
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 menit namun bu Devi belum juga kembali. dan hal ini membuat pak Burhan merasa marah. sebagai seorang suami pak Burhan merasa semakin hari istrinya semakin menjadi. dan tidak bisa menghargainya sebagai seorang kepala rumah tangga.
Klek..
Suara pintu dibuka
Dengan gontai Bu Devi masuk kedalam rumah, badannya terasa penat setelah seharian bergelut dengan banyaknya pekerjaan.
"Jam berapa sekarang kenapa baru pulang?" Ucap pak Burhan yang duduk dikursi setelah menunggu istrinya selama berjam-jam
"Papa, ngagetin mama saja. hampir copot ni jantung mama" gerutu bu Devi memegang dadanya
"Ngapain saja jam segini baru pulang?" bentak pak Burhan
"Papa ini apa-apa sih? kenapa masih tanya lagi sih, tentu saja habis kerja. mau apa lagi?"jawab bu Devi kesal
"Mama lihat sekarang ini jam berapa? apa pantas seorang istri jam segini baru pulang?"
"Mama ini kerja pah, papa kira kalau mama tidak berusaha sekeras ini. mama bisa menduduki jabatan mama yang sekarang? mama bisa seperti sekarang, ya karena hasil kerja keras mama. bukankah papa juga yang bangga kalau punya istri yang sukses? kenapa sekarang papa mesti protes? sudah sewajarnya orang sukses itu butih kerja keras pah"
"Iya papa tau semua itu, tapi kamu juga harus ingat. selain kerja, kamu juga punya suami yang harus kamu urus"
"Tolong lah pah, jangan ribut masalah ini. mama capek pah. mama benar-benar capek dan sekarang mama mau masuk kamar buat istirahat. tolong sudah dulu ributnya!" ucap Bu Devi berlalu
Pak Burhan memijit pelipisnya, dan menghela nafas kasar. Q
Sesampainya dikamar pak Burhan melihat istrinya sudah tertidur. selalu seperti itu setiap hari. pergi pagi pulang malam, sampe rumah capek tidur. hampir pak Burhan tidak pernah mendapatkan haknya sebagai seorang suami. Tidak bisa dipungkiri karir bu Devi memang saat ini sedang berada di puncak. namanya harum dan tersohor dikalangan pengusaha.
Pagi ini saat Pak Burhan membuka matanya, sosok yang dicari sudah tidak ada disampingnya. pak Burhan segera bangun dari ranjangnya dan mencari istrinya dilantai bawah.
"Sayang..sayang.. " pangil pak Burhan
"Maaf tuan, Nyonya sudah berangkat dari jam setengah enam tadi" ucap wati asisten rumah tangganya
"Ibu sudah berangkat?" pak Burhan membuka mulutnya
"Iya tuan, Nyonya sudah berangkat" jawab Wati menyakinkan
Pak Burhan tampak kesal dan menghela nafas kasar.
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Wati
"Buatkan saya kopi" jawab pak Burhan
Wati segera kedapur untuk membuatkan kopi pak Burhan. dari kejauhan pak Burhan menatap Wati. Pak Burhan mulai berpikir sejak awal menikah sampai dua tahun pernikahan Wati lah yang mengurusnya bukan bu Devi istrinya.
"Ini pak kopinya" jawab Wati
"Wati sudah berapa lama kamu kerja disini?" tanya pak Burhan
"Hampir dua tahun sepertinya pak" jawab Wati
"Bagaimana keadaan keluarga kamu dikampung?" tanya pak Burhan
"Alhamdulillah baik pak"
"Wati sepertinya dulu kamu pernah bilang, kalau adik kamu dikampung membutuhkan biaya untuk sekolah ya?" tanya pak Burhan
"Iya pak, saya ini tulang punggung keluarga saya jadi saya harus bekerja untuk membiayai adik saya" jawab Wati
"Wati, mulai sekarang kalau kamu membutuhkan biaya untuk adik kamu dikampung. jangan sungkan bilang sama saya. saya pasti akan membantu" ucap pak Burhan memegang tangan Wati dan Wati senyum-senyum seolah tidak menolak, mendapat perlakuan seperti itu dari majikannya
"Ba-baik pak" jawab Wati tersenyum malu-malu.
***
Pagi ini Aisyah berangkat kekampus diantar suaminya. semua mata tertuju melihat keduanya.
"Mas, kalau ngantar aku sebaiknya diluar saja deh"
"Kenapa sayang? kamu malu jalan sama aku? Danu menunjuk dirinya
__ADS_1
"Bukan Malu mas, tapi setiap jalan sama kamu, perasaan semua orang menatap kita. lebih tepatnya menatap kamu mungkin mas" ucap Aisyah
"Hahaha.. kamu cemburu?"
