
Sesampainya dirumah Aisyah menghubungi Ulya dan minta pendapat, apakah dirinya harus memberitahu Ilham sebelum acara konferensi pers yang akan dilakukan suaminya besok?
"Aisyah, sebenarnya memang sebaiknya kamu memberitahu Ilham secara langsung tentang pernikahan kamu dengan Danu. karena akan lebih menyakitkan jika Ilham harus mengetahui ini dari orang lain adikku" nasehat Ulya pada Aisyah
"Iya kak, Aisyah juga berpikir seperti itu, hanya saja Aisyah bingung cara memberitahu Ilham bagaimana, Aisyah takut akan menyakiti hati Ilham. kakak tau kan, Ilham laki-laki yang baik. Aisyah tidak sampai hati untuk menyakitinya"
"Dek, ini takdir dari Alloh untuk kalian. InsyaAlloh Ilham pasti akan mengerti. karena sesungguhnya mau kita kejar seperti apa, jika memang dia bukan jodoh kita, Alloh pasti akan menjauhkan. tapi jika dia adalah jodoh kita, mau kita menolak atau menghindari sekalipun Alloh pasti akan tetap menyatukan"
"Baiklah kak, Aisyah akan memberanikan diri untuk mengatakan yang sejujurnya pada Ilham. Bismillah semoga Ilham bisa menerima kenyataan kalau kami memang tidak berjodoh" ucap Aisyah dengan mata berkaca-kaca
***
"Aisyah kenapa dek?" tanya Zidan yang baru saja masuk
"Mas Zidan, kok masuk rumah tidak salam?" tanya Ulya
"Sudah salam dari tadi tapi tidak ada jawaban makannya mas langsung masuk"
"Maaf mas, Ulya tidak dengar mas mengucapkan salam karena fokus sama Aisyah"
"Iya tidak apa-apa, Aisyah kenapa memangnya?"
"Akh.. tidak apa-apa mas, hanya curhat masalahnya dengan Ilham"
"Ilham, siapa Ilham?" Zidan penasaran
"Ilham itu laki-laki yang pernah dikagumi Aisyah sebelum perjodohannya dengan Danu. dan saat ini Ilham masih menuntut ilmu di Madinah. jadi sampai sampai saat ini sepertinya Aisyah belum mengatakan perihal pernikahannya"
"Apa Aisyah pacaran dengan Ilham?"
"Tentu saja tidak mas, Aisyah paham didalam ajaran agama kita tidak diperbolehkan pacaran. mereka hanya saling mengagumi satu sama lain didalam doa mereka. hanya saja sebelum Ilham berangkat ke Madinah, Ilham meminta Aisyah untuk berjanji menunggu Ilham sampai lulus kuliah. siapa sangka sekarang Aisyah terjebak dalam perjodohan yang lakukan Abah untuk dirinya"
"Bukan terjebak Dek, tapi memang Ilham bukan jodoh Aisyah, dan Danu lah jodoh yang Alloh kirim untuk dirinya. karena sesungguhnya jodoh, rejeki, ajal sudah ditentukan dalam Lauhul mahfudz."
"Astaghfirullah, iya itu maksud Ulya mas" Ulya menutup mulutnya dengan tangan karena salah bicara
"Iya, kamu masak apa dek, mas lapar pengen makan masakan adik"
__ADS_1
"Iya mas, Ulya masak sop dan ayam goreng. maaf ya. Ulya tidak tau kalau hari iniz Zidan akan berkunjung kesini jadi tidak masak makanan kesukaan mas Zidan"
"Iya tidak apa-apa, apapun yang kamu masak mas pasti suka kok" ucap Zidan mengusap pipi Ulya
Hati Ulya merasa sangat senang dengan perubahan sikap suaminya. karena semenjak Ulya harus rela berbagi hati dengan Sela, Zidan jarang dan hampir tidak pernah lagi bersikap manja dan lembut pada dirinya.
Ulya yang selalu berusaha memahami suaminya yang saat ini bukan hanya milik dirinya. tapi zidan harus bisa berbuat adil pada kedua istrinya. beruntung Ulya wanita yang tidak pernah menuntut dan berusaha selalu mengerti suaminya. semata-mata hanya mengharap ridho Alloh.
***
Sementara Aisyah masih merenung dan memegangi ponselnya.
