko tertawa. Dulu ketiga sahabat ini memang menyukai tipe wanita yang memakai pakaian tapi seperti tak berpakaian dan lebih mengekspos keindahan tubuhnya, tapi semenjak mereka hijrah. Mereka sekarang justru merasa jijik melihat wanita seperti itu. Dan perempuan seperti itu justru tidak menarik dipandang mereka dan terlihat murahan. Karena keindahan yang seharusnya hanya boleh dinikmati pasangan halalnya bukan wanita yang mengumbar aurat dan bisa dinikmati semua orang. Kalau hanya untuk main-main mungkin wanita seperti ini menarik, tapi tidak untuk dijadikan istri. Karena sejatinya suami yang mencintai istrinya pasti tidak rela jika tubuh istrinya menjadi konsumsi publik.
"Itu kan dulu, dan hanya untuk main-main. Tapi kalau untuk istri aku juga ingin yang dapat istri yang seperti kalian. yang sholihah dan memiliki pengetahuan agama yang baik. Tapi kalian tau sendiri kan, orang tuaku sama sekali tidak mengerti tentang agama. Yang ada dipikirkan Mami dan Papi ku hanya masalah bisnis. Bahkan anaknya seperti dijual untuk memajukan bisnisnya. Demi menyatukan perusahaan mereka, mereka rela menikahkan kami dengan perjanjian kepemilikan saham." keluh Ray dengan sikap orang tuanya yang tidak pernah mengerti perasaan anaknya, dari dulu orang tua Ray memang tidak pernah mau mengerti perasaan Ray, bagi mereka pekerjaan adalah hidup mereka.
"Begini Ray, sebenarnya tidak ada salahnya membahagiakan orang tua kita dengan menuruti apa yang menjadi kemauan mereka, siapa tau perjodohan ini bisa membawa kebaikan untuk kamu." sahut Danu
"Masalahnya seperti apa dulu wanita yang akan dijodohkan denganku, kalau wanitanya seperti istri kamu, aku okay aja. Lha ini? pakaiannya aja kayak tarzan. Apalagi jujur saja sebenarnya aku ada ketertarikan dengan teman istri kamu Fitri." ucap Ray menghela nafas kasar
"Jadi kamu suka sama Fitri" tanya Danu melihat Ray
"Dibilang suka, aku juga belum yakin. Tapi ketertarikan ada, melihat dia sepertinya sholehah dan pemahaman agamanya bagus" ucap Ray
"Iya pemahaman agama Fitri memang cukup baik sih setauku." jawab Danu
"Tapi percuma aku ingin berontak menolak perjodohan ini tapi takut durhaka, tapi disisi lain aku ingin memiliki istri sholihah" keluh Ray bingung dengan sikap apa yang sebaiknya dilakukan.
"Bagini Ray, ini kalau menurutku. Sebaiknya kamu jangan jadi anak durhaka. Apa selama ini sebagai anak kamu sudah pernah membahagiakan orang tua kamu? masalah calon istri kamu yang seperti tarzan, mungkin Alloh ingin menguji keimanan kamu. Sejauh mana kamu beristiqomah berjalan dijalur Alloh ditengah gempuran lingkungan yang jauh dari ajaran Alloh. Disini akan menjadi ladang pahala yang begitu besar untuk kamu, jika kamu bisa menyentuh hati istri kamu nantinya untuk bisa berubah. Sama-sama belajar dijalan yang benar. Perlahan sentuh hati kedua orang tua kamu, berdoa minta sama Alloh agar mereka diberi hidayah. InsyaAlloh jika kamu tetap bisa beristiqomah Alloh akan membantu kamu meluluhkan hati mereka." Danu memberikan saran dan membuka pikiran Ray agar tidak menyakiti hati orang tuanya
"Berat Dan" jawab Ray singkat merasa hal itu mustahil mengingat seperti apa orang tuanya
"Tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh. Jangan mengatakan berat. Justru gunakan ini sebagai jalan awal mendapatkan pahala yang besar dan disini letak keimanan kamu diuji. Ingat seperti apapun orang tua, mereka adalah orang yang melahirkan dan merawat kita. Tanpa mereka kita tidak akan ada didunia ini, dan tanpa mereka kita juga bukan siapa-siapa. Disaat mereka berada dijalan yang salah tugas kita sebagai anak harus bisa mengembalikan mereka kejalan yang benar. Kenapa Alloh memberi kamu ujian ini, bukan aku? bukan Niko? karena Alloh menilai kamu yang lebih mampu. Alloh tau kamu mampu melewati ujian ini. Percayalah tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak. Dan tidak ada yang mampu menandingi kekuatan doa. gempur terus dengan doa disepertiga malam. Minta sama Alloh, pasti Alloh akan melembutkan hati orang tua kamu"
"Setuju aku sama kamu Dan, ini ujian buat kamu Ray. Tidak mudah memang. Tapi sebagai anak kamu juga harus mempertimbangkan perasaan kedua orang tua kamu, meskipun saat ini mereka masih jauh dari pehaman agama yang benar. Tapi sebagai anak itu termasuk tugas kamu untuk meluruskan jalan mereka. Mungkin dengan jalan kamu menerima perjodohan yang mereka buat untuk kamu, kamu tunjukkan bakti kamu sama mereka, lama-lama hati mereka akan tersentuh dengan perubahan yang ada diri kamu. Tunjukkan dengan berhijrah kamu bisa menjadi lebih baik, lebih sayang dan perhatian sama mereka, tunjukkan perubahan positif yang ada didiri kamu, InsyaAlloh hati mereka pasti kan terketuk. Kamu tau sendiri kan dulu papa dan mamaku kurang lebih juga seperti papi dan Mami kamu, tapi Alhamdulillah dengan melihat perubahanku hati mereka juga akhirnya terketuk dan Alloh memberikan hidayahNya. Jangan pernah meragukan kekuatan doa, hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin dengan kekuatan doa. Ingatlah Alloh memberikan hidayahNya kepada siapa yang Alloh kehendaki. Jangan pernah berhenti berdoa memohon hidayah dari Alloh." Niko yang sudah merasakan Dasyatnya kekuatan doa, mencoba menyakinkan Ray.
