
"Mas maaf ya, Aisyah tidak bilang dulu mau kesini"
"Tidak apa-apa Aisyah, justru aku senang kamu berinisiatif datang ke kantor suami kamu" ucap Danu mencolek hidung Aisyah
"Apa tidak ada kuliah? kok jam segini ada disini?" Danu melihat jam ditangannya
"Kebetulan hari ini cuma ada satu mata kuliah mas, bingung juga mau kemana masih jam segini. makanya Aisyah memutuskan kekantor mas Danu. sengaja sih sebenernya kesini. sekali-kali pengen ganggu suami kerja hehe.." Aisyah tertawa menunjukkan gigi putihnya
"Dengan senang hati digangguin istri tercinta" ucap Danu berjalan mendekati Aisyah dan memeluk Aisyah dari belakang dan mencium pipi Aisyah.
Aisyah membulatkan matanya lantaran terkejut dengan tindakan Danu. karena ini pertama kalinya Danu berani bersikap seperti ini selama menjadi suaminya
Aisyah reflek berusaha melepas pelukan Danu
"Kenapa sayang?" tanya Danu mempererat pelukannya
"Kok kamu jadi genit sih mas?"
"Lho kenapa? salahnya dimana? kamu kan halal bagiku" Danu membalik tubuh Aisyah dan menatap istrinya tapi Aisyah justru malah menunduk.
Danu mengangkat dagu Aisyah dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Aisyah, Aisyah hanya diam pasrah tak membalas. karena Aisyah belum paham cara membalas ciuman dari suaminya.
"Mas sudah makan belum?" tanya Aisyah berusaha melepas kecanggungan setelah ciuman Danu terlepas
Danu tersenyum geli melihat tingkah Aisyah
"Kamu kenapa sayang? masih malu saja. kita ini kan pasangan halal. lebih dari ini juga seharusnya gak masalah kan?"
Deg..
Jantung Aisyah berdetak kencang dengan pernyataan suaminya. karena memang Danu sebagai suami berhak mendatangi istrinya kapanpun Danu mau, karena Aisyah halal baginya dan justru pahala baginya.
"Hai.. kenapa malah bengong?" Danu menatap istrinya yang kini wajahnya memerah karena malu
"I-iya mas"
"Iya apa?" goda Danu
"Aisyah laper mas mau makan" ucap Aisyah mengalihkan pembicaraan
"Sudah laper ya? mau makan dikantin?"
"Iya laper mas, kantin kantor sini maksudnya?"
"Iya, disini. dikantin ada makanan enak kok, aku sering makan dikantin. gimana mau coba?"
"Emang gak papa ya mas?
"Tentu saja tidak apa-apa, kamu itu istriku. berarti kamu juga pemilik perusahaan ini. apa yang menjadi milikku itu berarti milik kamu juga"ucap Danu
Danu menggandeng tangan Aisyah berjalan melewati karyawan yang ada disana.
Semua mata tertuju pada Aisyah membuat Aisyah menundukkan wajahnya.
__ADS_1
Danu menggeser kursi dan mempersilahkannya Aisyah duduk
"Terimakasih mas"
"Tunggu disini dulu ya, biar aku ambilkan makanan buat kamu"
Danu mengantri diantara karyawan untuk mengambil makan yang prasmanan.
Danu memilih beberapa menu yang dirasanya enak dan kembali kemeja Aisyah
"Ini coba dimakan" ucap Danu
"Terimakasih ya mas" Aisyah mencicipi makanannya
"Bagaimana enak kan?"
"Iya enak mas"
"Coba punyaku juga ya, aakk?" Danu menyuapi Aisyah
"Mas dilihat banyak orang?" Aisyah melirik sekitar
"Salahnya dimana? kamu kan istriku, wajar kan aku nyuapin kamu? ayo dibuka mulutnya aa?"
"Bagaimana enak?" Tanya Danu setelah Aisyah menerima suapan darinya
"Iya ini juga enak mas" jawab Aisyah mengunyah makanan dari suaminya.
Semua karyawan memperhatikan kearah Direktur Utama yang sedang menikmati makan siang dengan seorang wanita yang berjilbab syar'i.
"Iya, apa benar pak Danu sudah menikah?"
"Karena saya mendengar kalau ada yang bilang pak Danu memang sudah menikah"
"Kalau bener pak Danu sudah menikah kenapa tidak ada beritanya? kenapa tidak diadakan pesta?"