"Ya habisnya, lihat tu mas. semua cewek natap kamu kayak gitu. padahal ada istrinya disini. gimana kalau lagi jalan sendiri? pasti semakin menjadi ti cewek-cewek" gerutu Aisyah
"Kamu ternyata benar-benar cemburu ya? baru ini lihat kamu cemburu. tapi aku seneng kamu cemburu sama aku. itu tandanya kamu benar-benar mencintai aku" ucap Danu
"Hai.. pengantin baru ini nempel terus, jadi pengen nikah muda juga hehe.. " tegur Fitri
"Makanya nikah sana. enak tau pacaran sama yang halal" ucap Aisyah tersenyum
"Kamu enak ada jodohnya, lha saya. boro-boro nikah calon aja belum ada. Semoga Alloh segera mendatangkan jodohku hehe.. bantu do'ain dong" ucap Fitri tersenyum
"Pasti dong, aku do'akan semoga jodohnya Fitri segera datang" ucap Aisyah
"Amin" Danu mengamini
"Sayang aku berangkat ke kantor dulu ya, nanti pulang aku jemput" ucap Danu pamit
"Iya mas, tidak usah dijemput mas, nanti Aisyah yang mau datang kekantor mas Danu. Aisyah mau menunjukkan rancangan Aisyah dan rencana akan segera Aisyah mulai."
"Maksudnya? kamu menerima tawaran Khadijah untuk bekerjasama dengannya?" tanya Danu
"Iya mas, InsyaAlloh. Aisyah akan memulai kerja sama dengan mbak Khadijah. makanya nanti Aisyah mau ke kantor mas Danu untuk membicarakan masalah produksinya" ucap Aisyah
"Okay sayang, aku tunggu ya! ya sudah aku berangkat dulu. Assalamu'alaikum" ucap Danu
"Walaikumsalam" jawab Aisyah mencium punggung tangan Danu
Aisyah dan Fitri berjalan menuju kelas. Fitri sebagai sahabat Aisyah ikut senang mendengar Aisyah kini sudah memulai bisnisnya sendiri. dan menciptakan brandnya sendiri.
"Kamu hebat Aisyah, aku ikut senang. aku tau kamu memang berbakat." ucap Fitri
"Terimakasih ya Fitri, bagaimana kalau kamu ikut kerja sama aku? kita kerja bareng?" ucap Aisyah tersenyum memegang tangan Fitri
"Aku kerja sama kamu? emang aku bisa? aku kan gak faham dunia fashion" ucap Fitri menunjuk dirinya.
"Kamu bagian promosi aja. kamu kan banyak tu pengikutnya di instagr*m dan tik tok*k nya. kamu coba aja promosi disitu. kita manfaatkan saja ketenaran kamu di dunia maya"
"Gitu dong, semoga kita bisa sukses bareng ya" ucap Aisyah
"Kamu kan udah sukses syah, tidak kerja juga tetep sukses. udah jadi bu bos Direktur" ucap Fitri
"Ya gak gitu juga Fit, suamiku memang sukses. tapi kalau ada kesempatan dan suami memberi ijin apa salahnya kita bekerja dan meraih kesuksesan kita sendiri. asal tetep yang utama adalah suami. karena mau sejauh dan sesukses apapun karir kita tanpa ridho suami, itu semua tidak ada artinya."
"Setuju" ucap Fitri
***
Sepulang kuliah Aisyah segera menuju kantor suaminya.
Sekarang begitu masuk area kantor, semua karyawan menyapa dirinya. karena sekarang semau sudah tau kalau Aisyah adalah istri dari Direktur Utama di perusahaan ini.
"Selamat siang bu Aisyah" ucap karyawan
"Selamat siang" jawab Aisyah tersenyum
Sebagai seorang istri dari Direktur Utama Dirgantara Grub, Aisyah begitu dihormati.
"Assalamu'alaikum" Ucap Aisyah membuka pintu
"Walaikumsalam" jawab Danu mengangkat wajahnya yang sejak tadi tertunduk mentap berkas-berkas di mejanya.
"Lagi sibuk mas?" tanya Aisyah mendekat
"Lumayan, tapi tidak apa-apa. sini sayang" ucap Danu menepuk pahanya menyuruh Aisyah duduk di pangkuannya.
Aisyah pun menurut dan duduk di pangkuan Danu.
Danu melingkarkan tangannya dipinggang Aisyah dan menyandarkan kepalanya dibahu Aisyah.
__ADS_1
"Aku merindukan kamu sayang" ucap Danu manja
"Kan baru tadi pagi bertemu mas"
"Iya tapi rasanya pengen dekat dengan kamu terus. dan aku itu selalu nyaman saat berada di dekat kamu seperti ini"
Aisyah tersenyum dan melingkarkan tangannya dileher suaminya. menatap matanya lekat.
