Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 62


__ADS_3

"Begini Aisyah, sebenarnya tadi Ilham menghubungi aku, dan mengatakan kalau sebelum kamu kembali ke Indonesia. dia ingin bertemu dengan kamu sekali lagi" ucap Khadijah


"Untuk masalah itu, aku tanya dulu sama suamiku ya" jawab Aisyah


"Aku mengijinkan kamu tapi dengan syarat, perginya bersamaku!" sahut Danu dan Aisyah melihat kearah Khadijah


"Iya terserah kamu Aisyah, sepertinya itu lebih baik. mungkin dengan begitu, Ilham bisa merelakan semua masa lalu kalian" jawab Khadijah


"Baiklah, nanti aku dan mas Danu akan menemui Ilham. dan semoga setelah ini Ilham bisa melepaskan semua masa lalu dan kembali membuka hatinya untuk orang lain" ucap Aisyah tersenyum


Khadijah kembali kerumah sakit melihat Ilham disana sudah ada Dahlan dan Asep yang menjaga Ilham.


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah menundukkan pandangan


"Walaikumsalam" Jawab Ilham, Dahlan dan Asep


"Ilham bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Khadijah


"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. terimakasih untuk apa yang sudah kamu lakukan. Dahlan dan Asep sudah menceritakan semua yang kamu lakukan semenjak aku sakit,termasuk membujuk Aisyah untuk datang kesini" ucap Ilham


"Khadijah hanya melakukan apa yang seharusnya Khadijah lakukan" ucap Khadijah tersenyum dibalik cadarnya


"Oya, tadi aku sudah menyampaikan pesan untuk Aisyah tantang keinginan Ilham tadi malam, jika Ilham ingin kembali bertemu dengan Aisyah sebelum Aisyah kembali ke Indonesia"


"Lalu apa yang Aisyah katakan? apa dia mau bertemu denganku lagi?" Ilham melihat Khadijah


"Iya nanti dia akan datang datang kemari, tapi_" Khadijah tidak melanjutkan kata-katanya


"Tapi kenapa? ada apa? tanya Ilham


"Tapi Aisyah tidak datang sendiri" jawab Khadijah


"Maksud kamu?" Ilham menaikan alisnya


"Aisyah akan kemari bersama dengan suaminya" jawab Khadijah


"Maksud kamu, suami Aisyah ada disini?" tanya Ilham


"Iya sepertinya, suaminya rela meninggalkan semua pekerjaannya di Indonesia karena tidak tenang membiarkan Aisyah sendiri disini" jawab Khadijah


"Apa mereka terlihat bahagia?" tanya Ilham dengan mata menerawang menahan suatu kesedihan.


"Sepertinya mereka saling mencintai, dan tampak jelas dari sikap keduanya, kalau mereka saling ingin melindungi"


"Ilham, kamu harus bisa merelakan Aisyah. ini takdir yang harus kalian terima" sahut Dahlan

__ADS_1


"Bener Ilham, jangan pernah menyalahkan takdir sudah digariskan Alloh untuk kamu. karena kita tidak bisa menentukan dengan siapa sesungguhnya kita akan berjodoh" timpal Khadijah


"Huft... " Ilham menghembuskan nafas berusaha mengatur hatinya


"Kalian benar, tidak seharusnya aku seperti ini. aku juga tidak boleh menyalahkan takdir. mungkin memang aku dan Aisyah tidak ditakdirkan untuk berjodoh. walaupun sakit, aku akan coba menghadapi dan merelakan Aisyah" ucap Ilham mencoba tersenyum


"Gitu dong, baru teman kami. lagian ya, kita ini cowok ganteng jangan lemah hanya karena satu wanita. mati satu tumbuh seribu" ucap Asep tertawa dan sengaja ingin menghibur Ilham


Khadijah yang sedikit banyak sudah mulai mengerti bahasa Indonesia ikut tertawa dibalik cadarnya. meskipun Khadijah memakai cadar namun terlihat dari matanya Khadijah ini wanita yang cantik dan pemberani, serta Khadijah ini memiliki karakter yang tidak mudah menyerah dengan keadaan.


"Eh.. sep, memangnya ada yang bilang kamu ganteng? pede banget kamu bilang ganteng, kalau aku sama Ilham mungkin iya ganteng, lha kamu? emang pernah ada yang bilang kamu ganteng?" sahut Dahlan


"Tentu saja ada yang mengatakan aku ganteng" jawab Asep tersenyum


"Siapa yang bilang kamu ganteng?" tanya Dahlan


"Emak dan bapak aku" ucap Asep dan semua tertawa


Ucapan Asep berhasil membuat tawa diruangan ini pecah, begitu juga dengan Ilham. setelah berhari-hari Ilham kehilangan semangat hidup, Kini untuk pertama kalinya Ilham ikut tersenyum.


