
"Ini kenapa malah bahas Aisyah ya? jadi bagaimana kak? apa yang harus Burhan lakukan?" protes Burhan karena mendengar kakanya yang terus saja membanggakan menantunya. Meskipun Pak Burhan juga menyadari wajar jika Aisyah sangat disayangi dan dibanggakan. Karena faktanya Aisyah memang layak untuk dibanggakan. Diusinya yang tergolong muda Aisyah sukses membangun bisnisnya sendiri, kuliah juga berjalan lancar, rumah tangga juga tidak dikesampingkan. bisa dibilang Aisyah adalah wanita paket komplit. beruntung laki-laki yang memiliki istri sholehah seperti Aisyah di jaman seperti sekarang ini.
"Kalau menurut kakak, istri seperti itu sudah tidak layak untuk dipertahankan. istri yang tidak bisa menghargai suami dan istri yang terang-terangan hanya menjadikan suami sebagai pelengkap agar terlihat wanita yang sempurna di depan teman bisnisnya. apa wanita seperti itu layak dipertahankan" geram bu Retno dengan kelakuan adik iparnya yang semakin menjadi, Devi adalah wanita yang sangat gila kerja dan dudukan. sebagai seorang wanita Devi lupa akan kodratnya menjadi seorang istri. menikah dengan Burhan pun saat itu sebagai negosiasi bisnis, lantaran Devi tau power Burhan didunia bisnis seperti apa, sehingga Devi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk menerima lamaran Burhan sebagai batu loncatan untuk karirnya agar lebih menjulang tinggi seperti sekarang ini. siapa yang tidak mengenal nama Devi didunia perbisnisan, istri dari Burhan adik Pemilik perusahaan garmen Dirgantara yang produknya sudah eksport ke beberapa negara besar di Asia.
"Iya kak, tapi bagaimana sekarang Burhan ini seperti dibuat tidak berkutik dengan Devi. Dicerai tidak mau tapi dia tidak mau juga melakukan tugasnya sebagai seorang istri" terang Burhan kesal
"Biar kakak yang bicara dengan Devi" ucap bu Retno mengambil ponsel dan menghubungi Devi adik iparanya yang sudah dianggap keterlaluan
"Assalamu'alaikum" ucap bu Retno saat ponselnya menyambung
"Walaikumsalam kak Retno. Ada apa ya kak?" tanya Devi pura-pura walaupun sebenarnya Devi sudah bisa menduga pasti kakak iparnya menelpon terkait suaminya.
"Kemari sekarang, kakak mau bicara" perintah Retno dengan nada ketus.
"Bagaimana kalau setelah pulang kerja, Devi kesana kak? saat ini Devi benar-benar sedang sibuk" jawab Devi yang memang jadwalnya cukup padat siang ini
"Kakak tidak mau dengar alasan apapun juga kesini sekarang atau kamu tanggung akibatnya" perintah bu Retno pasalnya Bu Retno memang sangat disegani dikalangan pengusaha. dan tentu saja hal ini membuat Devi nyalinya ciut jika iparnya sudah mulai turun tangan
Devi datang kerumah kakak iparnya dan membatalkan pertemuan dengan beberapa klien. untung saja klien yang harus ditemui siang ini tidak begitu penting dan masih bisa ditunda
"Assalamu'alaikum kak" ucap Devi datang kerumah kakak iparnya
Devi melihat sekeliling ada kakak iparnya, istri dari ponakannya dan juga Burhan suaminya tentunya.
Devi dicerca beberapa pertanyaan yang membuatnya terdiam cukup lama.
"Devi tidak menyangkal apa yang kakak katakan memang benar. Tapi sebagai seorang pengusaha tentu kakak tau bagaimana sibuknya seorang pengusaha. mengurus ribuan anak buah, bertemu dengan klien sana sini. Walaupun seperti itu, pikiran dan waktu Devi terkuras hanya untuk pekerjaan itu saja kesalahan Devi. Tapi coba kakak tanya pada mas Burhan, kesalahan apa yang sudah dilakukannya sehingga Devi menggugat cerai? apa mas Burhan juga menceritakan apa yang sudah dilakukannya dengan Wati pembantu rumah tangga kami?" Cicit Devi yakin pasti Burhan tidak menceritakan kejelekannya pada kakaknya.
"Memang apa yang Burhan lakukan?" Sahut pak Herman
"Burhan katakan! apa yang kamu lakukan?" Desak Bu Retno
__ADS_1
Burhan tampak bingung karena tau kalau dirinya juga salah. meskipun ada alasan kenapa dirinya melakukan itu dengan Wati
"Katakan Burhan!" bentak Pak Heran yang geram Burhan tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Saya memang salah, tapi saya mempunyai alasan kenapa saya melakukan itu. Devi selalu sibuk dan tidak pernah menghiraukan saya kak, jadi, jadi_" ucap Burhan terputus takut kakaknya akan murka dengan apa yang akan didengarnya
"Jadi apa Burhan? cepat katakan!" bu Retno yang semakin tidak sabar ingin mengetahui kesalahan yang telah adiknya lakukan.
