Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
MENGENANG MASA LALU


__ADS_3

"Benar apa yang dikatakan Mama kamu Dan, sebenarnya ini diluar ekspektasi papa. waktu Abahnya bilang kalau Ulya sudah menikah dengan laki-laki lain karena kesalahan papa yang tidak memeberi kabar tentang kejelasan perjodohan anak-anak kami. Papa merasa menyesal kenapa tidak lebih cepat kembali ke Indonesia. tapi Papa ingat kalau Ulya juga punya adik perempuan. Ya.. walaupun usianya terbilang masih muda tapi papa pikir tidak apa-apa nanti seiring berjalannya waktu pasti juga akan belajar menjadi seorang istri. Ternyata diluar dugaan papa, kemampuan memahami fitrah nya sebagai seorang istri luar biasa. Orang tuanya mendidik nya dengan sangat baik" ucap pak Herman


Danu sebenarnya merasakan hal yang sama. Hanya saja Danu masih belum bisa menerima kenyataan harus menikahi wanita yang sama sekali tidak dicintainya. Apalagi bayangan perselingkuhan Valen yang membuat Danu seakan tidak percaya dengan namanya kaum hawa.


***


Dikampus


"Assalamu'alaikum" Ais mengucapkan salam


"Walaikumsalam" jawab Fitri sahabat Aisyah


"Beberapa hari tidak kekampus kenapa is? WA ku juga tidak kamu balas. Ilham telpon aku terus menanyakan keadaan kamu. Apa kalian bertengkar?" tanya Fitri penasaran


"Huft... " Ais menghela nafas dan tidak tau mau memulai cerita dari mana


"Kami tidak bertengkar" jawabnya


"Lalu? kenapa kamu tidak mau membalas pesan dan mengangkat telponnya? " cerca Fitri


"Aku sudah tidak bisa lagi berhubungan dengan Ilham Fit" ucap Ais menunduk sedih


"Apa maksud kamu? kalian tidak putus kan?" tanya Fitri


"Kami kan tidak pacaran bagaimana mungkin kami putus"


"Ya apalah itu, tapi hubungan kalian kan juga bukan hanya sebatas teman. Lalu kenapa tiba-tiba sekarang kamu bilang tidak bisa berhubungan lagi dengan Ilham?"


"Kami memang tidak pacaran tapi sebelum Ilham berangkat ke Madinah dia memintaku untuk menunggu nya. Dia ingin memantaskan diri sebelum mengajak ku ta'aruf. Dan saat itu aku menyetujuinya" ucap Ais sedih mengingat hari itu


*Flashback*


"Assalamu'alaikum Ais" ucap Ilham menundukkan pandangannya


"Walaikumsalam" jawab Ais menghentikan langkahnya yang baru saja pulang sekolah.


"Baru pulang Ais? Boleh Aku bicara sebentar?" tanya Ilham


"Maaf saat ini kita cuma berdua, sepertinya tidak baik kalau kita hanya bicara berdua" jawab Ais


"Sebentar saja Ais, aku cuma mau memberi tau. minggu depan aku berangkat ke Madinah. pengajuan beasiswaku sudah disetujui." ucap Ilham


dan Ais hanya diam tetap menundukkan pandangan


"Ais kalau boleh aku ingin kamu berjanji, maukah kamu menungguku sampai aku kembali? aku ingin memantaskan diri sebelum mengajak kamu untuk ta'aruf" ucapnya

__ADS_1


"InsyaAlloh Ais akan menunggu Ilham kembali. Assalamu'alaikum"jawab Ais kembali berjalan dan tersenyum


*Flashback Off*


"Lalu kenapa sekarang kamu mengatakan tidak bisa berhubungan lagi dengan Ilham? bukankah kamu sudah berjanji?" tanya Fitri


"Aku tau itu, tapi sebagai anak aku juga tidak mampu menolak keinginan Abah dan umi" jawab Aisyah sedih


"Sebentar-sebentar sebenarnya ada apa ini? aku tidak faham arah pembicaraan kamu" Fitri bingung


"Aku dijodohkan sama anak sahabat Abah"


"What? dijodohkan?" Fitri tercengang dan membulatkan matanya


'Hussttt.. bisa diam gak sih, nanti didengar orang" Ais menutup mulut Fitri yang duduk disamping nya.


