
Sayang apakah kamu belum mencintai aku?" ucap Danu
"Kenapa tiba-tiba menanyakan ini lagi mas?"
"Karena kamu sudah membutuhku jatuh cinta padamu Aisyah, aku tidak akan bisa kehilangan kamu. aku tidak sanggup jika tiba-tiba kamu meninggalkan aku"
"Kenapa Aisyah meninggalkan mas Danu, jika Alloh masih memberikan Aisyah umur panjang tentu saja Aisyah akan selalu menjadi istri mas Danu. tidak akan ada alasan untuk pergi dari mas Danu jika mas Danu masih menginginkan Aisyah
"Tentu saja aku sangat menginginkan kamu dan akan selalu menginginkan kamu sebagai teman hidup, pasangan, patner dan semuanya. yang jelas aku ingin menua bersamamu sehidup sesurga" ucap Danu dan Aisyah mengaminkan.
Cup..
Aisyah mencium bibir Danu lembut, apa yang dilakukan Aisyah sontak membuat Danu tercengang dan membulatkan matanya sempurna, tidak menyangka hal itu akan dilakukan istri kecilnya yang biasanya selalu malu-malu.
Cukup lama Aisyah mencium bibir suaminya hingga akhirnya melepaskan ciuman itu dan menarik selimut. membenamkan tubuhnya diselimut karena malu.
"Aisyah itu tadi benar ya, kamu cium aku? aku tidak sedang bermimpi kan? Aisyah..?" gumam Danu yang masih bengong memegangi bibirnya seakan tidak percaya.
"Aisyah.. Aisyah" panggil Danu yang masih memegangi bibirnya dan menyadari tidak ada tanggapan dari istrinya, Danu segera melihat kearah istrinya yang sudah tertutup dengan selimut
"Aisyah kamu sudah tidur?" tanya Danu menggoyangkan tubuh Aisyah yang berada dibalik selimut pelan tapi tidak ada respon.
Danu pun tersenyum melihat tingkah lucu istri kecilnya tersebut.
"Ya sudah kalau sudah tidur, terimakasih untuk kejutannya ya Aisyah. apa itu bisa aku artikan kalau kamu juga sudah mulai mencintaiku"ucap Danu tapi tak dijawab dan Aisyah hanya tersenyum dibalik selimutnya.
Danu merebahkankan tubuhnya disamping Aisyah dan memeluk Aisyah hingga tanpa disadari keduanya sudah tertidur dan terbangun saat mendengar adzan subuh berkumandang
Aisyah yang sudah bangun lebih dulu segera bergegas mengambil air wudhu dan menggunakan mukena
"Mas, mas Danu" Aisyah memanggil suaminya untuk membangunkan Danu yang masih terlelap
"Hoam" Danu menggeliat dan menguap
"Mas bangun, sudah waktunya sholat subuh"
"Tidak sebentar lagi boleh gak sih? masih ngantuk banget" rancau Danu
__ADS_1
"Gak boleh mas, ayo bangun nanti keburu matahari terbit"
"Iya, iya tapi kasih seperti yang semalam lagi ya, nanti mas mau bangun" ucap Danu manja
"Kasih yang semalam? emang kasih apa?" Aisyah tidak mengerti
Danu tersenyum dan memanyunkan bibirnya, Seketika wajah Aisyah memerah mengerti maksud suaminya.
"Apaan sih kamu mas, buruan sana ambil air wudhu" ucap Aisyah dengan wajah memerah dan bergegas pergi namun dengan cepat Danu berhasil menarik tangannya hingga Aisyah jatuh kepangkuan Danu
"Mas" Ucap Aisyah membulatkan matanya
"Love you" bisik Danu dan Aisyah tersenyum tak menjawabnya
"Iya, cepet ambil air wudhu dulu"
Danu akhirnya pun menurut dan segera mengambil air wudhu.
setelah sholat subuh, Aisyah turun kedapur untuk menyiapkan sarapan.
Dret.. dret.