"Uup.. Sorry" ucap Pak Burhan terkejut melihat adegan mesra keponakannya
"Astaghfirullah hal adzim" ucap Aisyah dan Danu.
Aisyah pun segera bangun dari pangkuan suaminya dan segera berdiri.
Aisyah tampak malu dan menundukkan kepala
"Om ini apa-apaan sih, sudah berapa kali Danu bilang. ketuk pintu dulu sebelum masuk Om."
"Sorry-Sorry om tidak tau kalau istri kamu ada disini" jawab pak Burhan
"Ada ataupun tidak ada Aisyah disini om Burhan tetep harus ketuk pintu dulu sebelum masuk ruangan orang om" gerutu Danu
"Okey, Okey sorry. kalian lanjutkan saja . om pergi dulu" ucap pak Burhan keluar kantor dan segera kembali ke ruangannya.
Pak Burhan menjatuhkan tubuhnya disofa dan melepas kacamatanya. pak Burhan bersandar pada sofa matanya metap langit-langit di kantornya. tanpa disadari sekarang ada perasaan iri dengan ponakannya yang hanya selisih usia tiga tahun itu.
"Ternyata kamu benar Dan, untuk apa memiliki istri yang sukses dalam karir. kalau tidak bisa menghargai kita sebagai seorang suami" Gumam Pak Burhan
***
"Mas aku malu banget" ucap Aisyah menutup wajahnya
"Kenapa harus malu sayang, om Burhan yang harusnya malu. masuk ruangan nyelonong aja" gerutu Danu
"Oya tadi katanya mau menunjukkan hasil ramcangan kamu? mana biar aku lihat?" ucap Danu lagi
"O.. iya sampai lupa, sebentar aku cari" jawab Aisyah membuka tasnya dan memberikan kertas gambar hasil rancangannya.
Danu melihatnya dengan seksama satu persatu. dan Danu benar-benar terkesima dengan gambar hasil ramcangan Aisyah.
"Wow, ternyata kamu benar-benar berbakat Aisyah. aku tidak menyanyka kalau ini semua hasil racangan kamu sendiri. begini detail dan bagus. seandainya kamu perdalam lagi belajar disainya pasti akan semakin bagus" ucap Danu masih terus menatap rancangan hasil karya Aisyah
"Ini juga sudah aku kasih tau ke mbak Khadijah mas, dan mbak Khadijah bilang suka dengan semua disain ini, mbak Khadijah juga bilang untuk memproduksi ini dalam jumlah yang banyak. untuk dikirim kesana. selain itu Aisyah juga berencana ingin segera membuka butik yang dari mas Danu. nanti Fitri yang bagian promosi mas. bagaimana mas Danu setuju tidak?" tanya Aisyah menatap suaminya
"Kedengarannya menarik, aku pasti akan mendukung semua keputusan kamu" jawab Danu
"Karena itu Aisyah kesini. untuk membicarakan masalah produksinya. bagaimana kalau produksinya dikerjakan dipabrik garment mas Danu?" tanya Aisyah
"Boleh saja sih, tapi coba kamu bikin proposal dulu. nanti biar Danu bicarakan dengan pihak produksi"
"Ternyata istri Direktur tetep harus buat pengajuan proposal ya" canda Aisyah tersenyum
"Ya harus dong sayang, kita kan harus profesional" jawab Danu mencolek hidung Aisyah
***
Seminggu setelah pengajuan Proposal akhirnya pengajuan Aisyah untuk memproduksi pakaian hasil rancangannya dipabrik Danu mendapatkan acc dari pihak pelaksana.
Dan sekarang rancangan Aisyah sedang dalam proses pengerjaan.
"Danu, tunggu sebentar. om mau bicara" tanya pak Burhan yang kebetulan melihat Danu melintas di lobby kantor
"Iya ada apa om?" tanya Danu berbalik arah dan mendekati pak Burhan
"Om dengan dari bagian produksi katanya istri kamu mengajukan proposal untuk memproduksi pakaian hasil rancangannya, apa ini serius?" tanya Pak Burhan seakan tidak percaya
"Iya bener Om, semua sesuai standar perusahaan kok, bukan karena Aisyah istri Danu" jawab Danu
"Mamangnya istri kamu bisa merancang pakaian? dan om juga sudah mendengar kalau istri kamu juga mendapatkan pesanan dari timur Tengah, apa itu juga bener?"
"Iya om, Alhamdulillah. itu semua benar. saat ini Aisyah sedang menerima banyak orderan dari timur Tengah."
__ADS_1
"Istri kamu itu kan tidak kuliah disain, bagaimana mungkin bisa membuat rancangan sebagus itu?"
Danu hanya tersenyum dan berlalu. om Burhan menatapnya dengan heran.