"Huff.. " Ray menghela nafas dan memejamkan mata sejenak
"Apa kalian yakin aku bisa? aku dengan segala keterbatasan yang aku miliki? ilmu agamaku yang masih sangat dangkal. Apa aku bisa membimbing istriku ke jalan yang benar?" Ray yang ragu dengan dirinya sendiri
"Ray, setiap orang yang bersungguh-sungguh untuk hijrah pasti akan diuji oleh Alloh. untuk apa? untuk mengetahui sejauh mana kita beristiqomah. Disini letak keimanan kita diuji, jika kamu bisa tetap beristiqomah ditengah ujian yang kamu hadapi saat ini, disitulah Alloh akan mengangkat derajat kamu. Yakinlah ada Alloh yang membantu kamu. Ibarat batu yang terus menerus terkena tetesan air, sekeras apapun batu itu. Tetesan air akan melunakkannya. begitu juga dengan hati manusia, sekeras apapun hati manusia jika terus kamu do'akan dan kamu tunjukkan kebaikan kamu, InsyaAlloh hati mereka juga akan luluh" ucap Danu
"Jadi menurut kalian, sebaiknya aku terima saja perjodohan ini?" kembali Ray bertanya dan melihat kearah Niko dan Danu
"Kami bukan menyuruh kamu untuk begitu saja menerima perjodohan ini, kami hanya memberikan pandangan. hasil akhirnya tetep semua keputusan ada ditangan kamu. Dan kamu yang menentukan" sahut Niko
__ADS_1
"Saranku lagi coba sebelum mengambil keputusan biasakan sholat istiqarroh agar tidak salah dalam mengambil keputusan. biasakan selalu melibatkan Alloh dalam hal apapun" timpal Danu seraya meneguk coffee dan meletakkannya kembali dimeja.
***
Din.. din..
Suara klakson
Danu membuka kaca mobilnya
"Mas Danu, kok gak bilang kalau mau jemput?" tanya Aisyah tersenyum melihat suaminya ada di depan kampus menjemputnya
"Kalau bilang bukan surprise dong namanya" jawab Danu
Aisyah membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil
"Assalamu'alaikum" ucapnya seraya meraih tangan suaminya dan mencium tangan Danu.
"Walaikumsalam istriku yang cantik" jawab Danu memandangi wajah istrinya
"Ada apa sih mas? ada yang aneh ya dengan wajah Ais? kok senyum-senyum gitu?" tanya Ais melihat wajahnya dikaca
"Kamu cantik" gumam Danu masih asyik memandangi istrinya
"Kirain apa mas" ucap Aisyah kembali menyandarkan tubuhnya
"Beneran kamu cantik, aku bersyukur Alloh memberikan istri secantik kamu" ucap Danu
"Pada dasarnya semua wanita itu cantik mas, tapi jangan hanya mengagumi kecantikan fisik. Karena kecantikan fisik tidak akan bertahan lama kagumilah hatinya dan kecintaannya kepada Alloh" jawab Aisyah tersenyum
Tips memilih pasangan
Lihatlah sholatnya seperti apa. Jika sholat yang perintahnya langsung dari Alloh saja mampu dia tinggalkan, apalagi kamu?
__ADS_1
^ Happy Reading^
Thor ingatkan lagi ya, masih ada kesempatan memenangkan pulsa dan parfum dari Thor, bagi lima pemenang pemberi dukungan terbanyak. dengan like, coment, vote dan beri poin ya. jangan lupa ksh rate bintang lima dan follow juga. karena salah satu syarat menang bagi yang sudah follow. terimakasih 🙏