
"MasyaAlloh terimakasih Aisyah sudah menyelamatkan aku. aku bersyukur banget Alloh memberikan aku istri seperti kamu, jujur sebenarnya aku malu dan merasa tidak pantas mendptkan istri seperti kamu. aku juga menyesal kenapa dulu aku tidak mempelajari ajaran agama dengan baik. masa mudaku terlalu aku gunakan untuk bersenang-senang dengan teman-teman."
"Tidak ada kata terlambat untuk berhijrah mas, mari kita belajar sama-sama" Aisyah tersenyum
"Apa kamu mau mengajari aku?"
"Kita belajar bersama mas, kan Aisyah sudah sering mengatakan itu."
"Bener Aisyah aku yang sebenarnya terlalu malu dengan diriku sendiri"
***
Dirumah Aisyah yang masih duduk didepan cermin memandangi wajahnya.
"Kenapa dari tadi kamu melihat diri kamu dikaca terus?" tanya Danu
"Em.. emang Ais masih kayak anak kecil ya mas?
"Hub.. " Danu mengatupkan mulutnya menahan tawa
"Kenapa malah ketawa?" Ais mengerutkan dahinya dan memanyunkannya
"Kamu kan memang masih kecil Ais" ucap Danu
"Udah tau Ais masih kecil kenapa malah mau nikahi anak kecil" gerutu Ais
Mendengar perkataan Aisyah, Danu turun dari tempat tidurnya dan mendekati Aisyah.
"Mau apa?" Aisyah menjauh
"Coba ulangi kata-kata kamu barusan?"
"Kata-kata yang mana?" Aisyah tidak mengerti
"Kata-kata yang barusan kamu ucapkan!"
"Em.. Ais lupa, kata-kata yang mana"
"Yakin lupa?" Danu semakin mendekat
"Iya ingat" Ais menunduk
"Kalau gitu coba katakan lagi" Danu senyum menyeringai
"Ke-kenapa mau me-menikahi anak kecil" Aisyah ragu-ragu dan menunduk.
Cup..
Danu mencium bibir Aisyah
Aisyah tercengang dan reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya membuat sempurna karena terkejut.
Danu tersenyum dan kembali berbaring ditempat tidur.
Aisyah masih tertegun menatap suaminya
__ADS_1
"Mas, barusan kamu, kamu menciumku?" Aisyah masih tidak percaya
Kembali Danu tersenyum dan melihat Aisyah.
"Bodoh" gumam Danu lirih menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Aisyah menatap suaminya yang seolah tidak menghiraukan pertanyaannya.
"Mas Danu" Ais memanyunkan bibirnya
Aisyah berjalan menuju sofa dan ingin membaringkan tubuhnya
"Aisyah" panggil Danu menghentikan niat Aisyah untuk tidur
"Ada apa mas?" Aisyah menatap Danu
"Kemarilah" ucap Danu dan Aisyah mendekat disisi ranjang suaminya
"Tidur disini" ucap Danu melihat bantal disampingnya. mengisyaratkan Aisyah untuk tidur disebelahnya
"Maksudnya? Mas Danu mau Ais tidur disini" Aisyah menunjuk bantal disamping suaminya
"Iya, tidurlah"
"Ta-tapi, tapi kan ada mas Danu. apa malam ini mas Danu akan tidur disofa lagi?" tanya Aisyah ragu
"Siapa bilang aku kau tidur disofa? setelah beberapa hari aku tidur disifa, aku baru tau ternyata capek tidur disofa bangun badan sakit semua" ucap Danu dan Aisyah tersenyum karena itu juga yang sebenarnya selama ini dirasakan Aisyah
"Mas Danu tidur disini saja, biar Aisyah yang tidur disofa" ucap Aisyah hendak melangkah kembali ke sofa.
"Siapa yang menyuruhmu tidur disofa?"
"Iya, tidurlah" Jawab Danu menepuk-nepuk bantal
Aisyah menggelengkan kepalanya. merasa takut, apalagi setelah kejadian Danu tiba-tiba menciumnya.
"Apa kamu tidak mau menurut perintah suami?"
"Bu-Bukan begitu, tapi, tapi_"
"Tidak percaya sama aku?" Danu menyangga kepala dengan tangannya dan menatap Aisyah
Dengan ragu Aisyah duduk di ranjang dan perlahan menidurkan badannya disamping Danu
"Kenapa membelakangiku?"
Perlahan Aisyah membalikkan badannya dan menghadap suaminya.
