Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
AISYAH CEMBURU


__ADS_3

Tok.. tok..


"Masuk"


"Assalamu'alaikum" Aisyah masuk ke ruang kerja Danu


"Aisyah" Danu kaget melihat Aisyah berada dikantor nya saat masih ada Vallen disana


"Mas, maaf Ais datang lagi. ini sepertinya berkas mas Danu ketinggian dirumah. mungkin tadi pagi mas Danu lupa membawanya karena buru-buru kerumah Abah"


"Oow.. iya, untung kamu antarkan. karena rencananya nanti sore ini buat meeting sama klien. Terimakasih ya Ais" Danu mengambil berkasnya dan tersenyum


Sementara Vallen melihat Aisyah dari ujung kepala sampai kaki.


Aisyah yang merasa dipandangi merasa risih dan segera berpamitan.


"Ya sudah mas, Ais pulang dulu. maaf sudah mengganggu jam kerjanya"


"Tidak, tidak apa-apa Ais, justru aku harusnya berterima kasih karena kamu sudah jauh-jauh mengantarkan berkas ini kemari" Danu tersenyum


Ais mendekat dan mencium punggung tangan Danu "Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Danu


Sesampainya dideket pintu


"Tunggu" panggilan Vallen menghentikan langkah Aisyah


Aisyah menoleh dan kembali mendekat


"Ada apa mbak?"


"Kamu.. apa kamu istri Danu?" tanya Vallen dengan tatapan tidak percaya


"Iya mbak" ucap Aisyah senyum


"Hahaha... jadi.. jadi ini istri kamu? kamu gak salah han? punya istri seperti ini?" Vallen tertawa


"Kenapa? ada apa dengan saya mbak? apa ada yang salah dengan saya?" ucap Aisyah mendekat


"Tentu saja, seorang Danu dirgantara punya istri seperti ini? lihat saja penampilan kamu, sangat tidak pantas untuk mendampingi seorang Danu dirgantara." Vallen meremehkan


"Penampilan saya? kenapa dengan penampilan saya?"


"Kamu tidak sadar, penampilan kamu ini norak dan kampungan"


"Bukannya sebaliknya mbak? mbak saya mengenakan pakaian sesuai dengan syariat islam. seorang wanita muslim hukumnya wajib menutup aurat. satu langkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup auratnya, maka satu langkah juga ayahnya akan mendekat ke dalam api neraka."


"Tidak usah berceramah didepan saya" bentak Vallen


"Saya hanya memberikan mbak ini pemahaman hakikatnya seorang wanita. apalagi sekarang saya sudah bersuami. saya tidak ingin suami saya masuk kedalam api Neraka karena dosa-dosa istrinya. karena sesungguhnya seorang suami itu, nanti di akhirat akan dimintai pertanggung jawaban atas dosa yang telah istrinya lakukan selama didunia ini"

__ADS_1


Mendengar Aisyah dengan bangga menyebut dirinya sebagai istri Danu membuat hati Vallen semakin panas. Vallen keluar dengan menghentakkan satu kakinya


"Aisyah, maaf ya. dia itu.. " ucap Danu


"Tidak apa-apa mas, Aisyah mengerti. untuk sebagian orang pasti menganggap penampilan Ais ini kampungan. tapi Ais lebih baik dianggap kampungan dari pada Suami Ais harus merasakan panasnya api neraka"


"MasyaAlloh, aku tidak menyangka Alloh Akan mengirimkan bidadari seperti kamu untuk menjadi istriku. padahal aku ini bukan orang baik, tapi Alloh memberikan istri sholihah seperti kamu. jujur mas malu." ucap Danu menatap Aisyah


"Jangan berkata seperti itu mas, Alloh tidak pernah salah mengirimkan jodoh untuk kita. Takdir yang Alloh berikan pasti yang terbaik. kita sama-sama belajar bersama agar bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah"


"Maafkan aku Aisyah, karena aku sempat tidak menginginkan mu" Danu mendekat dan memegang tangan Ais


Ais yang tangannya belum pernah dipegang laki-laki merasa malu dan menundukkan kepalanya


"Kenapa menunduk? aku ingin melihatmu" ucap Danu mengangkat Danu Aisyah


Terlihat wajahnya memerah seperti udang rebus


Danu mengatupkan bibirnya menahan tawa.