"Bismillah" gumam Aisyah menggeser tombol hijau di ponselnya
"Assalamu'alaikum Aisyah" jawab Ilham dari seberang telpon
"Walaikumsalam"
"MasyaAlloh, mimpi apa Ilham semalam, tumben-tumbenan Aisyah yang telpon duluan? kangen ya?" goda Ilham
"Ilham apa kabar disana? kuliahnya lancar kan?"
Mendengar perkataan Ilham, Aisyah merasa terhimpit benda yang sangat berat. dadanya sesak seakan paru-parunya dipenuhi dengan cairan hingga menyebabkannya sesak untuk bernafas.
"Ilham maafkan Aisyah" Aisyah terisak
"Maaf, maaf untuk apa? Aisyah apa kamu sedang menangis? Ada apa Aisyah kenapa kamu menangis?"
"Maafkan Aisyah tidak bisa menepati janji Aisyah pada Ilham"
"Tidak bisa menepati janji? a-apa maksud Aisyah?" Ilham masih belum mengerti dengan maksud perkataan Aisyah
"Aisyah tidak bisa menepati janji Aisyah untuk menunggu Ilham" ucap Aisyah tak mampu membendung Air matanya lagi
"Aisyah kamu ini bercanda apa? apa kamu ingin menguji Ilham?"
"Bu-bukan Ilham. tapi Aisyah sekarang sudah menjadi istri laki-laki lain. Aisyah sudah menikah" terang Aisyah terisak
__ADS_1
"Hahaha.. Aisyah, Aisyah bercandanya tidak lucu. lain kali kalau bercanda jangan seperti itu ya. Ilham tidak suka!" ucap Ilham yang sebenarnya takut kalau yang dikatakan Ilham benar, tapi berusaha untuk tidak mempercayainya
"Aisyah tidak bercanda ham, Aisyah sudah menikah, Aisyah sekarang ini sudah menjadi seorang istri yang tidak mungkin lagi menepati janji Aisyah pada Ilham"
"Tidak Aisyah, aku yakin kamu bohong. kamu pasti akan menunggu aku kembali. aku tau kamu tidak akan mengingkari janji kamu"
"Ilham maafkan Aisyah, semoga Ilham bisa mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik dari pada Aisyah"
"Aisyah kamu bohong kan? kamu hanya bercanda kan? katakan Aisyah kalau semua itu tidak benar. tolong tunggu aku sampai aku pantas menjadi imam untuk kamu dan anak-anak kita"
Aisyah menangis sesenggukan mendengar perkataan Ilham, tidak bisa dipungkiri dihati Aisyah memang masih ada ruang untuk Ilham.
"Ilham percaya takdir kan? kita memang ditakdirkan tidak berjodoh. karena sesungguhnya jodoh seseorang itu sudah tertuliskan di Lauhul mahfudz. Aisyah yakin Ilham lebih paham soal itu"
"Aisyah, jadi kamu tidak sedang bercanda?"
"Iya ham, maafkan Aisyah yang tidak bisa menepati janji Aisyah"
"Tapi kenapa Aisyah? kenapa kamu baru mengatakan setelah kamu menikah? kenapa kamu membuat Aku terus berharap? Aisyah Ilham tidak menyanga kalau Aisyah tega melakukan ini pada Ilham"
"Maafkan Aisyah Ilham, maafkan Aisyah. tolong maafkan Aisyah" air mata Aisyah jatuh membasahi pipinya
Ilham tidak menjawab perkataan Aisyah dan menjatuhkan ponselnya ke lantai.
Kaki Ilham terasa lemah tak bertulang, tidak ada kekuatan lagi baginya untuk menjalani hari-harinya.
"Astaghfirullah.. " Ilham menjatuhkan tubuhnya dilantai dan tak kuasa menahan Air mata
"Ilham kamu kenapa?" tanya Khadijah yang melihat Ilham terduduk menangis di taman depan kampusnya
"Ilham kamu kenapa?" Khadijah kembali bertanya namun tak ada jawaban dari Ilham
"Aku akan kembali ke Indonesia" ucap Ilham
"Kembali ke Indonesia? bagaimana dengan kuliah kamu?"
"Aku sudah tidak perduli lagi dengan semua ini. karena aku kuliah jauh disini aku harus kehilangan wanita yang selama ini ada didalam doaku"
__ADS_1
"Ilham, kenapa kamu berpikir seperti itu? itu sama halnya kamu tidak percaya dengan takdir yang telah Alloh tetapkan" jelas Khadijah
^HAPPY READING^