Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah

Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah
CH 37


__ADS_3

"Sudah ya dek, jangan bahas yang sudah berlalu. InsyaAlloh kakak percaya sekarang mas Zidan akan memperlakukan kakak lebih baik, tidak seperti sebelumnya" Ulya berusaha menyakinkan adiknya yang terus saja menghujani dengan berbagai pertanyaan


"Ini takdir yang harus kakak jalani Aisyah, dan kakak akan menerima semua ini. walaupun hati kakak juga sebenarnya masih susah untuk berbagi. istri mana yang sanggup berbagai hati dengan wanita lain? tapi jika takdir kakak , kakka akan belajar iklas" batin Ulya


"Kak kenapa bengong?" Aisyah memegang bahu Ulya


"Tidak adikku, kakak tidak apa-apa. kakak bersyukur mempunyai adik sepertimu" ucap Ulya memegangi pipi Aisyah


***


Sesampainya dirumah Aisyah segera berganti pakaian dan turun lagi kedapur untuk memasak.


"Sayang, apa kamu tidak capek. baru pulang langsung kedapur. istirahat dulu saja sayang. biar bib Siti malam ini yang masak" ucap Bu Retno


"Tidak apa-apa ma, Ais tidak capek." Ais membuka kulkas mencari bahan-bahan yang ada untuk masak. kali ini Aisyah masak soto ayam kesukaan suaminya.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab semuanya


"Wah.. baunya seperti soto ayam, kamu masak soto ayam sayang?" tanya Danu yang baru masuk rumah


Mendengar Danu memanggilnya dengan sebutan sayang didepan mertuanya membuat dirinya malu dan seketika wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Kok wajah kamu merah gitu?" goda Danu mendekat


"Aaww" pekik Danu karena dicubit Aisyah


"Ma tolongin anak gantengmu dicubit Aisyah" teriak Danu dan semua orang dirumah itu tertawa. bagaimana tidak, Danu yang selama ini selalu bersikap dingin cuek tiba-tiba bisa berubah drastis menjadi laki-laki yang manja dan genit.


"Aaww.. sakit ma, sakit ma" teriak Danu memegangi telinga yang ditarik Bu Retno


"Kamu ini ya, gangguin menantu kesayangan mama terus. sana mandi dulu ganti baju!"


"Iya, iya mentang-mentang sudah punya menantu anak sendiri dilupain" gerutu Danu dan sontak membuat semua orang yang ada dirumah ini tertawa


Perubahan sikap Danu membuat semua orang dirumah ini merasa senang


"Sejak kapan anak mama jadi manja gini?" tanya Bu Retno senyum


"Sejak papa dan mama menemukan bidadari untuk Danu. muach.. " ucap Danu dan mencium pipi mamanya dan berlalu untuk mandi


Aisyah semakin malu dan senyum-senyum mendengar perkataan suaminya


"Lihat tu pah anak kita, sekarang bisa bercanda gitu. terimakasih ya Aisyah itu semua karena kamu" ucap Bu Retno

__ADS_1


"Tidak ma, Aisyah kan tidak berbuat apa-apa, bagaimana bisa karena Aisyah?"


"Tentu saja karena kamu sayang. dulu itu Danu orangnya cuek banget. mana pernah dia bercanda seperti itu sama kami dirumah. melihatnya seperti itu kayak bukan Danu yang kita kenal dulu. tapi jujur mama senang banget dengan perubahan yang ditunjukkan Danu. mama tidak menyangka dia bisa berubah seperti itu" terang Bu Retno


"Iya Aisyah, kehadiran kamu didalam hidup Danu sangat berpengaruh sekali. dan jujur papa dan mama merasa bahagia. keluarga ini seakan hidup, kehangatan didalam keluarga ini sekarang terasa tidak seperti dulu. seolah rumah itu tidak ada arti apa-apa selain untuk tidur" sahut Pak Herman


"Aisyah juga bersyukur diterima dirumah ini, sehingga Aisyah tetep merasa tinggal dengan orang tua Aisyah sendiri" ucap Aisyah dan Bu Retno memeluknya


***


Selesai mandi Danu memilih pakaian ganti dan saat mau turun kebawah untuk makan malam, tanpa sengaja matanya melihat sebuah map yang berada diatas meja belajar Aisyah. dan entah kenapa ada rasa yang menggelitik relung hatinya untuk membuka map tersebut, ada perasaan tertarik saat melihat map tersebut.


