
Sambil berlari Fitri menghubungi Danu dan menanyakan keberadaan Aisyah
"Jadi Aisyah benar-benar pulang sendiri mas?" Tanya Fitri panik
"Iya, tadi aku terjebak macet. ini aku mau langsung pulang kerumah"
"Aisyah kecelakaan mas, aku juga belum tau pastinya. tadi ada kakak kelas yang bilang kalau Aisyah ditabrak mobil dan sekarang sudah dilarikan kerumah sakit. ini aku menuju rumah sakit"
"Kecelakaan? Aisyah kecelakaan?" Danu tercengang mendengar apa yang baru saja Fitri katakan. seketika otaknya tidak bekerja karena panik mendengar istrinya ditabrak mobil
Danu berusaha menghubungi ponsel Aisyah namun tidak diangkat, Danu semakin panik dan menginjak gasnya semakin dalam menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Danu berlari menuju IGD dan menerobos masuk kedalam untuk memastikan apakah benar istrinya berada disana, berapa terkejutnya Danu saat melihat Aisyah sedang tidak sadarkan diri.
"AisyahAisyah." teriak Danu dalam kepanikan.
"Bapak sebaiknya kelaur dulu" dengan cepat perawat yang ada disana menyuruh Danu untuk menunggu diluar
"Tapi saya suaminya Sus, dia istri saya Aisyah, Aisyah saya disini sayang" teriak Danu masih berusaha masuk dan melihat kondisi istrinya
"Pak tolong tenang pak, biarkan kami memberikan perawatan buat bu Aisyah. tolong bapak tunggu diluar" ucap perawat
"Tapi. . Sus, saya mau melihat istri saya" rengek Danu
"Kami paham pak, tapi tolong silahkan bapak tunggu diluar, jangan mengganggu Dokter yang sedang mengobati istri bapak" tegas perawat
Danu pasrah dan menurut, dengan langkah gontai Danu berjalan keluar dan menungu Aisyah di depan pintu IGD.
Perasaan bersalah menyelimuti hatinya, seandainya tadi dia tidak terlambat menjemput Aisyah pasti kejadiannya tidak akan seperti ini, hal itu terus yang ada dibenak Danu.
"Mas Danu, sebaiknya jangan menyalahkan diri sendiri terus, sebaiknya kita berdoa agar Aisyah dan anak dalam kandungan Aisyah baik-baik saja, apa mas Danu sudah menghubungi Abah dan Umi?" Tanya Fitri dan Danu hanya menggelengkan kepala
Fitri segera menghubungi Abah dan kabar tersebut membuat Abah dan umi menjadi syok lantaran Aisyah baru keluar dari rumah sakit, kini sudah harus kembali kerumah sakit lagi. bagitu juga orang tua Danu yang langsung datang kerumah sakit saat mendengar berita tersebut.
"Bagaimana ini bisa terjadi Dan?" tanya bu Retno yang baru datang
Danu hanya diam dan menggelengkan kepalanya
"Tante, Om, masalah ini sedang diusut kepolisian. menurut saksi mata yang ada disana sepertinya kecelakaan ini seperti ada orang yang sengaja ingin melukai Aisyah" ucap Fitri.
"Maksud kamu? ada orang yang mau melukai Aisyah?" sahut Umi
"Ini baru dugaan sementara Umi, untuk pastinya kita tunggu hasil olah TKP dari kepolisian" jawab Fitri
"Jika hal itu benar adanya, siapa kira-kira orang yang mau mencelakai Aisyah? setau Umi Aisyah itu tidak pernah mempunyai musuh"
"Siapapun orangnya, jika sampai terjadi apa-apa dengan Aisyah dan anak kami. Danu tidak akan tinggal diam. orang itu harus menerima ganjaran dari apa yang telah diperbuatnya" timpal Danu meremas jarinya
__ADS_1
"Kita sebaiknya berdoa untuk kesembuhan Aisyah dan semoga anak dalam kandungnya selamat" ucap Abah.
Dokter yang bertugas pun akhirnya keluar untuk memberitahu keadaan Aisyah
"Begini Pak, istri Anda saat ini selamat. ada luka dikepalanya tapi kami sudah kami tangani dan dalam waktu beberapa hari akan sembuh. tapi.. " Dokter menghentikan perkataannya
"Tapi apa Dok?" Danu mulai gelisah
"Tapi mohon maaf kami gagal menyelamatkan janin yang ada didalam kandungan bu Aisyah. kecelakaan yang terjadi menyebabkan bu Aisyah keguguran"
"Inalilahi wainnailaihi rojiun" ucap semuanya
Danu terdiam mulutnya terbuka tatapan matanya kosong, Danu tidak menyangka kebahagiaan yang dirasakan karena dirinya akan menjadi seorang ayah hanya dirasakan beberapa hari saja.
Danu menyandarkan tubuhnya pada tembok dan mengusap wajahnya kasar.
"Apa kami sudah bisa bertemu dengan Aisyah Dok?" tanya Bu Retno
"Saat ini bu Aisyah masih dalam pengaruh obat bius jadi belum sadar, nanti setelah bu Aisyah sadar kalian bisa menjenguk bu Aisyah" jawab Dokter
"Baiklah Dok terimakasih" timpal pak Herman
Danu terlihat sangat frustasi tapi dirinya segera beristighfar, dirinya harus kuat karena Aisyah pasti akan lebih terpukul saat mengetahui semua ini.
