Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 66


__ADS_3

"Wah sepertinya menikah itu meresahkan ya. jadi tidak bebas" ucap Ray


"Kamu salah Ray, justru menikah itu menyejukkan jiwa. rasanya setiap hari itu bahagia terus" jawab Danu


"Iya kalau nikah dengan orang yang kita cintai tapi kalau tidak? apa bisa bahagia?" tanya Niko


"Pernikahan itu tidak menjamin kepuasan tapi pernikahan itu menjanjikan kebahagiaan dan keberkahan bagi yang tau ilmunya" ucap Danu tersenyum


"Dalam banget ni omongan pak ustadz sekarang! udah satu frekuensi kayaknya sama istrinya" ucap Ray


"Sialan kalian" ucap Danu tersenyum


"Oya, kabar kakak ipar kamu bagaimana? apa masih sakit?" tanya Niko


"Alhamdulillah kak Ulya sudah sehat. dan kami dari pihak keluarga sangat berterimakasih sama kamu, untungnya saat itu ada kamu yang menolongnya. kasian hidupnya sudah sangat memprihatinkan" ucap Danu


"Memang ada apa dengan kakak ipar Danu Nik?" tanya Rey yang tidak tau arah pembicaraannya?


"Jadi beberapa hari yang lalu, aku menolong seorang cewek yang jatuh pingsan di didepan apartemen. padahal tu cewek sudah bersuami tapi suaminya tidak ada disana saat istrinya sakit. dan ternyata cewek itu kakak ipar Danu, yang membuat hati ini ikut kasian ternyata cewek itu dipoligami sama suaminya." jelas Niko


"Maaf brow aku coba luruskan, sebenarnya didalam Islam poligami itu boleh dan tidak dilarang. jadi jangan menyalahkan poligami. tapi salahkan orangnya, karena walaupun poligami itu diperbolehkan tapi bukan serta merta kita bisa seenaknya sendiri asal nikah-nikah terus, melainkan kita harus bisa menilai diri kita dulu. sanggup tidak berbuat adil? dengan kita poligami akan lebih banyak manfaatnya atau mudhorotnya? semua itu harus kita pikiran dengan bener sebelum mengambil keputusan, dan jangan sekali-kali berpikir untuk poligami kalau diri kita tidak mampu berbuat adil. memang poligami itu termasuk sunah, tapi perlu kita ingat masih banyak sunah-sunah Nabi yang bisa kita teladani, tidak harus poligami!"


"Kalau kamu sendiri gimana? udah ada pikiran poligami belum" goda Ray tersenyum


"Kalau aku pribadi, InsyaAlloh akan setia dengan satu istri saja. karena aku menyadari, aku hanya manusia biasa yang tidak akan mampu berisikap adil seperti Nabi yang mampu bersikap adil terhadap semua istrinya. karena Nabi itu Maksum terhindar dari dosa dan kesalahan. berbeda dengan kita yang hanya manusia biasa. tidak akan mampu bersikap adil seperti beliau" jawab Danu


"Keren ni teman kita sekarang, bisa mendadak jadi ustadz gini sekarang. belajar agama dari mana kamu Dan?" Sahut Niko


"Dari mana lagi kalau bukan dari istrinya, pasti setiap hari kamu di kuliahin ya sama istri kamu?" sahut Ray

__ADS_1


"Bukan di kuliahin, tapi lebih tepatnya kita setiap hari selalu sharing soal ilmu agama, dan aku bersyukur banget mempunyai istri sholihah seperti Aisyah, bukan hanya merubah hidupku tapi dia juga yang mengenalkan aku pada Alloh dan sunahnya. hidup diluar negeri selama bertahun-tahun dan bebasnya pergaulan disana, membuatku buta akan pentingnya ilmu agama dalam hidup kita. padahal kita ini sebagai orang muslim harusnya berpegang teguh pada Al-Quran dan Al-Hadis." ucap Danu


"Iya, iya. kita pulang aja yuk Nik, disini terus ganti kita yang nanti di kuliahin Danu. perasaan dari tadi yang dibahas ceramah terus" ucap Ray


"Hahaha.. aku ini sebagai sahabat, hanya mau kalian juga belajar agama yang benar. hidup kita ini cuma berapa lama sih brow? apa kalian tidak takut mati sebelum tobat? apa memang kalian mau seperti itu? kalau aku sih gak mau, mati dalam keadaan kafir. gak kuat siksanya api neraka" ucap Danu