Diam-diam Khadijah mencuri pandang pada Ilham. Khadijah merasa senang melihat Ilham sepertinya sudah bisa menerima kenyataan dan sudah kembali hidup tidak seperti sebelumnya yang hanya bengong seperti tak bernyawa.


****


"Mas, kamu beneran mau bertemu dengan Ilham?" tanya Aisyah yang masih berada dikamar hotel


"Aku tidak keberatan mas, tapi, tapi_" Aisyah terlihat ragu melanjutkan perkataannya


"Tapi kenapa?" tanya Danu mengangkat dagu Aisyah dan menatap matanya


"Tapi kalau boleh Aisyah mau minta tolong, tolong nanti saat di depan Ilham, mas Danu jangan berkata yang sekiranya menyakiti hati Ilham ya!" ucap Aisyah


"Aisyah, apa kamu begitu mengkhawatirkan Ilham?" tanya Danu


"Bu-bukan mas, bukan seperti itu. hanya saja Aisyah tidak ingin kalau sampai Ilham kembali sakit. tidak ada maksud lain mas, sungguh! Aisyah hanya kasihan dengan Ilham. dalam hal ini Ilham tidak salah, dan Mungkin butuh sedikit waktu bagi Ilham untuk bisa menerima kenyataan yang bagi dia mungkin menyakitkan" ucap Aisyah dan Danu hanya tersenyum


"Ya sudah, mau berangkat sekarang?" tanya Danu


"Iya mas" jawab Aisyah


Keduanya berangkat kerumah sakit tempat Ilham dirawat.


Tok.. tok...


"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah dan Danu

__ADS_1


"Walaikumsalam" ucap Ilham, Khadijah, Dahlan dan Asep. semua mata tertuju pada Aisyah dan Ilham


"Aisyah" gumam Ilham yang sudah bisa duduk diatas ranjang tersenyum melihat Aisyah


"Ilham, bagaimana keadaan kamu?" tanya Aisyah tersenyum


"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik. terimakasih kamu sudah bersedia datang kemari" ucap Ilham dan Aisyah tersenyum


"Ilham kenalkan ini mas Danu suamiku, mas ini Ilham" ucap Aisyah memperkenalkan


Sedikit ada kecanggungan tapi Danu segera mendekat dan mengulurkan tangan, memperkenalkan diri


"Senang bertemu dengan kamu" ucap Danu mengulurkan tangan dan Ilham membalasnya


Keduanya saling menatap dengan tatapan yang entah apa, hanya mereka yang memahami arti dari tatapan itu.


"Jadi kamu suami Aisyah" tanya Ilham


"Iya aku Danu suaminya Aisyah" jawab Danu tersenyum


Ilham menutup matanya sesaat dan mencoba tersenyum


"Aku tidak tau bagaimana awalnya, kenapa semua ini bisa terjadi. tapi aku akan belajar menerima takdir ini. takdir dimana aku dan Aisyah tidak berjodoh" ucap Ilham menghela nafas berat


"Aisyah, aku meminta kamu kesini karena aku ingin menanyakan beberapa pertanyaan sebelum aku benar-benar bisa merelakan kamu untuk selamanya"


"Katakan Ilham, apa yang ingin kamu tanyakan" jawab Aisyah


"Apa kamu bahagia? apa kamu bahagia bersama dengan suami kamu?" tanya Ilham menatap Aisyah


"Aku bahagia Ilham" jawab Aisyah tanpa ragu


"Apa kamu mencintai suami kamu?" tanya Ilham lagi


"Mungkin awal mula kami menikah karena suatu perjodohan, tapi setelah kami menikah. dan aku menerima takdir yang sudah Alloh gariskan, perlahan Alloh menumbuhkan rasa cinta diantara kami. dan kini aku bisa pastikan kalau aku mencintai suamiku mas Danu" jawab Aisyah tersenyum melihat Danu begitu juga dengan Danu yang membalas senyum Aisyah


"Aku lega sekarang Aisyah, meskipun bukan aku orang yang membuat kamu bahagia, tapi setidaknya mendengar langsung dari kamu, kalau kamu bahagia membuat aku lega. karena yang utama untukku adalah kebahagiaan kamu. awalnya aku mengira kamu tersiksa dengan perjodohan yang kamu lakukan.tapi sepertinya aku salah" ucap Ilham


"Kalian pergilah, aku ingin berbicara berdua dengan mas Danu" ucap Ilham lagi


Akhirnya yang lain keluar ruangan menyisakan Ilham dan Danu berdua.


^ Happy Reading^


Terimakasih dukungan ya sayangku 🙏🥰😍😘

__ADS_1


Jangan lupa like, coment dan Vote ya 😘😘


__ADS_2