
Pagi ini Ulya sudah menyiapkan sarapan untuk dibawa ke rumah sakit. karena tau, adiknya tidak suka dengan makanan rumah sakit.
Setelah menyiapkan makanan dan memasukkan kedalam kotak makan. Ulya segera mandi dan mengganti pakainya.
"Bah, Ulya pamit mau kerumah sakit mengantar makanan buat Aisyah dan Umi."
"Iya Ulya, sampaikan salam Abah untuk Aisyah dan yang lain. Sampikan juga permintaan maaf Abah, karena sepertinya hari ini Abah tidak bisa ikut menjemput Aisyah. Abah sudah ada janji untuk mengisi kajian dirumah pak Hamsyah."
"Memang ada acara apa bah dirumah pak Hamsyah?"
"Pak Hamsyah sedang mengadakan syukuran, anaknya telah menyelesaikan S2 nya diKairo dan sekarang bekerja sebagai Dosen di Universitas Islam."
"Oow.. Firdaus ya bah kalau tidak salah anaknya pak Hamsyah?"
"Ulya kenal sama anaknya pak Hamsyah?"
"Firdaus kakak kelas Ulya kalau tidak salah saat SMA bah"
"Oow. . jadi kalian dulu satu sekolah"
"Iya bah, Ulya berangkat dulu ya bah. takut Aisyah sudah lapar. Assalamu'alaikum" ucap Ulya pamit mencium tangan Abah
"Walaikumsalam" jawab Abah
***
Sesampainya dirumah sakit, Ulya menyajikan sarapan yang barusan dibawanya. dan memberikan pada Aisyah. dengan cekatan Danu segera menyuapi Aisyah
"Pelan-pelan makanannya sayang" ucap Danu
"Masakkan kak Ulya memang paling mantap. Padahal makan masakan yang lain Ais mual tapi makan masakkan kak Ulya rasanya kok enak banget ya?" ucap Aisyah
"Kalau gitu, boleh tidak kalau Danu minta tolong sama kak Ulya untuk membuatkan makanan setiap pagi agar Aisyah mau makan? setiap pagi nanti Danu minta sopir untuk mengambilnya" tanya Danu
"Iya, mulai besok setiap pagi. kakak akan masak buat adik kakak tersayang ini dan keponakan kakak tentunya" jawab Ulya mengelus perut Aisyah yang masih rata
"Maaf ya kak, Aisyah akan merepotkan kakak?
"Iya tidak apa-apa, kakak senang kok kalau kamu suka masakkan kakak" jawab Ulya tersendiri
"Dek, kakak pergi dulu. tadi kakak sudah mengubungi pak Roni untuk mengantarkan kakak ke pabrik bagian produksi." ucap Ulya
"Iya kak, terimakasih ya kak! maaf Ais sudah banyak merepotkan kakak. bahkan sekarang kakak yang harus ikut mengurus bisnis Ais."
"Tidak apa-apa dek, selagi kakak bisa membantu kamu. kakak pasti akan bantu" jawab Ulya
"Ya sudah kakak berangkat ke pabrik dulu ya, assalamu'alaikum" pamit Ulya
"Walaikumsalam" jawab semuanya
__ADS_1
"Umi senang, sekarang sepertinya Ulya benar-benar sudah bisa melupakan kesedihannya" ucap Umi saat Ulya sudah keluar
"Iya Umi, kak Ulya itu wanita yang kuat. Umi jangan khawatir" ucap Aisyah
Tok.. tok.. tok..
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" semua pandangan menuju kearah sumber suara
"Kak Zidan" ucap Aisyah
"Boleh saya masuk?" tanya Zidan didepan pintu
"Silahkan kak, tapi kak Ulya tidak ada disini" ucap Aisyah
"Iya aku tau, tadi aku melihat Ulya sedang keluar" jawab Zidan masuk ke ruang rawat Aisyah
"Umi, bagaiamana kabar umi" tanya Zidan dan mencium tangan Umi
"Alhamdulillah, Umi baik Zidan" jawab Umi tersenyum
"Aisyah kamu gimana keadaannya? apa sudah baikan? maaf aku baru sempat menjenguk kesini" ucap Zidan
"Alhamdulilla, Aisyah sudah baik-baik saja, nanti siang InsyaAlloh sudah boleh pulang" jawab Aisyah
"Alhamdulillah kakak ikut senang mendengarnya?"
"Iya Umi, saat ini anak Zidan masih butuh perawatan. karena jantungnya belum menutup sempurna."