Kini keduanya berhadapan tapi Aisyah segera memejamkan matanya pura-pura tidur.
Melihat tingkah istrinya membuat Danu tersenyum dan mengusap kepala Aisyah lembut.
"Kamu benar Aisyah kenapa aku menikahi gadis kecil sepertimu" gumam Danu sambil tangannya mengusap kepala Aisyah lembut
Mendengar perkataan Danu, Aisyah seketika membuka matanya
__ADS_1
"Aisyah bukan anak kecil lagi, usia Aisyah sudah dua puluh tahun" ucap Aisyah memasukkan bibirnya
"Dua puluh tahun ya?" Danu menatap Aisyah
"Iya, tahun ini dua puluh tahun"
"Aku merasa malu pada diriku sendiri Ais. ternyata aku sudah tua." Danu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Perbedaan usia diantara kita memang cukup jauh mas, tapi sebagai istri. Ais akan belajar menjadi istri yang baik. mungkin usia Ais baru dua puluh tahun tapi Ais akan belajar. belajar menjadi seorang istri yang sesungguhnya. Ais minta mas Danu bisa lebih sabar dengan Ais ya" Aisyah tersenyum
"Kamu wanita yang luar biasa Is. jujur aku merasa kasian sama kamu. di usia kamu yang masih sangat muda, aku sudah mengikatmu dengan gelar istri. dan karena perjodohan kita, kamu harus melewatkan masa muda kamu. karena harus mengurusku. maafkan aku" Danu menatap lekat mata Aisyah
"Tidak apa-apa mas, ini takdir Aisyah. bukan salah mas Danu. dan Aisyah menerima takdir ini. karena sesungguhnya manusia merencanakan hidupnya dengan cita-cita tapi Alloh merencanakan dengan cinta. tidak masalah jika kadang realita hidup tidak seperti apa yang kita cita-citakan karena Alloh pasti sudah menyiapkan dengan ganti yang lebih baik" Aisyah tersenyum kembali
"Kamu lebih dewasa dari usiamu"
"Sepertinya menikah dengan mas Danu juga bukan hal buruk"
"Kenapa begitu?" Danu menata Aisyah
"Kapan lagi punya kesempatan menjadi seorang istri Direktur Utama, kaya dan ganteng" ucap Aisyah tertawa
"Kamu ini" Danu tersenyum dan kembali mengusap kepala Aisyah
"Terimakasih istriku" ucap Danu senyum dan mencium kening Aisyah
Tanpa disadari Aisyah memejamkan matanya dan ada perasaan nyaman saat Danu memperlakukannya seperti seorang istri yang sesungguhnya.
Kini wajah Aisyah memerah karena merasa malu setelah Danu menyebutnya dengan "istriku"
"Kamu sangat menggemaskan Aisyah. setiap malu pasti wajahmu memerah seperti saat ini. dan entah kenapa aku merasa menjadi laki-laki yang sangat beruntung bisa menikah denganmu. wanita yang tidak pernah mengeluh"
"Aisyah boleh aku meminta sesuatu?"
"Apa mas?" Aisyah merasa jantungnya berdetak kencang
"Kalau sedang dikamar dan mau tidur kamu boleh membuka jilbab mu"
"Kenapa?" Aisyah membulatkan matanya dan Danu tersenyum
"Kenapa lagi memangnya? tentu saja_" Danu mendekakan wajahnya menggoda Aisyah.
Iya sekarang Danu memiliki hobby baru yaitu menggoda Aisyah
Tanpa menunggu Jawaban dari Aisyah, Danu mendudukan Aisyah tangannya membuka jilbab dan melepas ikat rambut Aisyah membiarkannya terurai panjang.
Danu menata dan menyisir rambut Aisyah dengan jarinya.
"Kamu cantik Aisyah. aku beruntung menjadi orang yang pertama melihat keindahanmu" Danu kembali mencium kening Aisyah
"Tidurlah"
"Apa?" Aisyah yang gemetar hingga tidak mendengar dengan jelas perkataan Danu
"Tidurlah, sini" Danu merebahkan tubuh Aisyah dan menarik selimut. menutup tubuh Aisyah dengan selimut. kemudian Danu merebahkan tubuhnya disampaing Aisyah dan memejamkan matanya.
__ADS_1
Aisyah menatap wajah suaminya yang kini sudah tertidur disampingnya. sementara Aisyah justru tidak bisa tidur lantaran merasa aneh untuk pertama kalinya tidur berbagi selimut dengan seorang laki-laki.
^Happy Reading^