Deg..


Jantungnya seakan berdetak lebih cepat, udara seakan memenuhi rongga paru-parunya sehingga membuatnya sulit untuk bernafas. seketika wajahnya memerah dan tangannya mengepal


"Kurang ajar, berani sekali laki-laki ini" gumam Danu dan kembali meletakkan Map tersebut diatas meja belajar Aisyah


Dimeja makan, Danu yang awalnya ceria kini terlihat murung dan tidak ada senyum sama sekali diwajahnya. sontak hal ini membuat Aisyah dan Bu Retno saling menatap tak mengerti.


"Dan kamu baik-baik saja kan?" tanya Bu Retno namun Danu yang melamun tidak mendengar pertanyaan mamanya


"Dan.. Danu" panggil pak Herman


"Itu mamamu bertanya?" ucap pak Herman


"Iya ada apa ma? mama tanya apa?" tanya Danu yang sedari tadi pikirannya tidak ada disitu


"Danu, Danu kamu ini sebenarnya sedang memikirkan apa? kok tiba-tiba jadi pendiam lagi? tadi sebelum mandi sepertinya ceria sekali. habis mandi kok malah jadi pendiam gini?" tanya Bu Retno


"Tidak kok ma, cuma sedang memikirkan pekerjaan saja" jawab Danu


"Benar cuma karena pekerjaan?" Bu Retno dan pak Herman menatap kearah Danu begitu juga dengan Aisyah


"Iya bener, kalian tidak percaya?" tanya Danu dan memasukan makanan ke mulutnya tidak lupa juga Danu tersenyum.


Sesekali Danu diam-diam curi pandang kearah Aisyah.


"Istriku ini ternyata memang cantik, pantas saja banyak laki-laki yang menginginkannya" batin Danu


"Mas Danu" Panggil Aisyah


"Eh.. Iya kamu cantik?" Panggilan Aisyah membuyarkan lamunan Danu


Ucapan Danu membuat Aisyah tercengang, begitu juga bu Retno dan pak Herman saling berpandangan dan tertawa menyadari anaknya sepertinya sedang tidak fokus.

__ADS_1


"Mas Danu bilang apa?" Aisyah bingung mendengar jawaban Danu


"Bilang, bilang apa ya? oya kamu tadi ada apa memanggilku?" Danu mengalihkan pembicaraan


"Mas Danu kenapa dari tadi Aisyah perhatian melamun? dan kenapa sotonya tidak dimakan? apa tidak enak?"


"Enak, enak kok. ini aku makan" Danu segera menghabiskan makanannya menyadari tanpa sengaja berkata Aisyah cantik didepan semau orang


"Danu, Danu" ucap bu Retno menggelengkan kepalanya


***


Didalam kamar


Aisyah sedang duduk dimeja belajarnya sibuk bergelut dengan tugas-tugas yang tadi siang diberikan Dosennya. tanpa menyadari sepasang mata selalu memperhatikan dirinya.


"Aisyah"


"Iya mas" jawab Aisyah tanpa melihat yang memanggil lantaran Aisyah fokus dengan tugas-tugasnya


"Wisnu itu siapa?" tanya Danu


"Apa mas?" Aisyah yang tidak terlalu mendengar karena fokus pada tugas


"Sebenarnya Wisnu itu siapa?" kembali Danu mengulangi pertanyaannya


"Wisnu?" Aisyah tidak percaya Danu menanyakan soal Wisnu


"Maksudnya mas Danu, mas Danu bertanya siapa Wisnu?" Aisyah balik bertanya dan melihat kearah suamin kmya


"Iya, Wisnu! siapa itu Wisnu?" Danu menatap tajam istrinya


"Bagaimana ceritanya mas Danu tau soal Wisnu?" tanya Aisyah


"Jadi siapa itu Wisnu?" tanya Danu tidak menghiraukan pertanyaan Aisyah


"Wisnu itu teman kuliah Ais dikampus" jawab Aisyah


"Hanya teman?" Danu masih melihat istrinya


"Iya" Aisyah mengangguk


"Lalu proposal apa itu" ucap Danu menatap proposal diatas meja belajar Aisyah dan membuat Aisyah paham


Terimakasih dukungannya readers, love you allπŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2