"Ilham" gumam Danu
"Apa sebaiknya aku angkat saja? tapi apa nanti Aisyah tidak akan marah kalau aku angkat telpon dari Ilham? akh.. sudahlah aku kan suaminya, aku berhak mengangkat telpon dari siapapun" gumam Danu lagi
"Assalamu'alaikum"
"Tut.. tut.. " panggilan sudah mati sebelum Danu sempat menjawab
"Kok sudah mati sih, padahal aku ingin tau, apa yang mau dia bicarakan?" gumam Danu meletakkan ponsel Aisyah kembali. dan segera menyusul istrinya
"Sayang, sudah selesai masaknya?" tanya Danu yang melihat Aisyah menaiki tangga
"Sudah mas, Aisyah masak yang gampang saja buat sarapan pagi ini, Aisyah juga sudah menyiapkan bekal buat mas Danu bawa ke kantor. hari ini Aisyah ada kuliah pagi jadi harus segera kekampus mas" Jawab Aisyah segera menuju kamar dan bersiap kekampus
"Aisyah, ada yang mau aku tanyakan?" ucap Danu yang memperhatikan istrinya terlihat buru-buru mengemas buku-bukunya
__ADS_1
"Mau tanya apa mas? jawab Aisyah sambil memeriksa kembali tasnya
"Mas mau menanyakan soal.. soal_" ucap Danu terpotong
"Maaf ya mas, Aisyah buru-buru pagi ini. ada kuliah pagi dan Dosennya agak killer, ngeri kalau sampai telat mas" ucap Aisyah pamit mencium tangan suaminya
"Aku antar saja ya!"
"Tidak usah mas, Aisyah naik taxi saja. gak sempat nunggu Mas Danu mandi" ucap Aisyah bergegas keluar dan sedikit berlari
"Aisyah.. Aisyah kamu itu menggemaskan sekali" gumam Danu tersenyum
Sesampainya dikampus semua mata tertuju pada Aisyah, konferensi pers yang dilakukan Danu tempo hari membuat heboh seluruh kampus. siapa sangka Aisyah mahasiswa semester awal yang terlihat sangat lugu dan polos bisa menikah dengan seorang pengusaha terkenal, ganteng dan kaya.
"Ehem.. ternyata terlihat polos tapi pinter juga ya mencari suami"
"Kecil-kecil cabe rawit, Kira-kira mantra apa ya yang digunakan?"
"Bener banget, sampai-sampai pengusaha setajir dan setampan Danu Dirgantara rela meninggalkan kekasihnya yang jauh lebih cantik dan pantas mendampingi hanya untuk perempuan seperti ini" sindir kakak tingkat yang kebetulan melihat Aisyah
"Perempuan seperti apa maksud kakak?" Aisyah menghentikan langkahnya dan menatap kakak tingkatnya
"Kamu gak sadar siapa kamu? lihat saja penampilan kamu yang norak seperti ini. kamu pikir kamu pantas mendampingi laki-laki seperti Danu Dirgantara?"
"Salahnya dimana aku menjadi istri mas Danu? tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak. jika Alloh sudah mentakdirkan Aisyah dan mas Danu berjodoh tidak ada satu makhluk pun yang mampu mencegahnya. Aisyah do'akan semoga kakak-kakak yang tadi sudah merendahkan Aisyah juga bisa memiliki keberuntungan seperti Aisyah. semoga kalian juga bertemu dengan jodoh yang terbaik" ucap Aisyah senyum
"Kamu, apa maksud kamu? apa kamu mau pamer kalau suami kamu itu kaya dan ganteng gitu?" ucap kakak tingkat sewot
"Lho bukannya kalian ya dari tadi yang bilang suami Aisyah ganteng dan kaya. Aisyah kan tidak bermaksud pamer meskipun apa yang kalian katakan memang benar" jawab Aisyah senyum dan berlalu
"Dasar tu bocah belagu banget sih" gerutu Amel kakak tingkat
"Gimana gak belagu punya suami setajir itu, kakak macem-macem dibilangin suaminya! lulus kuliah gak bisa kerja, tau rasa kakak" timpal Fitri segera berlalu mengejar Aisyah
"Bener juga apa yang dikatakan bocah itu, nyesel aku Mel ikut-ikutan kamu membully Aisyah. gimana kalau sampai Aisyah mengadu sama suaminya? bisa-bisa jadi pengangguran abadi kita" ucap Vera
"Terus kalian menyesal? apa kalian mau minta maaf sama perempuan itu?" ucap Amel
__ADS_1
"Minta maaf, bener juga kita harus minta maaf sama Aisyah. kalau perlu kita berteman saja. siapa tau begitu lulus kuliah kita bisa bekerja dikantor suaminya" sahut Vera
"Dasar penjilat" Amel kesal