"Bener juga ya, sebagai pewaris tunggal Dirgantara grup bukankah tidak mungkin kalau menikah tanpa ada pesta dan pemberitaan?"
Bisik-bisik karyawan dikantin dan terdengar di telinga atasanya.
Danu ingin memberitahu seluruh karyawan yang ada disana tapi segera dicegah oleh Aisyah
"Mas, sudah biarkan saja" ucap Aisyah memegang tangan Danu dan menggelengkan kepalanya. tapi Danu yang merasa tidak suka istrinya dijadikan bahan obrolan segera ambil sikap
Setelah makan siang Danu segera menyuruh Roni untuk melakukan konferensi pers dan mengundang semua wartawan kredibel maupun wartawan lokal
"Pak, untuk acara konfrensi pers sudah saya siapkan. besok pagi jam 09.30 acaranya dimulai pak" Ucap Roni melaporkan
"Okey, kamu bisa keluar"
"Sayang, besok aku akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan tentang pernikahan kita"
Deg..
__ADS_1
Jantung Aisyah berdetak kencang mendengar Danu yang akan mengumumkan perihal pernikahan mereka.
"Bagaimana jika Ilham sampai tau tentang pernikahanku dan mas Danu?" batin Aisyah
"Sayang kenapa bengong"
"Eh.. tidak, tidak apa-apa mas" Aisyah tersadar dari lamunannya
"Mas, apa tidak sebaiknya seperti ini saja? tidak perlu mengadakan konferensi pers? jujur Aisyah malu mas" ucap Aisyah berusaha mencegah keinginan suaminya
"Malu? kamu malu menjadi istri seorang Danu Dirgantara? selama ini banyak wanita yang ingin menjadi istri Danu Dirgantara tapi kamu bilang malu?" Danu memicingkan matanya
"Bu-bukan seperti itu maksudku mas, jangan salah sangka dulu. tapi aku merasa tidak pantas menjadi istri mas Danu. karena diluar sana pasti banyak wanita hebat yang sangat mendambakanas Danu"
"Iya, memang banyak wanita diluar sana yang ingin bisa dekat denganku, karena itu mulai sekarang kamu harus pintar-pinter menjaga suamimu ini" ucap Danu mengikis jarak diantara Dirinya dan Aisyah
"Sejak kapan mas Danu menjadi genit seperti ini" gerutu Aisyah berusaha menjauh
"Jangan jauh-jauh Aisyah" Danu menarik pinggang Aisyah
"Mas, Aisyah ingat. Aisyah harus segera pulang untuk membantu mama"
"Membantu mama? memang mau membantu mama apa? apa kamu tidak ingin membantu mama mendapatkan cucu? mama sering bilang ingin segera punya cucu lho"
"Apaan sih mas, Aisyah kan usianya baru dua puluh tahun. sepertinya Aisyah belum siap"
"Akh.. iya aku lupa istriku masih kecil ternyata"
"Siapa yang kecil? Aisyah sudah besar!" ucap Aisyah memanyunkan bibirnya
Danu merasa bahagia melihat tingkah istri kecilnya ini.
Sebenarnya Danu tau apa yang membuat Aisyah enggan mengumumkan pernikahannya. itu karena Aisyah memikirkan laki-laki yang masih memiliki ruang dihati istrinya tersebut. tapi justru karena hal itu juga yang membuat Danu ingin segera mengumumkan pernikahannya.
Semakin hari, Danu semakin merasakan cinta yang mendalam untuk Aisyah sehingga mulai ingin mendominasi istri kecilnya tersebut.
Sedangkan Aisyah gelisah memikirkan cara untuk membatalkan rencana Danu.
Aisyah tidak ingin Ilham mengetahui dengan cara seperti ini.
"Mas, Aisyah pulang duluan ya"
"Kenapa gak bereng saja sayang?"
"Kelamaan disini nanti malah ganggu kerjaan mas Danu"
"Gak papa, aku senang malah. kerja ditemani istri tercinta"
"Kapan-kapan Aisyah kesini lagi, sekarang. Aisyah ijin pulang dulu ya mas" Aisyah pamit dan mencium tangan Danu
Sesampainya dirumah Aisyah menghubungi Ulya dan minta pendapat, apakah dirinya harus memberitahu Ilham sebelum acara konferensi pers yang akan dilakukan suaminya besok?
^Happy Reading^
__ADS_1
Maaf ya up nya lama, karena susah membagi waktu antara dunia nyata dan dunia halunya hehehe.. 🙏🙏🙏😍😘