"Semoga cepat sembuh dan bisa segera dibawa pulang ke rumah ya Zidan" ucap Umi dengan tulus mendoakan
"Terimakasih Umi, dan Zidan ingin meminta maaf dengan Umi, karena Zidan sudah menyakiti perasaan Ulya dan juga Umi. maafkan Zidan yang telah menyia-nyiakan kepercayaan Umi selama ini"
"Umi sudah memaafkan kamu Zidan, yang lalu umi sudah tidak mau mengingat-ingat kembali. bagi umi sekarang dan kedepannya kalian bisa menjadi orang-orang yang lebih baik dan jangan pernah melakukan kesalahan dimasa lalu. sekarang tugas kamu jadilah suami yang baik untuk istri dan anak kamu! jangan pernah mengulangi kesalahan yang sudah pernah kamu lakukan. hargai apa yang kamu miliki"ucap Umi
"Iya Umi, terimakasih Umi sudah mau memafkan Zidan" ucap Zidan menunduk dan meneteskan air mata. dan dengan cepat Zidan segera menyeka air matanya
***
"Assalamu'alaikum" ucap Ulya pada Roni
"Walaikumsalam" jawab Roni mengulurkan tangannya namun Ulya segera melipat kedua tangannya di depan dada dan sedikit menundukkan kepalanya
Roni pun segera menarik tangannya kembali dan melakukan hal yang serupa. dan Roni teringat hal yang serupa seperti yang dilakukan istri bosnya.
"Maaf bu Ulya" ucap Roni
"Tidak apa-apa" jawab Ulya tersenyum dan sedikit menundukkan pandangan
__ADS_1
"Mari saya antar ibu ke tempat produksi" ucap Roni menunjukkan jalan menuju tempat produksi dimana ribuan karyawan sedang menjahit pakaian.
"Yang sebalah sana tempat produksi disain dari bu Aisyah dan pengerjaannya sudah hampir selesai" ucap Roni menunjukkan tempat produksi pakaian yang akan Aisyah kirim ke timur tengah.
Ulya melihat pekerjaan para karyawan, memperhatikan detailnya satu demi satu.
Tampak Ulya sedang berbincang dengan beberapa karyawan yang sedang menjahit dan kembali berkeliling pabrik.
Setelah selesai mengecek seluruh pesanan, Ulya melanjutkan pekerjaan yang lain yaitu mengajar mengaji dirumah pak Bima dan bu Nisa.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, nak Ulya. kamu datang lebih awal hari ini?" tanya bu Nisa
"Iya tante, maaf hari ini saya datang lebih awal karena kebetulan tadi sedang ada pekerjaan dideket sini. jadi sekalian saja" jawab Ulya
"Iya tidak apa-apa, kebetulan juga hari ini saya dan suami pulang dari kantor lebih awal. mari silakan duduk dulu biar" ucap bu Nisa mempersilahkan Ulya duduk dan bu Nisa juga menyuruh asisten rumah tangga untuk menyiapkan minum untuk Ulya.
Kini pak Bima dan bu Nisa sudah berada didalam mushola yang ada dibelakang rumahnya, karena semenjak mulai mengenal Agama, pak Bima sengaja membangun sebuah mushola agar mereka bisa beribadah dengan khusuk.
Pak Bima dan Bu Nisa mulai belajar huruf hijaiyah dan dengan sabar Ulya mengajari mereka.
Ulya juga mengajarkan beberapa bacaan sholat.
Setelah selesai mengajar Ulya pamit untuk pulang.
"Apa Ulya tidak sekalian makan malam disini saja?" tanya bu Nisa
"Terimakasih tante, tapi sepertinya Ulya harus segera pulang. karena hari ini Ulya harus segera pulang ke rumah untuk masak. kasihan Abah, tidak ada yang masak. karena Umi sedang berada dirumah Aisyah"
"Oow ada acara apa, Umi dirumah Aisyah?"
"Aisyah hari ini baru pulang dari rumah sakit tente, jadi Umi mengantarkan Aisyah pulang."
"Aisyah sakit?"
"Tidak tante, Aisyah sedang hamil dan kemarin sempat pingsan jadi dibawa ke rumah sakit"
"Aisyah hamil? wah bu Retno pasti senang banget ya sebentar lagi akan punya cucu. seandainya saja tante juga bisa segera punya cucu. pasti tante juga akan senang." ucap Bu Nisa
"Bagaimana mau punya cucu, anaknya saja belum pernah membawa gadis pulang ke rumah" Sahut pak Bima
"Assalamu'alaikum" ucap Niko yang baru pulang dari kantor
"Walaikumsalam, panjang umur. baru juga diomongin udah langsung nongol aja ni anak" ucap bu Nisa
"Lho, kok kamu ada disini?" tanya Niko menunjuk Ulya
"Ulya ini sekarang setiap akhir pekan mengajar papa dan mama belajar ngaji" jawab pak Bima
__ADS_1
^ Happy Reading ^
jangan lupa like, coment dan Vote. jangan lupa juga follow ya. karena bagi pemenang yang ternyata belum follow hadiah akan diganti pada pemenang lainnya yg sudah follow akun iniππ