"Kok bawa-bawa mati segala sekarang? kamu nyumpahin kita mati ya?" sahut Niko


"Bukan gitu brow, tapi semua yang bernyawa pasti bakalan mati. dan mati itu tidak mengenal waktu, tempat, usia. kapan saja kita bisa mati. rugilah orang yang meninggalkan dunia ini dalam keadaan kafir dan tidak mengenal Tuhan nya. siksa neraka itu pedih brow. dan saat kita kesakitan disana tidak ada satu orang pun yang bakalan menolong kita kecuali amalan kita yang bisa menolong. karena itu selama masih hidup perbanyak amalan dan perbanyak bekal kita untuk akhirat. ingat kematian itu pasti!"


"Jujur mendengar kamu berbicara seperti ini, aku berpikir bagaimana jika nanti aku mati sedangkan kematian itu sesuatu hal yang tidak bisa kita hindari. sementara dalam hidup, dari aku kecil sampai saat ini, aku selalu berbuat dosa dan sangat jauh dari Alloh. bahkan aku lupa bagaimana caranya sholat" ucap Niko


"Sama aku juga, lalu bagaimana nanti jika aku meninggal? sedangkan dosaku begitu banyak" sahut Ray


"Belum terlambat untuk kalian memperbaiki diri. kalian bisa merubah hidup kalian mulai saat ini, mulai mengenal Alloh dan sunahnya." jawab Danu


"Siapa yang akan mengajari kami? kamu enak punya istri faham agama, lha kami?" ucap Niko


"Maksudnya om dan tante juga belajar disana?" tanya Niko


"Iya, kalau kalian mau. nanti aku akan bantu bilang sama Abah" ucap Danu


"Aku mau Dan, aku juga ingin belajar agama seperti kamu" ucap Niko


"Aku juga mau, masak hanya kalian yang masuk Surga. aku juga mau lah masuk surga" ucap Ray tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


***


Dret.. dret...

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah mengangkat telpon


"Walaikumsalam sayang"


"Ada apa mas? tanya Aisyah


"Yang pertama aku kangen dan ingin mendengar suara istri tercintaku"


"Em.. kalau ada yang pertama pasti ada yang kedua. katakan apa yang kedua?" tanya Aisyah


"Hehehe.. istriku ini memang pintar ya. begini sayang, tadi Niko sama Ray kesini dan nanti malam meminta aku untuk datang bersama ke party. Tom teman kami ulang tahun" ucap Danu


"Sebenarnya aku berat memberi ijin mas, aku takut kalau disana mas Danu akan larut dalam hiburan seperti itu. dan takut mas Danu akan berbuat dosa." ucap Aisyah


"InsyaAlloh tidak sayang, aku akan datang sebentar saja terus pulang. aku juga sebenarnya tidak nyaman kok sekarang berada di tempat seperti itu"


"Baiklah tapi cuma sebentar ya mas, ingat jangan menyentuh alkohol dan jangan menyentuh wanita yang bukan mahram. ditusuk besi panas jauh lebih baik dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram." tegas Aisyah


"Terimakasih sayang, selalu mengingatkan aku, InsyaAlloh aku akan selalu mengingat apa yang kamu katakan" jawab Danu


Dan malam ini Danu pergi ke pesta ulang tahun Tom yang diadakan di sebuah cafe, dengan gemerlap lampu, musik yang begitu keras dan tentu saja banyak tersaji minuman beralkohol dan wanita-wanita dengan pakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan seorang wanita muslimah.


"Hai.. Dan, datang juga kamu.aku kira istri sholihah kamu tidak akan memberikan ijin" Sapa Niko menghampiri dan Danu hanya tersenyum


Danu dan Niko berjalan menghampiri Tom.


"Hai tom, semoga Alloh selalu melimpahkan keberkahan dan perlindungan untuk kamu" ucap Danu menyalami Tom. sontak ucapan Danu membuat semua teman-teman mengarah kepadanya


"Ni anak kesambet apa? doanya kayak seorang ustadz aja" sahut salah satu teman yang belum mengetahui penyebab perubahan Danu

__ADS_1


sementara Niko dan Ray hanya senyum-senyum.


^ Happy Reading ^


__ADS_2