"Kamu serius? ini jaman apa masih ada perjodohan? Fitri bisik-bisik


"Huft.. " Ais kembali menghembuskan nafasnya


"Terus calon suami kamu orang mana?" Fitri penasaran


"Sebenarnya bukan lagi calon suami" ucapnya sedih


"Maksudnya?" Fitri semakin penasaran


"What..? ini kamu seriusan? gak bercandaan aja gitu?" ucap Fitri tak percaya


"Pengennya juga bercanda" jawab Ais


"Beneran? jadi, jadi kamu udah nikah sekarang?" Fitri tercengang


Aisyah hanya mengangguk mengiyakan


"Aku mohon jangan bilang siapa-siapa dulu ya! bukan nya aku tidak mau orang tau kalau aku sudah menikah, tapi aku takut kalau Ilham tau dan itu akan menggangu study nya. Ilham bisa kuliah disana karena beasiswa. Aku tidak mau sampai dia tau masalahku. Aku takut nanti dia jadi tidak fokus sama kuliahnya" ucap Aisyah


"Iya, tapi apa yang harus aku katakan sama Ilham? dia setiap hari selalu tanya sudah dapat kabar tentang kamu belum. Dia benar-benar kawatir sama kamu" ucap Fitri


"Bilang gak tau saja ya! aku mohon. Maaf kalau aku menyuruh kamu bohong. Tapi ini yang terbaik buat Ilham." rengek Aisyah menyatukan kedua tangannya memohon


"Baik-baik aku mengerti. Tapi bagaimana dengan hidupmu menjalani pernikahan tanpa cinta? apa suamimu memperlakukan mu dengan baik?" tanya Fitri


"Suamiku dan keluarganya memperlakukan aku dengan baik" jawab Aisyah senyum


***

__ADS_1


Dikantor Danu menyibukkan diri dengan pekerjaannya untuk melupakan penghianatan Valen


Dret.. dret...


Panggilan masuk dari Valen namun Danu yang merasa muak membiarkan telpon nya terus berdering tidak mau menghiraukan


Tok.. tok..


"Pak maaf ini ada telpon dari bu Valen" Roni memberikan telponnya


"Aku sibuk lain kali saja" jawab Danu


Roni yang terlihat bingung dengan sikap bos nya tidak seperti biasanya menghindari panggilan dari Valen


"Maaf Bu Valen, pak Danu lagi tidak bisa diganggu" ucap Roni


"Kamu tau kan siapa saya? bilang sama Danu aku Valen." terdengar suara Valen dari seberang telpon


"Maaf Bu, untuk saat ini pak Danu tidak bisa diganggu. Selamat siang" ucap Roni menutup telpon


"Lain kali kalau dia telpon jangan diangkat" ucap Danu


"Baik Pak, sepertinya pak Danu sudah bisa menerima Bu Aisyah dan melupakan Bu Valen" ucap Roni


"Ini tidak ada hubungannya dengan Aisyah. Ngomong-ngomong soal Aisyah apa kamu tau dia itu kulihnya fakultas apa?" tanya Danu


"Ya ampun pak, istri kuliah apa bapak tidak tau?" Roni heran dan Menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Bagaimana bisa tau, kenal aja gak. Main suruh nikah aja sama papa"


"ckckck" Roni menahan tawa


"Kenapa kamu? menertawakan saya?"


"Ampun pak saya salah,tapi saya kagum sama istri pak Danu masih muda, sopan dan cantik sepertinya agamanya juga bagus" ucap Roni


"Tolong cari tau soal Aisyah, saya penasaran apa yang membuat dia mau begitu saja menikah dengan saya. Padahal usianya masih sangat muda. Kenapa dia mau menerima perjodohan ini? apa karena dia tau siapa saya? heh.. Ujung-ujungnya pasti duit" Danu Menggeleng-gelengkan kepala


"Semua perempuan sama saja" tambahnya lagi


"Apa Bu Valen juga sama pak" tanya Roni yang belum tau tentang perselingkuhan pacar bosnya tersebut.


"Perempuan dimana-mana itu sama hanya mau uang" ucap Danu


"Tapi sepertinya Bu Aisyah terlihat polos dan faham Agama, apa mungkin juga seperti itu pak? jujur saya ragu, Bu Aisyah seperti itu" ucap Roni

__ADS_1


"Itu kan kelihatannya saja, semua orang diawal pasti akan menunjukkan sisi baiknya. coba aja kalau udah lama akan kelihatan aslinya" ucap Danu


__ADS_2