"Mas Burhan selingkuh dengan pembantu dirumah kami kak, Devi memergoki sendiri mereka sedang melakukan itu dikamar kami" ucap Devi
*Flashback*
Siang itu Devi yang biasanya selalu teliti dan tidak pernah meninggalkan barangnya karena selalu mengecek lebih dulu apa saja yang akan dibawa ke kantor, tiba-tiba saja dijalan menyadari kalau berkas yang harusnya buat meeting siang ini masih berada diatas nakas kamarnya.
"Sial kok bisa lupa gini sih, padahal biasanya selalu tidak pernah ketinggalan kayak gini. Agh.. ini gara-gara si papa yang tadi pagi ngajakin ribut terus, jadi gak konsen gini kan" gumam Devi kesal dan memutar balikan mobilnya kembali kerumah.
Tanpa membunyikan bel rumah Devi langsung masuk kedalam rumah dan berjalan pelan meniti tangga menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
Devi membuka pintu kamarnya dan matanya membulat, mulutnya menganga tak mampu lagi berkata-kata saat melihat langsung dengan mata dan kepalanya sendiri suaminya sedang melakukan pergulatan panas dengan pembantu rumah tangga mereka.
Pak Burhan dan Wati yang tidak menyadari ada sepasang mata yang menyaksikan secara langsung pergulatan panas tersebut, terus melancarkan aksinya saling bergulat dan bercumbu seakan didunia ini hanya ada mereka berdua.
Hingga akhirnya sepasang mata Burhan beradu pandang dengan istrinya.
"Aawww... " teriak Wati mengaduh saat yang saat sedang berada diatas Burhan didorong hingga terpental dan jatuh ke lantai
"Bapak kok malah mendorong saya sih?" gerutu Wati kesakitan saat tersungkur ke lantai
"Jadi seperti ini kelakuan kalian saat saya tidak ada dirumah?" ucap Devi menahan amarah tangannya mengepal merasa terhina dengan apa yang dilakukan suaminya
"Ma, tenang dulu ma papa bisa jelasin semuanya. tolong tenang dulu ma" ucap pak Burhan panik dan segera memakai celananya
__ADS_1
Wati yang ketakutan segara meraup pakaiannya dan memakainya kembali seraya kabur meninggalkan kamar. karena tidak ingin terlibat percekcokan antara majikannya.
"Mau kemana kamu Wati?" teriak bu Devi
"Ma-maafkan saya nyonya. tolong maafkan saya, saya hanya menuruti apa yang diinginkan tuan nyonya, tolong maafkan saya" rengek Wati ketakutan, seluruh badannya bergetar takut dengan kemurkaan bu Devi.
Plak.. plak..
Bu Devi menampar Wati dengan keras menampilkan amarahnya.
"Ma sudah ma, hentikan! jangan sakiti Wati, ini semua bukan salah Wati. Ini murni kesalahan papa" teriak pak Burhan mencoba menghentikan kemarahan istrinya dan memegang tangan istrinya agar tidak menyakiti Wati kembali"Wati tinggalkan rumah ini sekarang, cepat. nanti aku akan menghubungi kamu"
Wati yang ketakutan segera berlari meninggalkan rumah pak Burhan
"Tadi kamu bilang apa? kamu mau menghubungi Wati lagi? ja-jadi kamu tidak merasa bersalah sama sekali? dan setelah apa yang sudah kamu lakukan dirumah kita, dikamar kita! jadi kamu tidak merasa bersalah?" teriak Devi memukul dada bidang suaminya
"Aku akui aku salah, tapi aku seperti ini juga karena kamu, sebagai seorang istri apa kamu pernah memikirkan bagaimana perasaanku? setiap hari istriku selalu sibuk dengan pekerjaannya, setiap aku mendatangi untuk meminta hakku sebagai seorang suami kamu selalu bilang capek lah, sedang tidak ingin lah, selalu punya alasan untuk menolak keinginanku. aku ini laki-laki normal, aku butuh perhatian, aku butuh kasih sayang dan aku butuh penyaluran hasratku sebagai seorang laki-laki. Dan semua itu aku tidak dapatkan dari kamu" cicit Burhan mengeluarkan unek-unek yang ada dihatinya, selama ini Burhan selalu memendam unek-unek itu dan memilih pura-pura bahagia didepan semua orang tapi hati kecilnya nelangsa dengan sikap acuh istrinya.
"Ja-jadi kamu menyalahkan aku? kamu yang selingkuh tapi aku yang salah? luar biasa kamu mas" ucap Devi menggelengkan kepalanya
"Karena memang seperti itu kenyataannya. aku tidak mungkin selingkuh jika kamu melakukan tugas kamu sebagai seorang istri!" tegas Burhan
"Keterlaluan kamu mas, aku ingin kita cerai. Aku akan menggugat cerai kamu dipengadilan" cicit Devi meneteskan air mata
"Baiklah aku terima jika itu memang keputusan kamu. kita akan bercerai, silahkan kamu layangkan gugatan cerai itu" ucap Burhan
Bukan Burhan sudah tidak cinta dengan Devi hanya saja Burhan sudah lelah dengan sikap Devi yang tidak mau berubah. Burhan ingin memiliki seorang istri yang bisa menghargainya sebagai seorang suami.
*Flashback off*
Jangan lupa berikan like, coment, vote dan poin kalian ya, dukungan kalian sangat berarti banget buat Thor dan jangan lupa Follow akun Qurrotaayun🙏🙏
__ADS_1