Bu Retno memeluk Danu dan mengusap punggungnya.
"Sesungguhnya apa yang kita miliki saat ini semua milik Alloh dan semua akan kembali kepada Alloh. Percayalah Alloh tidak akan memberikan kalian ujian melainkan karena Alloh menyayangi kalian. ada tujuan dibalik semua ujian yang Alloh berikan. Bersabarlah dalam menerima takdir yang Alloh berikan" Abah berusaha menenangkan hati Danu yang saat ini sedang dilanda kesedihan yang mendalam.
"Maaf bisa saya bicara dengan keluarga korban?" ucap Polisi yang datang
"Saya suaminya pak" jawab Danu
"Begini pak, dari hasil olah TKP dan menurut kesaksian para saksi serta rekaman CCTV memperlihatkan bahwa kecelakaan yang dialami korban sepertinya memang bukan murni kecelakaan. ada seseorang yang dengan sengaja ingin melukai korban." terang Polisi
"Jadi ada orang yang sengaja ingin mencelakai istri saya maksud bapak?" tanya Danu
"Benar pak, bapak bisa ikut kami kekantor untuk mengidentifikasi rekaman yang terjadi di TKP"
"Baik Pak, mari saya akan ikut dengan bapak ke kantor" ucap Danu
"Abah, Umi, mama, papa. Danu akan ke kantor polisi. Danu titip Aisyah." ucap Danu
"Pergilah nak! kami akan menjaga Aisyah" jawab Umi
Danu dan dua polisi yang datang segera menuju kantor polisi untuk mengidentifikasi rekaman yang ada di TKP, dan dari rekaman terlihat sangat jelas bahwa orang tersebut memang sengaja ingin mencelakai Aisyah.
"Vallen" gumam Danu mengepalkan tangannya menahan amarah
__ADS_1
"Apa bapak mengenali tersangka?" tanya polisi
"Iya Pak saya mengenal orang itu" jawab Danu tegas
Danu menceritakan siapa Vallen pada polisi, dan Polisi pun segera mencari Vallen ke apartemen dan kerumah orang tuanya. namun Vallen yang ketakutan sudah pergi melarikan diri
***
"Tidak, aku bukan pembunuh, aku bukan pembunuh, Aku bukan pembunuh" teriak Vallen didalam sudut kamar sebuah hotel mewah
Vallen tampak sangat ketakutan, mengacak-acak rambutnya dan duduk dengan memegangi kakinya disudut ruangan, menutup semua korden.
Dikediaman pak Bagaskara, semuanya tampak gelisah setelah didatangi polisi, Bu Yesi berusaha menghubungi Vallen namun tak ada jawaban.
"Bagaimana ini Pi, Vellen nomernya sudah tidak bisa dihubungi" ucap Bu Yesi gelisah
"Ya iyalah mi, pasti saat ini Vallen sedang bersembunyi karena takut ditangkap polisi" sahut Vany
"Vany jaga bicarnya. Vallen itu adik kamu!" tegas bu Yesi
"Iya adik. Tapi adik angkat" jawab Vany asal
"Sudah-sudah, kalian ini bukannya mencari solusi malah membuat papi tambah pusing" gerutu pak Bagaskara
"Ya habisnya mau bagaimana pi? Vallen itu sebenarnya apa sih yang sedang dipikirkannya? bagaimana bisa dia berusaha membunuh istri Danu" Ucap bu Yesi memijit pelipisnya
"Jika berita ini tersebar, habis sudah riwayat Papi. dan papi juga yakin. Danu pasti tidak akan tinggal diam. Papi tau siapa Danu" ucap pak Bagaskara
"Lalu apa yang harus kita lakukan Pi?" tanya Bu Yesi
"Vallen harus menyerahkan diri, kalau tidak bisnis papi pasti akan dihancurkan Danu" Pak Bagaskara memijit pelipisnya
"Apa tidak ada cara lain pi? Vallen itu anak kita" ucap Bu yesi
"Dia sendiri yang menggali kuburannya. anak tidak tau diuntung. dari kecil kita besarkan, bukannya balas budi malah menyusahkan kita. power Danu di dunia bisnis terlalu kuat, kita bukan tandingannya. jika Vallen tidak menyerahkan dirinya dan meminta maaf sama Danu, hancur semua usaha yang papi rintis selama ini"
"Vallen, Vallen. kenapa kamu bisa gegabah seperti itu" gumam Bu Yesi
"Itu karena dia terlalu sombong. dari awal papi sudah mengatakan segera menikah dengan Danu, tapi dia terlalu menyombongkan diri dan menolak lamaran Danu. sekarang Danu menikah dengan wanita lain, dia menyalahkan wanita lain. Sudah bagus David mau menikah dengan dia, tapi apa sekarang yang dia lakukan? dia malah berbuat ulah menjadi seorang kriminal" pak Bagaskara sudah sangat emosi dengan apa yang Vallen lakukan
"Assalamu'alaikum om, tante" ucap David yang baru datang
"David kamu sudah mendengar berita tentang Vallen?" tanya Pak Bagaskara berdiri
"Sudah om, saya sudah mendengar semuanya. lalu bagaimana sekarang keadaan Vallen Om? apa om dan tante tau sekarang Vallen ada dimana?" David panik
"Kalau kami tau, kami tidak aka sepanik iniini" jawab pak Bagaskara
__ADS_1
^Happy Reading^