Aisyah menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hai kenapa malah ditutup"


"Malu tau mas, udah agh.. Ais pulang dulu"


"Aaww.. " Teriak Aisyah kaget tangannya ditarik alhasil reflek memeluk Danu "


Aisyah yang menyadari sedang dipelukan Danu segera menarik dirinya tapi Danu semakin kuat memeluk tubuh Aisyah.


"Kenapa, kamu kan istriku. biarkan saja orang melihat" ucap Danu mendekatkan wajahnya


"Iya tapi Ais mau pulang dulu mas" Ais berusaha menghindar karena malu.


"Ya sudah deh, kali ini aku lepaskan. tapi lain kali tidak akan aku lepaskan" bisik Danu


Aisyah segera berlari keluar dengan hati berdebar dan wajah yang masih memerah


Diluar ternyata Vallen sudah menunggunya di lobby.


"Berhenti" teriak Vallen


Aisyah menoleh kearah sumber suara dan beberapa orang melihat kearah Aisyah


"Ada apa lagi mbak?" tanya Asih


"Kamu jangan senang dulu, hanya karena saat ini Danu menikahi kamu, Danu menikah dengan kamu hanya karena terpaksa menuruti keinginan om Herman. aku kekasih Danu. jadi aku harap kamu tau diri dan tau batasan kamu. karena suatu saat nanti Danu pasti akan meninggalkan kamu. Danu itu mencintaiku bukan kamu" ucap Vallen


"Seharusnya aku yang mengatakan itu mbak, sebaiknya mbak tau batasan pada laki-laki yang sudah beristri. jangan sampai mbak disebut sebagai seorang pelakor" ucap Aisyah senyum


"Kamu.. berani kamu sama aku?" Vallen menunjuk muka Ais dengan jari telunjuk

__ADS_1


"Mbak aku ini istri sah nya mas Danu, tentu saja aku berani"


"Ada apa ini? Bu Ais, Bu Vallen kenapa ada disini?" tanya Roni yang baru saja masuk kerja setelah beberapa hari tidak masuk kerja karena sakit


"Tidak ada apa-apa mas Roni, mbak ini sepertinya hanya ingin mempermalukan dirinya sendiri"


"Vallen melihat sekeliling semua mata melihat kearah dirinya"


"Bu Ais mau kemana biar saya antar" ucap Roni


"Tidak usah mas, saya naik taxi saja. Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Roni


Didepan Vallen Aisyah memang terlihat kuat dan tak terpengaruh dengan perkataan Vallen tapi didalam taxi nyatanya Aisyah tak mampu menahan air matanya untuk tidak keluar.


Tiba-tiba seakan dadanya terhimpit benda yang sangat berat.


"Apa mungkin aku sudah jatuh cinta pada mas Danu? apa aku cemburu?" gumam Aisyah lirih


Di ruang Danu


Tok.. tok..


"Masuk"


"Maaf Pak, kenapa tadi saya melihat ada bu Vallen disini?" tanya Roni yang belum mengetahui Vallen kerja disana


"Dia disainer yang baru disini"


"Apa pak? kenapa saya sampai tidak tau?" Roni heran


"Bagaimana bisa kamu tau, kamu kan tidak masuk kerja berhari-hari"


"Maaf Pak, saya masih sakit kemarin" Roni senyum-senyum


"iya tidak apa-apa" Jawab Danu senyum


"Sepertinya Bapak bahagia sekali, semenjak menikah aura bapak terlihat berbeda. oya pak tadi dibawah saya melihat bu Aisyah sedang bersama dengan bu Vallen dan sepertinya bu Vallen terlihat marah." Ucap Roni


"Aisyah bertemu dengan Vallen lagi? kenapa tidak bilang dari tadi? Aisyah tidak apa-apa kan?" Danu panik


"Sepertinya tidak ada apa-apa. tadi mau saya antar pulang tapi bu Aisyah menolak"


"Ya sudah, kamu kembali keruangan kamu" ucap Danu


Setelah Roni keluar, Danu segera mengambil ponsel dan menghubungi Aisyah


"Assalamu'alaikum mas"


"Walaikumsalam, kamu baik-baik saja kan? tadi Roni bilang kamu bertemu Vallen lagi?" Danu panik

__ADS_1


"Alhamdulillah say baik-baik saja mas"


^ Happy Reading^


__ADS_2